
...Pergi Ke Sekolah...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Sekarang aku sedang di rias para Maid karena malam ini akan di adakan Pesta penyambutan untuku.
Menakutkan, untung saja aku sudah mandi, semoga saja mereka tidak mempermainkanku kali ini.
Setelah 15 menit meriasku akhirnya mereka selesai juga.
"Bagaimana Avrora-sama, baju ini sangat cocok sekali untukmu." ungkap Maid itu.
Aku pun melihat diriku di dalam cermin.
Kawaii, teryata aku sangat menggemaskan.
"Ini sudah bagus kok, terimakasih banyak."
Aku mengucapkan terimakasih pada para Maid, mereka pun terlihat sangat senang.
Setelah itu aku pun keluar karena pesta akan segera di mulai.
Saat aku sampai di ruang Pesta, semua mata pun tertuju padaku.
Orang-orang pun mulai membicarakan Avrora.
"Apa dia Avrora anak angkat Zhepyres-sama, dia benar-benar cantik rambut peraknya mengingatkanku pada Ceres."
"Benar, wajahnya juga sangat mirip dengan Ceres."
Yang Mulia Ratu langsung memeluku saat melihatku.
"Avrora-chan, akhirnya kau datang juga, kau benar-benar imut."
"Ibunda, bisakah kau melepas pelukanmu, kita di lihatin banyak orang loh, apa Ibu tidak malu?"
"Ah benar juga ahaha."
Dasar wanita ini, apa sih yang dia pikirkan.
Di saat itu juga datang seorang laki-laki berambut Perak menghampiriku dan berbicara.
"Jadi kau yang namanya Avrora, kau cukup imut juga." kata laki-laki itu.
Eh? Siapa orang ini?
Dia kemudian melanjutkan.
"Aku adalah Michael, Putra ke dua Kerajaan Asgard, karena aku lebih tua darimu jadi aku sekarang adalah kakakmu?"
Eh Kakak? Apa dia adiknya Ceres? Jadi dia sekarang jadi saudaraku ya?
"Ah baiklah, senang bertemu denganmu, Onii-sama."
Aku pun tersenyum manis padanya.
"Imutnya, dia memang sangat mirip dengan mendiang kakak, tak kusangka aku akan mempunyai adik seimut ini?" pikir Michael.
Pesta pun di Mulai, Zhepyres mengumumkan kalau mulai sekarang Aku telah resmi menjadi anaknya pada semua Dewa.
Setelah itu banyak Dewa yang mengajaku untuk berdansa, ini sangat merepotkan, untung saja dulu aku pernah di ajari dansa, kalau aku tidak bisa aku pasti terlihat memalukan.
Setelah Pesta selesai aku pun segera pergi ke kamar untuk tidur karena capek.
Keesokan harinya.
"Avrora-sama, ini sudah pagi, waktunya anda pergi ke sekolah hari ini."
Aku mendengar suara seorang wanita memanggil-manggil namaku.
__ADS_1
Aku pun terbangun dengan mata yang masih setengah tertutup, teryata dia adalah Maid.
"Avrora-sama, kau harus mandi sekarang, apa perlu saya mandikan?"
Mendengar tawaran Maid itu bulu kuduku langsung berdiri.
"Tidak perlu, aku akan mandi sekarang."
Aku pun segera pergi ke kamar mandi sembari menghela nafas.
Untung saja aku bisa lolos dari Maid itu.
Setelah selesai mandi Maid itu memberikan seragam sekolah untuku.
"Avrora-sama, ini seragam sekolah untuk anda."
Aku pun sedikit terkejut setelah melihat seragam ini. kemaja Putih blazer Biru tua, Dasi yang berbetuk Pita dan rok kotak-kotak, seragam ini kenapa mirip dengan seragam yang ada di Bumi sih?
Maid itu pun segera memakaikan seragam Sekolahku. Setelah itu aku berkaca.
Teryata aku cukup kawaii juga.
Eh...dari kapan dadaku sudah sebesar ini?
Setelah itu aku pun segera keluar dari kamar dan teryata Rafael sudah menungguku di depan kamarku, dia juga terlihat memakai seragam sekolah yang sama denganku.
Eh? apa dia juga masih Sekolah?
Dia langsung berbicara padaku.
"Avrora-sama, kemarin saya sudah mendaftarkan anda ke Sekolah, Kelas anda adalah di Kelas 1A."
"Ah begitu ya, terimakasih banyak Rafeal-san, teryata kau juga bersekolah di sana juga ya?"
"Itu benar, Avrora-sama, jika kita bertemu di sekolah nanti, bisakah kau tidak berbicara denganku?"
"Itu karena saya merasa tidak pantas untuk berbicara dengan anda, kalau ada yang melihat anda sedang berbicara dengan anak pelayan sepertiku, pasti itu akan merusak reputasi anda, kalau begitu saya permisi dulu Avrora-sama."
Eh...padahal aku tidak peduli juga.
Setelah itu Para maid mengantarkan aku ke ruang makan untuk sarapan pagi, aku melihat Zhepyres, Michael dan Ratu sudah menungguku.
