
Melampoi Sebuah System
Chapter Sebelumnya
"Kyaaaaaaa," Begitu gerbang terbuka Aku langsung terjatuh kedalam System.
Chapter Sekarang.
Aku melihat dua dinding bersebelahan yang bertektur kubus, Aku langsung terserap kedalam dan langsung disambut para penjaga system.
Makhluk aneh berwarna biru tua mirip seperti golem, tanganya berbentuk krucut, mereka muncul dalam jumlah banyak, mereka langsung menyerangku.
Aku mencoba mengeluarkan Patc to Acheron, tapi tidak bisa.
Aku tidak tau apa yang terjadi, tapi aku mempunyai kesimpulan kenapa Aku tidak bisa mengeluarkan senjataku, karena senjata adalah bentuk fisik, sedangkan Aku disini hanyalah jiwa, kalau begitu, Aku tidak bisa menggunakan kekuataknku disni.
"Sial,"
Aku terkena serangan para Penjaga system dan terlempar membentur dinding.
"Cih,"
Bagaimana caraku mengalahkan para penjaga itu, kalau Aku tidak bisa menggunakan kekuatanku disini.
Para penjaga System mereka semua langsung mengepungku, Aku mulai putus asa.
"Apa yang harus Aku lakukan,"
Mereka semua langsung menyerangku, Aku menutup mataku, Aku benar-benar terpojok.
"Sialan," Aku merasa tidak berdaya.
Tampaknya kekuatanku kembali menutup gerbang karena dia melihatku tidak berdaya, pada akhirnya dia membawaku kembali.
"Aku memang lemah,"
Aku mulai bangun dan menangis karena kegagalanku, tapi Aku belum menyerah, Aku memaksa kekuatanku untuk membuka gerbanngnya kembali.
Aku tau kalau Aku tidak berdaya, tapi bagaimana lagi, ibuku sedang dalam bahaya sekarang, Aku tidak bisa membiarkanya begitu saja.
"Cepat buka bodoh! kenapa kau membawaku kembali kesini!?"
"Hihi. .hihi. .apa kau bodoh! Aku sudah bilang jangan memaksakan diri, Aku sudah melihatmu, kamu tidak akan sanggup, sekeras apapun kau berusaha itu mustahil, kamu tidak akan sanggup untuk melawan system!"
Aku berteriak sembari menangis putus asa.
"Aku tidak perduli cepat buka kembali gerbangnya bodoh! Kalau tidak Ibuku akan mati, cepat buka!kumohon!!"
"Hihi. .hihi. .Sudah cukup hentikan Bodoh! Kalau Aku membiarkanmu kau pasti sudah mati!"
Aku tetap keras kepala supaya kekuatanku mau membuka gerbanya lagi.
"Aku tidak perduli dengan itu cepat buka bodoh!!
"Hihi. .hihi. .Dasar keras kepala,"
Kekuatanku langsung mengikatku dengan rantainya.
"Sudah Aku bilang itu mustahil, Aku tidak bisa membiarkanmu mati disana."
Aku menangis, Aku sangat putus asa.
"Kenapa? Kenapa kau menghentikanku? Dari pada diam membiarkan ibuku mati lebih baik Aku ikut mati, dasar sialan!!"
Aku mencoba memberontak, tiba-tiba Aku merasakan kekuatan yang mengalir dalam tubuhku, apakah ini keajaiban mungkin saja?
Aku memukul gerbangnya.
"Hancurlah!!!"
"Praakkk,"
Gerbang pun hancur Aku langsung jatuh kembali masuk kedalam system, entah kenapa aku merasa memiliki kekuatan.
"Hihi. .hihi. .bagus tujukanlah tekadmu,"
Para penjaga system kembali menyerangku
"Cih, mereka cepat sekali,"
Aku terkena serangan mereka, pergerakan mereka sangat cepat, mereka semuanya langsung mengeroyoku dan menjepitku.
"Sialan mereka sangat kuat dan ini terlalu banyak,"
Aku langsung berteriak memagil kekuatanku.
"Kekuatanku bantu Aku bodohh! apa kau cuma hanya bisa melihat saja!"
"Hihi. .hihi. .Dasar merepotkan saja, Baiklah apa boleh buat, Aku akan berubah menjadi senjatamu."
