
...Bernegosiasi...
...----------------------------------------------------------------------------...
Setelah mundur, Aku pun kembali ke Kerajaan dengan membawa kakak.
Azazil, Cleve dan Ares pun terkejut melihat Kakak yang terluka parah.
"Master apa yang terjadi pada Leon? tadi Aku sempat merasakan Energinya berlahan menghilang?" tanya Cleve, dia terlihat begitu khawatir.
"Ceritanya panjang, akan Aku ceritakan nanti, sekarang Aku harus menyelamatkan Kakak terlebih dahulu!"
Aku bertanya pada Ai-chan.
"Ai-chan! Apa yang harus Aku lakukan untuk menyelamatkanya?"
"Hihihihi. . .Avrora! Kakakmu terkena pedang Suci, nyawanya tidak Akan terselamatkan, kecuali kau memberikan 20% data tubuhmu padanya, setelah itu biarkan dia meminum darahmu!"
"Baiklah Ai-chan Aku akan memberikan Data tubuhku 20% untuk Kakak, Aku harus mengestraknya terlebih dahulu.
Aku memejamkan mataku sembari memegang tangan Kakak.
"Ayo kita Mulai Ai-chan!"
Pengestrakan Data pun di mulai.
Pengestrakan berhasil, pengirimin data di mulai.
Pengiriman Data Sucesfull.
Kakak mulai membuka matanya dan menatapku. "Avrora!"
"Onii-chan!"
Aku segera memperlihatkan leherku pada Kakak.
"Onii-chan! Cepat minumlah darahku!"
Tanpa ragu Kakak langsung meminum darahku.
"Kyaaaa!" Aku menahan geli.
Setelah meminum darahku, Rambut kakak perlahan berubah menjadi putih sedikit memanjang.
Aku, Rose, Azazil, Cleve dan Ares pun terkejut, melihat perubahan Kakak.
Aku pun bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi padanya Ai-chan?"
"Hihihi. . .sekarang Kakamu sudah mempunyai 20% Data tubuhmu, otomatis sekarang dia mempunyai 20% kekuatan Dewa, sekarang luka di tubuhnya sudah benar-benar pulih dan mampu menghentikan Korosi yang di akibatkan pedang suci!"
"Jadi begitu ya! Syukurlah!"
Aku terus memandangi Kakak, Kalau di pikir-pikir Kakak jadi terlihat keren.
Kakak menatapku heran.
"Avrora ada apa? Kenapa kau terus melihatku begitu, terimakasih sekali lagi kau telah menyelamatkanku!"
Aku langsung memeluknya.
"Dasar bodoh! Kenapa Kakak melakukan ini, Aku sangat khawatir, bagaimana kalau Kau mati Dasar Onii-chan Bodoh!"
Leon tersenyum sembari mengelus punggungku.
"Maaf Avrora! Aku telah membuatmu khawatir, Aku sangat mencintaimu jadi, Aku tidak akan membiarkan orang menyakitimu!"
Mendengar perkataan Leon Kami semua terkejut dan terdiam.
Aku melepaskan pelukanku, "Onii-chan?"
Leon keceplosan berbicara seperti itu, dia pun segera mengelak.
"Ma-maksud ku, Aku mencintaimu sebagai Adiku, ahahah.ahaaha!" jelas Leon sembari tersenyum kaku.
Aku langsung mencubit perut Kakak, Kakak pun berteriak kesakitan.
Aku mengembungkan pipiku.
__ADS_1
"Hemphh!"
"Kau jahat Sekali Avrora padahal Aku baru sembuh loh!"
Leon baru menyadari perubahan pada dirinya.
"Ehhhh! Kenapa rambutku berubah, apa yang terjadi padaku Avrora?"
Semua yang melihat juga bertanya-tanya.
Aku pun segera menjelaskanya.
"Sekarang tubuh Kakak sudah mempunyai 20% Data tubuhku, singkatnya kau sudah menjadi 20% Iblis setengah Dewa!"
Leon sangat terkejut.
"Benarkah? Terimakasih banyak Avrora, tapi kalau dilihat kita jadi kelihatan serasi ya?"
Aku jadi malu mendegar perkataan Kakak, Aku memalingkan wajahku sembari berkata.
"Jangan bicara hal yang memalukan begitu, bodoh!"
Pangeran Leon pun tertawa.
"Ahahaahha maaf, maaf!"
Aku memasang wajah serius.
"Yang lebih penting ada hal yang ingin Aku katakan tentang kejadian hari ini pada semuanya!" Aku menatap Rose, "Rose! Cepat kumpulkan semuanya Aku ingin melakukan pertemuan darurat!"
"Baiklah Avrora-sama!" jawab Rose.
Setelah itu Rose memanggil semuanya untuk berkumpul.
Setelah semuanya berkumpul, mereka semua pun terkejut dengan perubahan Leon.
Mereka semua pun bertanya-tanya.
Aku segera menjelaskan pada semuanya tentang kejadian hari ini.
Ares sangat terkejut mendengar penjelasanku.
"Ini tidak mungkin, Argoes datang kesini?"
Azazil segera berdiri.
"Jangan khawatir saya Akan selalu melindungi Anda Avrora-sama, walau nyawa menjadi taruhanya!"
