
...Rencana Merebut Kerajaan Iblis Timur...
...----------------------------------------------------------------------------...
Razor dan Sara Akhirnya mengantarkan Azazil menemui Raja Iblis Leviathan.
Raja Iblis Leviathan sedang duduk di tahtanya, Razor, Sara dan Azazil pun datang menghadap.
Mereka langsung membungkukan badanya.
"Leviathan sama! orang ini ingin berbicara dengan Anda!" jelas Razor.
Leviathan menyeringai.
"Siapa kau? Ada urusan apa menemuiku?"
Azazil langsung menjawab dengan sopan.
"Maafkan kelancangan saya Leviathan sama! perkenalkan saya adalah Azazil, pelayan Raja Iblis Selatan Avrora sama! Saya datang kesini atas perintah beliau untuk mengantarkan pesan ini pada Anda! Silakan,"
Azazil memberikan pesanya.
Leviathan mengambilnya dan membacanya, Leviathan langsung terkejut setelah membaca pesan itu.
"Apa! Kerajaan Iblis Timur di kalahkan? dan Avrora ingin meminta kerja sama?"
Leviathan menyeringai.
"Ini menarik!" Laviathan menatap Azazil, "Katakan pada Avrora, Aku ingin bekerjasama tapi sebelum itu Aku ingin berduel denganya!"
"Baiklah Leviathan sama! Akan saya katakan pada Avrora sama, tunggu sebentar!" jelas Azazil.
Setelah itu Azazil segera menghubungi Avrora.
"Avrora sama! Apa Anda mendengarku?"
"Ya! Aku mendengarmu, ada apa Azazil apa semua baik-baik saja?"
"Semua baik-baik saja, Raja Iblis Leviathan mau berkerjasama, tapi! Dia meminta untuk berduel dengan Anda terlebih dahulu!"
"Cih! Dasar merepotkan, Baiklah Aku akan kesana sekarang juga!"
Setelah mendengar kabar dari Azazil Aku menghela nafas.
"Haaaa, apa boleh buat!"
Aku segera membuka portal untuk pergi ke Kerajaan Iblis Utara.
Leviathan terkejut melihat Portal yang terbuka didepanya.
Aku pun keluar dari Portal.
"Ya hallo!"
Semuanya terlihat menatapku.
Leviathan menatapku dengan heran.
"Ehhhhh siapa?"
Azazil langsung menjelaskanya.
"Leviatan sama, dia adalah Avrora sama!"
"Ehhhhhhhhhhhhhhh!" teriak Leviathan terkejut, "Apa benar kau Avrora? Kau terlihat seperti gadis biasa!"
Aku langsung berbicara.
"Cih! Cukup basa-basinya, kenapa kau memintaku untuk berduel?"
Leviathan menyeringai.
"Aku cuma ingin bermain-main saja denganmu! Anggap saja sebagai latihan tanding!"
"Baiklah! Aku menerima tantanganmu!"
"Kita bertarung disini saja!" Leviathan langsung membuat penghalang.
"Ayo kita mulai!" seru Leviahan dan langsung menyerangku.
Aku langsung menghindar, hari ini Aku sengaja bertarung memakai mode normalku, Aku ingin mengetes batasan di mode Normalku.
Leviathan mengeluarkan sihir Es ke arahku.
Aku juga membalas mengeluarkan Sihir Api.
Sihir kami bertabrakan dan meledak.
"Bammm!!"
__ADS_1
"Kau hebat juga!" puji Leviathan.
Laviathan menyeringai.
"Kalau begitu terima ini Freze!"
Semua area di sekitarku langsung membeku, kakiku mulai membeku dan semakin lama merambat ke tubuhku.
"Cih!" Semua tubuhku pun membeku.
"Dinginya, teryata memang susah untuk bertarung melawan dia memakai mode normal, mungkin Aku tingkatkan ke mode Demon!"
Aku berubah ke mode Demon Vampir, Es yang membeku di tubuhku pun mencair, Aku segera memanggil senjataku.
"Keluarlah Path to Acheron,"
Leviathan terkejut.
"Ehh kau terlihat berbeda?"
"Tidak usah banyak bicara cepat lanjutkan!"
Kami berdua pun beradu senjata.
Leviathan menjaga jarak dan menghilangkan penghalangnya.
"Baiklah! Sepertinya cukup sampai disini saja! Aku akui kau memang kuat, awalnya Aku meragukanmu karena penampilanmu, tapi teryata Aku salah, kau juga pasti tiadi tidak bertarung sungguh-sungguh kan?"
Aku menyeringai.
"Teryata kau mengerti juga ya?"
"Tapi! Ada hal yang ingin ku tanyakan padamu Avrora?"
"Apa itu?"
Leviathan kembali duduk di tahtanya.
"Kenapa kau membunuh Ryuka?"
Aku pun menjelaskanya.
"Itu karena dia yang memulai perselisihan dulu denganku? Dia selalalu menggangguku!"
Leviathan memegang dagunya.
Aku menatap Leviathan dengan serius.
"Semuanya sudah jelas kan? Jadi! Apa kau ingin bekerjasama denganku?"
