Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 5 Chapter 1


__ADS_3


...Tiba di Fontaine...


...---------------------------------------------------------------------------------...


Sekarang Aku sedang menaiki Kereta Langit menuju Fontaine, sebelum berangkat Rafael memberikan Baju Abu-Abu berpita Kupu-Kupu dia bilang ini adalah baju pemberian Zhepyres untuk aku gunakan saat pergi kesana.


Kereta ini terlihat seperti kereta Api biasa tapi terbang melintasi ruang dan waktu untuk menuju ke alam Dewa.


Dalam perjalanan aku melihat Rafael yang terus berdiri di samping kursi sembari melihat ke arah jendela.


Sepertinya ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.



Dia adalah utusan Zhepypires yang akan melayaniku sekaligus memanduku? dia cukup muda juga.


"Rafael-san apa kau tidak cape berdiri? duduklah disini bersamaku."


Aku menawari Rafael untuk duduk di kursi yang berhadapan dengan kursiku.


"Tidak Avrora-sama, saya tidak pantas untuk duduk di samping anda."


"Cobalah untuk tidak terlalu serius Rafael-san, kau memang di tugaskan untuk melayaniku tapi kau juga harus lebih santai sedikit."


"Tapi Avrora-sama."


"Jangan kaku begitu cepat duduklah."


"B-Baiklah, kalau anda memaksa, saya akan duduk." tegas Rafael, ia pun segera duduk di kursi.


Aku menyandarkan tangan pada mulut sembari bertanya.



"Jadi berapa lama lagi kita akan sampai?"


"Mungkin sekitar 1 jam lagi Avrora-sama."


"Eh, masih lama juga, kalau begitu aku ingin tidur dulu, bangunkan aku jika sampai ya Rafael-san?"


"Baiklah Avrora-sama."


Aku pun memejamkan mataku.


Saat Avrora tertidur Rafael terus memandanginya dengan wajah memerah.


"Avrora-sama teryata sangat ramah, dia juga sangat imut." pikir Rafael.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya kereta pun sampai di Fontaine.


"Avrora-sama, kita sudah sampai loh! sebentar lagi kita akan turun."


Aku mendengar Rafael memanggil-manggilku.


Aku mengucek mataku dan menjawab dengan mata setengah tertutup.


"Ah sudah sampai ya?"


Saat Aku membuka mata, aku langsung di suguhkan dengan pemandangan Kota yang sangat indah.



Jadi ini Fontaine? ini benar-benar Dunia yang hebat, Dunia ini memiliki teknologi yang lebih maju dari Bumi, walau terlihat Modern tapi Fatasinya masih sangat berasa.


Kereta pun berhenti di Stasiun Largad.


Stasiun Largad adalah Stasiun yang di gunakan para Dewa untuk perjalanan ke berbagai Universe dan hanya di gunakan oleh Dewa-Dewa yang mempunyai kedudukan tinggi yang sudah di beri tugas untuk mengatur Dunia.


Aku pun segera turun dari kereta.

__ADS_1


"Setelah ini kita akan naik kendaraan yang disana untuk menuju Kerajaan Asgard."


Tegas Rafael sembari menunjukan sebuah Mobil tanpa Roda yang di kendarai oleh seorang sopir yang sudah menunggu kedatangan kami.


"Bukanya lebih cepat kalau kita terbang saja?"


"Di Dunia ini ada larangan terbang tanpa ijin, hanya para Dewa yang mempunyai kedudukan tinggi yang di perbolehkan, kita bisa di tangkap kalau terbang sembarangan Avrora-sama." jelas Rafael.


Eh Dasar merepotkan.


"Jadi begitu ya?"


"Itu benar Avrora-sama, kalau begitu Ayo kita berangkat."


"Baiklah."


Saat di dalam Mobil Aku melihat penduduk di sini pakaianya juga sangat mirip dengan Bumi, aku merasa seperti kembali hidup di Bumi yang maju.


Setelah 10 menit perjalanan Akhirnya sampai di pintu gerbang Kerajaan Asgard.


Para penjaga terlihat membukakan pintu gerbang.


Walau Dunia ini sudah modern tapi Para penjaga masih menggunakan Zirah Perak.


Setelah melewati pintu gerbang, mobil kembali jalan untuk menuju Istana.


Kerajaan ini benar-benar megah, bangunanya tunggi-tinggi dan serba Putih.


Setelah Beberapa menit kami pun sampai di Istana.


Rafael pun segera turun dan membukakan pintu mobil untuku.


Aku pun segera turun dari mobil.


