
...The Demon God...
...----------------------------------------------------------------------------...
20 tahun yang lalu.
Sebelum Minerva menjadi Dewa Dunia ini, Dulunya Dunia ini dipimpin oleh Dewa yang sangat bijaksana, yaitu Dewa Ceres.
Saat Pertempuran Pahlawan dan Raja Iblis 20th lalu yang menyebabkan keseimbagan Dunia terganggu karena Bocornya Energi melintasi Dimensi Ruang dan Waktu, Ceres segera bergegas untuk memperbaiknya, tapi saat sedang memperbaikinya Ceres dihadang oleh Dewa Jahat Minerva.
Minerva sudah dari dulu ingin memimpin Dunia, tapi karena kelakuanya yang jahat dia tidak diberi tugas untuk memimpin sebuah Dunia.
Minerva pun iri melihat teman-temanya para Dewa memimpin Dunia, Minerva pun berpikir untuk merebut salah satu Dunia untuk menjadi miliknya.
Saat Ceres pergi untuk memperbaiki lubang Hitam yang terbuka di Bumi, tiba-tiba Minerva muncul bersama para bawahanya.
"Ara-ara Ceres, apa yang sedang kau lakukan disini?"
Ceres pun terkejut, "Sedang apa Kau disini Minerva?"
Minerva menyeringai, "Kenapa kau sendirian? dimana para bawahanmu?"
Minerva langsung memerintahkan semua bawahanya untuk menyerang Ceres.
"Kalian semua cepat bunuh Ceres!"
Ceres pun terkejut, "Cih! Apa yang kau
lakukan? Apa kau sudah gila!"
Semua bawahan Minerva langsung menyerang, Karena terlalu banyak Ceres pun kwelahan.
Saat Ceres sedang lengah, Minerva mengeluarkan Tombak Ilahi yang mampu membunuh Dewa.
"Matilah kau ceres!"
Tombak Besar bercahaya melesat dengan cepat ke Arah Ceres.
Ceres cuma bisa pasarah, "Cihhh!"
"Bammmmm!!!"
Terjadi ledakan dengan Sinar cahaya yang sangat menyilaukan, Ceres pun Lenyap ditangan Minerva.
Aku masih minum teh sembari mendengarkan cerita Ai-chan.
"Ohh! Jadi begitu, berarti ledakan Cahaya yang Aku lihat waktu itu dan membuat Kami semua mati, itu karena ulah Minerva?"
"Hihihi benar, maafkan Aku Avrora, Aku telah gagal menutup lubang itu dan malah membuat kalian semua mati!"
Aku menghela nafas, "Haaa! terus kenapa Aku jadi bereinkarnasi didunia ini?"
"Hihihi, saat ledakan itu terjadi Aku masih belum sepenuhnya mati dan masih mempunyai kekuatan, Aku melihat 5 jiwa yang mati waktu itu dan itu adalah kesalahanku, untuk menebusnya Aku menggunakan Kekuatan terakhirku untuk mereinkarnasikan Kalian ber 5 di Dunia ini, menjadi anak dari 5 Raja dikerajaan besar!"
Aku sangat terkejut Aku langsung berdiri.
"Kenapa cuma Aku yang sial, Kenapa kau malah menjadikanku Gadis setengah Vampir dan harus menderita, ini tidak adil kan!"
Ai-chan tertawa, "Pfttttt, ahahahh, ahahaha!"
Aku mengebungkan pipiku, "Hmmmmppp!"
"Hihihi. Maaf-maaf kalau mengingat itu Aku jadi tidak bisa berhenti tertawa! baiklah itu ada alasanya kok! Karena waktu itu Aku memilihmu dan saat Tombak itu mengahcurkan Jiwaku Aku berhasil menyalin ingatanku dan memindahkanya bersama jiwamu, Waktu itu Aku sudah memikirkan Rencana untuk membalas minerva lewat dirimu suatu saat nanti, untuk memberikan kekutan Dewa kepadamu, kau harus mengalami berbagai ujian penderitaan, Kesengsaraan, Kehilangan, keputusaaan dan teryata Aku tidak salah memilihmu Avrora!"
Aku menundukan kepalaku, "Jadi semua ini sudah kau rencanakan, tapi kenapa? Kau tidak bilang dari Awal dan harus membiarkan Alice mati?"
