
Alasan Untuk Berciuman
Setelah mendengar cerita Rose, Aku sangat terkejut, apa benar Aku adalah Anak dari Raja Vampir Viad? Kalau begitu Aku Anak selingkuhan dong merepotkan!
Pagi ini Aku langsung pergi ke Kerajaan Neverland tanpa sepengetahuan siapa pun.
Aku langsung membuka portal dan keluar dikamar Ibunda.
Ibuda terkejut melihat kedatanganku.
"Avrora! Kamu kembali Nak!" Ibuku langsung memeluku dengan erat.
Aku melepas pelukanya sembari melihat Status Ibuku.
"Teryata benar Ibuku sudah menjadi manusia setengah Vampir,"
Aku langsung memasang wajah serius.
"Ibunda, Aku ingin berbicara denganmu sebentar, tapi tidak disini, ikutlah denganku sebentar!"
"Ehhh ada apa Putriku, wajahmu begitu serius?"
"Pokoknya ikut saja!"
Aku langsung membawa pergi ibuku ke dimensi yang berbeda.
Ratu sangat bingung setelah melihat sekelilingnya.
"Dimana ini Avrora, Ibu hanya melihat kubus-kubus besar dan disini juga minim cahaya,"
"Ini adalah dimensi yang berbeda dari dunia manusia, disini kita aman untuk berbicara?"
"Jadi begitu, baiklah apa yang ingin kamu tanyakan Putriku?"
Aku langsung menatap ibuku dengan serius.
"Ibunda jawab jujur, Apa Aku ini bukan Anak Raja Aldric?"
Ratu Eilaria langsung berkeringat dia memalingkan pandanganya dari Avrora.
"Apa yang kamu bicarakan putriku? Ibu tidak mengerti dengan pertanyaanmu,"
Aku langsung membentak Ibu.
"Bohong! Ibu berbohongkan? Aku sudah tau, Aku Anak Raja Vampir Viad kan?"
Ratu Eilaria langsung melebarkan matanya dia terdiam dan sangat terkejut, karena Avrora sudah mengetahui kebenaranya.
"Kenapa diam Ibunda cepat jawab?"
Ratu tidak berani menatap Avrora, dia menangis sembari menutup mulutnya dengan tanganya.
"Maafkan Ibu putriku, itu memang benar, kamu adalah Anak dari Viad,"
Aku merasa sangat kesal. Aku meninggikan suaraku.
"Kenapa ibu tidak mengatakanya ini padaku!"
"Maafkan Ibu putriku, Ibu sudah merahasikan ini, tapi Ibu tidak bermaksud menyembunyikanya darimu, cuma waktunya saja yang belum tepat, biar Ibu ceritakan semuanya padamu putriku,"
Ratu pun menceritakan pertemuan dan kisah cintanya dengan Viad pada Avrora.
Setelah Aku mendengar semua cerita dari ibuda Aku juga tidak menyangka Mereka bisa jatuh cinta.
"Jadi begitu, terus kenapa Dia tidak kembali lagi? Setelah Aku lahir? Waktu itu Aku akan dibunuh, kenapa dia tidak datang menyelamatkanku?"
Mendengat pertanyaan Avrora, Ratu sangat sedih, dia menjawab dengan penuh kesedihan.
"Ibu juga tidak tau putriku, dimalam terakhir Ibu bertemu denganya, dia bilang ingin mencari tempat baru dan akan kembali lagi, tapi dia tidak pernah kembali sampai sekarang, Ibu selalu menunggunya di balkon dan dia tak kunjung datang, apa mungkin dia sudah mati? Ibu juga tidak tau, Ibu sangat merindukanya,"
"Kenapa Ibu merindukan Orang seperti itu, sudah jelas dia meninggalkanya, Dasar!"
Dia masih hidup, Kata Rose dia masih hidup dan Ada diwilayah barat,"
Setelah mendengar Viad masih hidup, Ratu merasa sangat senang.
