Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 5


__ADS_3

Perang


Tiga hari sudah terlewati, Azazil sudah menjalankan tugas dengan baik, dia sudah menyiapkan para pasukan untuk berperang.


Hari ini Aku mengumpulkan semua bawahanku, Aku menyuruh mereka untuk membunuh siapa saja, Kecuali Pangeran Alden, Zen dan Putri Liza  karena mereka adalah temanku, mereka kemungkinan akan ikut berperang dalam perang ini.


Setelahh itu Aku langsung berpidato didepan semuanya, untuk menyemangati para pasukanku.


"Semuanya, Ayo kita tunjukan pada mereka kekuatan kita, kita harus menang, siapapun yang berani menyerang Negri ini pasti akan Aku binasakan,"


Semuanya pun berteriak.


"Hooooo!


"Hidup Avrora! sama!"


"Hidup Avrora sama!"


Aku langsung tersenyum pada mereka, Aku langsung berubah ke mode Dark.


Semuanya langsung terdiam melihat sosok Dark miliku.


Rose terdiam terpaku dia sangat terkejut.


"Sosok itu, Aku merasakan Aura yang sangat luar biasa, Anda benar-benar menakutkan Avrora sama,"


Aku langsung Menyuruh semua bawahanku untuk berangkat dengan membawa pasukanya masing-masing kesemua sisi, karena hari ini mereka akan menyerang.


Aku langsung beteriak.


"Semuanya Ayo berangkat!"


"Hoooo!!!" Mereka semua bersorok sembari mengangkat senjata mereka, dan akhirnya mereka pun berangkat.


Cleve pergi bersama Valac mereka langsung pergi kesisi timur sesuai perintah Avrora.


Mereka langsung disambut Pangeran Brave dan pasukanya.


Cleve langsung berbicara dengan Valac.


"Valac, Aku akan urus Orang yang berambut merah itu, dia adalah Kakaku, kau bisa Urus para kastria itu!"


Valac pun tersenyum.


"Xixixi baiklah,"


Valac langsung memangil Dragon dia langsung terbang dengan menaiki Dragon itu.


"Swosh,"


Semua prajurit langsung berperang, Cleve langsung melompat kedepan Brave.


"Lama tidak bertemu Nii-san,"


Brave pun tertawa.


"Hahaha, kebetulan sekali, Aku sedang mencari-carimu Cleve, Aku pasti akan menghabisimu dasar penghianat.


Brave langsung menyerang Cleve dengan pedang besarnya."


"Slash,"


"Teng,"


Cleve langsung menahanya dengan pedangnya dan langsung melompat kebelakang dia langsung menembakan Gun flame kearah Brave.


"Bamm," terjadi ledakan.


Brave menahan sihir Api Cleve dengan pedang besarnya, dengan cepat dia pun kembali menyerang.


"Swosh,"


Cleve langsung melompat menghindar, pedang Brave langsung mengenai tanah, tanah pun terbelah dua.


"Cih, kau cepat juga Cleve!"


Cleve tersenyum.


"Aku tidak seperti yang dulu, Aku pasti akan mengalahkanmu Nii-san!"


Brave langsung memasang wajah serius.


"Baiklah, kali ini Aku akan serius, Aku pasti akan membunuhmu.


Mereka berdua pun kembali beradu pedang.


Brave meningkatkan kecepatan dan gerakanya, Cleve pun terpojok, dia benar-benar tidak bisa mengimbangi kecepatan Brave,  kecepatan gerakan Brave sangat luar biasa.


"Uakhhhh," Cleve terkena beberapa sayatan, Brave langsung menendangnya.


"Plakkk,"


Cleve pun tersungkur dan  kembali bangkit sembari menancapkan pedangnya ketanah dia mencoba berdiri kembali.

__ADS_1


Dengan penuh luka ditubuhnya, Cleve memandang Brave dan tersenyum, luka-lukanya terlihat berlahan sembuh dengan sendirinya, karena Cleve sekarang mempunyai Skil regenerasi.


