Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 8


__ADS_3

...Hidup Kembali...


...----------------------------------------------------------------------------...


Setelah membebaskan Ares dari penjara Akhirnya kami keluar dari Hutan Elf.


Ares menyeringai sembari memghirup udara segar.


"Sudah bertahun-tahun Aku tidak menghirup udara segar, Akhirnya Aku bisa melihat kembali dunia ini, semua ini berkat Anda Avrora sama!"


Aku melirik Ares.


"Tidak! Ini juga karena permintaan egoisku untuk menghidupkan kembali Adiku, kalau begitu! Kita harus segera ke Kerajaanku, waktu kita tidak banyak!"


"Baiklah Avrora sama! Dengan senang hati saya akan menjalankan tugas pertama saya untuk Anda!"


Aku segera membuka portal untuk kembali ke Kerajaan.


Sesampainya di Kerajaan para bawahanku terkejut melihat Aku membawa Pria misterius yang tidak dikenal, mereka semua pun bertanya-tanya.


"Siapa pria itu, dia mempunyai Aura yang mengerikan?"


Aku berjalan menghampiri tubuh Yuki yang tergeletak di kasur.


Aku menatap Ares, "Ares cepat hidupkan Anak ini?"


Ares membungkukan badanya, "Baiklah Avrora sama!"


Ares memegang kepala Yuki cahaya kuning langsung memancar dan terlihat bola bercahaya yang menyilaukan, Aku bisa merasakanya cahaya itu adalah jiwa Yuki.


Luka-luka ditubuh Yuki langsung sembuh Yuki pun membuka matanya berlahan, pandanganya masih kabur, Aku segera berubah ke mode Normalku agar Yuki bisa langsung mengenaliku.


Aku sangat senang Akhirnya Yuki bisa hidup kembali, Aku tidak bisa menahan Air mataku.


Penglihatan Yuki pun semakin jelas, dia terkejut  setelah melihatku.


"Onii-chan!"


Aku langsung memeluk Yuki sembari menangis.


"Yuki! Kenapa kau melakukan itu bodoh! Padahal sudah kubilang untuk mempercayaiku, Dasar Yuki bodoh!"


Yuki membalas pelukanku dengan erat, dia juga menangis.


"Maafkan Aku Onii-chan! Aku sudah merepotkanmu, maaf sudah membuatmu khawatir, tapi Aku senang bisa bertemu lagi denganmu!"


Aku melepaskan pelukanku dan memegang wajah Yuki dengan kedua tanganku, "Yuki selamat datang kembali!"


Semua orang menatap kami, mereka semua terlihat bertanya-tanya.


Aku memperhatikan sekitar.


"Gawat! Aku belum menjelaskan pada mereka tentang Yuki!"


Aku segera berbisik pada Yuki.


"Yuki kalau disini tolong panggil Aku Onee-chan, mereka semua tidak tau tentang masa laluku!"


Yuki pun tersenyum.


"Baiklah Onee-chan!"


Aku segera menjelaskan pada mereka semua.


"Ehemmmm, Aku akan mengenalkan Anak ini pada kalian, Anak ini adalah Yuki, dia adalah Adiku dikehidupanku yang dulu!"


Yuki tersenyum pada semuanya.


"Salam kenal, Aku Yuki! maaf telah merepotkan!"


Mereka semua terlihat terkejut, terutama Cleve.


Kakak bertanya kepadaku.


"Apa maksud perkataanu Avrora chan!"


Aku pun langsung menjelaskanya.


"Baiklah dengarkan semuanya," Aku memasang wajah serius, "Sebenarnya dulunya Aku adalah manusia di Dunia lain, Aku mati dan bereinkarnasi di dunia ini dengan membawa semua ingatan di Dunia lamaku, maaf Aku baru memceritakan ini pada kalian! Apa kalian tidak keberatan kalu Aku dulunya adalah manusia, bukan seorang Vampire?"


Rose tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja Avrora sama, itu bukan masalah buatku, Aku selalu mengagumi Anda Avrora sama!"


"Benar apa kata Rose! Aku juga sangat mengagumi dan menghormati Anda Avrora sama, yang lainya juga pasti begitu!" jelas Azazil.


Yang lainya mengangukan kepalanya.


Aku tersenyum pada semuanya.


"Semuanya terimakasih!"


Melihat semua bahawanku begitu mengagumi Avrora, Ares pun tersenyum dan berpikir.


"Anda benar-benar mengagunkan, Avrora sama! Aku senang bisa bertemu denganmu dan bisa melayanimu!"


Tiba-tiba Alice datang meghampiriku dengan wajah kesal.


"Onee-chan! Siapa gadis itu!"


Aku melihat Alice sembari berpikir.


"Ini pasti akan merepotkan!"


Aku langsung menjelaskanya.


"Alice chan! Perkenalkan dia Yuki, dia juga Adiku!"


Alice terkejut.


"Ehhhhhhh! Kenapa kau tiba-tiba mempunyai Adik lagi, Aku tidak bisa menerima ini!"


Alice segera memegang tanganku dan menatap Yuki.


"Tidak akan kuserahkan Kakak padamu!"


Melihat sikap Alice Yuki jadi kesal, Yuki juga memegang tanganku yang satu.


"Aku tidak Akan membiarkan Kakak bersamamu!"