"Benarkah putriku, Ayahmu masih hidup?syukurlah,"
Aku jadi kesal kenapa dia tidak pernah datang lagi menemui ibunda, dasar apa dia lari dari tanggung jawab.
"Dasar Ayah bodoh!"
"Aku tidak perduli dia masih hidup atau mati Bu! nyatanya dia sudah meninggalkan Ibu dan Aku, dia sudah lari dari tanggung jawab, Aku membencinya! Pokoknya Aku membencinya!"
"Jangan bicara begitu Avrora dia itu Ayahmu!"
"Hemph," Aku langsung mengembungkan pipiku.
Aku jadi berfikir.
"Kalau begini Aku mempunyai tiga Ayah dong? Yang dua Ayah bodoh, cuma Ayah angkatku yang benar-benar Waras, Dasar!"
"Baiklah ibunda Ayo kita kembali!"
Aku langsung membuka portal, Aku mengembalikan Ibuku kembali kekamar.
"Terimakasih Atas waktunya Ibunda, terimakasih telah menceritakan semua ini padaku, Aku pamit dulu,"
Ibuku langsung memeluku, "Padahal Ibu masih kangen, kenapa tidak menginap saja putriku?"
Aku langsung merinding dan melepas pelukan ibu.
"Lain kali ya ehehe," Aku tersenyum sembari memikirkan hal mengrikan.
"Kalau Aku menginap pasti Aku akan dimandikan lagi Aku tidak mau,"
Akhirnya Aku pulang Kekerajaan Valded.
Aku langsung tiduran diranjang sembari menutup mataku dengan pergelangan tanganku.
"Ahh Aku tidak menduganya, Aku benar-benar Anak dari Raja Vampir Viad, Aku tidak percaya ini!"
Pangeran Leon datang menemui Avrora, dia melihat Avrora yang sedang tiduran sembari menutup matanya dengan pergelangan tanganya, dia langsung duduk disamping Avrora.
__ADS_1
"Adiku! Apa yang sedang kamu lakukan? Apa kamu sedang tidak enak badan?"
Aku terkejut tiba-tiba kakak datang.
"Ehh Onii-chan, Aku tidak apa-apa kok hehehe," Aku bangun dan tersenyum manis pada Kakak.
"Benarkah!" Kakaku langsung menyentuh dahiku.
Aku merasa panas diwajahku.
Pangeran Leon pun tersenyum.
"Syukurlah kamu baik-baik saja Avrora, apa kamu sedang memikirkan sesuatu, kenapa wajahmu memerah begitu?"
Aku langsung memalingkan wajahku.
"Tidak! Aku tidak apa-apa kok!"
"Deg," tiba-tiba Keinginan Vampirku bangkit.
"Kenapa disaat seperti ini Keinginan vampirku bangkit, sialan ini berbahaya,"
Aku langsung menutup mulutku dengan tanganku.
Melihat Avrora yang bersikap aneh pangeran Leon sangat penasaran.
"Ada apa Avrora chan, kenapa kamu tidak mau melihatku?"
Aku tidak bisa menahan ***** Vampirku, Aku langsung merobohkan Kakaku keranjang, Aku langsung duduk diatas Kakaku.
"Onii-chan,"
Pangeran Leon pun sangat terkejut sembari menatap mata Avrora yang berubah menjadi merah.
Aku langsung menjilat lehet kakaku.
"Avrora chan, Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Onii-chan, bolehkan Aku meminum sedikit darahmu?"
Entah kenapa Aku merasakan perasaan yang campur aduk, apa ini karena Aku ingin meminum darah Kakak, Aku jadi sedikit malu? mungkin saja, Aku juga tidak tau.
Pangeran Leon terus menatap wajah Avrora yang memerah.
"Kenapa Avrora menjadi agresif seperti ini, dia ingin meminum darahku, Aku juga tidak keberatan sih!"