Kekauatanku meberikan kekutanya dia pun berubah menjadi senjata sabit merah, Aku langsung menebas semua penjaga itu.
"Matilahhhhhh!!"
Semua penjaga sytem pun hancur, Aku langsung pergi menghancurkan syarat itu, dan Aku pun kembali keduniaku.
[Syarat evolution terpenuhi, memulai evolution Demon Vampir]
[Kekuatan Vampir Akan Berevolusi Menjadi Petapa Agung Great Sage]
Kekuatan besar mulai mengalir ditubuhku.
"Aku akan segera menyelamatkanmu Bu! tunggulah sebentar lagi,"
[Evolution Demon Vampir Succesful]
[Mendapatkan Unik Skill Great Sage]
Cahaya putih menyelimutu tubuhku, Pakainku pun berubah menjadi gaun putih berenda.
"Apakah ini mode Demon Vampir, pakaian ini berbeda dengan Mode Arc Vampir? kalau tidak salah Domode Demon Vampir Aku bisa berubah ke mode Dark baiklah akan ku coba nanti,
"Hihi..hihi. .Aku juga telah bererolusi menjadi Petapa Agung, sekarang Aku adalah Asistenmu, Aku akan mempermudahmu dalam segala hal, contoh dalam menggunakan sihir, sekarang kamu hanya perlu memerintahku saja, Aku yang akan memikirkanya dan merangkai sihirnya, kamu tidak perlu repot-repot tinggal mengeluarkan perintah saja, Aku adalah otak keduamu, semua data tentang sihir yang kamu kuasai sudah tersimpan dimemoryku,"
"Huaaa Hebat!! Ini Akan praktis sekali yosh! saatnya beraksi,"
Aku langsung melepas ikatanku dengan mudah semua orang terlihat terkejut.
__ADS_1
Gail langsung terdiam terpaku melihat perubahan Avrora, dia sangat terkejut.
"Ini tidak mungkin Dia bisa melepaskan rantai suci dengan mudah,"
Aku Langsung mengeluarkan senjataku.
"Keluarlah Part to Acheron,"
Senjataku ikut berubah berwarna putih.
"Are! Apa senjataku juga ikut berevolusi, Ini bukan saatnya memikirkan itu, Aku harus cepat menolong ibuku,"
"Swosh,"
Para pahlwan dan pasukan sekutu langsung mengepungku.
"Cih,"
Aku ingin cepat menolong ibuku, tapi mereka menggangguku.
Aku melihat ibuku dia sedang dipangku oleh Ayahku, Alice pun terlihat menangis, Ibu sudah batuk-batuk darah dan mengeluarkan banyak darah, mungkin dia hampir mati.
"Sial, kalau Aku tidak cepat mengalahkan mereka ibuku akan mati,"
Tiba-tiba Jendral iblis Azazil muncul berserta bahanya dihahapan Avrora.
Mereka semua langsung membungkukan badanya.
"Tuanku, perkenalkan Aku adalah Azazil dan mereka semua adalah bawahanku, izinkan kami semua melayani anda tuanku, saya sudah menyipakan tempat untuk anda dikerajaan Valdead jadilah Bos kami tuanku, dan sekarang izinkan kami membantu anda untuk membereskan mereka tuanku!"
Aku pun terkejut.
"Ehhhh, Apa-apaan mereka ini, mereka siapa tiba-tiba muncul? Apa kau tau siapa mereka Petapa?"
"Hihi..hihi. mereka adalah para jendral iblis, mereka bisa berguna buat kita, terima saja mereka sebagai anak buahmu dan jadilan Raja dikerajaan Valdead, kerajaan para monster dan Iblis,"
"Jadi begitu, baiklah,"
Aku langsung berkata pada mereka.
"Baiklah, Aku akan menjadikan kalian bawahanku, cepat habisi mereka semua! Aku ingin melihat apakah kalian berguna untuku,"
Jendaral Azazil pun tersenyum.
"Baiklah, Saya akan melaksanakan tugas pertama dari anda Avrora sama,"
Jendral Azazil berserta bawanya langsung menyerang.
Para pahlawan sangat terkejut melihat kedatangan para jendral iblis.
"Dia bukanya jendral iblis Azazil berserta bahanya kenapa makluk berbahaya seperti mereka bisa datang kemari."
Aku langsung melompat ketempat ibuku, para penjaga langsung minggir ketakutan.
