Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 24 - Bonus Extra Story


__ADS_3

...Musim Panas Di Valded...


...----------------------------------------------------------------------------...


Ya Hallo apa kalian merindukan ku? sekarang Aku ingin bercerita tentang Liburan musim panas ku bersama semuanya.


Tepatnya setelah Satu Bulan terbentuknya Kekaisaran Acheron


"Panasnya, Apa di Dunia ini sedang musim panas, merepotkan!"


Hari ini Aku sedang berbaring kepanasan di kamarku hanya memakai daleman saja Aku pun berpikir.


"Hmmm kalau ke Patai kayaknya Asik nih, Aku juga sudah sangat lama tidak liburan, Para bawahanku akhir-akhir ini juga sudah bekerja dengan keras, mungkin mereka juga butuh Liburan, Yosh mungkin ini ide yang bagus!"


Tiba-tiba Kakak masuk kekamarku dan melihatku cuma memakai daleman saja.


Kakak dan Aku sama-sama terkejut.


"Ehhh!"


Kami berdua saling menatap.


Kakak segera memalingkan pandanganya wajahnya pun memerah.


"Avrora Kamu? kenapa kau cuma memakai daleman saja?"


Aku dengan cepat berpakaian kembali dan berjalan ke Arah kakak dengan Aura gelap di wajahku, Aku megeluarkan senjata Gada besar.


"Apa kau melihatnya Onii-chan!"


Kakak berkata dengan malu, "Sedikit sih!" dia pun berbalik ke arahku dan terkejut.


"Avrora Apa yang ingin kau lakukan?"


"Onii-chan, Aku harus membuatmu lupa, Aku harus memukul kepalamu!"


"Tu-tunggu dulu Avrora, nanti Aku bisa mati!"


Aku tersenyum Jahat.


"Kau tidak akan mati semudah itu Onii-chan, karena kau sekarang seorang Vampir, saa kalau begitu sekarang Akan Aku pukul!"


Tiba-tiba Alice datang.


"Onee-chan, apa yang sedang kau lakukan?"


"Cih! hari ini kau selamat Onii-chan!" Aku menatap Alice sembari tersenyum kaku, "Aku sedang bermain dengan Kakak, ada apa Alice chan?"


Alice menatapku dengan Heran.


"Kau ini Aneh sekali Onee-chan! nee Onee-chan Ayo cepat latihan lagi, Aku juga ingin menjadi kuat!"


Alice meminta latihan lagi, Akhir-akhir ini Aku memang selalu mengajari Alice, dia sebentar lagi akan memasuki usia remaja, Alice juga mempunyai Elemen Api dan cukup berbakat.


"Nee Alice chan, sebelum kita latihan Aku ingin mengadakan pertemuan dulu!"


Aku pun mengadakan pertemuan untuk merencanakan liburan bersama para bawahanku.


Semuanya bawahanku sudah berkumpul, Aku segera memulai rapatnya.


"Dengarkan semuanya, untuk besok tinggalkan pekerjaan kalian dulu, besok Aku ingin mengajak kalian semua berlibur ke Pantai, Mari kita bersenang-senang!"


Semuanya terlihat sangat senang.


Aku jadi berpikir.


"Lebih baik Aku  mengundang Alden, Zen dan Liza juga, pasti Akan lebih menyenangkan!"


Keesokan harinya.


Sekarang Kami semua sudah berada di pantai, Aku langsung mengerluarkan Baju renang untuk semuanya yang sudah Aku buat.


"Semuanya tolong pakai Baju ini, pilihlah yang kalian suka, Aku sudah membuatnya untuk kalian semua!"


Mereka segera memilih Baju Renang yang Aku buat.


Aku menatap heran Azazil yang memilih Baju renang cewek.


"Ehhhh, Kenapa kau memilih Baju itu Azazil, itu baju untuk cewek tau!"


Azazil tersenyum.


"Bukanya ini keren sekali Avrora sama!"


Aku menghela nafas


"Seleramu itu buruk sekali trserah kau saja!"


Aku juga sudah memakai baju Renangku.


Kakak, Cleve, Alden dan Zen terus memandangi tubuhku.


Aku segera menutupi dadaku dengan kedua tanganku.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu? Dasar mesum!".


Mereka langsung salah tingkah dengan wajah yang memerah.


Kakak manggaruk-garuk pipinya sembari menatap ke atas.


"Kau terlihat imut Avrora memakai itu,"


Cleve dan Alden cuma terdiam sembari berpikir.


"Tubuh Avrora sangat menggoda!"


Tiba-tiba Zen berjalan mendekatiku.


"Avrora seperti biasa kau memang sangat imut!"


Aku jadi malu dan berteriak.


"Brisik! Brisik! Brisik! Kenapa kau selalu menggodaku?"


Aku mendengar Rose memagilku.


