
...Misi penyelamatan...
...----------------------------------------------------------------------------...
Raja Iblis Chimeries sudah sampai di gerbang kerajaan Valded dan langsung dihadang oleh Valac dan Gamon.
"Berhenti! siapa kalian?" seru Gamon.
Mereka pun berhenti, Chimeries langsung memperkenalkan diri.
"Aku adalah Raja Iblis Timur, Chimeries, Aku ingin bertemu dengan Raja Iblis Avrora!"
Gamon dan Valac langsung mewaspadai mereka.
"Ada perlu apa Anda dengan Avrora sama? Apa kalian semua ingin menantang Avrora sama?" pekik Gamon.
Zimon segera maju kedepan.
"Biarkan saya yang menjelaskan ini, Chimeries sama!" Zimon menatap Gamon dan menyeringai , "Yo! lama tidak berjuma Gamon san!"
Gamon terus memperhatikan Zimon, dan terlihat berpikir sejenak.
"Kau? Apa kau Zimon?"
Zimon tersenyum, "Teryata kau masih ingat juga denganku, sahabatku!"
"Hmmm setelah bertahun-tahun tidak memberikan kabar, teryata kau melayani Raja Iblis Chimeries ya Zimon? terus ada perlu apa kau kesini?"
Zimon langsung berkata serius.
"Begini, Kami kesini ingin meminta bantuan, Kerajaan Kami telah diserang oleh kekaisaran timur, mereka benar-benar memiliki senjata yang berbahaya?"
Gamon pun berpikir.
"Jadi begitu, kemarin Avrora sama juga pernah bilang pada saat rapat kalau kekaisaran timur mempunyai senjata yang berbahaya!"
"Baiklah akan Aku atar kalian pada Avrora sama!"
Aku sedang duduk di Ruanganku, Gamon pun datang menghadap.
"Avrora sama, maaf mengganggu istirahat Anda, Raja Iblis timur, Chimeries datang dan ingin bertemu dengan Anda!"
Aku jadi berpikir.
"Ehh Cimeries? Ada perlu apa dia menemuiku?"
Aku tersenyum.
"Baiklah Aku akan segera kesana!"
Aku segera pergi menuju ke singgasanaku dan duduk.
Di sana Chimeries dan para bawahanya sudah menungguku.
Chimeries terkejut setelah melihat Avrora, dia pun berpikir, teryata Avrora tidak semenakutkan yang dipikirkanya, dia lebih terlihat seperti gadis imut.
Chimeries langsung memperkenalkan diri.
"Perkenalkan, Saya adalah Raja Iblis Timur, Chimeries dan mereka adalah bawahanku, tujuan Kami datang kesini hanya untuk meminta bantuam Anda?"
Aku menggangguk.
"Baiklah! ceritakan padaku, Apa yang harus Aku lakukan untuk membantumu!"
Chimeries menceritakan semua yang terjadi, Aku sangat terkejut.
"Jadi begitu, aku sudah menduganya mereka akan memulai peperangan!"
Cimeries memasang wajah serius dia memohon kepadaku.
"Avrora tolong selamatkan warga di kerajaanku yang masih hidup, kalau dibiarkan mereka pasti akan membunuhya!"
Aku langsung berdiri.
"Baiklah! Aku akan menyelamatkan mereka, Aku akan membuat rencana!"
Sementara itu, pasukan Kekaisaran Timur, Setelah mengalahkan Raja Iblis timur, mereka mulai menguasai wilayah Kerajaan Iblis Timur, semua penduduk pun di tangkap dan dimasukan ke penjara untuk dijadikan Budak, yang melawan pun Akan dibunuh.
__ADS_1
Jendral Shin datang untuk melihat Kerajaan Iblis yang baru saja di kuasainya.
Dia langsung menyeringai dan duduk ditahta Raja Iblis sembari mengangkat kakinya dan berbicara pada semua bawahanya.
"Bagus sekali! Kalian sudah bekerja dengan baik, ayo kita rayakan kemenagan kita, malam ini kita akan mengadakan pesta,"
"Hooooo!!!!
Semuanya berteriak, mereka terlihat sangat senang.
Scene pun berganti.
Setelah mendengar penjelasan Chimeries Aku segera mengadakan pertemuan, untuk membuat rencana penyelamatan.
Aku memasang wajah serius.
"Dengarkan semua! Besok kita akan pergi untuk menyelamatkan para penduduk di Kerajaan Iblis Timur, Cleve, Rose, Valac, Gamon, Beatric, Cain dan Pangeran Leon, persiapkan diri kalian untuk misi kali ini dan Azazil kau harus tetap berada disini utuk menjaga Kerajaan ini!"
"Baiklah Avrora sama," Jawab mereka.
Chimeries berdiri.
"Aku dan para bawanku juga sudah siap, terus apa rencana Anda Avrora?"
Aku segera menjelaskan rencananya.
"Baiklah untuk misi kita besok bukan merebut kerajaan Iblis Timur dari tangan Kekaisaran timur, prioritas kita hanya menyelamatkan semua penduduk dan membawanya kesini, kalian harus membuat kekacauan disana, Aku dan Chimeries akan pergi untuk menyelamatkan penduduk. Untuk merebutnya kembali kita butuh persiapan yang matang dan kita juga harus mendiskusikan ini dengan kerajaan lain!"
