
...Menuju Kerajaan Elf...
...----------------------------------------------------------------------------...
Setelah Shin dan pasukan Starator sampai di kerajaan Alkadia, mereka dibuat terkejut mendapati Kerajaanya sudah setengah hancur.
Shin segera bergegas pergi ke Laboratrium dan melihat labarortarium, Pusat kontrol dan Gudang senjata sudah hancur dan banyak orang tewas dan luka-luka.
Shin melebarkan matanya, dia seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Ini tidak mungkin kan?"
Charlote sangat menghawatirkan Ayahnya.
"Ayah! Dimana Ayah!" Charlote bergegas pergi mencari Ayahnya, Julius mengikutinya di belakang.
Yui melihat sekitar dan baru menyadari kalau Yuki tidak bersamanya.
"Yuki! Dimana Yuki?!"
"Aku juga tidak melihatnya, Bukanya Yuki tadi bertarung bersama Charlote dan Julius?!" Jelas Kanon.
Shin menatap Yui dan Kanon dengan wajah serius.
"Yuki sudah mati!"
Yui menutup mulutnya dia langsung lemas dan menagis.
"Ini tidak mungkin kan, Yuki?!"
Kanon langsung memeluk Yui.
"Yui chan!" Kanon dan Yui menangis bersama.
Shin menyeringai.
"Dia mati karena kebodohanya sendiri, dia sudah berani menentangku!" Shin menatap mereka semua dengan serius, "Kalau kalian berani menentangku, kalian juga akan mati seperti Yuki!"
Mendengar perkataan Shin, mereka akhirnya menyadari, kalau selama ini mereka hanya diperlakukan sebagai senjata saja.
Tiba-tiba datang seorang Kakek tua berambut putih.
Dia adalah Profesor Nakamura.
Shin pun terkejut.
"Profesor kau masih hidup?"
"Tentu saja, untungnya saat penyerangan terjadi Aku segera bersembunyi dan segera mengamankan mesin waktunya dan Alat komunikasi di tempat yang aman!" Jelas profesor Nakamura.
Shin tersenyum.
"Syukurlah berarti kita bisa menghubungi Pemerintah di jepang, Aku ingin melaporkan ini, Shin memasang wajah serius, "Kita harus membuat rencana baru dan membuat senjata yang lebih mutakhir lagi untuk bisa mengalahkan Gadis itu, apa kau bisa membuat senjata yang lebih hebat Profesor?"
Profesor menyeringai.
"Tenang saja, Aku sudah memikirkanya, Aku akan mengembangkan teknologi dan sihir dari dunia ini dan membuat senjata yang mematikan! Yang lebih penting kita harus cepat membangun lagi laboratoriumnya, lebih baik kita membangun laboratorium dan yang lainya dibawah tanah, supaya musuh tidak bisa melihatnya?"
Shin tersenyum jahat.
"Itu ide yang bagus Profesor!"
Scene pun berganti.
Setelah berhasil memukul mundur pasukan Kekaisaran timur, Akhirnya kerajaan Iblis Timur berhasil direbut kembali.
Aku kembali dengan wajah sedih setelah menghancurkan sebagian Kerajaan Alkadia.
Kakak segera berjalan menghampiriku.
"Avrora! Kau sudah kembali, sebenarnya apa yang terjadi? Kau dari mana saja? siapa anak yang kau bawa kesini, dia sudah mati!"
Aku menjawab dengan sedih.
"Dia adalah adiku!"
Pangeran Leon terkejut.
"Apa maksudmu Avrora? Dia adikmu? Aku benar-benar tidak mengerti!"
Aku menatap Kakak dengan serius.
"Penjelasanya nanti saja! Ada hal yang ingin aku lakukan, Aku harus segera pergi ke Kerajaan Elf di hutan sebelah barat!"
__ADS_1
Chimeries menghampiriku.
"Terimakasih banyak Avrora! Berkatmu Aku bisa mendapatkan kembali kerajaanku!"
Aku melihat kearah Chimeries.
"Sama-sama, maaf! Chimeries Aku harus segera pergi!"
"Baiklah kalau begitu Avrora!"
Aku langsung membuka Portal.
"Semuanya cepat masuk Aku akan mengirimkan kalian kembali!"
Setelah semuanya kembali Aku langsung membuka portal kembali untuk pergi ke Kerajaan Elf.
Aku menatap Rose.
"Rose jagalah anak itu, Aku akan segera kembali!"
"Baiklah Avrora sama!"
"Master boleh Aku ikut denganmu?" pinta Cleve.
"Aku juga ingin ikut denganmu Avrora!" tegas Leon.
Aku memegang kepalaku.
"Apa boleh buat, Kalian berdua cepatlah masuk!"
Cleve dan Kakak Akhirnya ikut bersamaku ke Barat menuju Kerajaan Elf.
Aku membuka Portal di Hutan barat, Aku keluar dan melihat sekelilingku, Hutanya terlihat lebat dan banyak penghalang.
"Sepertinya mereka memasang banyak penghalang di Hutan ini?"
Aku segera menghancurkan penghalangnya.
Aku menatap Cleve dan Kakak.
"Ayo kita masuk!"
Cleve dan kakak berjalan dibelakangku, kami langsung dihadang Elf penjaga.
Aku langsung menjawabnya.
"Aku kesini hanya ingin bertemu Rajamu?"
Para Elf itu terlihat berpikir.
