Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chspter 11


__ADS_3

...Misi Penyelamatan...


...----------------------------------------------------------------------------...


Hari ini Aku sudah berjanji pada Yuki Akan pergi Untuk Menyelamatkan teman-temanya yang masih berada di kekaisaran timur, Aku pun segera berangkat menuju Kekaisaran timur, bersama Yuki, Rose, Cleve dan Kakak Alice juga ikut, karena dia terus merengek meminta ikut, Apa boleh buat deh.


Aku segera berubah ke mode Demon Lord dan membuka Portal, kami langsung keluar didepan pintu gerbang Kerajaan Alkadia.


"Brakkk!" Aku segera membobol pintu gerbang dengan sabitku.


Kami langsung disambut para prajurit kerajaan, dan langsung bertempur melawannya.


Dengan mudahnya kami semua melumpuhkan para prajurit-prajurit itu.


Raja Gabriel yang mendengar terjadi penyerangan, memerintahkan Shin untuk melakukan sesuatu.


Shin mulai bertindak dan langsung mengirimkan pasukan Starator untuk menyerang.


Para pasukan Starator pun tiba, mereka sangat terkejut setelah melihat Yuki, mereka tidak mengira kalau Yuki teryata masih hidup, terutama Yui dan Kanon mereka berdua melebarkan matanya, seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Yuki! Kau masih hidup?" Yui berkata sembari menutupi mulutnya, ia tidak bisa menahan Air matanya.


Kanon tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, "Yuki! syukurlah kau masih hidup!"


Yuki tersenyum pada mereka berdua, "Maaf! Telah membuat kalian khawatir!"


Charlote menatap tajam Yuki. "Yuki! Aku senang kau masih hidup, tapi kenapa kau malah bergabung dengan musuh, kenapa kau menghianati kami?"


Yuki menjawab dengan serius, "Itu karena perbuatan kalian salah! Aku tidak mau menyakiti siapapun lagi, Aku tidak mau menjadi penjajah dengan merampas Kerajaan-kerajaan secara paksa."


Mendengar perkataan Yuki Charlote menjadi sangat marah, "Dasar sialan beraninya kau!"


Yuki tidak memperdulikan Charlote dan langsung berbicara dengan Yui dan Kanon.


"Yui chan, Kanon chan, kalian telah diperalat mereka untuk dijadikan senjata, lebih baik kalian ikutah bersamaku!"


Yui dan Kanon terlihat berfikir.


Charlote meninggikan suaranya, "Kurang ajar! Yui, Kanon apa yang sedang kalian lakukan Aku akan memberikan perintah, cepat bunuh Yuki!"


Yui dan Kanon masih terdiam mereka memikirkan kata-kata Shin, Jika tidak menurut Shin bisa membunuhnya.


Yui dan Kanon terlihat bingung mereka memejamkan matanya sembari memikirkan apa yang harus dilakukan.


Aku langsung berbicara Pada Yui dan Kanon.


"Yui chan, Kanon Chan, tenang saja, apa kalian takut? Dulunya Aku juga orang jepang, jangan khawatir, Aku tidak Akan membiarkan kalian mati!"


Mendengar perkataanku, Yui dan Kanon langsung menangis, mereka pun setuju ikut denganku.


Charlote menjadi sangat marah dan meminta Shin untuk melakukan sesuatu dengan Alat kominikasinya


"Shin lakukan sesuatu?"


"Baiklah Hime sama!" Shin langsung mengendalikan mereka.


Yui dan Kanon langsung berteriak kesakitan karena mereka tetap ingin mempertahankan kesadaranya.


"Cih sudah kuduga mereka akan melakukan itu," Aku langsung berkata pada Yui dan Kanon, "Kalian tidurlah dulu percayakan ini padaku!"


Yui dan Kanon Akhirnya kehilangan kesadaranya.


Aku dengan cepat merantai mereka.


Rantai merah keluar dari dalam tanah dan langsung mengikat mereka.


"Ai-chan, cepat hancurkan komponen pengendalinya yang tertanam didalam stigma!"


