
...Kerajaan Vampir...
...------------------------------------------...
World Of Goods Fontaine.
Di Dunia para Dewa Argoes dan Zhephyres terlihat sedang berbincang sembari minum teh bersama.
"Argoes kenapa kau membiarkan Iblis itu hidup terlalu lama?"
"Anda tidak perlu khawatir Zhepyres-sama, saya selalu mengawasinya!"
"Jadi begitu, Apa yang sedang dilakukan Iblis itu?"
"Tampaknya dia sedang berkeliling Universe, dia sedang mencari kekuaatan untuk mengalahkanku dalam perang nanti!"
"Dia mempunyai kekuatan yang seperti itu ya? Kau jangan sampai lengah Argoes, kalau kau lengah kau bisa saja kalah!"
Argoes tersenyum percaya diri.
"Tenang saja Zhephyres-sama, Aku pasti akan membunuh Iblis itu!"
Disisi lain Aku masih berada di Dunia Angelise, sudah tiga hari semenjak Lucius kembali, tugasku disini sudah selesai, Aku harus segera pergi untuk mencari kekuatan lagi.
Pagi ini Aku, Kakak dan Rose sudah bersiap untuk meninggalkan Dunia Angelise.
Mereka semua terlihat sedih saat kami ingin pergi.
Lucius berjalan mendekati Leon.
"Leon-sama, apa anda yakin ingin pergi? padahal Anda bisa tinggal di sini lebih lama lagi?"
"Terimakasih Lucius, sebenarnya kami ingin tinggal lebih lama, tapi kami masih mempunyai tugas yang harus kami selesaikan!"
"Jadi begitu, baiklah saya mengerti, Leon-sama!"
"Samapi jumpa Lucius, sampai ketemu di pertemuan nanti!"
"Baiklah sampai jumpa Leon-sama, Avrora-sama!"
Aku pun tersenyum pada Lucius, "Sampai jumpa Lucius!"
Zion tiba-tiba berlari memeluku.
"Avrora-sama terimakasih banyak! Aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu!"
Aku tersenyum sembari mengusap-usap punggung Zion.
"Sama-sama Zion, jaga dirimu baik-baik, sampai ketemu di pertemuan nanti!"
Rose terus menatap Zion yang memeluk Avrora dengan wajah kesal.
"Cih, berani-beraninya dia memeluk Avrora-sama begitu!"
Zion melepas pelukanya, "Baiklah sampai ketemu lagi Avrora-sama!"
Rose tiba-tiba melakulan Protes.
"Avrora-sama! Aku sudah melakukan tugasku dengan baik kan?"
"Benar ada apa Rose?"
"Kalau begitu sebagai hadiah Aku ingin memelukmu juga!"
Aku pun terkejut.
"Ehhh, tidak mau!"
Rose pun terus merengek.
__ADS_1
"Ehhh kenapa? padaha Zion tadi memeluk Anda, itu tidak adil Hemmph!" Rose mengembungkan pipinya.
Rose kalau lagi ngambek begini mukanya terlihat sangat imut heee.
Aku pun mengusap-usap kepala Rose.
"Yus-Yus ini hadiah untukmu jangan cemberut begitu!"
"Aku bukan kucing Avrora-samaaa!"
"Hahahaha!" Semua Orang pun tertawa melihat tingkah Rose.
Setelah itu kami pun pergi meninggalkan Dunia Angelis, sebelum kami pergi ke Dunia lain lagi, Aku mengirim Rose terlebih dahulu kembali ke Kerajaan Valded. Dan sekarang tibalah kami di Dunia Aternia.
"Dimana kita sekarang Avrora?"
"Sekarang kita berada di Dunia Aternia, Aku melihat Ada Empat kerajaan Iblis disini!"
"Jadi begitu, kalau begitu ini mirip seperti Dunia kita?"
"Benar, tapi sepertinya Ras disini hidup dengan membangun Kerajaanya sendiri! di sebelah timur terdapat kerajaan Iblis dari Ras Srigala, di sebelah selatan terdapat Kerajaan Iblis dari Ras Naga, di sebelah barat terdapat Kerajaan Iblis dari ras Vampir, dan di sebelah utara terdapat kerajaan Iblis? tunggu, tunggu, tunggu, Aku melihat berbagai Ras Hidup disana!"
"Jadi begitu, Apa rencanamu selanjutnya Avrora?"
"Bagaimana kalau kita pergi Ke kerajaan Vampir dulu, mereka satu Ras dengan kita, mungkin mereka bisa di ajak untuk berkerjasama dengan lebih mudah, kita bisa menggali sumber informasi kerajaan lain dari sana!"
"Benar juga, baiklah Avrora!"
Aku dan Kakak pun segera pergi menuju Kerajaan Vampir.
Sesampainya di sana kami langsung di cegat oleh penjaga.
"Kalian tunggu dulu!"
Kami menghentikan langkah kaki kami.
Para penjaga terus memperhatikan kami.
"Kalian terlihat asing, Aku baru melihat wajah kalian?"
