Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volune 4 Chapter 16 END


__ADS_3

...Selamat Tinggal Patner...


...------------------------------------------...


Setelah melipatgandakan kekuatan ku, Aku dengan cepat menyerang Argoes.


"Uakhh!" Argoes menahan seranganku dan terlempar.


Aku dengan cepat menyerangnya kembali di barengi dengan tembakan sihir.


Argoes menahannya, pedang kami pun saling bergesekan.


Aku mendorongnya dengan seluruh kemampuanku.


"Sialan matilahh!"


"Uakhh!" Argoes terlempar, Aku segera menembakan sihir lagi saat dia terlempar.


"Baamm!" terjadi ledakan.


"Apa Aku berhasil?"


Argoes mulai terlihat dari kepulan Asap hitam, dia menyeringai ke arahku sembari mengelap debu yang menempel pada Zirahnya.


"Serangan mu lumayan juga Avrora!"


Aku pun terkejut, Sialan ini tidak mungkin, padahal Aku sudah menghajarnya habis-habisan.


"Kalau begitu kali ini Aku juga Akan serius!" tegas Argoes.


Argoes menigkatkan kekutanya, tubuhnya mengeluarkan pancaran cahaya kuning yang menyilaukan.


Aku menutup mataku dengan tangan karena cahaya itu begitu menyilaukan.


"Avrora Awas!"


Ai-chan memperingatkanku, tiba-tiba Argoes sudah ada di belakang ku, menyerang dengan pedangnya.


"Cihh!" Aku segera menghidar dan memanggil pasukan Golem berzirah untuk menjadi tameng.


Para Golem itu segera menyerang Argos, tapi dengan gampangnya Argoes menghancurkan mereka dan menyerangku kembali, Aku menahanya lagi, pedang kami saling bergesekan lagi.


"Cih!" Dia benar-benar kuat.


Argoes berkata sembari menahan pedang.


"Kamu pikir mainan seperti itu bisa menghambatku Avrora!"


Aku melopat ke belang dan mengeluarkan Rantai dari dalam tanah dan mengikat Argoes, tapi dengan mudah Argoes menghancurkanya.


Argoes meningkatkan ATK speednya dan menyerangku dengan cepat, dia melakukan serangan bertubi-tubi Aku pun tidak bisa terus menahanya dan ter pental.


"Uaakkh!" Aku terlempar membentur bukit, Argoes dengan cepat menembakan Sihirnya ke Arahku.


"Gawat!" kali ini mungkin Aku Akan terkena seranganya lagi.


Tapi tiba-tiba Kakak datang dan menyelamatkanku, dia segera menggedongku.


"Avrora kau tak apa?"


"Onii-chan!" Aku terkejut, "Aku tidak apa-apa Kok!"


"Apa kau kesulitan untuk melawanya Avrora, Aku akan membantu mu!"


"Tapi? kalau kau membantuku kau tidak bisa membantu yang lain, bagaimana dengan yang lain?"


"Tenang saja mereka bisa di Andalkan, lagian Ada Ares dan teman-temanya, mereka juga mantan Dewa jadi kau tidak perlu khawatir Avrora!"


"...ummm begitu ya, baiklah kali ini bantu Aku Onii-chan!"


Argoes pun tertawa.


"Hahahaha, Walau kalian berdua melawanku, tapi kalian masih bukan tandinganku, majulah kalian!"


Kakak menurunkan Aku, setelah itu Aku dan Kakak pun menyerang Argoes dari segala arah dengan pedang dan sihir, tapi serangan kami tidak berarti apa-apa.


"Sekarang giliranku, matilah kalian!" Argoes menembakan Energi yang besar ke arah kami.


"Cihh! Onii-chan cepatlah sembunyi di belakangku!"


Kakak segera bersembunyi di belakangku, sementara Aku menahan serangan Energi itu dengan pedangku sekuat tenaga.


"Cihh! kuat sekali!"


"Ai-chan keluarkanlah seluruh Energiku cepatlah, kalau terkena ini mungkin kita bisa mati!"


"Baiklah Avrora!" Ai-chan meningkatkan Energiku.