"Hihihi, Ryokai!"


Ai-chan dengan cepat menghancurkan komponen pengendalinya, mereka berdua masih tak sadarkan diri.


Aku langsung memerintah Rose dan Cleve untuk membawa mereka.


Charlote menjadi sangat marah dan langsung menyerangku.


"Dasar sialan!"


Charlote terbang kearahku menggunakan perangkatnya dan langsung menebasku.


"Slash!"


"Cih kemana perginya dia, " tiba-tiba perangkat Charlote hancur.


"Prakkk!!" Charlote sangat terkejut, "Apa yang terjadi?"


Saat Charlote menyerangku tadi, Aku dengan cepat menghindar sembari menghancurkan perangkatnya.


Sementara itu, Yuki sedang berbicara dengan Eiji dan Ren, Yuki mengajak mereka untuk bergabung tapi mereka menolaknya, Eiji dan Ren mengatakan kalau mereka lebih senang hidup disini karena memiliki kekuatan, akhirnya mereka memutuskan untuk bertarung melawan Yuki.


Eiji dan ren langsung bergerak menyerang Yuki, Yuki dengan cepat mengeluarkan prisai yang mengelilinginya.


Eiji dan Ren terus menyerang dan menembak tapi mereka tidak dapat menembus Prisai milik Yuki, mereka berdua pun sangat kesal.


Yuki cuma mengeleng-gelengkan kepalanya, "Dasar bodoh!"


Yuki segera menembak perangkat yang mereka gunakan dan hancur.


"Prakkk!!"


Eiji dan Ren melebarkan matanya mereka sangat tetkejut.

__ADS_1


"Ini tidak mungkin, Kenapa dia bisa menjadi sekuat ini,"


Charlote yang perangkatnya hancur dia langsung menggunakan Sihir Esnya, pedang dan Auranya terlihat diselimuti Es, Charlote dengan cepat menyerangku.


"Swoshhh!"


Aku terkejut Alice dengan cepat bergerak untuk memahanya, dengan pedang Api dan Auranya yang diselimuti Api.


Alice melihat kearahku sembari menahan serangan Charlote, "Biar Aku yang melawanya Onee-chan, Aku juga tidak mau kalah dengan Yuki!"


"Haaaa!" Aku menghela nafas, "Baiklah!"


Charlote pun terkrjut, "Cih! Siapa kau dasar penggangu!"


Alice menyeringai, "Aku adalah lawanmu sekarang!"


Mereka berdua pun langsung beradu pedang.


Sementara Cleve dan Kakak bertarung melawan para Prajurit yang terus berdatangan.


Aku menghampiri Rose yang sedang menjaga Yui dan Kanon.


"Bagaimana kondisi mereka Rose?"


"Mereka masih belum sadar Avrora sama!"


Aku terlejut, Tiba-tiba Shin mengirimkan pasukan Starator dalam jumlah banyak, yang mereka sudah siapkan dari Bumi, mungkin jumlah mereka Ratusan.


Aku jadi sangat kesal, Shin telah memangfaatkan Anak-anak untuk dijadikan senjata bertempur, ini tidak bisa dimaafkan.


Aku tidak mungkin melawan mereka semua, mereka adalah Anak-anak yang tidak tau apa-apa, Akhirnya Aku memutuskan untuk mundur dan membuat rencana kembali untuk melawan mereka nanti.


"Dasar merepotkan!"


Akhirnya Aku menyuruh semuanya untuk mundur dan kembali ke Kerajaan Valdead, Aku langsung membuka Portal, semuanya langsung masuk dan kembali ke Kerajaan.


Setelah sampai di Kerajaan Valded Yui dan Kanon mulai sadar.


Yuki langsung memeluk mereka berdua, "Yui, Kanon syukurlah!"


"Terimakasih sudah menyelamatkanku, Yuki, Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi!" Ungkap Yui.


"Aku juga! Terimakasih Yuki chan!" Kata Kanon.


Yuki melepas pelukanya, "Bukan Aku yang menyelamatkan kalian tapi, Kakaku, Kenalkan dia adalah Kakaku, Avrora!