Mereka pun menarik-narik tanganku, Aku jadi seperti mainan saja, merepotkan.


Aku segera menghentikan mereka.


"Sudah cukup hentikan! Apa yang kalian lakukan? Kalian juga sama-sama Adiku jadi tolong yang Akur!"


Aku menghela nafas.


"Ini pasti akan sulit!"


Setelah itu Aku mengadakan rapat untuk mengenalkan Ares pada semua bawahanku.


Kami semua pun sudah berkumpul di ruang rapat.


Ares berdiri dibelakangku, sementara Yuki dan Alice masih menempel disebelah kanan dan kiriku.


"Merepotkan!"


Aku langsung berbicara pada mereka.


"Apa yang kalian lakukan? Cepat duduklah disana!"


Mereka  berdua pun langsung duduk sembari memalingkan wajah mereka!"


Aku segera mengenalkan Ares pada semua bawahanku.


"Semuanya pasti kalian bertanya-tanya siapa Pria yang dibelakangku ini! Perkenalkan dia adalah Ares, mulai hari ini, Ares akan bergabung dengan kita, sebagai kaki tangan keduaku!"


Ares berkata dengan sopan.


"Perkenalkan Saya Ares, mohon kerjasamanya!"


Aku menatap Azazil.


"Azazil tolong bantu Ares melaksanakan tugasnya!"


"Baiklah Avrora sama!" jawab azazil.


Aku menatap Yuki dengan serius.


"Yuki! Ada hal yang ingin Aku tanyakan kepadamu!"


"Apa itu Onee-chan?"

__ADS_1


"Yuki! Bagaimana caramu bisa sampai ke Dunia ini dan bergabung dengan Kekaisan timur?"


Yuki menurunkan padanganya.


"Ceritanya panjang," Yuki memasang wajah serius, "Baiklah! Akan aku ceritakan semuanya!"


Yuki pun menceritakan semuanya dari awal ikut Akademi sampai menjadi pasukan Starator.


Setelah mendengar penjelasan Yuki, Aku menggangukan kepalaku.


"Jadi begitu! terus apa kau tau tujuan sebenarnya mereka Yuki?"


"Tujuan mereka? Aku juga tidak tau pasti, Aku hanya ditugaskan untuk berperang, waktu itu kami berhasil merebut kerajaan-kerajaan di wilayah timur, tapi! Aku bisa menyimpulkan kalau tujuan mereka adalah untuk merebut semua kerajaan di Dunia ini!"


Aku menganggukan kepalaku.


"Jadi begitu, Aku juga berpikir begitu!"


Yuki tiba-tiba berdiri dengan wajah serius.


"Onee-chan! Aku punya permintaan untukmu!"


Aku memegang daguku.


"Apa itu? Cepat katakan padaku?"


"Eto! Itu? ini mungkin permintaan egoisku," Yuki meninggikan suaranya, "Onee-chan tolong selamatkan temanku Yui dan Kanon, kalau dibiarkan mereka pasti akan bernasib sama denganku, kumohon Onee-chan!"


Aku berpikir sejenak.


"Ada berapa anak yang dijadikan senjata sepertimu Yuki?"


"Untuk saat ini ada Empat orang, Yui, Kanon, Ren dan Eiji, Aku akan menjelaskan pada mereka tapi? Aku tidak yakin kalau Ren dan Eiji mau mendengarkanku,"


Aku menggakukam kepalaku.


"Jadi begitu, bukanya ada dua orang lagi?"


"Apa maksudmu Charlote dan julius, kalau mereka itu berasal dari dunia ini!"


Aku terkejut.


"Serius, apa dia adalah Gadis yang berambut putih itu?"


"Benar! Kenapa Onee-chan bisa tau?"


"Itu karena dia berbeda, dia bisa menggunakan sihir!"


"Kalau begitu apa kau mau menyelamatkan mereka Onee-chan?"


Aku tersenyum


"Baiklah Yuki! Aku akan menyelamatkan mereka, tapi sebelum itu Aku harus memeriksa tubuhmu dulu dan mempelajari system apa yang mereka gunakan kepadamu, untuk berjaga-jaga kalau mereka nanti dikendalikan lagi, aku bisa membatalkanya dengan sihirku!"


Yuki terlihat sangat senang dia tersenyum lebar.


"Terimakasih Onee-chan!"


Aku membalas senyuman Yuki.


"Tidak perlu berterimakasih, setelah mempelajari data tubuhmu, Aku juga akan membuatkan perangkat yang sama untukmu bahkan lebih hebat dari perangkat yang kau gunakan waktu itu!"


Yuki pun terkejut.


"Benarkah Onee-chan?"


"Tentu saja! serahkan ini pada kakakmu," Aku berkata sembari tersenyum dan berpikir.


"Tenang saja kalau ada Ai-chan semunya pasti akan beres!"


"Hihihi. . Hoe Avrora! Kau percaya diri sekali ya?"


"Ehhh! Ai-chan!"


"Hihihi. . Dasar! Aku sudah tau apa yang kau pikirkan? Ujung-ujungnya kau selalu membuat repot diriku!"


"Ahahaha, maaf-maaf, kali ini mohon bantuanya ya Ai-chan!"


"Hihi. . .Dasar! Apa boleh buat, baiklah serahkan saja padaku!"


...TBC...

__ADS_1


...Next Volume 3 Chapter 9...


__ADS_2