Brave pun terkejut.


"Kamu! Kenapa lukamu sembuh dengan sendirinya, mungkinkah itu Regenerasi? Kenapa kamu mempunyai kekuatan seperti itu?"


Cleve pun tertawa.


"Hahah,hahaha, sudah Aku bilang kan, Aku sudah bukan yang dulu lagi,"


Luka-luka Cleve terlihat sudah sembuh seutuhnya.


Beave pun sangat kesal.


"Dasar monster kau sudah bukan manusia!"


Cleve tersenyum.


"Benar Aku sudah bukan manusia, Aku adalah Blood servant Vampir, Aku sudah tidak perduli lagi, Aku ini manusia atau Vampir, yang ku butuhkan adalah kekuatan, untuk biasa selalu ada di sisi Avrora sama, dan selalu melayaninya,"


Cleve langsung memasang wajah serius.


"Baikalah Nisan, sekarang Aku akan mulai serius, keluarlah Cleaver of Shamash,"


Portal dimensi terbuka mengeluarkan pedang berwarba merah,bercampur hitam dan kuning.


Brave terkejut dia langsung berkeringat.


"Apa lagi itu? kenapa kau bisa memagil pedang seperti itu?"


Cleve menyeringai.


"Ini adalah pedang pemberian dari Masterku Avrora sama, Aku akan membunuhmu dengan pedang ini Nii-san,"


Brave langsung memasang kuda-kuda.


"Majulah Cleve!"


Cleve pun langsung mengeluarkan jurusnya.


"Baiklah terimalah ini Nii-san Infinite Slashes Stream,"


Gerakan Cleve pun jadi sangat cepat, Brave langsung menahan serangan Cleve dengan pedangnya, Cleve terus memberikan tekanan dan serangan Pedang besar milik Brave Akhirnya patah.


"Prakkk," Brave sangat terkejut.


"Apa! Ini tidak mungkin,"


Cleve langsung menebasnya dengan kedua pedangnyanya membentuk X.


"Slahhh,"


"Akkhhhhh," Brave kesakitan terkena tebasan.


"Ini tidak mungkin," Brave pun mati.


Cleve cuma tersenyum jahat melihat Kakanya mati.


Scen pun bergati.


Pangeran Leon, Beatric dan Rose mereka bertemu dengan Pasukan yang dipimpin oleh pangeran Chaiden, Pangeran Alden juga ikut bersamanya.


Alden sangat terkejut melihat Leon yang bersama para Iblis.


Alden langsung berteriak.


"Leon, kenapa kau, bergabung dengan Iblis, seharusnya kau membawa Avrora kembali,"


Mendengar teriakan Alden, Leon langsung melompat kedepan Alden.


"Kau tidak akan mengerti Alden, lebih baik hentikan saja, dan mudur, Avrora menyuruh untuk tidak membunuhmu, Liza dan Zen, dia masih menggap kalian sahabatnya, tapi tidak untuk yang lainya, siapapun yang menyerang kerajaan iblis, pasti akan dibinasakan olehnya,"


Pangeran Alden terlihat tidak bisa menerimanya.


"Kalau memang Avrora menggap kami teman, kenapa dia tidak pulang dan malah ikut bersama Iblis?"


Pangeran Leon mengeleng-gelengan kepalanya.


"Dasar bodoh! Kau memang tidak paham, memang siapa yang membuat Avrora pergi, mereka kan, kalian semua tidak memberikan tempat untuknya, Apa kau lupa, gara-gara mereka semua, Avrora ditangkap dan akan dibunuh, harusnya kau sadar Alden!"


Pangeran Alden pun terdiam.


Pangeran Leon kembali berceramah.


"Coba kau pikir, kenapa Avrora memilih bersama Iblias pasti dia punya alasan tersendiri, Aku juga teryata salah menilai mereka selama ini, setelah melihatnya sendiri dengan mata kepaku, mereka itu hidup layaknya manusia bahkan sangat terbelakang, yang jadi pertanyaan kenapa para manusia memusuhinya, apa mereka pernah menyerang manusia, manusia hanya haus akan kekuasaan, mereka jadi menyerang seenaknya sendiri para mosnter dan iblis juga punya hak untuk hidup,"


Pangeran Alden pun berfikir.


