
...Membuat Perangkat Baru Untuk Yuki...
...----------------------------------------------------------------------------...
Hari ini Aku sedang meneliti tubuh Yuki, Aku ingin membuatkan sebuah perangkat yang dulu digunakan oleh Yuki.
Aku menyuruh Yuki untuk berbaring.
"Ai-chan cepat Analisis tubuh Yuki!"
"Hihihi, baiklah!"
Setelah beberapa menit Akhirnya Ai-chan berhasil menganalisis tubuh Yuki.
"Hihihi, Aku sudah mendapatkan data-datanya!"
"Huaaa hebat, cepat sekali kau menganalisanya Ai-chan!"
Aku pun langsung bisa melihat data-datanya di kepalaku.
"Hmmm jadi begitu, mereka menambahkan sihir didalam stigma ya!"
Aku terkejut, teryata penelitian mereka sudah sampai sejauh itu.
"Hihihi, itu benar Avrora, akan berbahaya kalau mereka dibiarkan, Aku khawatir mereka akan membuat senjata yang lebih menakutkan lagi!"
Aku memegang daguku.
"Benar juga! Untung saja Aku menghancurkan laboratoriumnya waktu itu, karena waktu itu kau menghentikanku, Aku jadi tidak menghancurkan semuanya!"
"Hihihi, Itu karena kau terbawa amarah, kau bisa saja menghancurkan dunia ini kalau Aku biarkan dasar bodoh!"
"Ahahaha, maaf-maaf, kalau begitu Aku harus menyelidikinya kembali, Aku juga sudah berjanji pada Yuki untung menyelamatkan teman-temanya, yang lebih peting, sekarang Aku harus bisa membuat perangkat yang kuat untuk Yuki!"
Setelah itu, Aku mulai membuat perangkat untuk Yuki, Aku sudah melihat semua data-datanya, Aku langsung memikirkan bahan-bahanya, Ai-chan segera merangkainya.
Tidak butuh waktu lama untuk membuat sebuah perangkat baru.
Aku menyuruh Yuki untuk, bangun dan mencoba perangkat barunya.
"Yuki coba kau bilang Henshin!"
Yuki menatapku dengan pandangan kosong.
"Ehhh! Apa-apaan itu, Aku bukan seorang chunibyo, apa kau ingin kau mempraktikan adegan kamen raider! Onee-chan!"
"Ahahahha!" Aku tersenyum sembari garuk-garuk kepala, "Tidak kok! Itu cuma kode untuk mengaktifkanya saja!"
Yuki menghela nafas, "haaa! Apa kau tidak bisa memikikirkan kode yang bagus untuk mengaktifkanya? Onee-chan!"
"Ahahaha, tadi Aku cuma kepikiran itu!"
Yuki segera berubah.
"Henshin!"
Baju Yuki langsung berubah menjadi gaun yang berwarna biru dan putih, ada satu Unit robot dibelakangnya.
Yuki terkagum-kagum.
"Ini! tidak mungkin, Aku merasakan kekuatan di Level yang berbeda! Kenapa kau bisa membuat ini? Kau sangat hebat sekali Onee-chan!"
Aku tersenyum.
"Kau terlihat imut juga memakai itu Yuki!"
Yuki langsung memeluku.
"Terimakasih Onee-chan!"
Aku pun membalas dekapanya.
"Besok Ayo kita selamatkan teman-temanmu Yuki!"
"Baiklah Onee-chan! Ehehe,"
Di sisi lain, Shin sudah membuat sebuh proyek barunya, Shin dan Profesor Nakamura telah membuat laboratorium baru dibawah tanah, mereka sedang menciptakan prajurit Robot yang bisa berjalan sendiri dengan sihir dan teknologi, mereka juga menciptakan senjata sihir dan sebuah pesawat yang bisa menjadi sebuah Robot yang dikendalikan oleh manusia.
Yui dan Kanon pun sudah merasakan ada yang tidak beres, setelah mendengar kabar kematian Yuki, Yui mulai merasa gelisah dan takut dia ingin kembali pulang kedunianya.
