
...Sang Malaikat Tidur...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Malam ini aku sedang bermain Game dan tak terasa hari sudah hampir pagi.
Mata bagian bawahku sudah benar-benar menghitam aku benar-benar mirip seperti Neet saja.
Karena asyik aku sampai lupa waktu.
"Fuaaaa! Tidur dulu deh."
Pagi harinya.
"Avrora-sama, ini sudah pagi, bangunlah, anda harus pergi ke Sekolah Avrora-sama."
Saat sedang enak tidur tiba-tiba ada yang membangunkanku, aku membuka mataku setengah.
"Ah Lora ya? Aku masih sangat ngantuk tolong biarkan aku tidur saja."
"Tidak boleh begitu Avrora-sama, anda harus berangkat Sekolah atau Ratu akan marah, bagaimana kalau saya menyeka badan Anda, anda boleh tetap tidur?" tanya Lora.
"Terserah kamu saja Lora, aku ingin tidur lagi."
Lora menyeringai.
"Baiklah, kalau begitu saya akan ambil handuk dan Air hangat dulu." tegas Lora sembari berjalan dengan wajah mencurigakan.
Setelah mengambil handuk dan Air hangat, Lora mulai membuka kancing Baju tidur Avrora satu persatu sembari memandangi tubuh Avrora dengan tatapan Echhi.
"Kulit Avrora-sama benar-benar mulus dan Putih, dia mempunyai tubuh yang bagus." pikir Lora sambil ngiler.
Setelah itu Lora menclupkan handuk ke dalam Air hangat dan mulai menyeka tubuh Avrora.
Ia pun mulai membersihkan area dada Avrora.
"Ukuranya benar-benar besar, aku ingin sedikit mempermainkanya ehee, ehee, ehee."
Begitulah yang ada di pikiran Lora, ia terus mempermainkan dada Avrora dan tapa sadar Avrora mengeluarkan suara aneh.
"Kyaaaa!"
"Bagus teruslah begitu, itu reaksi yang bagus Avrora-sama ehehehe." pikir Lora.
Bersamaan dengan itu dari belakang tiba-tiba ada yang menjewer telinga Lora.
"Itaaaaaaa!" teriak Lora kesakitan.
"Apa yang sedang kau lakukan bodoh."
Yang datang adalah Angelia, Seorang kepala Maid dengan rambut Coklat panjang.
"M-Maafkan saya Angelia-san!"
Angelia menghela nafas panjang.
"Dasar! kebiasaan burukmu memang tidak pernah berubah, aku telah mendapat banyak keluhan dari para Maid lain, aku tidak habis pikir malah sekarang kau berani mempermainkan tubuh Avrora-sama seperti itu, bagaimana kalau dia tau, kau pasti akan kena teguran." tegas Angelia.
"M-Maafkan saya, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi."
"Baiklah sekarang pergilah, biar saya yang mengurus Avrora-sama."
"Baiklah."
__ADS_1
Jawab Lora, ia pun segera pergi dari kamar Avrora.
"Kelihatanya Avrora-sama tidurnya sangat nyenyak sampai-sampai ia tidak menyadari kalau Lora sedang mempermainkanya, Dasar Lora itu?" pikir Angelia.
Setelah itu Angelia segera memakaikan seragam Sekolah pada Avrora yang masih tertidur.
Setelah selesai ia pun membangunkan Avrora dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Avrora-sama! bangunlah, waktunya sarapan loh."
Aku merasa ada yang menggoyang-goyangkan tubuhku, aku pun membuka mataku.
Ah...Angelia ya? bukanya tadi Lora?
"Teryata kau Angelia, aku kira tadi Lora?"
"Ah dia baru saja keluar, apa anda dari tadi tidak merasakan sesuatu yang aneh Avrora-sama?" tanya Angelia.
"Aneh? tidak sih, tapi aku tadi bermimpi buruk."
"Mimpi buruk? Mimpi apa itu Avrora-sama?"
"Ya itu agak memalukan, apa kau tidak akan tertawa saat mendengarnya?"
"Tidak, saya tidak akan tertawa."
"Baiklah aku akan menceritakanya padamu, Aku bermimpi kalau tubuhku sedang di permainkan oleh para Maid."
Angelia pun terkejut dan berpikir.
"Gawat nih, padahal itu bukan mimpi tadi itu kenyataan."
