
Kedatangan Viad
Hari ini Aku sedang mengawasi perkembangan pembangunan bersama Gerald, dengan bantuan Ai-chan Aku bisa membuat bahan-bahan yang dibutuhkan yang tidak aku temukan didunia ini.
Aku melihat para peduduk mereka sangat giat sekali bekerja, perkembagan pembagunan pun sudah mencapai 50%.
Berkat Ajaran Cleve, para penduduk sekarang sudah mulai merubah cara hidupnya, mereka sudah mulai banyak yang menjadi pedagang, Kami juga membuat pasar dipusat kota, sekarang Kakaku juga membatu Cleve untuk mengajari penduduk di Kerajaan ini.
Ayahku Bart juga berkerja dengan baik, lahah yang tadinya kosong sekarang disulap menjadi ladang pertanian yang subur, Aku membuat Traktor sihir untuk Ayahku Bart, dia sangat senang mengendarai Traktor saat membajak sawah.
Para penduduk sekarang juga banyak yang menjadi petani, mereka menanam Padi, Ubi, Sayur-sayuran dan Rempah-rempah, berkat kerjasama dengan Kerajaan Neverland, mereka mengrimkan banyak sekali benih sayur-sayuran dan rempah-rempah.
Kami juga sedang membuat perternakan, bangunananya sudah hampir selesai, Aku sudah meminta Kerajaan Neverland untuk mengirimkan Indukan Sapi, Kambing, kerbau, babi dan Ayam.
"Gerald san, Aku akan kembali, lanjutkanlah pekerjaanmu,"
Aku berpamitan pada gerlad dan kembali ketempat peristirahatanku.
Aku duduk disinggasanaku sembari membaca manga kesukaanku, Ai-chan telah membuat salinan manga setelah melihat pikiranku, Aku Akhirnya bisa membaca manga kesukaanku lagi, walau Aku sudah pernah menbacanya sih, karena Ai-chan cuma bisa membuat sesuatu yang sudah Aku ketahui saja saat Aku dibumi.
"Deg,"
"Energi besar siapa ini,"
Tiba-tiba Aku merasakan kekuatan besar mendekat.
"Ai-chan, buatlah penghalang, Aku merasakan seseorang sedang menuju kesini,"
"Hihi. .hihi. .Baiklah,"
"Nee Ai-chan berapa lama lagi orang itu Akan sampai?"
"Hihi. .hihi. .dari Analisisaku mungkin 30 menit lagi,"
"Jadi begitu,"
Aku langsung menghubungi Gamon dan Valac dengan kominikasi jarak jauh.
"Gamon, Valac, apa kalian mendengarku, Ada seseorang yang sedang menuju kesini dari Arah barat, kalian cepat hadang orang itu!
"Baiklah Avrora sama," mereka segera bergegas pergi.
Aku juga menghubungi Rose.
"Rose! Apa kau merasakan seseorang dengan kekuatan mengerikan dari arah barat sedang menuju kesini, Gamon dan Valac sedang menghadangnya bantulah mereka!"
"Baiklah Avrora sama, Aku sepertinya mengenal orang yang sedang datang kesini, Energi sihirnya seperti tidak asing bagiku, biar saya pastikan sendiri, saya akan segera menyusul Gamon dan Valac,"
"Berhati-hatilah Rose!"
Viad terbang dengan kecepatan penuh dan sampailah digerbang Kerajaan Valded, Gamon dan Valac sudah menghadangnya.
"Siapa kau, Ada urusan apa kau datang kesini?"
Viad menyeringai mendengar pertanyaan Gamon.
"Kalau kalian ingin hidup, biarkan Aku lewat, Aku ingin bertarung dengan Raja kalian, apakah dia layak disebut Demon Lord."
Mendengar jawaban Viad, Gamon langsung murka.
"Dasar sialan, Berani-beraninya kau menghina Avrora sama,"
"Swoshh,"
Gamon langsung menyerang dengan pedang Api birunya.
Viad dengan mudah menahan dengan tanganya.
Gamon sangat terkejut.
"Cih padahal dia menahanya cuma dengan tangan, tapi dia tidak terluka sedikitpun."
Viad mendorong Gamon dengan Energinya, Gomon terlempar jauh menabrak beberapa pohon.
Pohon-pohon tumbang Akibar tertabrak Gamon yang terlempar.
Gamon terluka cukup parah, "Cih, Kuat sekali,"
Melihat Gamon yang dikalahkan dengan mudah, Valac langsung memagil Dragon kelas S.
Tapi Viad dengan mudah membunuhnya dengan Blood strom.
Valac pun terkejut.
"Sebenarnya siapa orang ini, kekuatanya sangat luar biasa,"
Viad menghilang dan langsung berada dibelakang Valac.