Saat ini mereka sedang berdua di kamar.
Kanon menatap Yui yang sedang melamun dengan wajah sedih dan bertanya.
"Yui chan? Apa yang sedang kau pikirkan, kenapa kau melamun? Aku tahu kita sudah kehilangan sahabat kita, tapi kita tidak boleh terus bersedih seperti ini!"
Yui berkata dengan nada lemah sembari mengeluarkan Air matanya.
"Nee Kanon chan, Aku ingin pulang!"
__ADS_1
Melihat Yui yang seperti itu Kanon langsung memeluknya.
"Aku juga ingin pulang, Yui chan? Besok ayo kita bilang ke Jendral Shin, kalau kita ingin pulang!"
Yui mengangukan kepalanya, "Emmm!"
Keeseokan harinya.
Kanon dan Yui segera menghadap Jendral Shin, mereka pun langsung mengatakan kalau mereka ingin pulang ke Bumi.
Setelah mendengar permintaan mereka, Jendral Shin langsung murka.
"Apa! Pulang?! Enak saja, kalian sudah menjadi prajurit disni, kalian tidak boleh pulang sebelum Kita menguasai dunia ini!"
"Tapi jendral! Aku ingin pulang, kumohon! kembalikan Aku ke Bumi, Aku ingin bertemu orang tua ku!"
Mendengar Yui yang terus memohon Jendral Shin langsung membentaknya.
"Sudah cukup! Apa kau ingin mati seperti Yuki?!"
Jendral shin menyeringai sembari, memencet sebuah tombol pengendali ditanganya, Yui langsung berteriak kesakitan sembari memegang kepalanya!"
Kanon yang melihat itu, dia pun tidak bisa berdiam diri, Kanon segera bersujud meminta maaf pada Shin.
"Jendral! tolong maafkan Yui, Aku mohon, Kami berjanji Akan selalu mematuhi perintah Anda, tolong jangan sakiti Yui lagi!"
Shin melihat kearah Kanon, "Cih! Baiklah!"
Shin langsung mematikan tombol pengendalinya.
Kanon segera bergegas menolong Yui dan membawanya kekamar.
Eiji melihat kejadian ini dari dari jauh, dia langsung pergi dan bergumam.
"Dasar bodoh!"
Charlote datang menemui Shin.
"Shin apa yang terjadi? Kenapa kau melukai Yui?"
"Ahh! Hime sama! tolong maafkan saya, dia telah membatahku jadi aku hanya memberikan peringatan padanya!"
"Hmmm, tapi tidak usah sekeras itu kan! Awas saja kalau kau sampai menyakitinya lagi!"
"Tolong maafkan saya Hime sama!"
"Hmmm baiklah, kau di panggil Ayah untuk keruanganya!"
"Dasar Putri sialan, kalau Aku sudah menguasai seluruh kerajaan ini, Aku akan menjadikanmu pelayanku, tunggu saja!"
Scen pun berganti.
Aku memperlihatkan perangkat yang Aku buat untuk Yuki pada semua bawahanku.
Semuanya pun terkejut.
Aku langsung berbicara pada mereka.
"Aku ingin menguji perangkat ini, ada yang ingin coba latihan tanding dengan Yuki?"
Alice langsung mengajukan diri, dia berbicara dengan serius.
"Biar Aku yang menjadi lawanya, Onee-chan!"
Aku berpikir sejenak.
"Apa tidak apa-apa membiarkan mereka latihan tanding, Aku sedikit khawatir!"
"Tapi! Alice chan!"
Yuki menyela perkataanku.
"Biarkan Alice melawanku, Aku pasti akan mengalahkanya!"
Alice terlihat kesal.
"Cih! Lihat saja nanti, Aku pasti Akan mengalahkanmu!"
Mereka berdua mulai memanas, Aku memegang kepalaku.
"Gawat!"
"Haaaa!" Aku menghela nafas, "Apa boleh buat!"
Yuki dan Alice berbicara sembari memelototiku.
"Kenapa diam, Onee-chan!"