"Kenapa kau diam begitu Angelia?" aku bertanya.
"Ah baiklah."
Sejujurnya aku masih merasa sangat ngantuk tapi apa boleh buat deh.
Aku pun segera pergi ke ruang makan, aku masuk kesana dengan tidak bersemangat.
"Fuaaaaa....selamat pagi Ayahanda, Ibunda, Onii-sama."
Aku menyapa mereka sembari duduk.
"Ada apa denganmu Avrora kenapa wajahmu terlihat lesu begitu." tanya Maria.
"Aku hanya kurang tidur Ibunda Fuaaa!"
"Kau ini dasar, memangnya apa yang sudah kau lakukan?"
"Ah itu? Aku main Game sampai lupa waktu?"
"Lain kali kau harus bisa mengatur waktumu loh, kalau tiap hari begini Ibu akan menyita perangkat Game milikmu."
"Ehh jangan! Baiklah aku tidak akan mengulanginya lagi, kalau di sita Kasian Kakak yang sudah membelikan perangkat itu untuku kan?"
Michael yang mendengar langsung batuk-batuk saat mengunyah makanan.
Maria pun menatap tajam Michael.
"Jadi kau yang memberikan perangkat yang tidak berguna itu pada Avrora?" tegas Maria.
"I-Itu, karena Avrora yang meminta jadi, hoe Avrora-chan, kemarin kau yang meminta kan?"
__ADS_1
Aku sengaja tidak menjawab dan mengalihkan pandangan.
"Dasar kenapa dia diam saja?" pikir Michael geram.
"Sudah cukup, kalau kau memberikan barang yang tidak berguna lagi, aku akan memotong uang sakumu." tegas Maria.
"Baiklah Ibunda." jawab Michael dengan lesu.
Zhepyres cuma mendengar saja sembari menikmati makanan tanpa memberikan komentarnya.
Setelah sarapan selesai Aku dan Michael pun segera menaiki Mobil untuk pergi ke Sekolah.
Saat dalam perjalanan Michael bertanya.
"Hoe Avrora, kenapa kau tadi diam saja saat aku tanya?"
Saat Michael melihat ke arah Avrora, teryata Avrora sedang tidur.
"Dasar ni anak!"
Pikir Michael sembari menekan-nekan pipi Avrora.
"Hoe kenapa kau malah tidur?"
Aku pun terbangun karena Michael berisik.
"Kau ini berisik sekali Onii-sama, aku ngantuk tau, pinjam pahamu buat batal aku ingin tidur sebentar, kalau kau macam-macam aku akan membunuhmu."
Avrora pun langsung tidur di pangkuan Michael.
"Apa ini? Adiku yang imut tidur di pangkuanku, dia benar-benar kawaii." pikir Michael dengan perasaan berbunga-bunga.
Saat sampai Michael pun membangunkan Avrora.
"Hoe Avrora, ini sudah sampai loh!"
Aku pun bangun sembari mengelap Air liur yang keluar menempel di bibirku.
"Sudah sampai ya?"
"Avrora kau ini kenapa ngiler sih, kau ngilerin celanaku tau, lihat nih?"
"Ah maaf deh aku juga tidak sengaja, kau bisa mencucinya kan, kalau begitu aku pergi dulu sampai nanti Onii-sama."
"Dasar anak itu? geram Michael.
Saat pelajaran berlangsung Avrora juga tertidur dengan menaruh kepalaku di atas meja karena ngantuk berat.
Rafael yang duduk di sebelahnya mencoba membangunkanya tapi Avrora tetap tertidur, ia pun menyerah dan membiarkannya Avrora tetap tidur.
Saat Istirahat semua murid mengerumini Avrora untuk melihat Avrora yang sedang tidur, mereka pun mulai membicarakan Avrora.
"Kawaii apa dia malaikat yang sedang tidur?"
"Pokoknya aku akan melindungi sang malikat tidur."
Avrora pun akhirnya mendapatkan julukan sang malaikat tidur.
Saat Aku terbangun aku melihat semua orang sedang memandangiku dengan wajah berbunga-bunga.
Eh apa yang sedang mereka lakukan? Jangan-jangan dari tadi mereka melihatku tidur?
Sial ini memalukan aku, sipapun cepat bunuh Aku.
__ADS_1
Bersambung....