"Baiklah Avrora chan silakan minum saja darahku kalau kamu menginginkanya,"
Aku senang memdengar Kakak mau memberikan darahnya padaku, tapi kalau Aku mengigitnya dia akan menjadi setengah Vampir.
"Onii-chan, Kalau Aku mengigitmu kamu Akan berubah menjadi manusia setengah Vampir, Apa kakak tidak keberatan?"
Kakak langsung memegang wajahku dan tersenyum lebar.
"Kakak tidak keberatan kok Avrora chan!"
Entah kenapa Aku merasa sangat senang. Aku langsung mencium leher Kakak, dia pun kegeliaan.
Aku terus menciumi leher Kakak.
Kakak terus merintih geli, "Avrora chan itu sangat geli,"
"Maafkan Aku onii-chan, Aku akan mengigitmu sekarang,"
Aku langsung mengeluarkan taringku dan mengigitnya.
"Haaa,"
"Akhhh," kakak sedikit kesakitan.
Aku menghisap tiga tegukan darah kakak.
Setelah menghisap darah Kakak, mataku kembali membiru, ***** Vampirku juga sudah menghilang, Aku masih duduk diatas Kakaku, Aku sangat malu.
"Maafkan Aku Onii-chan!" Aku berkata dengan malu.
Kakaku mengelap bibirku yang berlumuran darah dengan ibu jarinya.
"Bibirmu masih banyak darahnya Avrora chan hehe!"
Aku gugup, Aku jadi teringat kembali ciumanku dengan Kakak, Entah kenapa tubuhku jadi panas, Aku jadi ingin berciuman dengan Kakak.
"Onii-chan Apa kau ingin membuat kontrak denganku? Kita akan saling terhubung!"
Pangeran Leon langsung menjawab tanpa ragu.
"Baiklah Avrora chan Aku mau!"
"Kalau begitu hisaplah darahku Onii-chan!" Aku menyingkab rambutku dan memperlihatkan leherku.
Pangeran leon terus memandangi leher Avrora.
"Leher Avrora begitu putih dan mulus, baunya juga sangat harum,"
Pangeran Leon langsung bangun dan mencium leher Avrora dia megecupnya sebelum mengigitnya.
"Kyaaaaa, Apa yang kamu lakukan Onii-chan cepat hisaplah darahku,"
"Baiklah Avrora chan!"
"Haaa," Pangeran Leon langsung mengigitnya.
"Kyaaaaa,"
"Ini sangat geli,"
Setelah mengigitku, Kakaku langsung menyetuh pipi dan telingaku.
"Apa sakit Avrora chan?"
Aku langsung menjawab dengan malu.
"Tidak, Aku hanya merasa geli saja, nee Onii-chan berbaringlah dan pejamkan matamu, kita akan melakukan kontrak,"
__ADS_1
"Baiklah Avrora chan!"
Pangeran Leon langsung berbaring dan memejamkan matanya.
Aku memandangi kakak yang berbaring dia memejamkan matanya, jantungku jadi berdebar-debar, Aku pun bertanya-tanya.
"Kenapa Aku menyuruh kakak untuk melakukan kontrak denganku, Apa ini cuma Alasanku saja untuk bisa berciuman dengan Kakak? Aku juga tidak tau."
Aku langsung mendekatkan wajahku dan menciumya.
"Emmmphh,"
"Onii-chan ini begitu hangat, kenapa Aku menginginkan ini,"
Pangeran Leon sangat terkejut tiba-tiba Avrora menciumnya.
"Apa ini, kenapa Avrora menciumku,"
Pangeran Leon langsung membuka mataya.
Melihat kakak yang membuka mata, Aku terkejut dan malu, Aku ingin melepaskan ciumanku segera karena malu, tapi kakak langsung mendorong kepalaku, Kakak tidak mau melepaskan ciumanku.
Aku mendengar nafas kakak yang terengah engah-engah, wajah kakak juga memerah.