Leviathan menaikan kakinya.
"Kalau Aku bekerjasama denganmu keuntungan apa yang akan Aku dapatkan?"
"Kerajaanku siap membantu kalau kerajaanmu diserang atau terkena masalah, bagaimana?"
Leviathan menyeringai.
"Kelihatanya menarik! Laviathan berdiri dan berjalan mendekatiku, dia mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.
"Baiklah Aku setuju!"
Leviathan tiba-tiba berbisik ketelingaku.
"Bagaimana kalau kita menikah saja! Kau sangat imut nanti kita bisa menyatukan kerajaan?"
Aku terkejut mendengarnya, Aku langsung memukul perutnya.
"Mana sudi bodoh!"
"Itaaaaaa!" Laviathan kesakitan sembari memegang perutnya, "Kau ini galak sekali!"
"Hmphhh! Kalau begitu, besok pagi datanglah ke Kerajaanku, Aku akan mengadakan pertemuan dengan semuanya!"
Aku melirik Azazil.
"Azazil Ayo kita pulang!"
"Baiklah Avrora sama!"
Aku segera membuka Portal, dan masuk, sebelum Portal tertutup, aku berbicara pada Leviathan.
"Datanglah jangan sampai telat!"
Portal pun menutup, Aku kembali ke Kerajaanku bersama Azazil.
Aku langsung duduk di tahtaku.
Chimeries mendekatiku.
__ADS_1
"Bagaimana Avrora? Apa Leviathan mau bekerjasama?"
"Tenang saja! Dia mau bekerjasama dengan kita!"
Chimeries terlihat sangat senang.
"Benarkah! Kau memang hebat Avrora!"
"Haaaaa!" Aku menghela nafas, "Walaupun harus mengalami hal yang merepotkan dulu sih!"
Aku memanggil Gamon dan Valac untuk memberikan kabar pada semua kerajaan Kalau besok Aku ingin mengadakan pertemuan, Aku juga menyuruh mereka untuk mengundang Alden, Zen dan Liza.
Keeseokan harinya, semua Raja sudah datang di Ruangan pertemuan, Raja Iblis Leviathan juga sudah datang.
Aku langsung berbicara pada mereka semua.
"Semuanya terimakasih sudah datang, pertama Aku ingin mengenalkan kalian dulu pada Rekanku, yang disebelah kananku dia adalah Chimeries Raja Iblis timur dan yang di kiri dia adalah Leviathan Raja Iblis Utara!"
Semua raja terlihat terkejut.
Aku kembali berbicara.
"Hari ini Aku memanggil semuanya kesini, untuk meminta pasukan, Aku ingin membatu Chimries merebut kerajaanya kembali yang direbut oleh Kekaisaran timur, Aku tidak akan membiarkan Kekaisaran timur berbuat seenaknya!"
Semuanya pun menyetujuinya.
"Baiklah kalau begitu!" Aku menatap Alden.
"Alden kau yang akan memimpin pasukan dari kerajaanmu, Zen dan Liza juga, kalian yang akan memimpin pasukan dari kerajaan kalian!"
"Aku mengerti Avrora!" jawab Alden.
"Serahkan padaku!" tegas Zen.
Liza tersenyum.
"Tenang saja Avrora Chan!"
Aku menatap Kakak.
"Onii-chan kau juga harus memimpin pasukan dari Neverland!"
"Baiklah Avrora!" jawab Leon.
Aku menatap Azazil.
"Azazil kau yang akan meminpin pasukan Valded," Aku menatap Zera, "Dan kau Zera kau yang akan memimpin pasukan Zelded!"
"Baiklah Avrora sama!" Jawab mereka.
Aku kembali berbicara pada semuanya.
"Yosh! Besok Kumpulkan semua pasukan di padang rumput perbatasan wilayah Barat, setelah itu kita akan berangkat bersama untuk merebut kembali Kerajaan Iblis timur, Aku akan menteleport kalian semua ke wilayah tumur, setelah itu kita serang mereka! Kalian fokus untuk pertarungan di darat, Aku, Chimeries dan Leviathan akan bertempur di Udara, untuk mengatasi pasukan Udara!"
Aku menatap Ayah Viad.
"Besok kau juga harus membantuku Ayah!"
"Baiklah putriku!"
Raja Aldric yang mendengar pun terkejut.
"Putriku apa yang kau katakan tadi? Kenapa kau memagil dia Ayah!"
Aku langsung berkeringat.
"Gawat! Aku lupa! Bagaimana ini kenapa aku bisa lupa!"
Viad pun berdiri.
"Biar Aku jelaskan! Sebenarnya Avrora adalah Anak!"
Sebelum Ayah Viad selesai berbicara Aku langsung memukulnya.
"Uaaakkkk!"
Aku tersenyum kaku pada semuanya.
"Ahahahaha, maaf-maaf sebenarnya Viad adalah Ayah angkatku Ahaha, ahaha, ahaha!"
"Merepotkan!" (눈‸눈)
Pangeran Leon menggeleng-gelengkan kepalanya sembari memegang dahinya.
"Yare-Yare!"
...TBC...
...Next Volume 3 Chapter 5...
__ADS_1