Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 20 - Interlude


__ADS_3

...Interlude...


...----------------------------------------------------------------------------...


Sudah 4 jam Aku menghabiskan waktu untuk membaca, sekarang sudah jam 12 siang.


"Ahh capek juga, Aku juga lapar, mending cari makan dulu deh!"


Tunggu-tunggu-tunggu, Aku baru ingat, Aku tidak punya uang.


"Bagaimana ini,"


"Haaa" Aku menghela nafas.


Aku bisa saja sih minta uang ke Ibu, tapi Aku tidak mau merepotkan Ibu, ini bukan waktunya untuk mengeluh, lebih baik Aku harus cari kerja paruh waktu.


"Apa boleh buat,"


Akhirnya aku keluar dari Pepustakaan untuk mencari kerja paruh waktu.


Saat Aku berjalan kebetulan Aku melihat sebuah pengumuman yang tertulis di sebuah cafe, setelah Aku membacanya teryata Cafe itu sedang membutuhkan kryawan untuk menjadi pelayan.


"Ahh kebetulan sekali, Coba daftar dulu dehh,"


Aku segera masuk ke Cafe itu, Aku langsung disambut para pelayan.


"Selamat datang,"


"Melihat para Maid itu, Aku jadi ingat Rose!"


Aku langsung berbicara pada maid itu.


"Ano, Aku membaca pengumuman di depan tadi, apa benar Cafe ini sedang membutuhkan Karyawan baru? kalau boleh aku ingin bekerja disini?"


Pelayan itu tersenyum.


"Baiklah akan Aku antar kamu bertemu dengan Manager dia yang akan memutuskanya,"


Setelah itu aku mengikuti pelayan itu bertemu Manager.


Aku disuruh menunggu sebentar, pelayan itu terlihat masuk ruangan Manager.


Setelah itu pelayan itu kembali keluar.


"Aku sudah berbicara dengan Manager, silakan masuk saja,"


Aku tersenyum pada pelayan itu.


"Terimakasih banyak,"


Aku pun masuk ruangan Manager, Aku melihat Pria paruh baya berambut kuning, mungkin umurnya 40 tahunan.


Aku langsung menyapanya.


"Permisi, perkenalkan namaku Avrora, Aku ingin bekerja paruh waktu disini apa boleh tuan?"


Pria itu berdiri dan terus memperhatikanku.


Aku jadi merasa risih.


"Ehhh kenapa dia melihatku begitu, apa dia orang yang mesum?"


Pria itu tersenyum kepadaku.


"Kamu sangat imut Nona, kamu boleh bekerja disini, para pelanggan pasti akan sangat senang melihatmu,"


Aku sangat senang bisa diterima kerja.


"Terimakasih banyak tuan!"


Aku jadi berfikir.


"Apa ada raja Iblis yang bekerja paruh waktu, mungkin cuma Aku!"


Setelah itu Aku diberi seragam Maid oleh manager.


"Pakailah ini cepat, nanti kesini lagi Aku ingin melihatmu,"


"Baikalah tuan!"


Aku segera memakainya dan kembali keruangan Manager.


"Sudah tuan!"


Manager itu terus menatapku.


"Kau imut sekali Avrora chan, coba berpose sedikit,"


"Ta~tapi tuan!"


"Sudah tidak apa-apa sebentar saja, setelah itu kamu bisa langsung kerja!"


Aku pun terkejut.


"Ehhh, apa-apaan ini! Kenapa dia menyuruhku berpose, dia benar-benar orang yang mesum! Apa boleh buat,"


Aku segera menjawabnya.


"Baiklah tuan!"


Aku segera berpose.


"Bagaimana tuan!"


Manager sangat senang melihatku dia tidak berhenti menatapku dengan tatapan mesum.


"Perfect! kau sangat manis Avrora chan,"


Aku cuma bisa tersenyum kaku.


"Kalau begitu Apa boleh Aku bekerja sekarang?"


"Tentu saja Avrora chan silakan mulai kerjanya."


Tiba-tiba perutku berbunyi.


Manager yang mendengar dia tertawa.


"Haha apa kau lapar Avrora chan?"


Aku berbicara dengan malu, "Ahaha iya benar, maafkan Aku tuan."


"Sialan malu banget,"

__ADS_1


"Kalau begitu kamu boleh makan dulu Avrora chan!"


Aku jadi berfikir.


"Teryata dia baik juga,"


"Ahh terimakasih banyak tuan!"


Manager itu menyeringai.


"Tapi! Nanti kamu harus berpose lagi ya?"


Seketika itu pikiranku langsung berubah.


"Sudah kuduga, Pria ini memang mesum!"


"Ahaha baiklah tuan!"


Setelah itu Aku makan dan mulai bekerja. Waktu terus berjalan tak terasa hari sudah sore, baru beberapa jam kerja disini Aku sudah mempunyai banyak penggemar.


"Merepotkan,"


Aku hanya bekerja dari jam 12 siang sampai sore dan setelah selesai Aku segera pulang.


Setelah berjalan 15 menit, Aku akhirnya sampai di Rumah.


"Aku pulang!"