Aku langsung memeriksa detak jatung ibuku.
"Syukurlah ibu masih hidup,"
"Heal," Aku langsung menyembuhkan ibuku.
"Maafkan Aku Bu! Aku sudah melibatkanmu,"
"Terimakasih Avrora chan, jangan merasa bersalah begitu, Aku adalah orang tuamu, jadi Ibu sudah siap dengan resiko ini,"
Aku pun tersenyum.
"Aku senang kau menjadi Orang tua ku Bu!"
Ayahku juga langsung memeluku.
"Kau datang tepat waktu Avrora chan, kalau kau terlambat sedikit saja ibumu pasti akan mati, terimakasih Avrora chan,"
Alice juga Langsung memeluku.
"One-chan, Huaaaaa," Alice menagis sembari memeluku, "Aku takut One-chan,"
Aku langsung mengelus-elus rambut Alice.
"Tenang saja Alice chan, sekarang sudah tidak apa-apa, Kakak akan melindungimu,"
Mereka semua melepas pelukannya.
Bart memandangi Avrora yang terlihat berbeda.
"Avrora, penampilanmu terlihat berbeda, apa kamu sudah bertambah kuat lagi?"
Aku langsung menatap serius Ayahku.
"Benar, Aku sekarang sudah lebih kuat, lihatlah Ayah, Aku akan mengamuk sekarang, Aku tidak akan mengampuni orang yang telah menyakiti ibuku, Aku akan membunuhnya!"
Aku langsung meninggikan suaraku.
"Berubah ke Dark Mode,"
Aku langaung berubah menjadi mode Dark, Pakaianku berubah menjadi gaun yang berwarna hitam dan merah, rambutku ku yang sedikit biru menjadi memerah.
livy dan Bart sangat terkejut melihat wujud Dark Avrora.
Aku merasakan kekutan yang menggebu-nggebu.
"Apa ini kekuatan Demon Vampir?"
Senjataku juga berbuah menjadi dua buah cakar besar, ini hebat.
Pangeran Alden langsung terdiam terpaku.
"Apa-apaan wujud itu Avrora, kamu terlihat sangat menakutkan,"
Putri Liza terlihat bingung.
"Apakah kamu benar-benar Avrora, Wujud itu kenpa bukan seperti dirimu saja,"
Pangran Zen merasa sangat kagum.
"Avrora chan, Wujud itu sunguh luar biasa,kamu terlihat sadis tapi sangat menawan,"
Aku langsung mencari magus itu.
__ADS_1
"Baikah pertama akan Aku bunuh Magus itu, dimana dia?"
Aku langsung melihat disekelilingku.
"Ketemu!"
Aku lansung terbang menghapiri Magus itu.
"Swosh,"
"Saaa, Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bersama pria bertopeng itu, xixixi,"
Aku langsung dihadang pria bertopeng itu, Aku langsung menyerangnya dengan senjata cakar besarku dia pun langsung tewas seketika.
Aku langsung mendekati Magus itu, dia mengeluarkan sihir Api kearahku, Aku tetap berjalan walau aku terkena sihir api darinya itu tidak berpengaruh terhadapku sedikitpun.
Gail langsung ketakuta melihat Dark Avrora.
"Dasar monster,"
Aku langsung menusuk Magus itu dengan cakarku.
"Uahhhhhhkkk," Magus itu berteriak kesakitan, Aku langsung mengangkatnya ke atas.
"Ara-ara apa kemapuanmu cuma sebatas itu, Bagaimana rasanya apakah sakit xixixi, bagaimana kalau Aku keluarkan saja isi perutmu heee,"
"Akhhhhhhhhhh," Magus itu berteriak kesakitan, "Ampuni Aku Putri,"
"Tidak ada ampun untuk manusia sepertimu,"
Aku langsung meremukan kepalanya, darah menyemprot kemana-mana, Aku pun tertawa
"Hahahahah,"
Pangeran Alden, Zen dan Putri Liza yang melihat Avrora membunuh dengan sadis mereka nampak tidak percya, dia seperti buka Avrora yang mereka kenal.
Setelah mengetahui Kekacauan dikerajaan Valderland tentara sekutu yang sedang berperang dengan Kerajaan Neverland yang dipimpin oleh Pangeran Leon mereka semua mundur dan balik kekerajaan, untuk menangani kekacoan dikerajaan.