"Haaaa!" Aku menghela nafas, "Baiklah, tapi! Jangan terlalu serius loh!"
__ADS_1
Setelah itu kami semua pergi ke Arena pertandingan untuk menyaksikan Yuki dan Alice lantihan tanding.
Aku langsung memberi aba-aba pada mereka berdua.
"Siap! Mulai!"
"Swoshhhh!"
Alice langsung menyerang Yuki, dengan cepat, Yuki langsung menahanya dengan Shild.
Alice langsung melompat kebelakang, Yuki langsung menembak secara bruntun.
Alice berlari dengan cepat untuk menghindari serangan Yuki.
" Tap. . .tap. . .tap. . .!"
"Bam. . .bam. . .bam. . .!"
Tembakan mengenai tanah.
Alice memanfaatkan kepulan asap untuk bersembunyi.
Tiba-tiba Alice keluar dari kepulan Asap dan langsung menyerang Yuki dengan cepat, dengan menggunakan katananya yang diselumti api.
"Slashh!"
"Prakkkk!!"
Shild Yuki pun pecah.
Alice menyeringai.
Yuki pun terkejut. "Cih!" Yuki langsung bergerak mundur dan menghindar dengan cepat.
Alice tersenyum sembari berbicara.
"Aku sudah tau rahasia dari kekuatan Shild milikmu itu, Ketahanan Shildmu itu tergatung dari jumlah Energimu kan, setelah kau menembakan tembakan beruntun tadi kau telah mengkonsum Energimu dan itu melemahkan Shild milikmu, jika kau memiliki Energi 1000 dan kau memakai Energimu 500, berati ketahanan Shildmu akan berkurang 500, setidaknya kau harus mengisi Energimu lagi selams 30 detik dan pada saat itu Aku harus bisa menyerangmu!"
Aku tersenyum melihat Alice, teryata dia cukup cerdas juga dalam menganalisa.
Yuki terlihat kesal.
"Cih! Itu benar! Aku akui kau memang kuat, tapi! Kesenagan baru saja Akan dimulai!"
Tiba-tiba Yuki mengeluarkan sebuah Dron dalam jumlah banyak yang bisa menembak, Dron-dron itu langsung mengejar Alice dan menembakinya.
Alice langsung menghindar dan menebas semua Dron-dron itu, tapi Dron itu terlalu banyak.
"Cih! Ini merepotkan!"
Yuki juga sudah Membidik Alice yang sedang bertarung melawan Dron-dron itu dan langsung menenbakan dengan mariam lasernya.
Alice menyadari ada Energi yang sedang menuju kearahnya, Alice dengan cepat menghindar.
"Bammmm!"
Walaupun bisa menghindar Alice terlempar karena efek ledakan.
Yuki menyeringai, "Hebat juga, kau bisa menghindar!"
Alice terlihat sangat kesal.
Aku segera menghentikan pertarungan karena sudah dirasa cukup.
"Kalian berdua sudah cukup bertarungnya!"
Tapi Aku dicuekin, mereka terus berbicara sendiri dan tidak menghiraukanku.
Karena kesal dengan Yuki, Alice langsung mengeluarkan Sihir Api miliknya, Api langsung berkobar dan membentuk sebuah Phoenix.
Yuki juga tidak mau kalah, Yuki langsung mengeluarkan mariam Laser terbang dalam jumlah banyak dan sudah bersiap untuk menembak Alice.
Mereka berdua secara bersamaan melancarkan seranganya.
Aku benar-benar kesal pada mereka berdua, kalau dibiarkan mereka bisa menghancurkan tempat ini.
Aku segera membatalkan serangan mereka dengan sihirku.
Mereka pun terkejut dan langsung menatapku.
Aku langsung menatap tajam mereka berdua, dengan tatapan membunuh, sembari berbicara.
"Apa kalian mau dihukum!"
Mereka langsung menelan ludah dan ketakutan.
"Maafkan Akuuuuuu!!!!!!!" teriak mereka.
...TBC...
__ADS_1
...Next Volume 3 Chapter 11...