Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 4 Chapter 14


__ADS_3

...Pertemuan Antar Raja Iblis...


...------------------------------------------...


Hari ini Aku benar-benar di perlakukan seperti Ratu, Para pelayan menyuguhkan hidangan-hidangan yang enak untuku, apa yang terjadi pada mereka? dari pada memikirkan itu lebih baik Aku makan saja.


"Huaahahaa Enaknyaa!"


Aku memakan makanan sambil senyum-senyum, karena makanan yang mereka suguhkan sangatlah enak.


"Avrora kau terlihat sangat senang!"


Kakak datang dan duduk di hadapanku tanpa malu seolah tidak terjadi apa-apa, Dasar! Apa dia tidak malu setelah apa yang terjadi?"


"Hemhhpp!"


Aku memalingkan pandanganku lagi.


"Ehhh! kau kenapa sih? apa kau marah gara-gara semalam?"


Dasar Kakak bodoh bikin malu saja, kenapa tanya itu, sudah jelas-jelas karena itu, kenapa dia bisa bersikap biasa seperti ini?


"Kenapa kau bisa bersikap biasa setelah apa yang terjadi Onii-chan?"


"I-itu? Maaf! sebenarnya Aku juga sedikit canggung setelah apa yang terjadi, Aku hanya berusaha bersikap seperti biasa saja!"


Begitu ya, mungkin sebaiknya Aku juga harus berusaha bersikap seperti biasa, Aku tidak ingin hubungan Aku dan Kakak menjadi canggung begini.


"Onii-chan sebaiknya kita kesampingkan masalah itu dulu, karena masih banyak tugas yang menunggu kita!"


"Benar! kamu benar Avrora hehehe!"


Aku baru melihat Kakak tersenyum tanpa beban begitu, apa Kakak sudah menemukan jawaban tentang perasaanku selama ini? benar juga, tadi malam Aku bilang kalau Aku juga mencintainya, ini memalukan.


"Ada apa Avrora kenapa wajahmu memerah begitu?"


"Ahh, tidak apa-apa kok ahahahaha!"


Keesokan Harinya.


Sesuai permintaan Kakak, Drake telah menghubungi para Raja Iblis untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan Akan di adakan hari ini di Pulau terapung.


Pulau terapung bernama Arcland adalah tempat pertemuan bagi para Raja Iblis di Dunia ini.


Setelah sampai di sana, Aku sedikit terkejut, tempat ini beneran mengapung di Udara, dari atas Aku bisa melihat pemandangan di bawahnya sungguh tempat yang indah.


Aku dan Kakak berjalan menuju Kastil yang berada di Pulau ini, tampaknya para Raja Iblis sudah datang dan sedang menunggu kami.


Saat Aku masuk ke dalam, Para Raja Iblis sudah duduk mengelilingi meja yang panjang, mereka semua melihat kami dengan wajah datar.


Kakak pun duduk di kursinya sementara Aku berdiri di belakang kakak.


"Eh apa mereka Adalah Iblis yang kau bicarakan itu Drake? apa benar mereka itu kuat?"


Sosok Iblis Manusia Srigala dengan sedikit goresan luka di matanya bertanya, sepertinya dia meremehkan kami.


Yang lainya tampak diam tanpa espresi sembari menyilangkan tangan.


"Jaga bicaramu Amon!"


Tegur Drake dengan wajah penuh kecemasan, Aku tidak begitu mengerti, dari kemarin Drake terlihat gelisah setelah berbicara dengan Kakak.


"Hahaha terus siapa Gadis imut ini, apa dia seorang pelayan?"

__ADS_1


Drake terlihat Panik saat Manusia Srigala itu mengira Aku adalah pelayan, Drake segera menutup Mulut Srigala itu dengan tanganya dan berbisik ketelinganya.


"Dasar bodoh! Aku bilang jangan bicara sembarangan, jangan buat Gadis itu marah atau Planet ini akan lenyap!"


Ehh Planet? Aku bisa mendengar percakapanya tapi dari mana dia tau Aku telah menghancurkan Planet? Kakak terlihat menahan tawanya.


Aku melihat Kakak "Hmmmh!" Sudah ku duga Kalau kakak yang menceritakan ini, Dasar! pantas saja Drake sampai ketakutan begitu.


"Sikirkan tanganmu dari mulutku sialan, Aku tidak percaya apa yang kau katakan tadi!"


Manusia Srigala itu berdiri dan berjalan mendekatiku, dia terus memperhatikanku.


"Mana mungkin Gadis sepertimu bisa menghancurkan Planet, kau pasti hanya membual kan?"


Melihat Serigala itu berbicara kepadaku, Drake terlihat gemetaran.


Srigala ini memang mengesalkan, Aku menatap tajam Srigala itu.


"Apa!"


Srigala itu menyeringai, "Ehhh apa kau ingin melawanku?"