"Apakah yang dikatakan Leon itu benar, Avrora apa yang sebenarnya kamu pikirkan?"


Melihat Alden yang terdiam Pangeran Chaiden pun marah.


"Kenapa kau diam Adiku cepat habisi dia bodoh,"

__ADS_1


Setelah mendengar perintah kakaknya pangeran Alden pun langsung memasang wajah serius dan membuka pedangnya.


"Pemikiranku masih tetap sama, sebelum aku bertemu dengan Avrora, Aku pasti akan tetap membawa Avrora kembali,"


Pangeran Leon terlihat kesal ia juga langsung membuka pedang besar mikiknya.


"Dasar keras kepala,"


Mereka akhirnya saling beradu pedang.


Semua pasukan pun ikut menyerang, mereka semua langsung berperang.


Rose langsung berbicara dengan Beatric.


"Aku akan menghadapi pemimpinya, kau hadapi saja para kasatria-kasatria itu Beatric,"


"Baiklah," Beatric langsung membuka jubahbya dan mulai menyerang.


"Aku akan mnghabisi kalian semua," teriak beatric.


Rose langsung menyerang pangeran Chaiden.


"Swoshh,"


"Teng," pangeran Chaiden menahanya.


Rose langsung melompat kebelakang.


"Keluarlah Roh Knight,"


Rose memagil Roh Knight, Sosok  makhluk terbang berzirah Besi, bersenjata sabit, terlihat seperti Golem muncul dibelakang Rose.


"Saa majulah dan habisi dia Rohku,"


Pangeran Chaiden pun terkejut.


"Apa itu? Apa makluk itu adalah Roh suci, kenapa dia bisa memanggilnya?"


Roh Knight langsung menyerang  pangeran Chaiden dengan cepat.


"Swoshhh,"


Scen pun berganti


Azazil, Gamon dan Cain mereka bertemu dengan Pangeran Grissham dan pasukanya, Zen juga ikut bersamanya.


Para pasukan langsung mulai berperang.


Azazil langsung berbicara.


"Sesuai perintah Avrora sama, kita tidak boleh membunuh anak berambut hitam itu, yang lain langsung habisi saja,"


"Baiklah Aku mengerti, Aku akan Bermain-main dengan bocah itu," jelas Gamon.


Cain pun tersenyum.


"Kalau begitu Aku akan menghadapi para Kasatria saja,"


"Hahaha,hahaha," Azazil pun tertawa.


"Kalau begitu biar Aku urus pemimpinya."


Azazil langsung mengeluarkan Empat senjata yang ia kendalikan yang berfungsi untuk menembakan Listrik.


"Saaa, Aku akan menghabisi kalian."


Pangeran Grissham pun terjejut.


"Dia? Bukanya jendral Iblis Azazil kaki tangan Raja iblis terdahulu, kenapa dia masih hidup?"


Gamon langsung menyerang Zen, Pangeran Grissham pun berteriak.


"Zen! Awas!


Zen langsung menahanya dengan pedangnya.


"Berhati-hatilah Zen! mereka semua berbahaya," tegas Grissham.


"Swoshhh,"


"Bammm,"


Tembakan petir pun langsung diluncurkan Azazil.


Grissham langsung melompat menghidar bersama Zen, kepulan asap hitam pun melabung tinggi di angkasa.


Scen pun bergati.


Aku masih duduk santai ditahta sembari megawasi pergerakan musuh dan para pasukanku yang sedang berperang, karena Aku bisa melihat mereka semua dengan mataku.


"Xixixi, mereka semua terlihat sangat menikmatinya, Aku juga sudah bosan menunggu, sebaiknya Aku juga harus mulai bergerak,"


"Heee saatnya pembantaian xixixi,"

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2