Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 13 - Side Story


__ADS_3

Side Story


Kerajaan Iblis Zeldead kediaman Ryuka.


Raja Iblis Ryuka sedang dududuk ditahtanya, dia sedang marah karena Viad telah lepas dari tanganya.


"Sialan, berani-beraninya dia mengambil bawahanku yang berharga, Aku akan membuat perhitungan denganya, lihat saja!"


Tiba-tiba datang wanita berambut merah panjang dia adalah Zera bawahan Ryuka.


Zera segera menghadap Ryuka.


"Ryuka sama, saya mempunya informasi yang sangat bagus,"


Ryuka langsung menurunkan kakinya.


"Apa itu cepat katakan?"


"Ryuka sama, Saya sudah mengetahui tetang Raja Iblis wilayah selatan, dia dari ras Vampir bernama Avrora, dalam perang melawan para pahlawan waktu itu, dia membiarkan tiga pahlawan hidup dan setelah saya menyelidikinya teryata mereka adalah temanya, sekarang mereka membencinya karena Avrora telah membunuh kakak mereka, bagaimana kalau kita manfaatkan mereka Ryuka sama?"


Ryuka menyeringai.


"Hmmm itu ide yang bagus, hahahaha, pemikiramu teryata cerdik juga, Baiklah Aku akan membuat rencana?"


.....


.....


Secen pun berganti.


Pangeran Alden terus berlatih untuk meningkakatakan kekuatanya, dia mendengar dari pendeta, kalau di dalam labirin lantai 100 terdapat pedang suci yang bisa membunuh Raja Iblis, Alden bertekad untuk mengambil pedang itu, tapi untuk bisa mecapai lantai 100 itu tidaklah mudah dan membutuhkan kekuatan yang besar, dia terus berlatih demi mendapatkan pedang itu untuk membalaskan dendam Kakaknya.


Zen juga sama, mereka berdua bertekad untuk bisa mengambil pedang itu dari dalam labirin.


Disisi lain Liza terlihat bingung, dia sangat terpukul Atas kematian Kakaknya, dia ingin melawan tapi yang membunuh Kakanya adalah Avrora, sahabat masa kecilnya dikehidupan yang sebelumnya. Liza juga sangat giat berlatih karena dia adalah penerus pahlawan selanjutnya.


Hari ini Alden dan Zen sedang menguji kemampuan mereka.


Mereka menjelajah labirin dan hanya bisa mencapai 10 lantai.


Alden berbicara sembari terengah-engah.


"Zen sepertinya hari ini kita sudaih saja dulu, lantai 10 saja sesulit ini, kita harus terus berlatih untuk bisa masuk kelabirin berikutnya,"


"Baiklah, Aku juga sudah capek," jawab Zen.


Saat mereka dalam perjalanan pulang, didepan labirin mereka dihadang oleh perempuan berambut merah yang menunggangi seekor Naga.


Alden langsung membuka pedangnya," Siapa kau,"


Zen langsung melirik kearah Alden.


"Dia terlihat kuat, kita harus berhati-hati,"


Alden menganggukan kepalanya, "Aku mengerti."


"Siapa kau, ada urusan apa dengan kami," Seru Alden.

__ADS_1


"Hahahaha,"


Wanita berambut merah itu tertawa.


"Saya adalah Zera, tenang saja Aku tidak bermaksud untuk menyerang kalian, Aku ingin menawarkan sesuatu untuk kalian,"


Aden menutup pedangnya dan langsung bertanya.


"Menawarkan sesuatu, apa itu?"


Zera menyeringai.


"Apa kalian membutuhkan kekutan, kalau kau mau ikut denganku, Ryuka sama Akan memberikan kekuatan untukmu,"


Alden menatap Zen.


"Zen apakah dia bisa dipercaya?"


"Sebaiknya kita jangan langsung percaya, dia bisa saja membohongi kita!" Ujar Zen.


Aden langsung meninggikan suaranya.


"Aku tidak mempercayaimu, lebih baik kau cepar pergi saja dari hadapanku,"


Zera sangat kesal.


"Cih dasar keras kepala, baiklah kalau begitu biar Aku katakan tujuanku yang sebenarnya, Aku ingin kau membatuku untuk membuat perhitungan dengan Raja Iblis Avrora, bukanya kau ingin membalas dendam?"


Alden terlihat berfikir dan kembali berbicara.


"Aku memang ingin membalas dendam padanya tapi apa kau bisa dipercaya?"


Zera segera pergi dengan Naganya.


Alden menengok kearah Zen.


"Bagaimana menurutmu Zen?"


Zen memegang dagunya.


"Dia memang mencurigakan, tapi mungkin kata-katanya tidak bohong, Dia juga bilang Ryuka sama, siapa Ryuka sebenarnya?"