Akhirnya Aku berhasil mementalkan serangan tersebut ke Angkasa.


"Baamm!" terjadi ledakan di Angkasa.


Nafasku terengah-engah, Sial energiku hampir habis.


Aku tersingkur di tanah.


"Avrora kau tidak apa-apa?"


Kakak begitu menghawatirkan ku, kalau tadi serangan itu mengenai ku, pasti Aku dan Kakak sudah mati.


"Aku baik-baik saja Onii-chan!"


Melihat Aku yang kelelahan Argoes tidak menyianyiakan kesempatan itu dan kembali menyerangku.


"Swoahh!"

__ADS_1


"Gawat!"


Terdengan gesekan Logam, Kakak menahan Argoes dengan pedangnya.


"Takan ku biarkan kau menyakiti Avrora!"


Argoes menyeringai, "Kau boleh juga bisa menahan seranganku tapi, semuanga sia-sia saja, minggir!"


Argoess menghempaskan Kakak, Kakak pun terlempar jauh membentur Bukit!"


"Uhuuuk maaf Avrora!" pikir Leon sembari menahan sakit.


"Onii-chan!" Aku berteriak khawatir.


"Daripada menghawatirkan orang lain, lebih baik khawatirkan dirimu sendiri!" tegas Argoes dia sudah bersiap mengayunkan pedangnya kepadaku.


"Cih!" Aku melompat untuk menjaga jarak tapi Argoes tiba-tiba muncul di belakangku dan menendangku.


"Uakhhh!" Aku terlempar, Argoes menyerangku lagi dan melemparku ke Angkasa, Saat di Angkasa Argoes kembali menendangku sampai jatuh ke tanah, Saat berada di tanah dia menginjaku dari Atas dengan keras sampai tanah itu Amblas.


"Uhuhkk!" Aku muntah darah, "Sialan!"


"Ai-chan bagaimana ini? dia sangat kuat, mustahil Aku mengalahkanya!"


"Hihihihi, mungkin sudah saatnya menggunakan itu!"


"Apa maksud mu Ai-chan cepat jelaskan padaku?"


"Avrora, Aku akan memberikan kekuatan terakhirku, Kau Akan menjadi Dewa sepenuhnya dan Bukan Iblis Atau setengah Dewa, tapi setelah menggunakan ini, Aku akan menghilang untuk selamanya, kau akan mewarisi semua kecerdasanku dan kekuatanku!"


"Tidak, Aku tidak ingin kehilanganmu Ai-chan!"


"Avrora mungkin ini sudah waktunya Aku harus pergi, kita sudah lama hidup bersama bukan, cukup menyenangkan hari-hari yang ku habiskan bersamamu!"


"Ai-chan Aku mohon jangan lakukan itu!"


"Avrora Aku cuma kesadaran dalam bentuk kekuatan murni, Aku cuma hidup di dalam dirimu, kalau tidak menggunakan ini kita semua Akan mati, Apa kau ingin melihat semuanya mati disini?"


"Tapi?"


"Sudah tidak ada waktu lagi untuk memikirkanya, untuk terakhir kalinya Ayo kita bertarung bersama sebelum Aku menghilang sepenuhnya, terimalah kekuatan ini Avrora!"


Tubuhku tiba-tiba bersinar, Sayapku berubah menjadi putih, Pakaianku berubah menjadi Zirah perak, rambutku memendek.


Aku merasakan kekuatan yang sangat luar biasa yang belum pernah Aku rasakan.


Argoes pun terkejut.


"Wu-wujud itu?"


Suaraku berubah menjadi dua, suaraku dan suara Ai-chan menjadi satu.


"Yo Argoes lama tidak berjumpa!"


"Tidak mungkin apa itu kau Ceres?"


"Hihihi, Aku sudah tau kebusukanmu Argoes, kau bersekongkol dengan Minerva untuk membunuhku kan?"


"T-tidak itu tidak benar!"