Adiku segera menyambutku.


"Selamat datang, kau kemana saja Onii-chan, kenapa pulangmu lama sekali?"


Aku jadi berfikir.


"Aku tidak mungkin bilang, kalau Aku kerja paruh waktu,"


"Ahh maaf Yuki, Aku keasikan membaca buku tadi!"


"Kau ini, cepat mandi Ibu sudah memasak untuk kita, nanti kita makan bersama,"


Entah kenapa Aku jadi merasa sangat senang, Aku merasa kembali memiliki keluarga lagi.


Waktu terus berjalan Dan hari-hariku di Bumi pun sudah banyak terlewati dan tampa sadar sudah hampir satu bulan.


Aku selalu menghabiskan waktu di Perpustakaan dan Setelah itu Aku bekerja paruh waktu, setelah pulang Aku selalu bermain dengan Yuki, kami pun banyak membuat kenangan berdua.


Seperti bermain game.


Kami selalu tertawa bersama saat bermain game, kadang Yuki marah karena terus-terusan kalah, kadang untuk menghiburnya Aku sengaja mengalah.


Kami juga sering memasak bersama, kadang Aku yang memasak untuk Yuki dan Ibu, Yuki sangat menyukai masakan buatan ku.


Yuki juga selalu mengajak ku jalan-jalan pas hari libur.


Kami selalu bersenang-senang berdua, benar-benar hari-hari yang menyenangkan, rasanya Aku ingin selalu seperti ini dengan Yuki, sihir ku sebentar lagi akan terisi penuh, Aku harus pulang ke Dunia ku, Apa Yuki akan kehilangan ku setelah Aku pergi? Rasanya Aku tidak ingin berpisah dengan Yuki.


Hari ini juga kami sedang berjalan-jalan dan ingin berbelanja baju.


Yuki menggandeng tanganku.


"Onii-chan sebelum kita ke Toko baju, ayo kita makan kue dulu di sana, kue di sana sangat enak loh!"


Aku pun tersenyum.


Kami pun makan kue bersama, ternyata benar apa kata Yuki, kue disini memang enak.


Ini adalah Akhir musim panas di Jepang, malam nanti kami berdua ingin pergi ke Festival musim panas, untuk melihat Kembang Api, jadi kami berencana membeli Yukata untuk dipakai ke Festival nanti, mungkin malam ini akan menjadi malam terakhir ku di Bumi, besok Aku harus kembali ke Dunia ku.


Setelah memakan kue, kami segera ke Toko baju, Aku juga membeli banyak baju, Aku langsung memakainya.


"Ayo Yuki kita pulang, bagaimana penampilan baru ku?"


"Keren! Kau sangat cantik Onii-chan, hmmmm tapi kau itu sebenarnya cowok kan Onii-chan! Kenapa kau jadi sangat Feminim sih?"


Aku tersenyum kaku.


"Ahaha, itu karena Aku sudah terbiasa menjadi Gadis sekarang, lagian Aku juga sekarang itu cewek, Aku hanya beruntung masih mempunyai ingatan kehidupanku yang dulu, andai saja ingatanku yang dulu hilang, mungkin Aku tidak akan bertemu denganmu Yuki!"


Yuki langsung memeluku.


"Onii-chan, Aku benar-benar tidak mau kehilanganmu lagi, Apa kau akan meninggalkan ku lagi Onii-chan?"


Mendengar perkataan Yuki, Aku jadi sedih, Aku mengelus rambut Yuki.


"Mungkin Aku akan bilang besok saja kalau Aku mau kembali, Aku tidak mau membuat Yuki bersedih!"


Aku pun berkata pada Yuki.


"Jangan mengatakan hal itu, lebih baik ayo kita nikmati waktu kita selagi bersama!"


Yuki melepaskan pelukanya dia berbicara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baiklah Onii-chan!"


Setelah itu kami berdua pulang.


Malam harinya kami segera bersiap-siap untuk pergi ke Festival.


Yuki terlihat cantik dengan Yukata yang berwana Pink, Aku memakai Yukata yang berwarna biru, Aku juga terlihat imut.


Kami segera berangkat Untuk melihat Festival, setelah 15 menit berjalan Akhirnya sampai juga.


Suasana disini sangat ramai, sungguh nostalgia banget, sudah lama sekali Aku tidak melihat Festival musim panas.


Aku menggandeng tangan Yuki.


"Yuki ayo kita menangkap ikan?"


"Baiklah Onii-chan!"


Aku sama sekali tidak bisa menangkap ikan selalu saja gagal.


Yuki tertawa.


"Onii-chan kau ini payah sekali, apa kau ingin menghabiskan uangmu untuk menangkap ikan? coba sini biar aku yang menagkapnya!"


"Ahh silakan saja Yuki, Aku sudah menyerah!"


Yuki segera menagkap ikanya.


"Kalau menagkap ikan harus pelan-pelan begini, lihat dapatkan, kau itu terlalu keras menagkapnya jadi jebol terus!"


Aku terkejut Yuki sekali tangkap bisa mendapatkanya.

__ADS_1


"Kau memang hebat Yuki!"