"Avrora-sama, mari lewat sini." tegas rafael


"Baiklah."


Saat aku sampai di dalam Istana aku melihat Zhepyres sedang duduk di singgasananya bersama seorang perempuan cantik berambut perak panjang, kemungkinan dia adalah Ratu Kerajaan Asgard.


Aku pun segera memberikan salam dan hormat pada mereka.


"Zhepyres-sama, sesuai perintahmu aku telah datang."


"Avrora-chan, akhirnya kau datang juga, jangan memanggilku begitu, panggil saja Aku Ayah kau kan sekarang anaku."


Dasar sudah seenaknya saja memutuskan, aku merasa seperti kucing liar yang di pungut begitu saja.


"Ah baiklah Ayah."


Sang Ratu tiba-tiba berjalan ke arahku dan langsung mencubit pipiku.


"Itaaaaa!"


"Apakah kamu benar-benar Avrora? Kau sangat mirip sekali dengan ceres saat remaja." ungkap Ratu.


Aku pun cuma bisa pasrah melihat Ratu mempermainkan wajahku.


"Bisakah Anda berhenti mempermainkan wajahku Yang Mulia?"


"Ah maaf-maaf Avrora-chan, habisnya kau sangat imut, aku sekarang juga adalah Ibumu loh, sekarang aku ingin mendengar kau memanggilku Ibu." tegas Ratu.


"Baiklah Ibunda?"


Aku menjawab dengan nada datar.


"Imutnya...."


Setelah berbicara Ratu pun memeluku.


Ini pasti akan sangat merepotkan.

__ADS_1


"Kau pasti lelah kan Avrora, Ibu sudah menyiapkan kamar yang bagus untukmu, lebih baik kau sekarang istirahat, nanti malam akan ada pesta penyambutan untukmu." tegas Ratu.


"Baiklah kalau begitu."


"Pelayan cepat antarkan Avrora ke kamarnya dan layanilah dia."


Ratu memerintahkan Para Maid untuk mengatarkanku.


"Tunggu dulu Ibunda, bisa perintahkan Rafael saja untuk mengantarku."


"Eh kenapa?" tanya Ratu heran.


"Bukan apa-apa sih."


Aku tidak mungkin bilang pada Ratu kalau aku mempunyai trauma pada Maid, mereka itu menakutkan.


"Baiklah kalau begitu, Rafael tolong antarkan putriku ke kamar ya?"


"Baiklah Yang Mulia." jawab Rafael.


Rafael pun segera mengantarkan aku ke kamarnya.


Saat mengantarkan aku ke kamar Rafael bertanya.


"Avrora-sama, kenapa kau tidak mau di antarkan para maid itu?"


"Ah sebenarnya? tolong jangan tertawa setelah aku menceritakanya padamu."


"Baiklah saya tidak akan tertawa." jawab Rafael.


"Sebenarnya aku Phobia pada para Maid, saat mereka memandikanku mereka selalu mempermainkan tubuhku, mereka itu mengerikan."


Setelah mendengar cerita Avrora Rafael pun membayangkan Avrora yang sedang dimandikan dan di permainkan tubuhnya oleh para Maid dengan wajah memerah.


"Eh kenapa wajahmu memerah Rafael-san?"



"B-Bukan apa-apa kok!"


"Hmmm dasar mencurigakan."


Setelah itu akhirnya aku sampai di depan pintu kamar.


"Avrora-sama, ini adalah kamar anda."


"Ah terimakasih banyak Rafael-san."


"Kalau begitu saya permisi dulu, besok saya akan memandu anda untuk pergi ke Sekolah jadi sampai ketemu besok Avrora-sama."


"...umm sampai besok Rafael-san."


Rafael pun pergi.


Eh! Sekolah? kenapa harus Sekolah, waktu itu Zhepyres bilang aku harus belajar untuk menjadi Dewa, jadi ini maksud perkataanya.


Aku menghela nafas dalam. Ini pasti akan merepotkan.


Saat aku masuk ke dalam kamar, kamar ini benar-benar mewah seperti Hotel bintang 5 saja.


Kamar ini sangat luas lengkap dengan kamar mandi dan ruang untuk bersantai, saat aku melihat jendela aku bisa melihat pemandangan Kota dari atas, kira-kira kamar ku di lantai berapa ya?


Kalau begitu tidur dulu ah.


Aku pun langsung tengkurap di kasur.


Kasurnya benar-benar empuk parah, ini adalah kasur terempuk yang pernah aku tiduri aku beri nilai 9, jangan remehkan aku sang ahli kasur.


Kalau begitu selamat tidur...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2