"Kau masih saja berdalih, Aku sudah mengetahui semua kebusukanmu, kau cemburu kepadaku karena ingin merebut posisi ku menjadi kaki tangan Zhepyres-sama kan? Aku sudah merasa curiga saat Aku di tugasi menutup lubang hitam itu, karena tugas itu sebenarnya adalah tugasmu, waktu itu, Zhepyres-sama berkata kalau kau sedang sibuk, tapi teryata semu ini cuma akal bulus mu saja, Tombak yang di gunakan Minerva untuk membunuhku itu adalah Tobmbak terlarang yang hanya bisa di Ambil Oleh Aku, Kau dan Zhepyres-sama, Kesimpulanya, kau sudah memanfaatkan Minerva yang Ingin mengatur Dunia supaya membunuhku memakai tombak itu!"


Argoes tersenyum jahat.


"Ketahuan ya? Aku tidak menyangka kalau kau sempat menyalin kesadaranmu pada orang lain, sungguh tidak Aku duga, kali ini Aku akan membunuhmu!"


"Harusnya Aku yang bilang begitu, sudah bertahun-tahun Aku merencanakan ini untuk membunuhmu Argoes!"


Aku dan Ai-chan sudah menjadi satu dan berbagi kesadaran.


"Avrora Ayo kita selesaikan ini!"


"Baiklah!"


"Wahai mahluk penghuni Valhalla, Aku memanggilmu untuk membesihkan jiwa-jiwa yang jahat, Kelurlah Valkyrie!"


Tiba-tiba muncul Dua buah lingkaran Sihir dan keluar dua Sosok Gadis Berzirah Biru, memakai pelindung kepala membawa pedang dan tameng.


Sosok itu membungkukan badanya di hadapanku.


"Master Sudah lama Anda tidak memagil kami!"


Mereka Adalah Valkyrie.


"Lama tidak bertemu, Agel, Lunox, cepat bereskan Orang itu!"


"Baiklah Master!"


Argoes pun kesal, "Cih dia memaggil mahluk yang merepotkan!"


Saat Angel dan Lunox mulai bertempur dengan Argoes, Aku menyiapkan serangan selajutnya karena ini membutuhkan waktu, ini adalah senjata rahasiaku, senjata terlarang Pembunuh Dewa.


Setelah siap, Aku menyuruh Angel dan Lunox untul menyingkir.


"Kalian mundurlah!"


Aku membuat Argoes tidak bisa bergerak.


"Sialan!" Argoes terlihat sangat kesal.


Aku menatap Argoes dengan tatapan membunuh.


"Sekarang tamatlah riwayatmu! Keluarlah Hefaistos Demeter!"


Sebuah pedang Raksasa jatuh Dari langit dengan kecepatan penuh menembus Atsmosfir.

__ADS_1


Argoes pun gemetaran, "Sial senjata itu? tidak mungkin, tamatlah riwayatku!"


Aku mengeluarkan Shield untuk melindungi semuanya.


"Swoshhhhh!"


"Bammmmmmm!" Pedang itu mengenai Argoes dan terjadi ledakan yang maha dasyat Planet pun terbelah Dua.


Argoes pun tewas.


Semua orang pun terkejut dengan ledakan itu.


"Sudah selesai ya!"


"Ya, kita berhasil membunuhnya Avrora!"


Tiba-Tiba para Dewa yang lain mulai berdatangan, Sosok Dewa ber Zirah Emas turun dari langit.


Aku pun terkejut.


Ini mustahil, Dewa sebanyak ini, Aku tidak mungkin bisa mengalahkanya?


"Tenang Avrora biar Aku yang menagani ini!" tegas Ai-chan.


Dewa Berzirah Emas itu menghampiriku.


"Wujud itu? apa itu kau Ceres?"


"Ya ini Aku, lama tidak berjumpa Ayah!"


Aku pun terkejut.


"Haaaaaaaaaaaaaa! Ai-chan Apa maksudmu?"


"Hihihi, seperti yang kau dengar Avrora, dia adalah Ayahku Zhepyres, Pemimpin Alam Dewa!"


Zhepyres melanjutkan.


"Ceres jelaskan padaku apa yang terjadi, bukanya kau sudah mati, di mana Iblis itu?"


Ai-chan menjelaskan pada Zhephyres tentang apa yang sebenarya terjadi selama ini.


"Jadi begitu, Aku tidak menyangka Argoes dan Minerva berbuat sekeji itu!" tegas Zhephyres.


