
...Kedatangan Argoes...
...----------------------------------------------------------------------------...
Hari ini Aku sedang berkeliling Kota untuk memantau perkembangan Kerajaanku.
Kerajaan ini sudah banyak berubah senjak pertama kali Aku datang kesini.
Aku masih ingat jelas saat pertama kali datang kesini.
Kerajaan ini terlihat begitu menyeramkan, kehidupan penduduk di sini juga sangat buruk, mereka sangat lah primitif.
Tapi sekarang mereka sudah berubah dan mulai hidup seperti manusia, mereka juga sudah menjalin hubungan dengan manusia, memang awalnya sulit mewujudkan Monster dan Manusia untuk hidup berdampingan, tapi walau banyak rintangan dan masalah akhirnya Aku bisa mewujudkan itu semua, semua ini juga tidak luput dari bantuan teman-temanku.
Dulu kerajaan ini juga sangat terbelakang dan kalah dengan kerajaan lainya, tapi sekarang sudah berbanding terbalik, Kerajaan ini menjadi kerjaan termaju di Dunia ini, kami juga membentuk Kekaisaran, Akulah yang menaungi semua kerjaan yang ikut dalam Kekaksaran Acrion, jadi siapapun yamg berani menyenggol Kerajaan di dalam Kekaisaran Acrion, Aku Akan langsung turun tangan.
Hari ini Aku berjalan dengan Rose dengan memakai Gaun yang serba hitam.
Banyak penduduk yang melihatku, mungkin mereka merasa aneh karena wujud baruku, tapi mereka juga tidak terlalu terkejut, karena selama ini memang mereka tau kalau Aku bisa merubah wujudku, tapi kali ini Aku tidak bisa kembali memakai wujudku yang biasa karena Aku sudah memiliki darah seorang Dewa.
Rose berjalan sembari memayungiku.
"Avrora-sama setelah ini mau Kemana lagi?"
"Pulang saja deh! Oh ya Rose! Apa Kakak sudah kembali, sudah tiga hari dia pergi karena urusan di Kerajaan Neverland?"
"Pangeran Leon belum kembali, Ehhh ada apa? Apa Anda merindukanya?"
Mendengar pertanyaan Rose Aku jadi sedikit malu.
"Ma-mana mungkin bodoh! tidak Kok!"
Rose meledeku dengan muka jail.
"Ehhhh! Kenapa wajah Anda memerah Avrora-sama? Apa anda malu?"
"Ti-tidak Kok! Ayo cepat kembali Rose!"
Aku sengaja mengalihkan pembicaraan.
Sialan! dasar Rose, dia memang suka usil, tapi kenapa tadi Aku malu.
Disisi lain Dewa Argoes Sudah sampai di Dunia ini.
Dia mulai mencari keberadaan Avrora tetapi dia tidak bisa menemukanya, Argoes pun bertanya-tanya.
"Ini aneh sekali, kenapa Aku tidak bisa melihat keberadaanya, padahal Aku bisa melihat semua penghuni Dunia ini, sebenarnya sekuat apa dia?"
Akhirnya dia mulai mencari informasi tentang Iblis yang membunuh Minerva, dia pun menyamar sebagai manusia untuk mencari informasi.
Pangeran Leon yang dalam perjalanananya menuju kerajaan Valded, tidak sengaja bertemu dengan Argoes yang menyamar sebagai pengembara.
Argoes pun menghentikan pangeran Leon.
"Maaf menggangu perjalanan Anda!"
Leon pun turun dari Kuda, "Siapa? Kenapa kau menghentikanku?"
"Maaf! Aku seorang pengembara, Aku hanya ingin bertanya?"
"Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku?"
"Apa kau tahu Iblis yang membunuh Dewa Dunia ini?"
Mendengar pertanyaan Argoes, Leon sangat terkejut, dia langsung memasang wajah serius.
"Sebenarnya sipa kau? Ada urusan apa kau mencarinya?"
"Aku ingin membunuhnya!" jawab Argoes.
Leon langsung menghunuskan pedangnya.
"Sebelum kau menemuinya, Aku akan membunuhmu terlebih dahulu!"
Argoes menyeringai.
"Ehhh! Jadi kau ada hubunganya dengan dia yahh, menarik! Baiklah jangan menyesal karena telah menantangku, Aku pasti akan membuatmu menunjukan keberadaan Iblis itu!"
"Cih! Tak usah banyak bicara!" Leon langsung meyerang dengan pedangnya.
__ADS_1
Argoes segera menghilang, Leon pun terkejut.
"Apa? Dimana dia?"
"Lambat!" Argoes langsung mendedang Leon dengan Kaki kirinya, Leon pun terpental jauh menghantam Bukit.
"Uakkkkkk!"
Leon mengusap darah yang keluar dari mulutya sembari berpikir.
"Dia kuat! Padahal dia orang biasa, sebenarnya siapa dia, Aku harus segera menghabisinya!"
Leon pun segera mengeluarkan pedang besarnya.
"Keluarlah Vaguard!"
Portal dimensi Ruang dan waktu terbuka Leon segera menarik pedang besarnya.
Argoes yang melihat cuma tersenyum.
"Jadi itu kekuatanmu yang sebenarnya?"
Leon pun langsung menyerang dengan cepat.
"Swoshhhh!!"
"Mampuslahh!!!"
Argoes menyeringai sembari menahan Pedang besar Leon dengan jarinya.
Leon melebarkan matanya, dia sangat terkejut.
"Ini tidak mungkin?"
Argoes langsung memukul Leon dengan keras.