Aku mengacungkan jariku ke Arah Srigala itu.


"Mati saja!"


Aku menembakan Laser merah ke Arah jantungnya.


"Uakhhh!" Srigala itu pun tewas seketika.


"Aaaaaaaaaaa!" Drake terlihat melongo.


Raja Iblis yang lain melebarkan matanya dan berkeringat setelah melihat kematian Manusia Srigala itu.


"Ahh habisnya dia ngeselin!" Aku memegang Srigala itu dan menghidupkanya lagi.


Srigala itu pun Hidup kembali, Aku pun tersenyum jahat.


"Bagaimana rasanya setelah mengalami kematian sesaat, sakit bukan?"


Srigala itu sudah tidak bisa berkata-kata lagi dan memita maaf padaku dengan menundukan kepalanya.


"Tolong maafkan kelancangan saya Nona?"


"Angkatlah kepalamu dan Kembali kekursimu!"


Srigala itu pun kembali duduk.


Para Raja Iblis yang lain pun terkena mental, mereka pun bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin dia bisa membunuh dan menghidupkan dengan gampangnya?"


Kakak melihat ke arahku.


"Avrora dudulah di pangkuanku!"


Ehh Kakak menyuruhku duduk di pangkuanya apa dia sedang bercanda?


"Cepatlah Avrora, kita akan segera memulai Rapatnya?"


"Ba-baiklah!"


Akhinya Aku pun menyerah menuruti kemauan Kakak dengan duduk di pangkuanya, sebenarnya apa yang dia pikirkan?


"Baiklah sebelum kita mulai Rapat lebih baik kita memperkenalkan diri dulu, Aku Leon dan dia Adalah Adiku yang paling imut Avrora!"

__ADS_1


Imut ya? memamg Aku imut sih!


Sosok Iblis Berambut merah dengan telinga panjang menyerupai Elf berdiri memperkenalkan diri.


"Aku Lucifer dari Ras Iblis Murni, Penguasa wilayah Utara!"


Sosok iblis Berambut Kuning dengan tanduk bercabang lanjut memperkenalkan diri.


"Aku Astaroth dari Ras Naga, penguasa wilayah Selatan!"


Manusia Srigala juga memperkenalkan dirinya.


"Aku Amon dari Ras Srigala, penguasa wilayah timur!"


Setelah itu, Kakak pun memulai rapatnya.


Kakak menceritakan tentang tujuan kami pada mereka, untuk Perang melawan Dewa.


Mereka semua terlihat terkejut, tapi tidak ada yang berani menolak untuk membantu.


Kakak melajutkan pembicaraan sembari memgelus-elus Rambutku, Aku seperti peliharaan saja.


"Tenang saja Kami akan memberikan Imbalan yang setimpal setelah perang berakhir, kami mempunyai Harta dan sumber daya yang melimpah di Kerajaan kami!"


Mendengar penjelasan Kakak, Akhirnya mereka pun setuju untuk membantu.


"Baiklah terimakasih Banyak, Dua Minggu lagi kita akan berperang, persiapkanlah pasukan dan diri kalian, Aku akan mengumpulkan kalian lagi sehari sebelum perang di mulai, kalau ada sebuah Portal muncul itu adalah undangan dari kami!"


"Baiklah kami mengerti Leon-sama!" tegas mereka.


Setelah itu Rapat pun di bubarkan. Aku dan Kakak pun kembali ke Kerajaan Vampir untuk beristirahat.


Hari sudah malam saat kembali Aku Segera masuk kamar dan berbaring di Kasur yang empuk ini.


"Huaaa capeknya tiduran disini memang terbaik!"


Kakak datang dan duduk di Kasur, Aku segera mengambil bantal untuk membatasi tempat tidur kami.


"Ehh kenapa kau membatasi tempat tidur kita Avrora?"


"Untuk sekarang Kakak tidak boleh melewati batas ini mengerti!"


Kakak tiba-tiba memegang ke dua tanganku, dia berada di atasku. Mau apa lagi dia, jangan bilang dia ingin melakukan itu lagi?


"Memangnya kenapa Avrora? bukanya kau tadi bilang akan mengesampingkan soal itu untuk sementara!"


Aku memalingkan wajahku kesamping.


"Aku sudah berusaha tapi, Aku tidak bisa!"


Kakak berdiri dan menjawab.


"Kalau begitu Aku akan cari kamar lain, kau tidur saja disini!"


Kakak berjalan pergi ke luar, Aku menarik bajunya.


"Tu-tunggu! tidur saja disini Aku tidak keberatan kok!"


Kakak tersenyum padaku.


"Baiklah Avrora?


Aku memang malu saat berdua dengan Kakak, tapi Aku kesepian jika kakak jauh dariku.

__ADS_1


Bersambung. . .


__ADS_2