"Ya Ayah, kesadaranku sudah lama Hidup bersama Avrora, Aku sudah merencanakan ini semua, Aku tau suatu saat Aku pasti akan bertemu denganmu saat berhasil membunuh Minerva dan Argoes, waktuku sudah tidak banyak Ayah Karena tugasku sudah selesai Aku akan menghilang untuk selamanya!"


"Ayah mengerti Anaku, Ijinkan Ayah memelukmu untuk yang terakhir kalinya!"


Aku pun menangis, "Ai-chan jangan tinggalkan Aku!"


"Aku harus pergi, terimakasih Avrora, selama ini kau telah menemaniku, hari-hari bersamamu terasa sangat menyenagkan, maaf kalau Aku telah melibatkanmu sejauh ini!"


"Aku tidak masalah akan hal itu, Aku juga sangat senang bertemu denganmu Ai-chan, terimakasih telah menjadi patnerku selama ini, terimakasih banyak!"


Di alam bawah sadarku, Aku berpelukan dengan Ai-chan, Aku tidak bisa membendung Air mataku.


"Semua kekutanku sudah Aku wariskan di dalam tubuhmu, kau tak perlu khwatir kalau Aku tidak ada, Selamat tinggal Avrora!"


Tubuh Ai-chan berlahan menghilang di dalam pelukanku.


"Selamat tinggal Patner!"


Aku pun menangis.


Setelah Ai-chan menghilang, Zhephyres melepaskan pelukanya dan menatapku.


"Jadi kamu yang bernama Avrora, karena kau sudah menjadi Dewa jadi Aku memutuskan untuk mengangkatkmu sebagai Anaku!"


Aku pun terkrjut.


"Ehhhhhhhhhhh, tu-tunggu!"


"Ada apa? apa kamu menolak!" tegas Zhephyres dengan tatatan tajam.


Aku berkeringat, "Bu-bukan begitu!" Aku berkata sembari garuk-garuk sekitar mulut dengan senyum kaku.


"kalau begitu sudah di putuskan kau adalah Anaku sekarang, Ikutlah ke Alam Dewa bersamaku, Aku akan memberikan tugas seorang Dewa untukmu!"


Ini pasti akan merepotkan tapi Aku tidak bisa menolaknya, Aku pun menyerah dengan keadaan.


"Baiklah!" Aku berkata dengan lesu, "Tapi sebelum pergi Aku ingin mengembalikan mereka dan bertemu dengan semuanya!"


"Baiklah, Kalau urusanmu sudah selesai datanglah ke Alam Dewa, Aku akan meninggalkan pelayan untukmu, untuk membimbingmu pergi ke Alam Dewa!"


Setelah itu Aku memulangkan mereka semuanya ke Duanianya masing-masing, tak lupa Aku berterimakasih terlebih dahulu dan memberikan mereka hadiah sesuai perjanjian.


Setelah semuanya beres, Aku pulang ke Duniaku dan bertemu para bawahanku, Kami semua pun melakukan pesta kemenangan semalaman.


Keesokan harinya Aku menceritakan pada semua bawahanku kalau Aku akan pergi ke Alam Dewa, semuanya pun terkejut, Aku pun menjelaskan pada mereka kalau Aku tidak bisa menolaknya, Aku berjanji pada mereka Kalau Aku pasti Akan kembali, Aku juga belum tau tugas apa yang di berikan Zhephyres padaku.


Setelah itu Aku Akhirya pergi ke Alam Dewa.


Saat tiba di sana Zhephyres menyambutku, dia juga memberikan pengumuman kalau Aku telah di Angkat sebagai Anaknya.


Aku pun diberi tugas untuk mengatur Dunia Arandelle.


Aku sedikit lega karena mendaptkan tugas itu, Aku jadi bisa kembali menemui para Bawahanku nanti, tapi sebelum itu Aku harus mendapat bimbimbingan terlebih dahulu untuk menjadi seoramg Dewa.


"Haaah!" Aku menghela nafas.


Dengan begitu Kehidupan damaiku Semakin menjauh.


"Merepotkannnnnnnnnnn!"


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2