"Hihihhi, maaf Avrora, itu merupakan ujian terakhirmu, tenang saja, setelah Aku memberikan kekuatan Dewa kau bisa menghidupkan Alice kembali!"
Aku melebarkan mataku, "Benarkah itu? Ai-chan!"
"Hihihi, tentu saja Avrora!"
"Kalau begitu Ai-chan, cepat berikan kekuatan itu padaku, Aku berjanji Akan membunuh Minerva dengan tanganku!"
"Hihihi, kau sangat bersemangat sekali ya, kalau begitu bersiaplah Avrora!"
Langit tiba-tiba menjadi Gelap, petir menyambar dimana-mana.
Minerva pun terkejut. "Apa ini, apa yang terjadi?"
Cahaya menyelimiti tubuhku, Aku pun berubah Menjadi Demon God.
Rambutku semuanya memutih dan mempunyai sayap Hitam.
Aku langsung merasakan Kekuatan yang tidak biasa mengalir ditubuhku.
Aku menyeringai, "Saatnya pembalasan! Keluarlah pedang Ilahi!"
Aku mengeluarkan Pedang Ilahi.
Minerva sangat terkejut, "Cih! Kamu? kenapa kau mempunyai kekuatan Dewa?"
Leon, Alden, Cleve, Zen, Liza dan semua bawahan Avrora pun sangat terkejut melihat perubahan Avrora.
Aku berkata pada Minerva, "Aku sudah tau semua perbuatanmu, Dunia ini Bukan Hakmu, kau telah merebut Dunia ini dengan cara kotor kan?"
Minerva terlihat kesal, "Cih! Kenapa kau bisa tau?"
Aku bertanya pada Ai-chan.
"Nee Ai-chan, apa kau tidak ingin berbicara dengan Minerva?"
"Hihihi, baiklah, Aku akan berbicara sebentar!"
Aku segera bertukar dengan Ai-chan.
__ADS_1
Ai-chan langsung berbicara, "Hihihi, Yo Minerva!"
Minerva terkejut, "Suara itu? Cih! sudah ku duga kau ada dibalik semua ini Ceres!"
"Hihhihi, itu tidak penting, kali ini Aku akan membalaskan dendamku, Kali ini Kau pasti Akan mati ditangan Avrora Minerva!"
Minerva sangat kesal, "Cih! Kita lihat saja siapa yang akan mati!"
Ai-chan segera bertukar kembali denganku, Aku berkata dengan Serius, "Kali ini Aku pasti akan membunuhmu Minerva, ayo cepat kita selesaikan ini!"
"Baiklah!" Minerva segera mengeluarkan Tombak Ilahi.
Aku menyeringai, "Jadi itu tombak Ilahimu!" Aku langsung bersiap untuk menyerang.
"Swoshh!" Aku langsung menyerang Minerva dengan cepat.
Minerva segera menghilang kedalam Dimensi lain seperi biasa, Aku juga dengan mudah mengejar Minerva masuk kedalam Dimensi dengan cepat.
"Tengg!" Minerva menahan seranganku dengan tombaknya, "Cih! Jadi begitu sekarang kau dengan mudah bisa mengikutiku ya!"
Aku dan Minerva pun beradu pedang dan Tombak dengan sengit, saking cepatnya sampai tidak bisa terlihat oleh mata.
Dampak dari pertarungan kami membuat fenomena Alam yang tidak biasa, banyak petir dan terjadi kerusakan dimana-mana.
Aku menambahlan ATK SPD ku, Minerva tidak bisa mengimbangiku, Aku langsung menendangnya dengan keras.
"Plakkk!"
"Uakkkh!" Minerva jatuh meluncur ke tanah dengan cepat.
"Bammmm!"
Minerva terlihat sangat kesal.
"Cih! Aku tak menyangka dia menjadi sekuat itu?"
Aku menyeringai.
"Bagaimana Minerva, kali ini Kau pasti Akan mati!"
Aku langsung mengeluarkan Rantai untuk merantai Minerva.
"Cih! Apa yang ingin kau lakukan padaku?"
