
...Ketidak berdayaan...
...----------------------------------------------------------------------------...
Pemerintah Jepang memberitahu Shin, bahwa ada seorang Gadis yang datang dan mencoba untuk menghancurkan Lubang hitamnya.
Shin sangat terkejut dan bertanya-tanya.
"Mungkinkah Gadis itu adalah manusia yang berasal dari dunia ini?"
Karena penasaran Shin segera pergi menuju Bumi untuk melihat Gadis itu.
Aku masih tidak bisa berbuat Apa-apa dengan tubuh yang penuh luka dan terikat Rantai, Aku merasa kalau Kaki kiri dan tangan Kiriku Patah, mataku juga terluka, pengumpulan Energi di Bumi begitu lambat, kalau begini Aku tidak bisa cepat kabur dari sini, Aku juga tidak mendengar Suara Ai-chan, mungkin dia tertidur karena Aku kehilangan Energi.
"Haaaa!" Aku menghela nafas.
Hari sudah malam, disini juga tidak terlalu terang, tidur dulu deh.
Saat Aku tertidur, tiba-tiba Aku merasa ada yang menyetuh pahaku, Aku segera membuka mataku, Aku melihat pria botak tua, bertubuh besar sedang mengelus-elus pahaku dengan wajah mesumnya, teryata dia adalah penjaga, Aku sangat terkejut.
"Cih! Dasar menjijihkan!"
Aku langsung berteriak, "Apa yang kau lakukan dasar Mesum!"
"Ahh! Kau terbagun ya Nona manis!" Pria itu memegang pipiku, "Kau sangat imut Nona!"
"Cih! Jangan menyetuhku seenaknya menjauhlah dariku Bodoh!"
Pria itu langsung menindihku dan ingin menciumku, dia benar-benar ingin memperkosaku.
"Sialan Apa yang harus Aku lakukan?"
Aku memejamkan mataku sembari memalingkan wajahku.
"Hoe! Apa yang sedang kau lakukan?"
Tiba-tiba Aku mendengar suara seorang Pria.
Pria tua itu Akhirnya berhenti, dia tidak jadi menciumku, setidaknya untuk saat ini Aku selamat.
"Maafkan saya Jendral!"
Pria tua itu terlihat meminta maaf pada Orang itu, siapa dia sebenarnya?
"Pergilah Aku ingin melihat gadis ini!"
"Baiklah Jenderal!" pria tua itu pun pergi.
Sosok Pria muda berambut merah datang menemuiku, Aku terkejut dibelakang teryata Ada Charlote bersamanya.
Pria itu terus memperhatikanku dan berbicara dengan Charlote.
"Hime sama, Apa kau tau siapa Gadis ini?"
Charlote menatapku, "Tidak! Aku tidak mengenalnya!"
Untung saja, dia tidak Akan mengenaliku dalam wujud Normalku.
Charlote memegang dagunya.
"Tapi Aku merasakan sisa Energi miliknya sama dengan orang yang ku hadapi waktu itu, tidak salah lagi, dia Avrora!"
Aku terkrjut.
"Cih! Dia teryata pandai dalam menilai orang!"
Shin menyeringai.
"Benarkah, jadi dia orangnya ya! Halo Nona kita baru saja bertemu, Aku sudah lama melihatmu dari Jauh, Aku adalah Shin, tangan Kiri Raja Gabriel, Aku tidak begitu mengerti kenapa wujudmu bisa berubah seperti itu dan sekarang Aku tidak perlu repot-repot lagi untuk membunuhmu, kau akan membusuk disini dan saat kau tidak ada, Aku pasti akan menguasai Kerajaanmu dengan mudah, Hahaha, hahahaha!"
Aku meninggikan suaraku.
"Sialan! Jangan coba-coba menyentuh rakyatku, kalau sampai kau menyentuhnya sedikit saja pasti Akan ku bunuh!"