"Plakkkkk!!"
Leon kembali terlempar, dia pun mengalami luka parah.
"Sial! Ini tidak mungkin, Uhukkk, Uhukkk!"
Argoes berjalan mendekati Leon.
"Sekarang Aku pasti Akan membuatmu bicara!"
Argoes mengangat Leon.
"Katakan dimana Iblis Itu!"
Leon menjawab sembari kesakitan.
"Walau kau membunuhku, Aku tidak akan pernah mengatakanya padamu!"
"Kau ini sangat keras kepala ya! Aku akan membuatmu mati dan menghancurkan jiwamu, kau tidak akan bisa bereinkarnasi lagi, jadi apa kau tetap tidak ingin bicara?"
Mendengar ancaman Argoes, Leon sama sekali tidak menciutkan tekadnya, dia lebih memilih mati dari pada mengatakan keberadaan Avrora untuk melindungi Adik tercintanya.
"Aku tidak takut, cepat bunuh Aku!"
Argoes pun sangat kesal.
"Cih! Dasar bodoh!"
Argos pun mengeluarkan pedangnya.
"Dengan ini tamatlah riwayatmu!"
Leon hanya bisa pasrah, melihat Argoes bersiap untuk membunuhnya.
"Avrora Maaf! Selamat tinggal, Aku tidak menyesal mengorbankan diriku untukmu!" pikir Leon dengan senyuman diwajahnya.
Argoes pun segera menusuk Leon dengan pedangnya.
"Mampuslahh!"
"Uakkhhhhh!!"
Tiba-Tiba Aku merasakan Energi Kakak berlahan menghilang.
__ADS_1
"Onii-chan!" Aku langsung memagil Rose, "Rose! Apa kau merasakamya?"
"Energi Pangeran Leon berlahan menghilang!" jawab Rose.
"Ayo kita pergi ketempat Leon Rose!"
"Baiklah Avrora-sama!"
Aku segera melacak keberadaan Kakak, Aku langsung membula Portal untuk pergi melihat apa yang terjadi.
Sementara itu tubuh pangeran Leon berlahan menghilang seperti Debu yang tertup Angin.
Portal pul terbuka di Dekat Leon, Aku langsung keluar.
"Onii-chan! Apa yang terjadi padamu, siapa yang melakukan ini padamu?"
Leon pun terkejut melihat kedatangan Avrora dan Rose.
"Avrora! Kenapa kau kesini, cepatlah pergi, ada musuh yang sangat berbahaya disana!"
Aku langsung menenggok ke Arah orang yang ditunjukan Kakak.
"Kau! Siapa Kau? Kenapa kau melakukan ini pada Kakaku, Aku tidak akan memaafkanmu!"
Argoes pun menyeringai.
"Apa kau juga ingin seperti dia, lebih baik kau tidak usah melawanku, Aku tidak ingin menyakiti Gadis sepertimu! Aku juga bukan penjahat Aku hanya ingin mencari Iblis yang membunuh Dewa!"
Aku pun terkejut mendengar perkataanya, Aku segera bertanya pada Ai-chan.
"Dia? Ai-chan Apa kau tau saipa dia? Jangan-jangan dia?"
"Tidak salah lagi, dia pasti seorang Dewa!"
Aku menatap tajam Dewa itu.
"Lebih baik cepat tunjukan wujud aslimu, kau seorang Dewa kan?"
Argoes pun terkejut.
"Wah-wah kau hebat sekali bisa langsung mengetahuinya, kau pasti bukan orang biasa, apa kau Iblis yang telah membunuh Minerva?"
"Benar! Yang membunuhnya adalah Aku, tapi Aku mempunyai alasan untuk membunuhnya!"
"Apapun Alasanmu kau telah bersalah membunuh seorang Dewa, Aku harus membawa kepalamu di hadapan Zephyres sama!"
Argoes langsung menunjukan wujud Aslinya.
Ai-chan sangat terkejut saat melihatnya.
"Ini tidak mungkin, Avrora dia adalah Argoes tangan kanan dari Zephyres penguasa tertinggi di Alam Dewa, kekuatanya 4x lipat dari Minerva!"
"Cih! Apa Aku bisa melawanya Ai-chan?"
"Kalau Argoes mengeluarkan kekuatan sesungguhnya mungkin kita Akan kalah, tapi bukan berati kita tidak menpunyai kesempatan menang!"
"Apa maksudmu Ai-chan?"
"Argoes tidak akan berani mengeluarkan kekutanya disini karena bisa menghancurkan Dunia ini, kalau Dunia ini sampai Hancur bisa melanggar Hukum Dewa, tapi kita tidak akan bertarung sekarang, kita harus mundur dulu, lihatlah kondisi Kakakmu, dia terkena serangan pedang Suci miliknya, lambat laun tubuhnya Akan menghilang, dia pasti Akan mati, hanya kau yang bisa menolongnya dengan kekuatan Dewa!"
"Cih! Baiklah kalau begitu, tidak Ada pilihan lain!"
Aku langsung menengok ke Arah Rose.
"Rose! Cepat bawa Kakak, kita mundur dulu!"
"Baiklah Avrora-sama!"
Aku langsung membuka Portal dan masuk.
Argoes yang melihat langsung mengejarku masuk kedalam portal.
"Tidak akan ku biarkan Kalian kabur!"
Saat Argos masuk kedalam Portal, untungnya Aku dengan cepat menutupnya.
Argoes pun gagal untuk mengejarku.
Next Vol. 4 Chapter 2
__ADS_1