Keeseokan harinya.
Semuanya sudah bersiap untuk pergi, Aku langsung berubah ke Mode Demon Lord.
Chimeries pun terkejut dan berkata, "Apa itu Wujudmu yang sebenarnya Avrora?"
Aku menengok ke Arah Cimeries.
"Benar! Apa kau terkejut!"
"Aku sangat terkejut, kau terlihat dewasa dan menawan Avrora!"
Aku menyeringai.
Chimeries langsung berkeringat.
"Bu~bukan begitu, Aku hanya memujimu saja ahahaha,ahaha!"
Alice tiba-tiba datang dan meminta Ikut.
"Onee-chan! kenapa kau tidak mengajaku, Aku juga ingin bertarung!"
Aku memegang kedua pundak Alice.
"Dengarkan Kakak Alice chan, disana sangat berbahaya kau tidak boleh ikut!"
Alice terus merengek kepadaku.
"Onee-chan! Aku pasti akan baik-baik saja, ijinkan Aku ikut kumohon!" Alice menempelkan kedua tanganya.
Aku jadi berpikir.
"Anak ini memang keras kepala, entah kenapa melihat Alice Aku jadi ingat dulu waktu kecil, Kalau dipikir-pikir setelah menjalani banyak latihan dariku, Alice sudah bertambah kuat!"
"Baiklah kakak mengerti, Aku akan mengijinkanmu ikut, tapi! Jangan memaksakan dirimu!"
Alice terlihat sangat senang dan tersenyum manis.
"Terimakasih Onee-chan ehehe!"
Aku menatap Rose.
"Rose! Aku titip Alice padamu!"
Rose tersenyum.
"Serahkan ini pada saya Avrora sama!"
Setelah itu Aku langsung membuka poertal dan berangkat menuju ke Kerajaan Iblis Timur.
__ADS_1
Sesampainya di sana, semua bawahanku segera menyerang, Aku dan Chimeries pergi ke penjara untuk menyelamatkan penduduk.
Para bawahanku langsung disambut para pasukan bersenjata Api dan pedang.
Leon segera mengeluarkan pedang besarnya.
"Keluarlah Vaguard,"
Leon langsung menebas semua pasukan.
Cleve juga mengeluarkan senjatanya.
"Keluarlah Cleaver of Shamash,
Rose juga tidak mau kalah dia langsung berubah ke mode Arc Vampir dam mengeluarkan senjatanya, Iris of the Dream,"
Alice segera mengeluarkan Sihir Apinya dan menyerang dengan katana.
Semuanya pun bertempur.
Pasukan bersenjata Api langsung menembak.
Rose segera menghalau semua peluru dengan sabitnya sembari melindungi Alice.
Leon juga menghalau dengan pedang besarnya dan melirik ke arah Cleve.
"Sebenarnya senjata apa yang mereka gunakan?"
"Berhati-hatilah, mereka menggunakan senjata api, senjata yang melepaskan sebuah peluru yang terbuat dari logam!" jelas Cleve.
"Hmmm kenapau kau tau? Aku baru mendengarnya?"
"Penjelasanya nanti saja, walau kita terkena pelurunya bagi kita tidak ada apa-apanya, karena berkat Avrora kita mempunyai Skill Regenerasi, lebih baik kita cepat habisi mereka!" tegas Cleve.
Setelah mendapatkan serangan Jendral Shin langsung menyuruh pasukan Starator untuk menyerang mereka.
Pasukan Starator pun datang dan langsung menyerang para bawahan Avrora.
Kanon langsung menembakan senjatanya.
"Duar! Duar! Duar!"
Cleve sangat terkejut melihat kedatangan mereka.
"Cih! Mereka itu terlihat berbeda dan perangkat yang mereka gunakan itu sangat berbahaya, apa mereka itu orang-orang dari jepang?"
"Semuanya berhati-hatilah, mereka cukup berbahaya," seru Cleve.
Aku dan Chimeries terus bergerak menuju penjara.
Aku melirik Chimeries.
"Setelah kita menemukan semua tawanan, Aku akan segera mengrimkan mereka semua ke Kerajaanku, kau harus menghalau semua musuh yang ada saat Aku membuka Portal,"
Chimeries tersenyum.
"Baiklah! terimakasih banyak Avrora, Aku tidak menyangka kau mau menolongku? Apa kau tidak takut Aku akan menghinatimu?"
"Aku hanya tidak bisa melihat para monster yang tidak bersalah menjadi korban, kalau kau menghianatiku Aku akan langsung membunuhmu!"
"Hahahaha!" Chimeries tertawa, "Kau memang Orang yang menarik ya?"
Aku jadi heran.
"Kenapa kau tertawa?"
"Tidak, Aku hanya senang, Aku tidak akan menghianatimu, mulai hari ini kita adalah teman!"
Tiba-tiba ada Energi besar mengarah ke kami.
Aku dan Chimeries segera menghindar.
Munculan Gadis berambut putih berkucir dua sedang mengarahkan senjatanya ke arah kami.
Aku terdiam dan terkejut.
"YUKI!"
__ADS_1
...Next Volume 3 Chapter 3...