Aku tersenyum pada mereka.
"Tenang saja, Aku hanya ingin bertanya sesuatu?"
"Baiklah Akan aku antarkan kalian," Jawab Elf itu.
Aku pun di Antarkan menemui Raja Elf.
Aku melihat Pria berambut Kuning, dia terlihat muda dan cukup tampan dia tersenyum kepadaku sembari berkata.
"Kamu pasti bukan orang biasa, karena kau telah berhasil menemukan tempat ini, perkenalkan Aku Arvel Raja Elf, jadi apa yang kau inginkan dariku nona?"
Aku langsung memasang wajah serius.
"Perkenalkan Aku Avrora, Raja Iblis selatan, Aku kesini hanya ingin mengeluarkan Ares dari penjara?"
Arvel pun terkejut.
"Jangan bercanda lebih baik kau cepat pergi dari sini!"
Aku menatap Arvel dengan tatapan tajam.
"Aku menolak!"
"Cih!" Avrel terlihat kesal, "Dasar Iblis apa kalian tidak tahu seberapa bahayanya Ares, kalau dia sampai keluar, dia bisa menghancurkan dunia ini!"
Aku menyeringai.
"Kalau menghancurkan dunia Aku saja bisa melakukanya, jika kau tetap menolak Aku akan menghancurkan Kerajaanmu sekarang!"
Avrel pun marah.
"Lancang sekali kau berbicara seperti itu, prajurit serang mereka!"
__ADS_1
Avrel memerintahkan prajuritnya untuk menyerangku.
Aku menatap Cleve dan Kakak.
"Kalian urus mereka, biar Aku yang akan menagani Arvel!"
Cleve dan Leon menggagukan kepalanya dan langsung melawan prajurit yang menyerang.
Aku berjalan mendekati Arvel, Aku mengeluarkan sabitku dan tersenyum jahat.
"Apa kau ingin mati!"
Arvel mengeluarkan sihirnya dia bisa menggerakan tumbuh-tubuhan Akar pohon bergerak menyerangku, Aku lansung memotongnya dengan sabitku dan terus berjalan mendekati Arvel.
Aku menyeringai, "Kau cukup keras kepala juga ya!"
Avrel mulai ketakutan, "Ba~baiklah, tolong jangan bunuh Aku, Aku akan membiarkanmu mengeluarkan Ares dari penjara dengan satu syarat, kau harus menjamin dia tidak akan menghancurkan dunia ini!"
Aku tersenyum, "Baiklah! tenang saja Aku akan menjaminya!"
"Kalau begitu, Aku Akan mengatarkanmu kepenjara Ares didalam Goa!"
Akhirnya Aku mengikuti Avrel kedalam Goa.
Arvel berbicara kepadaku.
"Sebenarnya Aku juga belum pernah melihat sosok Ares didalam Goa, sudah berabad-abad kami mempunyai teradisi menjaga Goa itu, kami mendengar cerita dari nenek moyang kami, kalau didalam Goa itu ada Dewa jahat bernama Ares, sebenarnya kami sedikit penasaran, kami hanya menjalankan tugas turun-temurun dari Nenek moyang kami!"
Tak terasa kami sudah sampai didepan Goa.
"Ini adalah Goanya, Aku akan menghilangkan segelnya dulu!" jelas Arvel.
Setelah segelnya terbuka, pintu Goa langsung terbuka Aku langsung masuk kedalam.
Aku melihat penjara disudut dalam Goa, Aku segera melihatnya.
Tiba-tiba terdengar tawa seorang Laki-laki.
"Hahaha. . .hahaha!"
Laki-laki itu muncul didalam Segel
Sosok pria berambut hitam sedikit putih, bermata putih mempunyai sayap hitam dia berbicara kepadaku.
"Sudah berabad-abad lamanya teryata Ada orang yang datang kesini, siapa kau wahai manusia?"
Aku menatap Laki-laki itu.
"Aku adalah Raja Iblis Avrora, apa kau yang bernama Ares?"
Ares menyeringai.
"Hee, teryata kau sudah tau namaku, Aku tidak tau siapa yang telah memberitahumu tetangku, yang lebih penting, Ada perlu apa kau menemuiku?"
Aku memasang wajah serius.
"Aku Akan mengelurkanmu dari sini, tapi! Kau harus menghidupkan seseorang untuku!"
"Tawaran yang menarik, tapi itu mustahil, kau tidak akan bisa menghancurkan Segel penjara yang dibuat Dewa Minerva!"
Aku menyeringai, "Apa kau meremehkan kekuatanku!"
Dengan kekuatanku Aku langsung menghancurkan segelnya dengan menyentuhnya saja.
Ares pun terkejut.
"Luar biasa! Sebenarnya siapa kau, kau mempunyai kekuatan sebesar ini!"
Ares segera merendahkan badanya dan memegang tanganku, "Avrora sama izinkan saya melayani Anda!"
Aku pun terkejut.
"Ehhhh! Aku memang sudah biasa seperti ini sih!"
Aku tersenyum Kaku.
"Ahaha baiklah, kau akan menjadi kaki tangan keduaku!"
Ares terlihat sangat senang dan berbunga-bunga, "Huaa benarkah! terimakasih Avrora sama!"
Cleve dan Leon cuma melihat dengan heran, mereka pun berpikir.
"Sepertinya akan bertambah lagi orang yang merepotkan!"
__ADS_1
...Next Volume 3 Chapter 8...