
...Trauma Baru...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Setelah sampai di Istana Zhepyres bertanya kenapa aku sampai di antar petugas? aku pun menceritakan padanya tentang apa yang aku alami barusan.
"Kau ini, kenapa kau tidak meminnta Rafael untuk menemanimu?" tanya Zhepyres.
"Ah aku tidak kepikiran Ayahanda."
Michael yang dari tadi mendengarkan ia pun menyela pembicaraan.
"Avrora-chan, harusnya tadi kau tidak menolak tawaranku untuk menemanimu."
"Ahahaha...Maaf! aku hanya tidak ingin merepotkanmu Onii-sama."
"Tidak kok, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan lagi setelah pulang sekolah Avrora? aku akan mengantarkanmu berkeliling?" tawar Michael.
"Ide bagus tuh, lagian kalian berdua harus segera bisa mengakrabkan diri, karena kita adalah keluarga sekarang." sambung Zhepyres.
Bagaimana ini? Kalau aku menolaknya mereka pasti akan tahu kalau aku sengaja menghindar Apa boleh buat deh.
"Baiklah kalau begitu."
Aku pun terpaksa menyetujuinya.
Setelah itu aku aku mencoba minta ijin terbang pada Zhepyres.
"Itu Ayahanda, aku ingin minta satu permintaan?"
"Apa itu?" tanya Zhepyres
"Aku minta ijin terbang?"
"Tidak!"
Zhepyres menolak dengan tegas.
"Ehhhh kenapa? ini sangat merepotkan tau, kenapa kau membuat peraturan yang merepotkan begitu?"
"Kau tidak akan mengerti Avrora, kalau aku tidak membuat peraturan begitu dari mana aku mendapatkan uang untuk membangun Dunia dan Kerajaan ini?"
Jadi begitu ya Dewa juga butuh uang ya?
Aku menghela nafas panjang.
"Baiklah aku tidak akan protes lagi kalau sudah menyangkut soal uang."
"Tapi tenang saja Avrora, kalau kau berhasil lulus Sekolah dan menjadi Dewa yang sebenarnya kau bisa terbang bebas sesukamu."
Kalau itu aku tidak tanya?
"Ya...Ya...kalau begitu aku akan ke kamar dulu, sampai nanti Ayahanda, Onii-sama."
Aku pun berjala menuju kamar tanpa semangat.
Dasar menyebalkan, aku merindukan hidup yang bebas di Kerajaanku, ini gara-gara Ai-chan yang seenaknya menjadikan aku Dewa, kalau masih hidup di pasti sedang menertawaiku.
Aku pun masuk kamar dan segera tengkurap di kasur.
Tidur ah.
Saat aku terbangun tiba-tiba aku sudah memakai baju tidur.
Eh? Kenapa aku memakai baju tidur? Padahal tadi aku masih memakai seragam?
Bersamaan dengan itu ada seorang Maid yang masuk kamarku.
"Avrora-sama anda sudah bangun?"
"...umm apa kau yang mengganti pakaianku?" aku bertanya.
"Benar sekali, apa anda merasa terganggu? Padahal saya sudah sangat berhati-hati sekali agar Anda tidak bangun."
"Bukan begitu, aku cuma terkerjut saja tiba-tiba sudah ganti."
__ADS_1
Aku malah ngeri dengan kemampuanya saat mengganti pakaian, semoga dia tidak seperti Rose yang selalu melihat tubuhku dengan mesum.
"Avrora-sama sebentar lagi waktunya makan malam, sebaiknya anda segera mandi, atau mau saya mandikan?"
"Tidak! aku bisa mandi sendiri kok!"
Aku pun segera buru-buru ke kamar mandi.
Hampir saja, untung saja dia tidak ngotot mau memandikanku.
Bersamaan dengan itu tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.
Aku pun kaget.
"Waaaaa!"
Seorang Maid tiba-tiba masuk dengan memegang handuk.
"Avrora-sama, biarkan saya yang menggosok punggung Anda."
"Tidak, tidak, tidak, aku bisa sendiri."
"Anda tidak perlu sungkan Avrora-sama."
Maid itu pun mulai membuka pakaianya.
Maid itu bernama Lora, ia pun mulai mengikat rambut merah panjangnya dan berjalan mendekatiku, buah melonya terlihat sangat besar.
Apa-apaan dia itu, aku jadi merinding.
"Baiklah Avrora-sama, aku akan membasuh punggungmu.
"B-Baiklah!"
Saat dia menggosok punggungku, aku bisa merasakan dadanya menyentuh punggungku.