"Plakk," Viad menendang Valac dengan keras.
Valac terlempar membentur tebing sanpai tebingnya runtuh, Valac juga terluka parah.
Viad kembali menyeringai.
"Dasar Lalat mengganggu saja,"
Rose Ahirnya tiba, dia melihat Viad dan melebarkan matanya.
"Ini tidak mungkin, Orang ini tidak salah lagi dia adalah Raja Vampir Viad,"
Rose tiba-tiba gemetaran.
Viad melihat Rose yang datang.
"Heee, Apa kau juga ingin menghalangiku Nona, Karena kau seorang Vampir Aku tidak akan menghajarmu, jadi bisakah Aku lewat nona?"
__ADS_1
Rose berfikir.
"Mungkin Aku tidak akan bisa mengalahkanya, tapi Aku tidak akan lari, Aku akan mempertaruhnkan nyawaku untuk Avrora sama,"
"Aku tidak Akan membiarkanmu masuk walau nyawaku sebagai taruhanya,"
Mendengar perkataan Rose Viad pun kesal.
"Cih dasar keras kepala, baiklah Jika itu yang kau inginan, Aku Akan membunuhmu?"
Rose langsung memanggil Kasatria Roh suci, dengan mudah Viad menghacurkanya.
"Cih sudah kuduga dia bisa menghacurkan Rohku dengan mudah,"
Viad berkata dengan serius.
"Baiklah Aku sudah bosan bermain-main Aku ingin cepat bertemu Rajamu, Akan ku habisi saja kau sekarang, Keluarkah pedang Iblis Durandal.
Dimensi ruang dan waktu terbuka mengeluarkan pedang Besar berwarna hitam bergerigi.
Rose sangat terkejut.
"Apa itu, ini berbahaya,"
Dengan cepat Viad langsung menyerang Rose dengan pedang Durandal, Pergerakan Viad terlalu cepat, Rose terdiam dia tidak bisa menghidar.
"Gawat, mungkin Aku akan mati disini, Aku juga tidak akan menyesal, selamat tinggal Avrora sama,"
Rose memejamkan matanya sembari melidungi dirinya dengan sabit besarnya.
"Tengg," ada yang menahanya.
Rose kembali membuka matanya.
"Avrora sama," Rose sangat senang melihat Aku datang.
"Rose! Mundurlah, serahkan ini padaku,"
Viad terkejut melihat kedatangan Avrora.
Aku datang dengan Mode Dark Demon Vampir.
"Wah, wah, wah, hebat juga kau nona, bisa menahan seranganku, siapa kau? ternyata kau juga seorang Vampir yaa,"
Aku langsung menatap tajam Pria itu sembari berfikir.
"Orang ini, sebenarnya siapa, dia mempunyai kekuatan yang begitu besar, dia bisa dengan mudah mengakahkan bawahanku, Bahkan Rose pun hampir terbunuh,"
Aku meninggikan Suaraku.
"Aku adalah Raja disini, Siapa Kau? Aku tidak akan mengampunimu, kau telah menyakiti bawahanku, Aku pasti Akan menghabisimu!"
Viad menyeringai.
"Kalau begitu kebetulan sekali, Aku kesini hanya untuk menatangmu, Aku akan membunuhmu!"
"Cih kita lihat saja siapa yang Akan mati!"
"Avrora sama, Apa Anda tau Orang ini siapa, dia adalah Ayahmu Raja Vampir Viad," jelas Rose.
Aku sangat terkejut setelah mendengar penjelasan Rose.
"Apa kamu sedang bercanda Rose?"
"Aku tidak bercanda Avrora sama,"
Viad langsung menyerangku dengan cepat.
"Swoshh,"
Aku menahanya dengan Cakar besarku.
"Cihh, Apa benar dia adalah Ayahku,"
Aku langsung melompat kebelakang dan berbicara pada Viad.
"Aku tidak tau Alasanmu menyerangku, Sebelum kita bertarung Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,"
"Apa itu cepat katakan?"
"Apa kau benar Viad? Kenapa kau tidak pernah datang lagi menemui Ratu Eilaria, bukanya Kau mencintainya?"
Viad memegang kepalanya.
"Brisik, brisik, brisik! itu bukan urusanmu!"
"Swoos," Viad kembali menyerangku dengan cepat.
"Tengg," Aku menahahanya.
"Hee, Apa ku cuma bisa menahan seranganku," Viad tersenyum jahat
"Cih," Aku kembali melopat menjaga jarak.
"Hihi. .hihi. .Avrora, Aku telah menganalisis orang ini, teryata dia sedang dikendalikan Oleh seseorang,"
"Ehhh jadi begitu, Apa dia menyerang bukan atas kehendaknya sendiri?"