"Avrora sama, bagaimana baju yang Aku pilih ini?"

__ADS_1


Aku langsung menatap Rose.


"Rose begitu sexy, dadanya juga sangat besar!"


"Ahhh itu sangat cocok untukmu Rose!"


Ayah Viad pun datang dan memperhatikan Aku dan Rose!


"Rose? Dadamu itu luar bisa, kalau di bandingkan dengan Putriku belum ada apa-apanya!"


"Plakkkkk,"


Aku dengan cepat memukul Ayahku sampai terpental kelaut.


"Uakhhhhhhhh,"


Leon, Cleve, Alden dan Zen mereka langsung menelan ludah.


"Itu sangat mengerikan!"


"Hoe! Apa yang sedang kalian lakukan, kenapa tidak masuk kedalam Air!" teriak Liza.


Liza juga terlihat sexy dengan baju renangnya yang berwarna Pink.


Aku segera berlari menghampiri Liza.


"Ahh sudah lama sekali rasanya Aku tidak bermain di pantai seperti ini, jadi ingat dulu ya Kaede?"


Liza tersenyum.


"Benar sekali, dulu waktu kecil saat liburan kita selalu pergi ke Pantai bersama keluarga kita, rasanya kangen dulu ya?"


"Benar sekali,"


Aku melihat binatang aneh dan mengambilnya.


"Apa ini? bukanya ini teripang laut, kenapa di Dunia ini ada teripang laut?"


Aku pun memainkan teripang laut itu.


Kakak, Cleve, Alden dan Zen menghampiriku dan terus menatapku yang sedang memainkan teripang laut.


"Avrora kenapa kau memainkan teripangnya seperti itu?" tanya Alden.


"Memangnya kenapa, ini mengasikan tau lihat tripangnya berdenyut-denyut!"


"Avrora! itu berbahaya kalau terus dimainkan seperti itu!"


Aku tidak memperdulikan perkataan Alden dan terus memainkanya.


"Tenang saja tidak apa-apa kok," Bersamaan dengan itu teripang lautnya menyemprotkan Cairan lengket ke arahku dan mengenai badan dan wajahku.


"Kyaaaaa, Apa ini menjijihkan sekali!"


Semuanya terlihat menatapku dengan wajah yang memerah.


"Ano Avrora chan? kau terlihat seperti orang yang mesum," ungkap Alden.


Aku pun terjejut.


"Ehhhhhhhhhh,"


Tiba-tiba muncul monster Gurita raksasa, Gurita itu menangkap Aku, Liza dan Rose.


"Cih apa-apaan monster ini, kenapa hanya Aku Liza dan Rose yang ditangkap?"


Gurita itu mulai mengeliati badanku, Aku melihat Liza dan Rose yang sedang kegelian, Rose malah terlihat menikmatinya.


Aku jadi heran.


"Rose teryata orang yang mesum,"


Baju ku mulai melebur karena terkena Zat asam monster gurita itu.


Tiba-tiba Aku merasa gely di bagian bawahku.


"Kyaaaaa,"


"Apa ini dasar Gurita sialan!"


Gawat Aku jadi merasa Aneh, Aku melihat Kakak, Cleve, Alden dan Zen mereka bukanya menolong malah melihat kami dengan mesum.


"Cih apa-apaan mereka itu,  ini memalukan, kalau begitu Rasakan ini!"


Aku segera mengganti bajuku yang melepuh dan memotong-motong Gurita itu dengan pedang dan membebaskan Liza dan Rose.


Aku melihat ke Arah Kakak, Cleve, Alden dan Zen.


"Kenapa kalian diam saja? Dasar mesum!"


Mereka cuma terdiam dengan malu.


Setelah itu kami semua pun mulai bersenang-senang, kembali, kami membuat permainan memecah semangka, Ibuku Livy juga memasak banyak makanan untuk kami.


Semuanya terlihat senang dan menikmati liburanya.


Melihat mereka bersenang-senang, Aku pun tersenyum.


"Teryata mengajak mereka untuk berlibur hari ini tidak sia-sia!"


Mungkin cerita tentang liburanku bersama semuanya, cukup sampai disini, tunggu! tunggu! tunggu! Aku juga akan menceritakan tentang Festival musim panas.


Setelah pulang dari liburan, malamnya Aku berpikir untuk membuat Festival musim panas di sini.


Keesokan harinya Aku kembali mengadakan rapat untuk merencanakan membuat Festival musim panas, Aku juga meminta bantuan Alden, Zen dan Liza.


Aku menerangkan pada mereka tentang Festival musim panas dan apa saja yang harus di persiapkan, Aku pun memberikan tugas untuk mereka semua, dengan di bantu Alden Liza dan Zen.


Butuh waktu dua hari untuk mempersiapkanya, Aku juga membuat kembang api untuk penutupan Festival musim panas dan malam ini Festival musim panasnya pun akan segera di mulai.