"Avrora chan, Avrora chan,"
"Ehmphh,"
Kakak langsung menghisap lidahku dengan kuat.
"Lidah Avrora begitu hangat, bibirnya juga begitu lembut, padahal dia Adiku, Aku tidak bisa menahan hasratku,"
Kakak tiba-tiba membaringkan tubuhku, Aku berada dibawah kakak, dia tidak melepaskan ciumanya, Aku merasakan lidah kakak yang bergoyang-goyang didalam mulutku.
Setelah lama memainkah lidahnya didalam mulutku, kakak melepaskan ciumanya dia terus memandangi wajahku yang memerah.
"Onii-chan," Aku memalingkan wajahku kesamping.
Kakak terus melihatku dengan wajah yang memerah.
"Avrora chan, kamu sangat imut, maaf kakak tidak bisa menahanya lagi,"
Kakaku langsung mencium leher dan telingaku.
"Kyaaaa," Aku merasa sangat geli.
"Gawat kalau terus begini, ini Akan berbahaya,"
Aku langsung bangun.
"Onii-chan maaf, kita sudah terlalu jauh, ini tidak boleh,"
Pangeran Leon pun bertanya-tanya.
"Kenapa Avrora? kamu yang memulainya kan, Apa kamu mencintaiku Avrora?"
Aku langsung melebarkan mataku, Aku terkejut kakak menayakan itu, Aku juga bingung dengan perasaanku, Aku langsung memalingkan wajahku, Aku tidak bisa menjawabnya.
"Kenapa diam Avrora! katakan? Apa kamu mencintaiku?"
Aku langsung menjawanya dengan malu.
"Jangan salah paham, Aku melakukan itu karena syarat kontrak darah!"
"Jadi begitu," Pangeran Leon langsung memasang wajah kecewa.
Kami berdua pun terdiam. Aku melirik kearah Kakak, dia terlihat sedih, apakah dia kecewa dengan jawabanku.
Aku langsung memeluk Kakak dari belakang.
"Maafkan Aku Onii-chan!"
Kakaku langsung memegang wajahku yang sedang memeluknya dari belakang
"Kakak tidak apa-apa kok, Avrora chan!"
"Nee Onii-chan, Aku akan memberikanmu sesuatu,"
"Apa itu Avrora?"
"Keluarlah Vanguard,"
Portal dimensi ruang dan waktu pun terbuka, Aku mengeluarkan pedang besar yang berwarna hitam.
"Apa ini Avrora?" Pangeran Leon pun terkejut.
"Ini adalah Vaguard, pedang besar yang bisa membelah gunung, kakak bisa memagilnya, gunakan saat bertarung, karena kita sudah melakukan kontrak, Aku menghadiahkan ini padamu,"
Pangeran leon pun tersenyum.
"Terimakasih Avrora chan,"
Aku senang melihat kakak kembali tersenyum.Sekarang kakak pun mempunyai Skil baru Splitter, skil yang dapat membelah apapun.
...TBC...
...Next Voume 2 Chapter 11...
Oh yaa! Satu lagi, Author bikin cerita baru lagi Genre gender bender, coba diintip kali aja kalian suka, kali ini Author membuat Fanfic.
Judul : Reicarnated In The World Genshin Impact Fanfic LN
Deskripsi cerita.
Ryuzaki Yohida Pria berumur 25th mantan pegawai kantoran, yang menjadi seorang NEET, mati karena terlalu lama bermain Game Online dan bereinkarnasi di dunia Genshin Impact menjadi seorang gadis imut bernama Lumine.
Apa yang akan terjadi pada Ryuzaki selanjutnya setelah menjadi Lumine?
Author :Zheferly
Genre : Romance, Action, Advature, Isekai, Fantasy, Comedy, Gender bender, Magic, Game, Fanfiction.
Akhir kata sampai jumpa bye. .bye. .^^
__ADS_1