
...Pergi Sekolah Bag. 2...
...----------------------------------------------------------------------------------...
Saat aku masuk ke dalam kelas semua mata pun tertuju padaku, semua murid pun mulai membicarakan diriku.
"Siapa Gadis itu cantik banget."
"Apa di kelas kita ada murid seperti itu? apa dia salah kelas?"
Sudah ku duga semua orang pasti akan membicarakanku.
Ngomong-ngmong aku harus duduk di mana nih?
Aku pun melihat semua bangku yang semakin kebelakang semakin meninggi, saat aku melihat bangku yang berada di belakang aku melihat Rafael, mata kami pun bertemu, tapi entah kenapa dia langsung mengalihkan pandangan.
Kebentulan sekali nih ada Rafael jadi bisa ada temen ngobrol, samperin ah.
Aku pun berjalan ke bangku paling belakang untuk menghampirinya.
"Hay Rafael-san, jadi kita sekelas ya, kenapa kau tidak bilang? Geser dong boleh aku duduk bersamamu."
"Silakan dengan senang hati Avrora-sama."
"Setelah ini aku pasti akan di bunuh semua anak cowok di kelas." pikir Rafael.
"Terimakasih Rafael-san."
Aku pun segera duduk, semua cowok di kelas pun langsung menatap Rafael dengan tatapan tajam.
Eh? Gawat nih aku lupa, jadi maksud ucapan Rafael tadi menyuruhku untuk tidak bicara padanya pasti karena dia tidak mau di musuhi oleh para cowok, tanpa sengaja aku telah membuat Rafael bernasib sama seperti cowok Figuran tadi.
Bagaimana ini? Apa aku harus minta maaf padanya?
Bersamaan dengan itu aku mendengar keributan ada seseorang yang di pukuli oleh para cowok di luar.
Pasti itu adalah cowok tadi, apa aku sudah kelewatan ya, maafkan aku Figuran-kun, aku akan mendokan keselamatanmu.
Sial ini bukan waktunya untuk memikirkan itu, bagaimanapun juga aku tidak ingin Rafael bernasib sama dengan orang itu, aku harus melakukan sesuatu.
Aku pun langsung berdiri dan memperkenalkan diriku pada semua murid di kelas.
"Semuanya perkenalkan, namaku Avrora putri Kerajaan Asgard, mulai sekarang aku akan bergabung belajar dengan kalian dan Cowok yang di sebelahku ini adalah Pelayanku, mulai sekarang mohon kerjasamanya semuanya."
Semua orang pun bersorak dan menghampiri diriku untuk minta berkenalan.
"Jadi Pria itu cuma pelayan?"
Semua anak cowok mulai membicarakan Rafael yang menjadi pelayanku, dengan begitu Rafael tidak akan di pukuli.
Rafael pun tersenyum dalam hati.
"Sekarang aku jadi bisa tenang, Avrora-sama sudah membuat orang-orang menjadi tidak salah paham lagi, dia memang baik." pikir Rafael.
Hoe sadar Rafael-kun! Kalau Avrora baik dia tidak akan membiarkan Cowok Figuran di pukuli.
__ADS_1
Setelah itu Sensei pun datang, semua murid berlarian menuju bangku masing-masing.
Sensei pun memberitahukan pada semua murid kalau aku adalah anak baru yang mulai sekarang akan ikut bergabung dengan kelas ini. Setelah itu pelajaran pun di mulai.
Setelah pelajaran berakhir aku segera menyandarkan kepalaku di atas meja.
Akhirnya selesai juga, sungguh membosankan.
Semua murid kembali mengerumuniku karena tadi belum sempat berkenalan.
Dasar merepotkan.
Bersamaan dengan itu tiba-tiba dari belakang ada seorang Gadis berambut merah pendek memegang dadaku dan mempermainkanya.
"Kyaaaa." aku menahan geli dengan menutup mataku.