Aku sudah bersiap untuk menusuk Minerva dengan Pedang Ilahi, pedangku terlihat mengeluarkan Cahaya, Aku bergerak dengan cepat untuk menusuk Minerva.
"Swoshhh!!"
"Matilahh!!! Ikeeeee!"
Minerva pun tertusuk.
"Ini tidak mungkin!"
"Bammmmmm!!!!" Terjadi ledakan Minerva pun Tewas.
Aku segera memulihkan Alam yang hancur karena dampak dari pertarungan.
Langit kembali cerah, matahari bersinar kembali, pohon-pohon dan bunga-bunga yang mati kembali tumbuh.
Aku terbang menghampiri teman-teman dan para bawahanku.
"Semuanya terimakasih banyak!"
Semuanya terlihat sangat senang Aku langsung menghampiri Tubuh Alice yang mati.
"Aku akan menghidupkanmu lagi, Alice chan!"
Aku pun segera membagkinkan Alice kembali dengan kekuatanku.
Alice langsung membuka matanya dan melihatku, "Kamu siapa?"
Aku langsung memeluk Alice, "Syukurlah, ini Kakak Alice chan, Aku senang bisa melihatmu lagi!" Aku tidak bisa menahan Air mataku.
Alice membalas pelukanku, "Onee-chan!" Alice menangis bahagia.
Aku melepaskan pelukan, Aku berdiri dan berkata pada semuanya, "Ini masih belum selesai Ada hal yang ingin Aku lakukan?"
"Apa Anda ingin pergi Ke Kekaisaran timur Avrora sama?" tanya Azazil.
"Benar! Aku harus menyelesaikan ini!"
"Saya Akan membantu Anda Avrora sama!" tegas Azazil.
"Tidak! Kali ini serahkan ini padaku, kalian semua terlihat lelah, kalian sudah berjuang dengan baik, kalian harus istirahat!"
"Baiklah kalau begitu Avrora sama!" Jawab Azazil.
Aku tersenyum, "Kalau begitu Aku berangkat!"
Aku langsung teleport menuju Kekaisaran timur.
Aku segera menghabis para prajurit yang menghadangku, Aku langsung masuk kedalam untuk mencari Shin dan Atek-anteknya.
Akhirnya Aku masuk Laboratorium bawah tanah dan bertemu dengan Shin sedang bersama Profesor.
Shin sangat terkejut, "Siapa kau?"
Aku menyeringai, "Heee! Apa kau lupa denganku?"
"Suara itu? Tidak salah lagi, apa kau Avrora?"
"Benar sekali, kali ini Aku pasti Akan membunuhmu Shin!"
Shin menjadi sangat ketakutan, dia mencoba untuk kabur tapi Aku langsung membuatnya tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Heee! Kau sudah tidak bisa kabur dariku!"
Aku langsung membunuh semua Orang yang ada di Laboratorium dengan sadis sembari meminum darahnya, tubuh Shin mulai gemetaran.
Aku melihat kearah Shin, "Ara-Ara kenapa kau gemetaran begitu Shin?"
Aku melangkah berlahan kearah Shin, "Sekarang gilinranmu, Aku akan mencabik-cabikmu, lebih baik bagian tubuh mana dulu yang Aku potong ya?"
Shin sangat ketakutan, "Hentikan, tolong! Jangan bunuh Aku, ampuni Aku Avrora!"
"Tidak ada Ampun untuk manusia sepertimu, kau sudah berani menyuruh Pria untuk memperkosaku waktu itu kan? Aku tidak Akan melupakanya, lebih baik Burungmu Aku potong dulu!"
Aku langsung memotong Burung Shin.
"Akhhhhhhh!" Shin berteriak kesakitan.
Aku tertawa, sembari menyayat-nyayat tubuh Shin dengan Kuku tajamku.
Aku langsung memotong kepalanya, Aku menghidupkanya lagi berulang-ulang kali sampai puas melihat dia kesakitan dan ini yang terakhir.
"Slahhh!"
"Berakhir sudah!"
Tiba-tiba Raja Gabriel datang bersama Charlote dan melihat Shin mati dengan Sadis.
Gabriel dan Charlote pun terkejut, "Ini tidak mungkin!"
Aku melirik kearah mereka, "Ehhh! Rupanya kau ya Charlote?"