"Itu benar kami semua pasti akan selalu melindungi Anda Avrora-sama!" sambung Ares.
Semuanya pun tersenyum padaku, mereka semua mempertaruhkan nyawanya demi Aku, Aku jadi sangat terharu.
Aku langsung berdiri dan membungkukan badanku.
"Semuanya terimakasih, untuk kedepanya mohon bantuanya!"
Semua terkejut dengan sikapku.
"Avrora sama apa yang Anda lakukan? Ada tidak perlu bersikap seperti itu!"
Aku tersenyum, "Aku hanya ingin saja! Aku juga tidak Akan membirkan kalian terluka, karena kalian semua adalah orang yang sangat berharga bagiku!"
"Avrora-sama!" Rose merasa terharu dan megeluarkan sedikit Air matanya.
"Jadi apa rencanamu Avrora?" tanya Kakak.
"Aku ingin bernegosiasi denganya!"
"Baammmm!!" tiba-tiba terdenga ledakan di Depan gerbang Kerjaaan.
Semuanya pun terkejut mendegar ledakan itu.
Aku langsung memasang wajah kesal.
"Cih! Jadi dia sudah datang ya!"
Aku dan semuanya pun segera pergi untuk melihat apa yang terjadi.
Teryata benar Argos memang sudah mengetahui keberadaanku, entah dari mana dia tau.
__ADS_1
Argoes menyeringai melihat kedatanganku.
"Ehhh teryata memang benar kamu bersembunyi disini!"
Ares terdiam melihat kedatangan Argoes.
"Ini tidak mungkin, Argoes datang kesini?" pikir Ares.
Argoes juga terkejut melihat Ares.
"Ehhh Ares! rupanya sekarang kau bersekongkol dengan Iblis ya? Memang pantas penghinanatt sepertimu besekongkol dengan Iblis, Aku juga pasti akan melenyapkanmu nanti! Semua ini berkat Gadis ini Aku bisa menemukan persembunyian Iblis ini!"
Aku melebarkan mataku, "Alice-chan!"
Alice terlihat penuh luka.
"Maafkan Aku Onee-chan!"
Aku meninggikan suaraku.
"Cepat lepaskan Alice, kau hanya menginginkaku kan?"
Argoes langsung melempar Alice padaku.
"Ambilah lagian Aku sudah tidak membutuhkanya!"
Aku segera menagkap Alice.
"Alice-chan, kau tidak apa-apa kan? Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa bertemu denganya?"
"Maafkan Aku Onee-chan, saat Aku sedang berlatih di Hutan, Aku tidak sengaja bertemu orang itu, dia sedang mencarimu, setelah bertarung denganya, dia mengancamku Akan membunuhmu saat menemukanmu nanti dan dia berjanji padaku tidak akan membunuhmu kalau Aku memberitahukan keberadaanmu, Aku tidak punya pilihan lain, maafkan Aku Onee-chan!"
"Tidak apa-apa Alice-chan! Yang penting kamu selamat!"
Aku meletakan Alice dan menatap Argoes.
"Jadi kau adakah Dewa Argoes! Sebelumnya perkenalkan Aku Avrora! jadi? apa yang kau inginkan dariku?"
Argoes pun terkejut setelah ku menyebut namanya.
"Ehhhh! Kau hebat juga bisa tau namaku, yang ku inginkan hanya nyawamu Atau kau mau menyerah hidup-hidup?"
Aku berkata dengan serius.
"Argoes-san Aku ingin bernegosiasi denganmu!"
"Apa katamu bernegosiasi? Memangnya apa yang kau inginkan?" tanya Argoes.
Aku ingin menantangmu berperang, jika Aku kalah dalam perang Aku berjanji Akan menyerah padamu, kau bebas melakukan apa saja kepadaku, tapi! Jika kau kalah dalam perang, kau tidak boleh mengusik kehidupanku lagi!"
Argoes pun tertawa.
"Hahahahah! Apa kau sedang bergurau! Memangnya kau bisa mengalahlanku dalam perang? Kau cukup percaya diri sekali ya! Baiklah Akan ku hancurkan kepercayaan dirimu itu, Aku terima tantanganmu!"
"Terimakasih! Beri waktu Aku Tiga bulan untuk mempersiapkanya!"
"Baiklah! Aku akan kembali setelah Tiga Bulan, untuk membahas peraturan perang ini, sampai jumpa Avrora!"
Argoes pun menghilang.
Aku menghela nafas.
"Haaaaah!"
Ai-chan tertawa.
"Hihihi. . .kau cukup berani juga ya menantang Argoes seperti itu Avrora!"
"Aku tidak punya pilihan lain, Aku harus segera mengumpulkan kekuatan untuk melawanya!"
"Hihihi. . .Apa rencanamu Avrora?"
"Aku harus membentuk pasukan Kuat dan mencari para Iblis kuat untuk membantuku, Aku akan berkeliling ke berbagai Universe untuk mencarinya!"
"Baiklah itu ide bagus hihihi!"
"Hahhhh!" Aku menghela nafas.
"Merepotkan!"
__ADS_1
Next Vol. 4 Chapter 3