Sore ini Aku sudah memakai Yukata untuk pergi ke Festival.


Aku juga membuat Yukata untuk yang lainya.


Hari sudah malam, Festival musim Panas pun dimulai, suasana disini sangat ramai, Aku benar-benar tidak percaya Aku bisa melihat Festival musim panas di Dunia ini.


Aku pergi ke ke Festival bersama Alice dan Liza, Aku melihat para penduduk juga sangat antusias mengikuti Festival ini.

__ADS_1


Aku melihat Azazil membuat permainan menembak, Aku pun melihatnya.


"Azazil kau yang membuat permainan ini?"


"Benar Avrora sama, apa Anda ingin mencobanya?"


Aku menatap Alice.


"Alice chan, kau mau yang mana, biar kakak yang menembak?"


"Emmm Aku mau topeng itu!"


"Baiklah Akan Aku dapatkan, lihatlah ini Alice chan!"


Aku segera menembak dan mengenainya.


"Wah Anda hebat sekali Avrora sama, ini untuk Anda!" kata Azazil.


"Ahahaha terimakasih Azazil kalau begitu Aku pergi dulu.


Aku kembali berjalan-jalan dan melihat Cain membuat permainan menangkap ikan.


Aku mendekatinya dan terkejut setelah melihat Ikanya.


"Ehhh, ikanya itu sangat berbahaya, kalau ini di Dunia manusia tentu tidak akan ada yang mau menagkapnya?"


"Aku akan menagkapnya Onee-chan?" tegas Alice.


"Ehhh beneran! Hati-hati nanti jarimu bisa hilang," Aku jadi sedikit khawatir.


"Tenang saja lihatlah ini Onee-chan!"


Aku terkejut Alice dengan mudah menagkapnya.


"Ehhh kau hebat sekali Alice chan!"


"Aku jadi ingat Yuki, bagaimana kabarnya ya?


Aku kembali berjalan-jalan, Aku melihat Beatric yang menjulal permen Apel.


Aku mellirik ke Arah Liza.


"Nee Liza, kalau melihat permen Apel jadi ingat dulu ya?"


Liza tersenyum.


"Benar dulu kita selalu ke Festival bersama, Kamu selalu membelikan permen untuku!"


"Kalau begitu Aku akan membelikanya untukmu!"


Aku segera membeli permen Apel dan memberikanya pada Liza.


"Ini untukmu Liza dan ini buatmu Alice chan!"


Setelah itu, kami bertemu, Kakak, Cleve, Alden dan Zen mereka berempat sedang berjalan-jalan bersama.


Zen tiba-tiba memegang tanganku.


"Avrora kau sangat Cantik memakai Yukata!"


Aku melepas tangan Zen.


"Jangan bicara yang memalukan seperti itu bodoh!"


"Hahaha kau memang selalu galak begitu, Aku jadi ingin menciumu, apa kau sudah pernah berciuman Avrora?"


Aku jadi gugup menjawab pertanyaan Zen, Aku melirik ke Arah Kakak dan Cleve mereka juga jadi terlihat gugup dan berkeringat.


Zen terus memandangiku.


"Ehhh kenapa diam, mencurigakan, pasti kau sudah pernah berciuman ya?"


Aku jadi salting.


"Ahahaha, ahaha tidak kok, ahahaha!"


Zen melihat ke Arah Leon dan  Cleve dan kembali menatapku.


"Hmmmm Leon dan Cleve juga terlihat aneh pasti terjadi sesuatu antara kalian ya kan Avrora?"


Aku memalingkan wajahku dari Zen.


"Tidak ada apa-apa kok!"


Tiba-tiba Kembang Api meledak di udara.


Saat semuanya sedang melihat kembang Api di udara tiba-tiba Zen mencim bibirku.


"Ehmmmmmmppp,"


Aku pun terkejut.


"Ehhhhh apa-apaan ini!"


Aku segera melepas ciumanya dan berkata dengan lirih.


"Apa yang kau lakukan bodoh!"


Zen berbisik di telingaku.


"Kamu sangat manis jadi Aku tidak tahan, lagi pula, Aku sudah tau dari sikapmu, Leon, Cleve dan Alden pernah menciumu kan? Itu tidak Adil kalau cuma Aku saja yang belum!"


Keringat dinginku langsung keluar.


"Itu? Ahahaha!" Aku sudah tidak bisa mengelak lagi dari Zen, "Benar sekali,"


Aku menghela nafas.


"Haaaa,"


Zen tersenyum.


"Kalau begitu kau tidak keberatan kan? Hehe,"


Ujung-ujungnya Aku malah tidak menikmati kembang Api gara-gara Zen.


"Merepotkan!"

__ADS_1


"Fuuuuuuuuuuuui,"


...Sampai ketemu di Volume 3....


__ADS_2