"Hihi. .hihi. .itu benar, Aku merasakan Ada kekuatan dari Raja Iblis, Aku curiga Raja Iblis wilayah Barat yang sedang mengendalikanya,"
"Benarkah, cih teryata dia ingin main-main denganku ya, baiklah Bagaimana caranya untuk mengembalikan kesadaranya?"
"Hihi. .hihi. .Kau harus menyerap Energi sihir Raja Iblis itu dari tubuhnya,"
"Merepotkan, baiklah Ai-chan, Aku akan menggunakan mode Demon Lord sekarang,"
__ADS_1
"Hihihi. .Ryokai!"
Aku langsung berubah ke mode Demon Lord.
Viad terkejut melihat sosoku yang sebebarnya.
"Kamu! Ini tidak mungkin, Kau memiliki Aura yang mengerikan,"
"Hee ada apa dengnmu kenapa terdiam begitu, Keluarlah Rantai pengikat,"
Rantai merah langsung keluar dari dalam tanah dan menjerat Viad.
"Apa ini,Cepat lepaskan Aku!"
Aku terbang mendekati Viad yang terikat, Aku memegang kepalanya dan menyerap Energi sihir Raja Iblis yang sedang mengendalikan Viad.
"Apa yang sedang Anda lakukan Avrora sama," tanya Rose.
"Dia sedang dikendalikan oleh seseorang, Aku sedang menghilangkan sihirnya pengendalinya."
Setelah semuanya terserap Viad mulai sadar dia memegang kepalanya dan menatapku.
"Terimakasih telah mengembalikanku Nona, kau telah menolongku, walau Aku sedang dikendalikan tapi Aku masih mempunyai sedikit kesadaran,"
Aku langsung berubah ke mode normal.
Viad terkejut melihat Avrora.
"Ehhhh kenapa kau tiba-tiba menjadi gadis imut begini,"
Aku langsung memukul perut Viad yang sedang menatapku dengan mesum.
"Dasar Ayah bodoh,"
"Plakkk,"
"Itaaiii,"
"Kenapa kau memukulku, tunggu, tunggu, tunggu, apa yang kau katakan tadi? Ayah? kenapa kau menggilku Ayah?"
"Hemph," Aku langsung mengembungkan pipiku.
"Ehhhhh, kenpa cemberut begitu,"
Viad menatap kearah Rose dan terkejut.
"Kamu! kalau tidak salah?" Viad berfikir sembari menatap keatas, "Rose! Kamu Rose kan?"
Rose langsung menjawab dengan sopan.
"Itu benar, Aku adalah Rose Viad sama,"
Viad tersenyum.
"Padahal dulu Aku melihatmu masih kecil, kamu sudah besar ya Rose!" Viad menatap dada Rose yang lumayan besar, "Dan dadamu itu sangat mantap Rose!"
Aku langsung menendang Viad.
"Dasar Ayah mesum,"
"Plakkk,"
"Itaaiiii," Viad terlempar membentur tebing.
Viad kembali bagun dan mendekatiku.
"Itaatatata, kenapa kau menedangku lagi Nona? sakit tau,"
Aku langsung menatap Rose.
"Rose jelaskan pada Ayah bodoh ini,"
"Baiklah Avrora sama,"
Rose segera menjelaskanya.
"Viad sama, Apa kau tidak tau siapa yang ada dihadapan Anda sekarang, dia adahlah Putrimu, yang lahir dari rahim Ratu Eilaria,"
Mendengar penjelasan Rose Viad sangat terkejut.
"Ehhhhhhh. .Benarkah Rose? Dia adakah putriku?"
Viad menatap Avrora dan langsung memeluknya sembari mengusap-usap rambut Avrora.
"Imutyaaa, jadi kau adalah putriku,"
"Cepat lepaskan Aku dasar Ayah bodoh,"
Viad melepaskan pelukanya dia mengacak-acak rambut Avrora sembari tertawa.
"Hahaha, Putriku padahal kita baru bertemu tapi kau sudah besar ya?"
"Apa yang kau lakukan, berhentilah mengacak-acak rambutku Dasar!"
Viad tersenyum melihat Avrora.
"Apa kau tidak merindukan Ayahmu ini putriku,"
"Tidak! Aku juga baru tau Akhir-ahir ini kalau kau itu Ayahku."
"Are!" Viad terkejut dan tersenyum kaku, "Begitu ya? Ahaha.ahaha,"
Aku menatap ayahku dengan heran.
"Dasar! bisa-bisanya kau dikendalikan oleh Raja Iblis itu, tapi Aku senang kau sudah kembali Normal, Selamat datang kembali Ayah,"
__ADS_1
Aku pun tersenyum manis pada ayaku sembari menggapai tanganya.
Bersambung. .