Kalau aku masih punya burung pasti burungku sudah berdiri.
Tiba-tiba dia mulai menggosok dadaku dari belakang sembari mempermainkanya, aku menahan geli dengan menutup mata yang satu.
"Tidak apa-apa Avrora-sama, saya akan memberikan layanan khusus untukmu." jelas Lora.
Apa maksudnya itu? aku sudah tidak tahan lagi dia sudah memegang daerah sensitifku.
"Kyaaaaa!"
Wajahku pun memerah, nafasku mulai terengah-engah, sial apa aku terangsang?
Dia mulai menyetuh selakanganku, aku pun semakin tidak tahan, dia malah semakin menikmatinya saat mempermainkanku dengan wajah Echhi.
"Kyaaaaa!"
Aku merasakan ada cairan hangat yang keluar dan aku jadi sangat lemas.
Nafasku pun masih terengah-engah, wajah lora terlihat sangat puas.
Sialan ini memalukan, aku langsung menutup mukaku dengan tanganku karena malu.
Setelah puas mempermainkanku, Lora pun berdiri.
"Baiklah saya sudah selesai menggosoknya, saya permisi dulu Avrora-sama."
Tegas Lora dengan wajah berbunga-bunga.
Setelah dia pergi aku langsung menenggelamkan diriku di bak mandi dengan pandangan kosong.
Aku ingin mati saja, siapapun bunuh aku cepat.
Hari ini Avrora pun mendapatkan trauma baru.
Setelah mandi aku keluar untuk makan malam.
Saat sedang makan malam Ratu bertanya padaku.
"Avrora-chan, bagaimana dengan Sekolahmu, apa kau sudah mendapatkan teman?"
__ADS_1
"Ah sudah kok!"
Ratu tiba-tiba memandangiku dengan wajah menakutkan.
"Siapa? Siapa? dia laki-laki atau perempuan?
Eh kenapa wajahnya jadi menakutkan begitu?
"P-Perempuan."
"Ah begitu ya, Ibu kira laki-laki."
Wajahnya pun kembali ceria seperti biasa.
Eh apa dia takut kalau aku punya teman laki-laki?
Keesokan harinya.
Hari ini aku sudah siap untuk pergi ke Sekolah.
Akan sangat merepotkan jika harus naik mobil lagi.
Sekarang aku sudah tau titik kordinat Sekolah dan Istana ini.
Setelah selesai sarapan aku pun segera keluar untuk berangkat Sekolah bersama Michael.
"Onii-sama, bagaimana kalau kita berangkatnya dengan teleport saja."
"Itu tidak mungkin Avrora-chan, di Dunia ini Sihir seperti itu tidak bisa di gunakan, kau hanya bisa menggunakan sihir itu di luar Dunia ini.
"Eh! Benarkah, kau pasti sedang membohongiku kan Onii-sama?"
"Tidak kok! Kalau begitu coba saja Avrora-chan?"
Aku pun segera membuka Portal dan mencobanya.
Saat aku masuk ke dalam, aku tidak berpindah dan malah tembus.
Eh ini bohongkan? Portal tidak bisa di gunakan di Dunia ini? Sial bakal susah nih.
"Benarkan aku tidak bohong?" ungkap Michael
Aku menghela nafas dalam.
"Kalau begitu ayo berangkat."
Aku dan Michael pun segera berangkat menaiki Mobil terbang.
Saat sampai di Sekolah aku segera berjalan menuju kelas.
Seperti biasa Rafael sudah berada di kelas dan aku pun menyapanya.
"Pagi Rafael-san, boleh aku duduk di disini lagi?"
"T-Tentu saja Avrora-sama."
Setelah duduk aku kembali di kerumuni para cowok, mereka banyak yang mengajaku berkencan tapi aku menolaknya.
Bersamaan dengan itu tiba-tiba dari belakang ada yang memegang dadaku lagi.
"Avrora, kali ini aku akan membalasmu, aku akan melakukan teknik yang sudah kau lakukan padaku kemarin."
Orang itu teryata adalah Frea, dasar Cewek ini?
"F-Frea! sudah cukup hentikan kyaaaa!"
Semua cowok kembali memandangiku dengan wajah Echhi.
"Bagaimana tekniku, kali ini aku akan membuatmu lemas Avrora." tegas Frea
Sial dasar cewek ini, dia hebat juga kalau terus begini aku pasti akan tumbang.
"Kyaaaaaaa!"
Dan pada akhirnya Avrora tumbang juga dan pertandingan kali ini ini dimenangkan oleh Frea
__ADS_1
Bersambung...