Setelah aku membunuh Magus itu dengan sadis, Aku melihat banyak Pahlwan dan tentara sekutu berdatangan mereka langsung megepungku.
"Hihi. .hihi. .Hati-hati mereka adalah para pahlwan dan pasukan Elit yang dulu mengalahkan raja iblis."
"Jadi begitu,kalu begitu, aku akan menyatakan perang pada mereka,lihatlahah kekuatanku,"
"Wahai makluk penghuni dunia bawah, Aku memanggilmu, layanilah tuanmu ini, Keluarlah Rhino Cinerius, Deat Grimfield,"
Aku memangil Familiyarku dari dunia bawah.
Dua makluk berkaki empat memliki tanduk lancip didepan dengan gigi-gigi tajam dan satu malhluk mempunyai dua sayap seperti kalalawar dengan membawa sabit dia mirip seperti dewa kematian, langsung muncul dibelakangku.
"Graaaaaa," mereka semuannya mengaung.
Jendral Iblis Azazil sangat kagum melihat Avrora yang memagil Familiyarnya.
"Tuanku Anda begitu mengagumkan, bahakan raja iblis sebelumya tidak ada yang sanggup memagil makluk dari dunia bawah seperti itu,"
Semau pahlwan langsung gemetaran, melihat makluk-mlakluk itu.
"Ini tidak mungkin,"
Aku bisa saja dengan mudah meratan Kerajaan ini sekarang, tapi Aku tidak bisa melibtkan rakyat yang tidak berdosa, Aku langsung berkata pada mereka.
"Jika kalian semua ingin melawanku, Aku akan menunggu kalian dimedan perang, Aku pasti akan menyabut kalian,"
Aku langsung mengajak semua bawanku pergi untuk meninggalkan tempat ini, Aku juga mengajak keluragaku ikut bersamaku ke Kerajaan Iblis.
Tiba-tiba Pangeran Alden berteriak.
"Avrora, kamu mau pergi kemana, kenapa kamu malah ingin pergi dengan para iblis itu?"
"Avrora, ada apa denganmu, kembalilah bersama kami," pekik Liza.
"Benar Avrora, ini semu sudah berahir, mereka tidak akan berani menagkapmu lagi, kembalilah!" tegas Zen.
Aku langsung tersenyum pada mereka.
"Tidak, Aku sudah tidak punya tempat disini, Aku harus pergi,"
Pangeran Leon pun datang bersama pasukanya, Pangeran Leon langsung terkejut setelah melihat wujud Dark Avrora sedang bersama para iblis.
"Avrora kamu!"
Pangeran Leon langsung berteriak.
"Avrora Apa kamu tidak akan pulang kekerajaan, Ibu sangat menghawatirkanmu?"
Aku langsung memasang wajah sedih.
"Maafkanku Onii-chan, Aku tidak bisa kembali kesana,"
Aku langsung tersenyum. "Tapi! aku pasti akan mengujungimu dan Ibu sesekali, Aku pergi dulu Onii-chan, jaga ibu baik-baik,"
Tiba-tiba Aku mendengar teriakan seorang pria.
"Avrora tolonglah Aku, Aku juga sudah tidak punya tempat disini, Aku akan ikut bersamamu, Aku juga akan melayanimu,"
Teryata dia Adalah pangeran Cleve dia terlihat dirantai, dia dihukum karena membebaskabku, Aku harus menolongnya.
"Kau yang disana siapa nanamu," Aku bertanya pada salah satu iblis.
"Perkenalkan Tuanku, Aku adalah Valac,"
"Baiklah Valac, bebaskan pria itu dan bawa dia kesini,"
"Baiklah, Tuanku,"
Valac langsung pergi membebaskan Pangeran Cleve, dan membawanya kehadapan Avrora.
Pangeran cleve langsung membungkukan badanya dihadapanku.
"Avrora sama, terimalah Aku menjadi bawahmu sekarang,"
"Angkatlah kepalamu Cleve, Aku menerimamu menjadi bawahanku, sekarang Ayo kita pergi,"
Aku langsung membuka portal.
Potrtal dimensi langsung terbuka Lebar, Aku, Cleve berserta Keluargaku dan para Jendral iblis langsung masuk kedalam portal untuk pergi kekekrajaan valdead.
__ADS_1
Bersambung. .