Yui dan Kanon langsung mengucapkan terimakasih kepadaku.


"Terimakasih banyak Onee-chan!"


Aku jadi berpikir, sepertinya Aku merasa mempunyai banyak Adik yang imut sekarang.


Aku mengusap kepala mereka, "Syukurlah kalian baik-baik saja!"


Aku langsung menerangkan pada semuanya, tentang apa yang terjadi dan tentang pasukan Starator, Aku mengatakan kalau Aku tidak bisa melawan mereka, karena Pasukan Starator adalah Anak-anak yang tidak tahu apa-apa, seperti Yuki, Yui dan Kanon.


Aku pun sudah memikirkan cara untuk menghentikan Shin, mungkin cara ini terlalu beresiko, tapi tidak ada cara lain, Aku tidak ingin banyak Anak-Anak lagi yang dijadikan sebagai Alat perang.


Aku memasang wajah serius dan berbicara pada semua bawahanku.


"Aku Akan pergi ke Bumi untuk menutup lubang itu!"


Leon terlihat khawatir, "Tapi Avrora? Bukanya kalau kau kesana Kau Akan menghabiskan seluruh Energimu?"


"Itu benar tapi! Sudah tidak ada cara lain?"


"Itu terlalu berbahaya untukmu Avrora!" Kata Leon khawatir.


"Benar apa kata Leon master, tolong pikirkan lagi tindakan Anda!" tegas Cleve.


Cleve tetus melihat Avrora sembari berpikir.


"Kau memang Orang yang sangat baik master! Walaupun mereka musuh tapi kau masih memikirkan keselamatan mereka!"


Semuanya terlihat khawatir, Aku menurunkan pandanganku sembari berpikir.


"Hihihi, apa kau yakin ingin pergi kesana lagi Avrora?"


"Nee Ai-chan apa kau punya cara untuk kesana tapi tidak memakan banyak Energi?"


"Hihihi, Tidak ada cara lagi?!"


"Ehhhh! Benarkah?"


"Tapi itu bukan hal yang mustahil, hihi!"


"Apa maksudmu Ai-chan?"


"Hihihi, karena kita membutuhkan banyak Energi sihir, kau bisa meminta pada semua bawahanmu untuk membagi Energi sihirnya, Kalau kita mempunyai banyak Energi, kau bisa menggunakan sisa Energimu untuk menghancurkan lubang hitamnya!"


"Huaaa! Kenapa Aku tidak memikirkan itu, Nice Ai-chan!"


Aku langsung berbicara pada mereka, "Semuanya tolong, salurkanlah Energi kalian untuku, dengan begitu, Aku bisa tenang tanpa khawatir kehabisan Energi!"


"Dengan senang hati Avrora sama, saya akan memberikan Energiku pada Anda!" tegas Ares.


Semua bawahanku Akhirnya memberikan Energinya padaku.


Aku langsung mengucapkan terimakasih pada mereka dengan senyuman.


"Semuanya terimakasih banyak!"

__ADS_1


Sekarang Aku sudah mempunyai banyak Energi, Aku harus segera berangkat.


Aku memasang wajah serius.


"Aku akan berangkat sekarang!" Aku menatap Azazil dan Ares, "Azazil, Ares, jagalah kerajaan ini, Aku akan segera kembali!"


"Baiklah Avrora sama!" jawab mereka.


Aku menatap Yuki, "Yuki Ayo kau juga ikut, Kau harus pulang bersama Yui dan Kanon!"


"Tapi! Onee-chan! Aku ingin tetap bersamamu disini, izinkan Aku tetap disini!"


"Yuki! Dengarkan Aku, Dunia ini bukan Dunia yang ramah untukmu, kau sudah tau sendiri kan apa yang terjadi padamu, kau harus kembali Yuki!"


"Aku tidak mau! Pokoknya Aku tidak mau!'


Yuki tetap keras kepala untuk tetap disini, Aku meninggikan suaraku.


"Jangan bersikap bodoh! Yuki! Dunia ini bukan duniamu, apa kau ingin meninggalkan ibu sendirian?!"