Yuki menariku untuk bermain menembak barang, kalau berhasil menjatuhkanya, kita bisa ambil barang itu, Yuki segera memainkanya Setelah lima kali menembak tidak ada satu barangpun yang kena.


"Kau ini payah sekali Yuki, Sinih biar Kakak saja, kau ingin yang mana,"


Yuki tersenyum.


"Ehehe, Aku ingin boneka itu Onii-chan!"


"Ok lihatlah ini Yuki!"


Sekali tembak Aku langsung menjatuhkanya.


"Wow teryata kau pandai dalam menembak ya Onii-chan?"


"Tentu saja ini buatmu Yuki!"


"Terimakasih Onii-chan, ehehe," Yuki tersenyun manis padaku.


Aku melihat permen Apel dan membelinya.


"Nee Yuki, apa kau ingin permen Apel?"


"Aku mau Onii-chan!"


Setelah itu kami berdua berjalan sembari memakan permen Apel, kembang Api tiba-tiba meledak di angkasa, kami berdua segera  melihat ke Angkasa.


"Idahnya, sudah lama Aku tidak melihat kembang Api begini!"


Hari sudah larut malam, kami berdua pun segera pulang.


Keeseokan harinya.


Sesuai dugaanku sihirku sudah kembali terisi penuh, mungkin Aku harus pulang.


Sebelum pulang Aku ingin pergi ke Makam Ayahku yang sudah meninggal ibu bilang kalau Ayah meninggal setahun setelah Aku mati.


Aku pun pergi ke Makam Ayahku dengan Yuki.


Setelah dari makam kami segera pulang ke Rumah.


Aku memasang wajah serius didepan Ibu dan Yuki.


"Ibu, Yuki dengarkan Aku, sihirku telah kembali penuh, mungkin Aku harus kembali pulang ke Dunia ku!"


Yuki sangat terkejut.


"Apa katamu Onii-chan? Kenapa kau mau kembali secepat itu!"


Ibu juga terlihat sedih.


"Ibu sedih, kalau kau harus kembali pergi, tapi Ibu tau, ini memang bukan duniamu lagi, Ibu mengerti!"


Yuki tidak bisa terima dia menangis.


"Kenapa Onii-chan, walau ini bukan duniamu lagi, bukanya kamu juga bisa hidup disini bersamaku, kenapa kau ingin kembali Onii-chan, Apa kau ingin meninggalkan ku lagi?"


Melihat Yuki seperti itu Aku jadi sedih.


"Maaf Yuki, Aku tidak bisa meninggalkan Dunia ku di sana, Aku memang ingin bersamamu tapi! Aku memiliki tanggung jawab yang besar! maafkan Kakak Yuki!"


Yuki langsung memeluku sembari menagis.


"Pokoknya jangan pergi Onii-chan Aku tidak mau kehilanganmu lagi Onii-chan Huaaaaa,"


Yuki menangis keras.


Aku juga ikut menangis


"Maafkan Kakak Yuki."


"Onii-chan dari pada kau harus meninggalkan ku lagi, lebih baik bawa Aku bersamamu,"


"Tidak Yuki, di Dunia itu bukan dunia yang damai seperti ini, kau tidak akan bisa hidup disana!"


Yuki tetap bersih keras ingin ikut sembari menangis.


"Pokoknya Aku ingin ikut Onii-chan, Aku tidak mau ditinggal lagi!"


Aku melepas pelukan Yuki.


"Maaf Yuki kakak harus pergi sekarang,"


Aku segera membuka portal.


"Onii-chan jangan tinggalkan Aku lagi Onii-chan!"


Yuki tetap tidak mau melepaskanku.


Aku tidak bisa membendung Air mataku.


"Maaf Yuki," Aku melihat kearah Ibu, "Ibu Aku pergi dulu, tolong pegang Yuki,"


Ibu juga menagis sembari memegang Yuki yang bersih keras ingin menahanku.


Aku langsung masuk kedalan portal.


"Onii-chann, jangan!!"


Aku tersenyum sembari mengeluarkan Air mataku.


"Kita pasti Akan bertemu lagi Yuki!"


Portal menutup kembali.


Yuki berteriak.


"Onii-channn!!!"


Yuki menagisi kepergian Avrora.


Yuki berjalan Kekamar Avrora.


Dia kembali mengingat-ingat kenangan bersama Avrora, Yuki melihat sepucuk surat di meja dan membacanya.


"Yuki, jangan sedih, Aku sengaja meninggalkan Bajuku, jika kau kangen kau bisa mencium Aromaku di bajuku, Aku juga mengambil satu bajumu, Aku akan selalu mengingatmu Yuki, terimakasih untuk satu bulan ini, benar-benar hari yang menyenangkan bersamamu, maafkan Kakak Yuki, kalau kakak harus meninggalkanmu lagi, jaga Ibu baik-baik Ya! Aku selalu menyayangimu,"


"Huaaaaaaa, Onii-chann!"


Yuki kembali menangis keras setelah membaca surat dari Avrora.


...Next Volume 2 Chapter 22...

__ADS_1


__ADS_2