"Hua Buah melon macam apa ini." ungkap Gadis itu.
Semua murid pun memandangiku dengan tatapan Echhi.
Sial siapa Gadis ini? Aku pun segera berdiri untuk membalasnya.
Akan aku tunjukan bagaimana caranya mempermainkan buah Melon.
"Kyaaaa....!" Gadis itu pun merintih geli.
Aku pun semakin bersemangat, baiklah rasakan ini aku akan menyentuh daerah yang paling sensitif.
"Kyaaaaa!"
Teriak Gadis itu tersungkur lemas dengan wajah memerah nafasnya pun terengah-engah.
"Avrora-sama, teryata kau sangat hebat, bisa membuatku seperti ini, tadi itu luar biasa." kata Gadis itu.
Eh? Apa maksudnya itu?
"Maaf mungkin aku sudah kelewatan."
"Tidak, tidak, tidak, aku malah menyukainya, hey Avrora-sama lain kali lakukan lagi ya kalau kita sedang berdua bagaimana?" tanya Gadis itu sembari mendekatkan wajahnya.
Gadis ini otaknya benar-benar tidak waras, aku harus segera pergi.
Aku pun segera keluar Kelas dengan cepat.
"Avrora-sama mau kemana?" teriak Gadis itu.
Aku menghela nafas dalam Akhirnya bisa lolos juga.
Sekarang mau kemana ya lebih baik keliling Sekolah untuk melihat-lihat.
Seperti biasa saat berjalan aku selalu menjadi pusat perhatian.
Kali ini aku ingin melihat seluruh pemandangan Sekolah, lebih baik terbang ke atas Gedung semoga tidak ada yang melihat.
Aku pun segera menuju tempat sepi dan terbang ke atas Gedung.
__ADS_1
Dari atas aku bisa melihat seluruh Sekolah, pemandanganya memang sangat bagus disini, tidur ah.
Saat aku ingin tidur tiba-tiba aku melihat seorang Gadis berambut pirang panjang yang akan di lecehkan oleh para lelaki di tempat sepi.
Eh jadi mereka ingin melecehkan Gadis itu ya?
Aku pun segera turun dari Gedung untuk menyelamatkan Gadis itu.
Aku turun di depan Gadis itu.
"Hentikan! Apa yang kalian lakukan? perbuatan kalian sungguh sangat menjijihkan."
Mereka pun terkejut melihat kedatanganku.
"Eh siapa kau? aku baru melihatmu, teryata kau imut juga."
Kata cowok itu sembari ingin memegang wajahku tapi aku segera memegang tangan cowok itu dan membantingnya.
"Uakkkkk!"
Para cowok yang lainya pun segera bersiaga untuk menyerangku dengan sihir.
"Jadi kalian ingin menggunakan sihir, bukanya menggunakan sihir di sini itu di larang?"
Mendengar peringatanku semu cowok pun tidak jadi menggunakan sihir dan segera menyerangku dengan pukulan.
Tapi aku dengan mudah menumbangkan mereka semua.
Setelah tumbang mereka pun kabur.
"Siapa orang ini? Dia sangat keren sekali?" pikir Gadis itu.
Setelah itu aku segera mengulurkan tanganku pada Gadis itu sembari bertanya.
"Kau tidak apa-apa kan?"
"...umm, aku tidak apa-apa, terimakasih banyak."
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu."
Aku pun berjalan pergi tapi Gadis itu memegang bajuku.
"T-Tunggu?"
"Ada apa Nona?" Aku bertanya.
"Beritahu siapa namamu?"
"Ah maaf lupa memperkenalkan diri, aku Avrora aku baru bersekolah di sini."
"Jadi begitu, aku Airi salam kenal Avrora-chan."
"Salam kenal Airi-chan, kalau begitu aku pergi dulu sampai nanti."
Aku pun segera berjalan pergi.
__ADS_1
"Dia memang sangat keren?" pikir Airi.
Bersambung...