Yuki menurunkan pandanganya, dia terlihat sedih "Baiklah Onee-chan!"


Aku mengelus rambut Yuki, "Aku mengerti perasaanmu Yuki, Aku juga ingin bersamamu, Aku berjanji, Akan selalu mengunjungimu!"


"Benarkah itu Onee -chan?"


Aku tersenyum dan mengulurkan jari kelingkuku, "Benar! Aku berjanji!"


Yuki langsung mengulurkan jarinya juga, "Aku Akan selalu menunggumu Onee-chan!"


Setelah itu Aku berangkat menuju Bumi bersama Yuki, Yui dan Kanon.


Dan Akhirnya Aku sampai di Bumi, Yui dan Kanon terlihat sangat senang, Aku lega, Sihirku masih tersisa cukup banyak.


Aku menatap mereka semua, " Yuki, Yui, Kanon, Apa aku boleh meminta tolong?"


"Apa itu?" tanya mereka.


"Aku ingin menutup Lubang hitam itu, Aku minta kalian Alihkan perhatian para penjaga, tapi kalian harus memakai topeng, Aku tidak ingin melibatkan kalian, kalau sampai indentitas kalian diketahui, kalian bisa ditangkap!"


"Baiklah, Aku mengerti Onee-chan!"


Yui dan Kanon menggagukan kepalanya.


Aku tersenyum pada mereka.


"Yosh! Kalau begitu Ayo kita lakukan pakailah topeng ini!" Aku memberikan topeng pada mereka.


Yuki, Yui dan Kanon pun berangkat memakai perangkat mereka, Aku juga sudah memodifikadi perangkat Yui dan Kanon, mereka tidak Akan mengenalinya.


Mereka pun sampai di pusat penelitian, mereka langsung mengalihkan para penjaga, Aku langsung terbang kearah Lubang hitam itu.


Sekarang Aku sudah berada didepan lubang hitam itu.


"Ai-chan Ayo kita selesaikan ini!"


"Hihihi, Baiklah!"


Aku langsung mengeluarkan Energiku untuk menghancurkan lubang hitam itu.


"Hancurlaahhhhh!!"


Aku mengeluarkam bola Energi untuk menghancurkanya.


"Cih! Kuat sekali, Ai-chan tambahkan Energi lagi!"


"Hihihi, Tapi kalau kau memakainya lagi kau Akan kehilangan semua Energimu?"


"Tidak usah dipikirkam cepatlahh!"


"Hihihi, baiklah!"


Ai-chan menambahkan Energinya.


"Bammmm!!! Ledakan pun terjadi.


"Kyaaaa!! Aku terlempar dan tergeletak penuh luka, Aku sudah kehilangan semua Energiku dan hampir tak sadarkan diri, Karena Aku tidak menpunyai Energi, Tubuhku tidak bisa melakukan Regenerasi.


Kepulan Asap melambung di Angkasa, semua penjaga langsung berdatangan, saat Asap itu menghilang, Aku terkejut Lubang itu belum menutup.


"Cih! Aku gagal!"


Para penjaga langsung menghampiriku untuk menagkapku, Aku melihat Yuki, Yui dan Kanon ingin menolongku, Aku langsung berteriak, "Kalian pergilah, cepat Aku mohon!"


Aku tidak mau kalau sampai mereka juga ikut ditangkap.


Yuki tetap keras kepala ingin menolongku, tapi Yui dan Kanon menariknya untuk ikut.


"Ayo kita pergi dulu Yuki, kau tidak boleh begini, kita harus memikirkan cara untuk menolongnya!" tegas Kanon.


Mereka semua pun  Akhirnya pergi.


Aku mulai kehilangan kesadaranku.


"Semuanya maafkan Aku!" Setelah itu Aku tak sadarkan diri.


Saat Aku sadar, Aku sudah terikat didalam penjara.


"Ehh! Aku tertangkap ya? Merepotkan!"


Bersambung. . .

__ADS_1


...Next Volume  3 Chapter 12...


__ADS_2