Aku pun segera menyapa mereka semuanya.
Melihat mereka aku pun jadi teringat Ayah, Ibu dan Adiku yang aku tinggalkan, apa mereka baik-baik saja?
"Avrora-chan, duduklah cepat,"
Ibunda menyuruhku duduk, aku pun segera duduk dan menyatap sepotong sanwitch.
"Avrora-chan, kau sangat imut memakai seragam sekolah itu, pasti para cowok akan langsung jatuh cinta saat melihatmu, kita akan satu Sekolah jadi aku tidak akan membiarakan para cowok mengganggumu."
Dasar apa-apaan orang ini sih?
"Terimaksih Onii-sama."
Aku berkata dengan nada datar sembari menatap Michael dengan tatapan kosong.
Setelah sarapan aku pun berangkat sekolah bersama Michael dengan di antar menggunakan Mobil terbang.
Saat di dalam Mobil Michael berbicara padaku sembari memegang tanganku.
"Avrora-chan, jika ada hal yang perlu kau tanyakan tentang Sekolah padaku, jangan sungkan ya?"
"Ah baikalah."
Orang ini ngapain pegang-pengan segala sih?
Setelah 10 menit perjalanan akhirnya sampai juga di Akademi Starlaxy.
__ADS_1
Akademi ini cukup besar dan sangat mewah, menurut informasi yang aku dapat, Akademi ini didirikan untuk mendidik para calon Dewa baru untuk belajar mengatur Dunia dan melawan Iblis Neraka Ragnarok.
Aku juga baru mendengar tentang Ragnarok apa dia benar-benar kuat? aku pun bertanya-tanya.
Aku pun turun dari Mobil bersama Michael.
Kami pun jadi pusat perhatian para murid lain, dan aku bisa mendengar mereka sedang membicarakanku.
"Lihat siapa cewek yang berjalan dengan Michael-sama, dia sangat cantik apa dia pacarnya?"
"LIhat rambut mereka warnanya sama, kemungkinan mereka adalah saudara."
Dasar mereka itu seenaknya saja menyimpulkan sesuatu, aku hanya kucing liar yang baru saja di pungut woy.
Mendengar mereka terus membicarakanku seperti itu aku merasa seperti waktu berada di Bumi dulu, dulu aku selalu di perhatikan karena aku anak yang tampan dan populer, dan sekarang aku malah di perhatikan karena kecantikan dan keimutanku, aku bingung harus bahagia atau malah sedih.
Saat aku sedang memikirkan itu Michael mengehentikan langkah kakinya dan berbicara padaku.
"Avrora-chan, kita akan berpisah di sini, Rafael sudah memberitahu di mana kelasmu kan?"
"...umm, dia sudah memberitahuku kok Onii-sama."
"Baiklah kalau begitu aku ke kelas dulu, sampai nanti Avrora-chan."
Michael pun pergi menuju kelas, sekarang aku harus mencari kelasku sendirian, dimana ya? masa aku harus memeriksa setiap kelas satu-satu sih?
Aku melihat sekelilingku dan melihat seorang anak laki-laki yang sedang bergurau dengan temanya yang tak jauh dari tempatku berdiri, aku pun menghampirinya dan bertanya.
"Permisi, bolehkah ku sedikit minta bantuanmu."
"B-baiklah, A-Apa yang bisa S-Saya bantu Hime-sama."
Eh? kenapa bicaranya gugup begitu?
Semua orang teryata sedang melihatku berbicara dengan Pria ini, para cowok seperti terlihat kesal karena aku berbicara dengan orang ini.
Aku menyeringai dalam hati. Aku tahu orang ini pasti mirip seperti karakter figuran yang bertemu dengan tuan Putri dan pasti teman-temanya bakal iri melihatnya, lebih baik aku kerjain ah.
"Bisakah kau mengantarkan aku ke kelas 1A, ku mohon."
Aku berbicara dengan nada imut.
'BBBBBB-Baiklah Hime-sama."
"Ayo!"
"H-Hime-sama. apa yang kau lakukan?"
Pria itu berkata sembari gemetaran karena aku sengaja menggandeng tanganya.
Aku bisa merasakan aura gelap para anak laki-laki yang melihat.
Aku tertawa jahat di dalam hati, Ini sempurna, setelah aku pergi pasti Orang ini bakal di pukuli oleh para anak laki-laki. apa bercanda ku terlalu kelewatan ya hihihi?
Eh? kenapa aku tertawa seperti ini, apa sifat Ai-chan sudah menular padaku?
Setelah itu aku pun samapi di depan kelas 1A.
"H-Hime-sama, ini adalah kelas 1A."
"Baiklah terimakasih banyak ya."
Aku mengucapkan terimakasih sembari tersenyum manis padanya.
"Sama-sama." kata Pria itu sembari berlari menahan malu.
Eh ada apa denganya padahal aku ingin melihat dia di pukuli?
Baiklah! di balik pintu ini adalah tempat yang akan aku ikuti mulai hari ini.
Trik nafas dalam-dalam, baiklah ayo kita masuk.
__ADS_1
Bersambung...