
Prolog
"Ya hallo! Apa kalian merindukanku, Hari ini Aku sedang berada di padang rumput yang luas, Aku tidak sengaja menemukan tempat ini saat ber jalan-jalan, disini pemandanganya sangat bagus loh.
Sejauh mata memandang, Aku hanya melihat hamparan padang rumput yang besar, ditemani dengan hembusan Angin yang sejuk, Aku berbaring diatas rumput yang bergoyang sembari memandang langit yang biru.
"...Emmm Segarnya,"
Angin disni sangat sejuk, Aku tidak menyangka di Kerajaan Iblis ada tempat senyaman ini.
Tak terasa sudah 16th Aku hidup di dunia ini. Namaku Avrora, dulu Aku adalah cowok tampan yang poluler disekolah, Aku juga pintar dalam pelajaran, Aku tidak menyagka aku mati dan bereinkarnasi menjadi gadis vampir yang imut, merepotkan.
Banyak hal yang terjadi, awalnya memang sulit bagiku, tapi sekarang Aku sudah terbiasa dengan kehidupanku yang sekarang, Aku juga senang dengan kehidupanku saat ini.
Sejak Aku datang di Kerajaan Iblis, Aku terus memperhatikan cara hidup mereka, setelah Aku mengenal mereka, teryata padanganku tentang mereka selama ini salah, yang dulu aku pikir mereka jahat tapi teryata mereka sama saja dengan manusia pada umumnya, Aku tidak tau kenapa manusia selalu memusuhinya, mungkin pandangan mereka juga salah, karena mungkin mereka hanya melihat dari fisiknya saja, manusia tidak pernah mencoba untuk berkomunikasi denganya, Apa mungkin manusia tidak ingin hidup dengan mereka dan ingin menguasai wilayah ini, Aku juga tidak tau pasti.
Baiklah! Aku tidak boleh terus-terusan bermalas-malasan seperti ini, banyak hal yang ingin aku lakukan, sudah dua hari Aku tinggal di kerajaan Iblis, Aku juga sudah berkeliling kesemua tempat, setelah melihat tempat ini, Aku ingin menata ulang kembali Negri ini, Aku harus mencari orang yang bisa diadalkan untuk membatuku, dia harus orang yang Ahli dalam bidang Infrastruktur, Mungkin Aku harus menemui Ayahandaku untuk meminta bantuannya.
Aku harus bisa bersekutu dengan kerajaanku sendiri, sebenarnya Aku malas menemui ayahandaku, kenapa aku malas, karena Aku masih membencinya, merepotkan.
Aku juga harus mengajari mereka cara bercocok tanam, Kalau soal mengajari mereka cara bercocok tanam biar aku serahkan pada Ayah angkatku, dulu Aku sering melihat Ayahku membantu para petani didesaku, karena didesaku dulu mayoritas penduduknya adalah petani, mungkin Ayahku bisa diandalkan.
"Balik dulu dehh,"
"Tunggu, tunggu, tunggu! Aku merasakan ada seseorang yang sedang mengawasiku di balik pohon itu! Siapa?"
"Hoe! Kau yang dibalik pohon tunjuklanlah dirimu!"
__ADS_1
Sosok perempuan berambut coklat pendek, bermata merah memiliki tai lalat dibawah mata, memakai baju maid, dengan membawa sabit besar dia keluar dari persembunyianya.
"Siapa kau? Kenapa kau bersembunyi di balik pohon?"
Perempuan itu tersenyum.
"Maaf kalau saya mengganggu Anda, namaku adalah Rose, Aku dari Ras vampir sama seperti Anda, saya mendengar Anda penguasa baru dikerajan ini? tapi maaf, saya tidak akan mengakui Anda sebagai raja baru, saya harus memastikanya sendri sehabat apakah Anda,"
"Swoosh,"
Rose langsung menyerangku dengan cepat, aku langsung menghindarinya
"Kau lumayan juga Rose!"
Rose sangat kesal, "Cih, paling itu hanya kebetulan,"
Aku langsung berubah kemode Demon vampir.
Rose langsung terdiam setelah melihat wujud Avrora.
"Wujud dan sejata itu, tidak salah lagi, dia adalah leluhur,"
Rose langsung membungkukan badanya.
"Maafkan ketidak sopanan saya leluhur, tidak salah lagi, Anda adalah leluhur bangksa kami,"
"Are?" Aku bingung apa yang dikatatan Rose, "Apa maksudmu Aku adalah leluhur Rose?"
Rose langsung menjelaskanya.
__ADS_1
"Leluhur adalah vampir legendaris berdarah murni, dia adalah nenek monyang kaum vampir,"
"Ehhhh, apa mungkin karena aku berevolusi, dia sampai mengiraku Aku adalah leluhur, merepotkan,"
Aku pun langsung tersenyum kaku, "Ahaha, jadi begitu ya!"
Tiba-tiba Rose langsung berkata dengan serius.
"Leluhur izinkan saya untuk melayani Anda?"
"Ehhhhhhh!" Aku terkejut, "Apa kamu yakin Rose, aku tidak bisa mengajimu loh?"
"Anda tidak perlu menghawatirkan hal itu, karena dengan berada disisi Anda, itu sudah cukup bagiku, kumohon!"
"Aku merasa tidak enak tapi? kalau dia memaksa apa boleh buat."
"Baiklah, akan Aku izinkan kau ikut bersamaku Rose!"
Rose merasa sangat senang, dia langsung tersenyum lebar.
"Terimakasih banyak Leluhur, Aku akan melayani Anda dengan sepenuh hatiku,"
Aku langsung membalas senyumanya.
"Tidak perlu memanggilku Leluhur, panggil saja Aku Avrora! Baiklah, sekarang ayo ikutlah denganku Rose!"
"Hai, Avrora sama!" Rose langsung tersenyum manis padaku.
Aku pun kembali kekerajaan dengam membawa Rose, dan mengenalkannya kepada semua bawahanku, dan mulai sekarang Rose resmi bergabung dengan kami.
__ADS_1