
...Awal Pertempuran...
...------------------------------------------...
Sepuluh Hari lagi Kami akan berperang, sudah tidak ada waktu lagi untuk mencari sekutu baru, Aku pun memutuskan untuk kembali ke Dunia ku Arandelle.
Saat Aku dan Kakak kembali semua bawahan ku menyambut ku dengan gembira, tapi Aku tidak melihat Ares, kemana dia pergi?
"Azazil di mana Ares?"
"Maaf Avrora-sama, Sudah satu minggu ini Ares pergi, dia mengatakan ingin mencari Para Dewa yang di hukum di berbagai Universe, dia ingin membebaskanya dan menjadikan sebagai sekutu kita!"
"Begitu ya!" Aku jadi sedikit khawatir, apa dia baik-baik saja?
Lima hari kemudian Ares pulang membawa Lima sekutu baru, mereka adalah mantan para Dewa yang telah berbuat salah dan di hukum seperti Ares, mantan Dewa yang telah di buang di sebut sebagai Arcangel Atau Dewa bersayap Hitam, kalau tidak salah sayap ku juga Hitam sih.
Ares memperkenalkan semuanya padaku. Mereka semua membungkukan badanya di hadapanku.
"Avrora-sama! Saya sangat senang Anda sudah kembali, saya telah membawa mereka untuk menjadi sekutu kita!"
"Baiklah, kalau begitu perkenalkan diri kalian!"
Sosok Gadis berambut kuning pendek memperkankan dirinya.
"Saya Angelia, Mulai hari ini saya akan melayani Anda Avrora sama!"
Setelah itu Empat orang lainya juga memperkenalkan dirinya, Gadis berambut putih panjang bernama Silvi, dan Gadis Loli berambut merah twintail bernama Lilia, ada dua Pria berambut hitam panjang bernama Zuko, yang satu lagi berambut Biru pendek bernama Michael.
Aku tersenyum pada mereka semua.
"Terimakasih banyak, mulai hari ini mohon bantuanya!"
Waktu terus berjalan Tiga hari sebelum perang Argoes datang menemui ku.
"Yoo Avrora! bagaimana kabarmu? apa kau sudah bersiap untuk mati?"
"Cih! jangan banyak bicara cepat katakan apa kepeluan mu?"
"Baiklah-baiklah, Aku kesini untuk membahas tempat untuk berperang, Perang Akan di lakukan di Dunia tak berpenghuni bernama Zero tiga hari lagi, Aku harap kau tidak melarikan diri!"
"Aku mengerti, Aku tidak akan melarikan diri, Aku akan membunuhmu!"
"Hahaha kau sangat percaya diri sekali ya, Aku akan menghancurkan kepercayaan dirimu itu di medan perang nanti, Kalau begitu Aku akan kembali, sampai jumpa di medan perang Avrora!"
Argoes pun menghilang.
"Cih!" Orang itu benar-benar bikin kesal.
Satu Hari sebelum perang.
Hari ini Aku akan mengadakan Rapat pertemuan antar Raja Iblis.
Aku membuat Portal sebuah Pintu untuk masuk ke dalam Ruang pertemuan, pertemuan akan di lakukan di dalam Dimensi lain.
"Semuanya cepat masuk ke dalam!"
__ADS_1
Aku menyuruh semua bawahan ku untuk masuk ke dalam.
Aku juga mengirim kan sebuah Pintu Untuk Para Raja Iblis yang berada di Duniaku dan Universe lain, tak luput Aku juga mengundang Alden, Liza dan Zen dalam rapat kali ini.
Aku juga mengirimkan Bawahan ku untuk membimbing para Raja Iblis di berbagai Universe.
Para Raja Iblis pun terkejut tiba-tiba muncul sebuah pintu besar di hadapanya, pintu itu terbuka dan muncul seorang yang membimbingnya, salah satunya adalah Rose yang bertugas menemui Raja Iblis Drake.
"Apa kau adalah Raja Iblis dunia ini? Avrora-sama telah mengirimkan undangan untuk pertemuan, cepatlah masuk ke dalam Pintu!"
"Baiklah!" jawan Drake dengan wajah serius.
Semua Raja Iblis sudah datang dan Duduk kursinya masing-masing, Alden, Liza dan Zen juga sudah datang, di ujung meja Adalah kursi untuk seoramg Pemimpin.
Leon terlihat berjalan memasuki Ruang rapat, semuanya terdiam menatap Leon, tapi Leon tidak duduk di Kursi pemimpin melainkah di sebelah Azazil.