"Aku juga belum pernah mendengarnya, jadi Zen apakah besok kita akan mecoba untuk pergi denganya, bagaimana kalau kita pergi untuk memastikanya,"


"Baiklah Alden, Ayo kita coba untuk mempercayainya, kita juga butuh kekuatan,"


Keesokan harinya.


Zera datang lagi kedepan labirin, Alden dan Zen sudah menunggunya.


Zera langsung menyeringai.


"Apakau kalian sedang menungguku? Hee jadi bagaimana? apa kau mau ikut denganku?"


Alden segera menjawabnya.


"Baiklah Aku akan ikut denganmu, tapi jangan coba-coba untuk membohongi kami,"

__ADS_1


"Apa kau masih ragu dasar keras kepala, tenang saja setelah sampai disana kau akan tau!"


"Baiklah Aku akan coba mempercayaimu," jawab Alden.


Akhirnya Aden dan Zen pergi bersama Zera ke arah Barat menunggangi Naga, mereka pun pergi kekerajaan Zeldead.


Sesampainya dikerajaan Zeldead mereka segera menghadap Ryuka.


Zen berbisik pada Alden.


"Kerajaan ini mirip seperti kerajaan Iblis, tidak salah lagi kita sekarang berada dikerajaan Iblis, tapi bukanya Kerajaan Ibis itu cuma ada satu?"


"Aku juga tidak tau, Aku belum pernah mendengarnya, napaknya banyak yang belum kita ketahui tetang dunia ini!" ungkap Alden.


Akhirnya mereka bertemu dengan Ryuka.


"Selamat datang dikerajaanku, Aku sudah menunggu kalian,"


Aden langsung bertanya.


"Apakah anda yang bernama Ryuka, apakah ini kerajaan Iblis?"


"Benar ini adalah kerajaan Iblis Zeldead,"


"Bukanya kerajaan Iblis cuma ada satu, apakah anda juga seorang Raja Iblis,"


Ryuka menyeringai.


"Itu benar! Aku adalah seorang Raja iblis penguasa wilayah Barat, apa kau tidak tau, dunia ini diterbagi menjadi empat wilayah, masing-masing mempunyai Raja Iblis dan banyak kerajaan, kau itu terlalu polos Anak muda!"


Setelah mendengar penjelasan Ryuka, Alden terkejut ia pun terdiam sembari berfikir.


"Ini tidak mungkin, walau kami para pahlwan bisa membunuh Raja iblis, masih ada Raja iblis yang lain, dan dunia ini tidak akan pernah damai, apa-apain ini kenapa Aku baru mengetahuinya selama ini, teryata dunia ini memang sangatlah luas dan sangat berbeda dengan Bumi, Apa Avrora sudah mengetahui ini, sebenarnya apa tujuan Avrora? tapi dia sudah membunuh Kakaku dengan sadis, cih Aku tidak akan pernah lupa,"


Zen juga kaget dan berfikiran sama dengan Alden.


Ryuka menatap mereka yang terdiam.


"Hoe ada apa dengan kalian, kenapa diam, bukankah kalian kemari ingin mendapatkan kekuatan dariku?"


Alden langsung berbicara dengan tegas.


"Baiklah tolong beri Aku kekuatan Anda Ryuka Sama,"


"Aku juga! beri Aku kekutan Anda Ryuka sama," pekik Zen.


"Heee," Ryuka tersenyum jahat, "kalian terlihat bersemangat sekali, baiklah Aku akan memberikan kalian kekutan, tapi untuk mengendalikan kekutan ini tidaklah mudah, tinggalah disini untuk berlatih selama satu tahun, bawahanku akan melatih kalian?"


Alden dan Zen langsung menjawab tanpa ragu.


"Baiklah Ryuka sama,"


Setelah itu Ryuka memberikan kekutan kegelapan pada Alden dan Zen, mereka pun Akan tinggal dikerajaan Zeldead selama satu tahun untuk berlatih.


Secene pun bergati.


Hari ini seperti biasa, Aku sedang mengawasi pembagunan, tak terasa pembagunan sebentar lagi akan segera selesai, sekarang perkembanganya sudah mencapai 70%, itu karena Aku bisa membuat benda-benda apapun berkat bantuan Ai-chan, pembagunan jadi lebih cepat selelsai, mungkin satu tahun lagi akan selelai, Aku jadi tidak sabar.

__ADS_1


Sudah lama Aku tidak bertemu dengan Alden, Zen dan Liza, apa kabar mereka yaa! Apa dia membenciku sekarang, Aku ingin menemui mereka tapi Aku tau mereka pasti membenciku, Aku sudah siap dengan resiko ini, tapi Aku tidak menyesal membatai mereka semua, ini semua demi tujuanku.


...Next Volume 2 Chapter 14...


__ADS_2