Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 15


__ADS_3

Avrora Dead Bercanda


Setelah penduduk Neverland berkunjung kekerajaan Valded baru, sekarang mereka mulai banyak yang datang kesini kembali, bahkan banyak juga yang mulai menetap disini, mereka juga  banyak yang menjadi pedangang dan mulai membuka kedai disini.


Apakah orang-orang neverland yang mulai hidup disini diabiarkan gratis, tentu saja tidak! Aku menentukan pajak untuk mereka yang datang dari kerajaan Lain.


Aku senang melihatnya, akhirnya mereka bisa hidup dengan Akur dengan para Iblis dan monster.


Secen pun berganti.


Setelah Ryuka memberikan rencananya, Alden dan Zen segera menuju keselatan dengan menunggangi Naga, mereka akan menuju kerajaan Valded.


Saat Alden dan Zen meninggalkan kerajaan Zelded Zera segera menghadap Ryuka.


"Ryuka sama, kenapa anda membiarkan mereka pergi sendiri tanpa Aku, bagaimana kalau mereka menghianati kita?"


Ryuka menyeringai.


"Tenang saja Zera, Aku tidak bodoh, Aku sudah memasang sihir pengendali ditubuh mereka, hahaha, Aku sudah tidak sabar apakah mereka akan berhasil membunuh Avrora,"


Sementara itu Alden dan Zen yang sedang dalam perjalanan dia berhenti dan turun didepan labirin, mereka berniat untuk mengambil pedang dilaintai 100, pedang yang mampu membunuh raja iblis.


Dengan kekuatan mereka yang sekarang, mereka mampu menuju lantai 100 dengan mudah.


Mereka pun melihat sebuah pedang yang tertancap, Alden langsung mencabutnya.


"Zen apa kau tidak keberatan Aku yang memakai pedang ini?"


"Tidak! Lagi pula Aku tidak terlalu suka pedang besar seperti itu,"


Alden menyeringai.


"Baiklah, Ayo kita menuju kerajaan Valded,"


Mereka kembali melanjutkan perjalananya, pintu gerbang kerajaan Valden sudah mulai terlihat.


"Zen kita sudah hampir sampai, sesuai rencana kita akan berpura-pura bertemu Avrora dengan baik, kita tidak mungkin bisa membunuhnya kalau bawahan mereka ada didekatnya,"


"Aku mengerti," jawab Zen


Mereka pun turun dipintu gerbang, Gamon langsung menghadang mereka.


"Kalian mau apa kesini, Kalian sudah diberi kesempatan hidup oleh Avrora sama, apa tujuan kalian datang kesini?"


Alden menyeringai.


"Tenang saja, Aku kesini hanya ingin bertemu Avrora dia adalah teman kami, tidak ada maksud lain,"


Gamon pun berfikir dia menatap Alden dan Zen.


"Baiklah, silakan masuk, Aku akan mengatar kalian,"


Setelah masuk kedalam kerajaan Valded, Alden pun terkejut melihat kerajaan Valded yang baru, Alden pun berfikir.


"Apa ini, kenapa kerajaan ini sangat maju, kereta itu, tidak salah lagi, apa Avrora yang telah membuatnya? dia benar-benar hebat, tapi Aku akan mengahiri kesenanganmu Avrora!"


Zen juga sangat terkejut.


"Tidak salah lagi, kemajuan di kerajaan ini karena pengaruh Avrora,"


Aku sedang duduk di Ayunan ditaman didalam Istana.


Tiba-tiba Gamon datang.


"Avrora sama, maaf sudah mengganggu waktu anda yang sedang bersantai, didalam istana Ada dua teman laki-laki anda datang kesini, mereka ingin bertemu dengan anda,"


Aku jadi berfikir.


"Apa mereka Alden dan Zen?"


"Baiklah Gamon, Aku akan menemui mereka,"


Aku langsung pergi kedalam istana dan melihat Alden dan Zen, Aku merasa sangat senang bisa melihat mereka lagi.


"Hihi. .hihi. .Tunggu Avrora, Aku merasakan niat jahat pada mereka,"


"Ehhh mungkin kau salah lihat Ai-chan, mereka tidak akan mempunyai niat seperti itu,"


"Jadi kau meragukanku?"


"Tenang saja, mereka tidak jahat kok,


"Hihi. .hihi. .itu terserah kamu,"


Aku langsung menyapa mereka.

__ADS_1


"Selamat datang dikerajaanku Alden, Zen,"


Alden langsung memeluku.


"Avrora lama tidak berjumpa, kau tambah cantik saja,"


Aku jadi berfikir kenapa Alden memeluku, Apa dia tidak marah Aku telah membunuh kakaknya.


Alden melepas pelukanya, sekarang giliran Zen yang memeluku.


"Avrora, kau sangat imut, Aku sangat merindukanmu,"


"Ehhh kenapa Zen juga memeluku, tapi syukurlah dia tidak membenciku,"


Zen melepas pelukannya, Aku segera meminta maaf pada mereka


"Ano, Alden, Zen, maaf Aku telah membunuh kakak kalian, apa kalian tidak membenciku?"


Alden langsung menyeringai


"Kau ini berbicara Apa Avrora, tentu saja tidak,"


"Benar kata Alden, Kami tidak mungkin membencimu,"


Aku tersenyum pada mereka.


"Syukurlah, ngmong-ngomong dimana Liza? Kenapa dia tidak ikut?"


"Liza sedang ada urusan, jadi kami berdua yang kesini," jelas Alden.


"Begitu ya? Aku kira dia membenciku?"