"Benar kami datang dari jauh!"
"Ada perlu apa kalian datang kesini?"
"Aku hanya ingin meminta bantuan, tidak ada maksud lain pertemukanlah Aku dengan Raja disini!"
penjaga itu terlihat berpikir.
"Baiklah! silakan masuk, Aku akan mengantar kalian!"
Kami pun masuk ke dalam Kastil Vampir, Kastil ini terlihat mengerikan, saat sampai di dalam terlihat sosok Pria berambut putih panjang berpakaian Hitam sedikit merah, dadanya sedikit terbuka, matanya tajam terlihat sedang duduk di singgasananya.
Di sebelahnya juga terlihat Sosok Pria berambut Hitam pendek berpakaian serba hitam matanya yang berwarna merah menatap tajam kami.
"Tuan Drake-sama! ada seseorang yang ingin bertemu denganmu?" tegas penjaga itu.
"Baiklah kau kembali saja!"
Penjaga itu pun pergi.
"Siapa kalian, Aku tidak pernah melihat Vampir seperti kalian, dan bau darah kalian terlihat begitu menggoda!"
Leon segera menjawab.
"Perkenalkan Aku Leon dan dia adalah Adiku Avrora, kami kesini ingin meminta bantuan darimu!"
"Aku adalah Drake penguasa kerajaan Vampir, kau ingin Aku membantumu, apa keuntunganku membantumu?"
"Apa yang kau inginkan, kalau Aku sanggup Aku akan mengabulkanya!"
__ADS_1
Drake terlihat berpikir, seseorang Pria yang berdiri di samping terlihat membisikan sesuatu pada Drake.
Drake pun menyeringai, "Kalau begitu Aku meminta Adikmu untuk menikah dengan Anaku Luther, dia nampaknya menyukai Adikmu!"
Luther yang berdiri di samping Drake pun segera memperkenalkan diri.
"Perkenalkan Aku adalah Luther!"
Leon berbicara lewat telepati.
"Avrora bagaimana ini, kenapa kau diam, Aku harus menjawab apa?"
"Ahh maaf Aku hanya sedikit terkejut!"
"Ehhh, mungkinkah kau malu? apa kau juga menyukainya?"
"Mana mungkin bodoh!"
Setelah itu Aku memberikan intruksi pada Kakak.
"Bagaimana Leon? kenapa kau diam?!" tanya Drake.
Leon menyeringai, "Aku tidak akan memberikan Adiku yang berharga ini kepada sembarang Vampir, bagaimana kalau kita bertaruh, kalau Anakmu bisa mengalahkan Aku, Aku akan memberikan Avrora untuk menikah dengan Luther, tapi kalau dia kalah, kau harus membantuku bagaimana?"
Dareke terlihat berpikir, Luther kembali berbisik.
"Ayah terima saja tantanganya, lagian Aku tidak akan kalah, Aku ingin memiliki Avrora!"
Drake menyeringai, "Baiklah Aku terima! pertandinganya akan di lakukan besok, sekarang kalian beristirahatlah dulu pelayanku Akan melayani kalian!"
"Terimakasih banyak, kalau begitu kami undur diri dulu!"
Setelah itu kami di atar ketempat peristirahatan kami.
"Silakan beristirahat ini adalah kamar kalian!" tegas pelayan itu.
Setelah itu Kami pun masuk kamar, kamar ini terlihat horor tapi tempat tudurnya sangat mewah, Aku pun segera tengkurap di kasur.
"Huaaa nyamanya, ini empuk sekali!"
Leon mengngeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau ini santai sekali ya Avrora, padahal besok Aku akan bertanding, bagaimana kalau Aku sampai kalah, memangnya kau mau menikah denganya?"
Aku berbalik posisi terlentang dan menjawab, "Lagian Aku percaya kamu tidak akan kalah, kau pasti tidak akan membiarkanku menikah denganya kan Onii-chan?"
Leon menghela nafas, "Kau ini memang pintar sekali memanfaatkan orang ya, kau mengajaku kesini karena tidak ingin repot kan?"
"Ahaha maaf-maaf!" Aku berkata sembari mengulurkan lidahku.
Leon terus memandangi tubuh Avrora yang sedang terlentang di kasur, Leon menghampirinya dan segera mendindih Avrora.
Aku pun terkejut.
"Onii-chan! apa yang ingin kau lakukan?"
"Avrora kau selalu saja ceroboh ya, kita ini laki-laki dan perempuan, kita sedang di kamar berdua, kenapa kau melentangkan tubuhmu begitu, apa kau sengaja menggodaku?"
"Ti-tidak Aku tidak bermaksud begitu!"
"Kalau begitu Aku akan mencium mu!" Leon mendekatkan wajahnya.
"Tu-tunggu dulu Onii-chan!" Aku memejamkan mataku.
Tiba-Tiba Kakak mencium keningku dan kembali berdiri.
Aku pun heran, "Ehhhhhhhhhhhh!"
Next Vol.4 Chapter 12
__ADS_1