Shin mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
"Heee! Memangnya apa yang bisa kau lakukan sekarang, Aku akan membuatmu menderita!" Shin berteriak kepada para penjaga, "Kalian semua, Aku memberikan ijin pada kalian untuk bisa melakukan Apapun pada Gadis ini!"
Para penjaga terlihat sangat senang dengan wajah mesumnya.
"Cihh! Dasar sialan!"
"Kalau begitu Aku akan pergi!" Shin menatapku, "Heee kau akan menjadi pemuas Nafsu para penjaga Avrora chan, Ahahaha!" Shin pun berjalan pergi sembari tertawa.
Para penjaga Mulai berdatangan, ada sekitar Lima penjaga yang datang, mereka mulai membuka Pakaian mereka.
Aku cuma terdiam, ketika mereka mulai menggerayangiku.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!"
Tiba-tiba salah satu Pria berteriak kesakitan dengan banyak darah.
Jangan lupakan Aku, kalau Aku ini adalah Vampire, Aku meminum darah dan mencabik-cabik daging Pria itu dengan taringku.
Empat Pria itu terlihat sangat ketakutan, "Dasar monster!" mereka pun segera pergi.
Aku mengelap mulutku yang berlumuran darah sembari berpikir.
"Selanjutnya kau pasti Akan mati Shin!"
Disisi lain semua bawahan Avrora sedang menunggu kepulangan Avrora, Sudah Dua hari Avrora tidak kembali, mereka pun sangat Khawatir.
Shin yang tahu Avrora sedang tidak ada, dia langsung memanfaatkan kesempatan ini, dia mulai menyusun rencana untuk menyerang Kerajaan Valded.
Dengan senjata baru dan teknologi baru yang mereka kembangkan, mereka sudah menciptakan pasukan Robot dan sebuah Unit Robot yang dikendarai oleh manusia, Robot itu nantinya Akan digunakan untuk menyerang Kerajaan Valded.
Shin sudah menyiapkan 100 pasukan Starator, 20 ribu pasukan Robot, 30 ribu pasukan bersenjata Api, 50 ribu pasulan pedang, 40 ribu Penyihir, 20 ribu pasukan Tank, 10 ribu pasukan Jet tempur, dan 100 unit Robot Berukuran Raksasa, mereka semua sudah disiapkan Shin, penyerangan Akan dilakukan Besok.
Keseokan Harinya, Semua pasukan Kekaisaran timur mulai berangkat menuju kerajaan Valded, berita penyerangan ini pun banyak diketahui oleh semua kerajaan Kekaisaran Acheron.
Valac menyampaikan berita kalau pasukan Kekaisan timur sedang bergerak untuk menyerang.
Azazil tidak bisa tinggal diam, Azazil langsung menyiapkan pasukan untuk bersiaga sembari menunggu kepulangan Avrora.
Rose langsung memasang wajah khawatir.
Azazil berbicara pada semuanya.
"Semuanya kita harus menahanya sampai Avrora sama kembali!"
Ares menyeringai sembari berpikir.
"Aku tidak akan mengecewakan Avrora sama, lihat saja, Akan kutujukan kekuatanku!"
Scen pun bergati.
Setelah Aku meminum darah Pria tua itu, Aku sedikit mendapatkan Energi, tapi ini masih belum cukup untuk memulihkan lukaku.
Karena Aku telah membunuh Orang, Aku didatangai para petugas dengan membawa senjata, mereka semua pun sangat mewaspadaiku, salah satu dari mereka langsung menembakan tembakan kearahku, Aku pun tekena dan teryata itu tembakan obat bius, pandanganku tiba-tiba menjadi gelap, kesadaranku mulai menghilang.
"Sialan!" setelah itu Aku tak sadarkan diri.
Saat Aku sadar tubuhku sudah terikat sembari berbaring didalam tempat berkaca, Aku melihat Orang-orang berpakaian dokter sedang memperhatikanku, Aku juga melihat banyak perangkat disini, seperitinya Aku berada didalam laboratorium, sebenarnya apa yang Akan mereka lakukan padaku?