"Tidak mungkin Liza membencimu, kalian teman Akrab kan?" Potong Zen.


"Ahhh benar juga ya hehe," Aku tersenyum manis pada mereka.


Alden membalas senyumanku dan mengajaku pergi.


"Avrora, Ayo kita pergi untuk berkeliling kerajaan ini,"


"Baiklah Aku akan menemani kalian melihat-lihat,"


Aku Ahirnya pergi mengajak Alden dan Zen berkeliling kerajaan, Aku menunjukan kereta sihir pada mereka.


"Sebaiknya kau harus mencoba naik kereta ini,"


"Boleh juga, apa kau yang membuat ini semua Avrora?" Tanya Zen.


"Yang membuat para pekerja sih, Aku hanya mengarahkan saja, dan membuat bahan yang dbutuhkan,"


"Kau memanng jenius seperti biasa ya Avrora? Baiklah Ayo naik," Ajak Alden.


Setelah turun kami bertiga melajutkan berkeliling kerajaan.


Saat kami berjalan tiba-tiba Zen memegangku dengan erat.


Aku terkejut, tiba-tiba Alden membuka pedang besarnya.


Semua orang yang melihat berteriak.


"Apa yang ingin kau lalkukan Alden dan kau Zen cepat lepaskan Aku?"


Aku mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa.


"Apa ini, seperti ada yang menyegelku, kenapa Aku tidak bisa bergerak,"


Zen tersenyum jahat sembari berbicara.


"Apa kau terkejut Avrora, ini adalah kempuan penyegelku,"


"Cih, teryata Ai-chan benar, hoe Ai-chan kenapa kau diam,"


"Itu salahmu sendiri Avrora hihihi,"


"Ehhh apa kau ngambek maaf deh,"


"Hmph,"


"Sudah ku duga Ai-chan ngambek,"


Dengan cepat tiba-tiba Alden langsung menusuku.


"Swohhhhh,"


"Gawat,"

__ADS_1


"Jleeb,"


"Ukkkk,"


Pedang besar Alden langsung menacap keperutku.


Aku pun muntah darah..


"Kenapa kau melakukan ini Alden,"


Alden langsung meninggikan suaranya.


"Karena Aku membencimu kau telah membunuh kakaku secara sadis dan inilah balasnmu, kau akan segera mati Avrora, pedang ini adalah pedang suci yang bisa membunuh Iblis sepertimu,"


Melihat keributan dikota para bawahanku datang bersama kakak, mereka melihatku yang tertusuk.


Pangeran Leon langsung memegang badanku dan membaringkanku dipangkuanya, Zen dan Alden segera melompat menjaga jarak.


Kakaku begitu khawatir.


"Avrora apa kau baik-baik saja Avrora?"


Aku menjawab dengan nada lemah.


"Maafkan Aku Onii-chan, Aku akan mati, Aku titip kerajaan ini padamu, selamat tinggal Onii-chan?"


Melihat Avrora yang memejamkan matanya Pangeran Leon langsung berteriak.


"Avrora tidak," pangeran Leon menangis.


Alden dan Zen terlihat sangat puas dia tertawa lepas.


"Hahahaha Akhirnya dendam kita sudah terbalas Zen,"


Para bawahanku terlihat sangat kesal.


Tiba-tiba datang Viad bersama Rose.


Viad langsung berkata.


"Putriku sampai kapan kau Akan bersandiwara begitu?"


"Xixixi Ketahuan ya, padahal Aku ingin lebih lama melihat wajah kakak yang menagisiku,"


"Kenapa kau membohongiku dasar Adik bodoh," muka pangeran Leon langsung memerah karena malu.


"Ehhh apa kau malu onii-chan, xixixi wajahmu itu sangat lucu Apa kau takut kehilanganku?"


"Tentu saja dasar bodoh!"


Aku langsung berdiri dan menatap Alden dan Zen sembari mencabut pedang yang menacap diperutku.


"Apa kau pikir dengan pedang murahan seperti ini, kau bisa membunuhku, jangan bercanda,"


Alden dan Zen sangat terkejut melihatku baik-baik saja.


"Kenapa bisa, begitu,"


Alden terlihat tidak percaya apa yang dia lihat.


''Kau memang monster," pekik Zen.


Ryuka yang melihat dari jauh dia sangat kesal karena Alden dan Zen gagal membunuh Avrora.


"Cih dasar tidak berguna, Apa boleh buat,"


Ryuka mulai mengendalikan Alden dan Zen.


Tiba-tiba Alden dan Zen mengeluarkan Aura hitam ditubuhnya, dan bertriak keras layaknya binatang dan menjadi buas, matanya menjadi merah bola matanya tidak terlihat.


"Apa yang terjadi pada mereka?"


"Hati-hati Avrora mereka sedang dikendakikan oleh Raja iblis wilayah barat, kau harus cepat menyerap Energri negatifnya, kalau tidak mereaka akan mati, hihi. .hihi. ."


"Cih, kenapa Raja iblis itu mengusiku lagi, apa dia sedang menatangku?"


"Aku tidak tau motifnya, sepertinya Raja iblis Barat tau soal mereka dan mereka telah dimanfaatkan olehnya, hihi. .hihi. .,"


"Sialan, Aku akan memberikan pelajara padanya nanti, tunggu saja,"


"Baiklah Apa boleh buat, berubah kemode Demon Lord sekarang Ai-chan,"


"Hihihi. .hihi..Ryokai!"


"Ehhhh apa kau sudah tidak ngambek lagi Ai-chan?"

__ADS_1


Aku pun berubah ke mode demon Lord.


Beraambung. .


__ADS_2