Charlote terkejut, "Suara itu, apa kau Avrora?"
"Kenapa terkejut begitu, Apa kau juga ingin mati seperti ini?"
Tiba-tiba Raja Gabriel bersujud memohon Apun kepadaku.
"Tolong Ampuni Kami, Aku mohon!"
Charlote melebarkan matanya, "Ayah!"
Charlote pun ikut bersujud dan memohon, "Tolong Ampuni Aku Avrora, Aku sadar Aku salah, Kami juga sadar telah dimanfaatkan oleh Shin tolong maafkan kami!"
Aki berfikir sejenak, Sejauh ini Gabriel dan Charlote mungkin dimanfaatkan oleh Shin mereka benar-benar bodoh, mereka juga tidak melakukan apa-apa, hanya melakukan Arahan dari Shin, Aku menghela nafas, "Baiklah, tapi ada syaratnya?"
"Apa itu, Aku akan melakukan apapun!" jelas Gabriel.
Aku langsung mengatakan Syaratnya, "Kau harus mengembalikan hak semua kerajaan yang telah kau rebut secara paksa dan berjajilah untuk tidak mengulanginya lagi, jika kau melakukan itu lagi, Aku Akan langsung membunuhmu?"
Gabriel terlihat senang, "Apa hanya itu?"
"Ya itu saja!"
"Baiklah, Aku akan melakukanya" jelas Gabriel.
Setelah itu Aku langsung pergi.
"Hihihi, kau teryata baik juga ya Avrora!"
"Memangnya kenapa Ai-chan, Aku hanya memikirkan Rakyat di Kerajaan ini yang tidak berdosa, jika mereka kehilangan Rajanya, mereka pasti Akan susah!"
"Hihihi, kau memang tidak berubah selalu memikirkan Orang lain!"
"Yang lebih peting Aku harus membawa kembali Pasukan Starator yang dimanfaatkan Oleh Shin sebagai senjata, Aku harus mengembalikan mereka ke Bumi dan menutup lubang hitamnya!"
Aku segera menemui Semua pasukan Starator dan menjelaskanya pada semuanya, Aku senang mereka semuanya mengerti, Aku segera membawa mereka semua ke Bumi dengan teleportasi.
Dengan kekuatan Dewa sekarang Aku sudah tidak khawatir lagi kehabisan Energi.
Setelah mengembalikan mereka semua ke Bumi, Aku segera menutup lubang hitam itu.
Lubang pun sudah tertutup dan tugasku sudah selesai, Aku menatap langit.
"Pulang dulu Ahh! Aku pasti Akan menemuimu lagi nanti Yuki!"
Aku pun kembali ke Duniaku, saat sampai di kerajaan Valded semuanya langsung menyambutku dengan gembira, "Selamat datang kembali Avrora sama!"
Aku langsung tersenyum pada mereka.
"Semuanya terimakasih!"
Setelah itu kami mengadakan Pesta kemenagan, kami semua bersenang-senang dan minum-minum semalaman.
Keeseokan harinya Aku tiduran di padang Rumput yang luas sembari menikmati Angin yang berhembus kencang.
Ini adalah hari-hariku yang tenang, Akhirnya Aku bisa hidup damai juga.
"Ahhh nyamanya?"
"Avrora chan!" tiba-tiba Aku mendengar suara yang tidak Asing, perasanku mendadak tidak enak, Aku menengok perlahan kearah suara itu.
Aku pun terkejut, "Ahhh Ibunda!"
Aku melihat Ibunda bersama para Maid.
Ibunda berkata dengan wajah menakutkan, "Avrora chan sedang apa kau disini, ibu datang loh! Kau harus mandi sekarang!"
Ibuda langsung menyuruh para Maid untuk memandikanku.
"Kyaaaaaa!! Aku langsung berlari dengan cepat, Rose langsung bergerak menangkapku.
Rose berkata sambil ngiler, " Avrora sama Anda harus Mandi!"
Keringat dinginku langsung keluar,"Kyaaaaaa!!!
Aku Akan menarik kata-kataku lagi kalau Aku sekarang sudah hidup damai dan teryata kehidupanku belum juga damai.
__ADS_1
"(눈‸눈) Merepotkan!"
...----------------------------THE END---------------------------------...