Salah satu dari mereka membuka kaca dan ingin menyutikan carian berwarna hujau padaku.
Aku langsung berteriak.
"Apa yang ingin kau lakukan sialan!"
"Lebih baik kau dima saja, nanti juga kau akan tau!" kata Orang itu.
Orang itu suah bersiap untuk menyutikan cairan itu padaku.
"Cih!" Aku memejamkan mataku.
"Bamm!! tiba-tiba Aku mendengar sebuah ledakan.
Semua orang terlihat panik dan pergi keluar.
"Sepertinya sedang terjadi sesuatu?"
__ADS_1
Yuki, Yui dan Kanon teryata mereka tidak bisa tinggal diam melihat Avrora di tangkap, mereka bertiga Akhirnya mencoba untuk menyelamatkan Avrora.
Mereka terlihat sedang bertempur melawan banyak penjaga.
"Aku dan Kanon Akan mengurus mereka cepat kau cari kakakmu Yuki!" tegas Yui.
Kanon menatap Yuki, "Benar! Percayakan ini pada kami Yuki!"
Yuki menganggukan kepalanya, "Ummm! Terimakasih teman-teman!"
Yuki segera bergegas masuk kedalam markas musuh untuk mencari Avrora.
Melihat kekacauan yang terjadi, Pemerintah Jepang langsung mengirimkan pasukan Starator untuk menghadapi Yui dan Kanon.
Para pasukan Starator mulai berdatangan, Karena jumlah mereka terlalu banyak, merka berdua pun terpojok.
Sementara itu Yuki yang sudah masuk kedalam, dia langsung menghabisi petugas yang menghadangnya, Yuki mencari di semua penjara tetapi tidak menemukan Avrora.
Yuki kembali mencari di semua tempat dan Akhirnya dia masuk kedalam Laboratorium, Yuki Akhirnya melihat Avrora yang terikat terkurung didalam kaca.
"Onee-chan!"
Aku terkejut Yuki tiba-tiba datang.
"Yuki kamu? Kenapa kau ada disni?"
"Aku datang untuk menyelamatkanmu Onee-chan!"
Yuki langsung memcahkan kacanya dan membebaskan ikatanku.
"Ayo kita pergi dari sini Onee-chan!"
Aku tersenyum.
"Terimakasih Yuki!"
Yuki segera membawaku dengan menggunakan perangkatnya.
Tiba-tiba pasukan Starator sudah mengepung kami.
"Cih!" Yuki Akhirnya terpojok ia tidak bisa melawan karena jumlah mereka yang terlalu banyak.
Mungkin Aku harus pasrah untuk tertangkap lagi.
Tiba-tiba Bumi bergetar, dididing Batu pun muncul dihadapanku.
"Maaf telah membuatmu menunggu Avrora?"
Aku terkejut, Alden tiba-tiba muncul di hadapanku.
Dan terdengar seseorang datang menghapiri Alden.
"Hoe Alden! Aku sudah menghabisi musuh yang didalam!"
Suara itu terdengar tidak asing bagiku?
"Ehh! Kau sudah menemukan Avrora! Aku datang untukmu sayang!"
Teryata suara pria Itu adalah Zen.
"Avrora sukurlah Akhiya Aku bisa menemukanmu!" Tiba-tiba Liza bertriak dan langsung memeluku.
Dan dibelakang Liza Aku juga melihat Cleve dan Kakak.
"Avrora kau tidak apa-apa kan?" Leon terlihat sangat khawatir.
"Master, syukurlah kau baik-baik saja!" tegas Cleve.
Entah kenapa Aku merasa sangat bahagia, mereka semua datang untuk menyelamatkanku.
Aku tidak bisa menahan Air mataku.
"Semuanya terimakasih!"
Bersambung. . .
__ADS_1
...Next Volume 3 Chapter 13...