Para Raja Iblis Universe lain pun heran, Kenapa Leon tidak duduk di Kursi pemimpin?
Setelah Itu Aku datang, mereka semua kembali menatapku, Aku pun duduk di Kursi ku, kursi pemimpin.
Para Raja Iblis Universe lain pun terkejut.
"Teryata benar dugaan ku, Gadis itu adalah dalang di balik semua ini?" pikir mereka.
Aku menyeringai.
"Yo selamat datang semuanya, kali ini Aku akan membahas untuk perang besok, bagaimana Apakah kalian semua sudah menyiapkan pasukan?"
"Sesuai permintaan Anda Avrora-sama, saya sudah mempersiapkan pasukan, saya juga Akan mengerahkan seluruh kemampuan ku untuk membantu Anda Avrora-sama!" tegas Lucius.
Semuanya juga sama, mereka semua sudah siap dengan pasukanya.
Aku mengucapkan terimakasih pada mereka.
Aku mengatakan pada mereka kalau kita akan berperang di Dunia Zero, oleh karena itu, Aku harus memindahkan semua pasukan dengan sihir teleportasi hari ini, karena besok kita akan berperang.
Setelah Rapat selesai, Semua Raja Iblis segera menyiapkan pasukanya.
Aku pun datang ke Dunia mereka masing-masing untuk memindahkan pasukan.
Setelah semua pasukan di Kirim ke Dunia Zero, kami membuat tenda di sana, malam ini kami semua akan bermalam disini menunggu hari esok.
Keeseokan harinya.
Sekarang kami semua sudah berdiri di medan pertempuran, Pasukan Para Dewa terlihat berdatangan dari langit mereka semua bersayap, mereka mulai membentuk barisan.
Argoes berada di barisan terdepan dengan gagahnya memimpin pasukan.
Aku juga tidak mau kalah, Aku juga berada di barisan paling depan bersama para bawahan ku berada di sampingku.
Argoes membunyikan terompet bertanda perang sudah di mulai.
Semua pasukan segera maju, mereka semua saling bentrok.
"Swoshh!"
__ADS_1
Aku segera membabat para pasukan Dewa dengan sabit ku.
Argoes juga maju membabat pasukan ku dengan pedangnya, Akhirnya kami bertemu, Argoes segera menyerangku dengan cepat, Aku menahanya dengan sabit ku, kami berdua saling beradu senjata dengan sangat cepat.
Cih! dia benar-benar kuat, hampir tidak punya celah sedikitpun.
Saat beradu senjata tiba-tiba Sabit ku retak dan pecah, Aku pun tidak percaya.
"Gawat!"
Argoes memanfaatkan momen itu dan segera menendang ku dengan keras.
"Uakhh!" Aku terlempar jatuh ke tanah!"
"Dari Atas Argoes ingin menginjak ku dengan keras!"
Aku dengan cepat menghindar, Injakan Argoes membuat tanah menjadi berkawah.
Cih tadi itu berbahaya sekali.
Aku segera mengambil pedangku dari dalam Portal.
Argoes pun terkejut.
"Pedang itu? tidak salah lagi, bukanya itu adalah pedang Ilahi milik Ceres? kenapa Iblis itu bisa memilikinya?"
Aku segera menyerang Argoes dengan cepat sembari menembakan sihir ke Arah Argoes.
"Swoshhh!"
Argoes dengan mudah menghindari semua sihirku dan Kami kembali beradu pedang dengan sangat sengit.
Argoes melompat kebelakang dan menembakan Energi sihir ke arahku.
Aku menahan Energi itu dengan pedangku.
"Sialan!" Akhirnya Aku dapat mementalkan Energi itu.
Argoes menyeringai.
"Hee bagaimana? Aku belum serius loh!"
Aku bertanya pada Ai-chan.
"Ai-chan bagaimana? Apa Aku bisa mengalahkanya?"
"Hihihi semua itu tergantung tekadmu Avrora!"
"Kau ini kenapa terlihat santai sekali Ai-chan, kalau Aku kalah kau juga Akan mati kan?"
"Hihihi baiklah Aku akan meningkatkan kemapuan 4x lipat, bersiaplah Avrora!"
Aku merasakan Energi sihirku meluap-luap, Auraku pun diselimuti Aura Merah.
Argoes menyeringai.
__ADS_1
"Hee jadi kau mulai serius ya?"
Bersambung....