Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 3


__ADS_3

...Tugas Azazil...


...----------------------------------------------------------------------------...


Aku tidak menyangka kalau Yuki berada di Dunia ini, kenapa dia bisa ada di Dunia ini dan menjadi bagian dari Kekaisaran timur, aku benar-benar tidak mengerti.


Yuki sudah bersiap menembakan tembakan keduanya.


Aku langsung berteriak.


"Tu~tunggu dulu!"


"Bammm!"


Yuki menembak dengan Energi laser besarnya.


Aku kembali menghindar, "Cih! Anak itu!"


Chimeries langsung menyerang Yuki dengan cepat.


"Wushhh!"


Aku kembali berteriak.


"Tunggu dulu Chimeries!"


Aku segera menahan serangan Chimeries.


Chimeries pun terkejut.


"Apa yang kalakukan Avrora?! Kenapa kau menghalangiku!"


"Tunggu dulu, biar Aku jelaskan ini!"


Saat aku berbicara dengan Chimeries Yuki kembali menembakan Energi laser kearah kami!"


"Bammm!"


Kami kembali menghindar.


"Cih! Ini jadinya kalau kau menghalangi, kita harus cepat membunuh dia!" tegas Chimeries.


"Maaf ada sesuatu yang ingin Aku pastikan darinya!"


"Ada apa denganmu Avrora, kita harus cepat menyelamatkan penduduk!"


Aku pun berpikir.


"Benar juga, prioritas kita hari ini adalah menyelamatkan penduduk, Cih! Apa boleh buat, lebih baik Aku akan berbicara dengan Yuki lain waktu saja!"


Aku segera membuka portal di belakang Yuki.


"Lebih baik kau pergi dulu dari sini!"


Aku pun memindahkan Yuki keluar.


"Apa yang kau lakukan padanya Avrora?" tanya Chimeries.


"Aku memindahkam dia keluar, lebih baik ayo cepat selamatkan penduduk!"


Aku dan Chimeries akhirnya sampai di Penjara, para pasukan mulai berdatangan.


Aku melirik kearah Chimeries.


"Bereskan mereka, Aku akan memindahkan mereka kekerajaanku!"


"Baiklah Avrora!"


Chimeries segera menghalau para musuh yang mulai berdatangan, Aku pun segera pergi ke banyak penjara dan memindahkan semua tawanan ke Kerajaanku.


Setelah semuanya selesai, Aku dan Chimeries pun keluar, kami segera pergi untuk bergabung dengan yang lain.


Aku melihat mereka sedang bertarung dengan pasukan yang bersenjata mirip dengan yang di pakai Yuki.


Aku berpikir, "Sebenarnya senjata apa yang mereka gunakan, senjata itu cukup berbahaya!"

__ADS_1


Tiba-tiba muncul gadis berambut putih panjang, dia langsung mengeluarkan penghalang Anti sihir.


Semua bawhanku akhirnya tidak bisa menggunakan sihirnya.


Aku memperhatikan gadis itu.


"Cih! Sebenarnya siapa gadis itu? Dia bisa menggunakan sihir dan memakai Alat itu, ini akan merepotkan! Lebih baik Aku cepat kesana dan menghancurkan Anti sihirnya!"


Aku menengok ke Arah Chimeries.


"Ayo Chimeries, kita harus segera kesana!"


"Swoshh!


Aku terbang dengan cepat dan langsung menghancurkan Anti sihirnya.


Semua melihat ke arahku.


Aku segera mengeluarkan hujan pedang.


Semua pasukan yang terkena langsung tewas, pasukan Starator langsung membuat Shild.


Aku segera bergabung dengan para bawahanku dan membuat portal untuk kembali.


Kami semua pun kembali.


Yuki kembali setelah Avrora pergi.


"Kau dari mana saja Yuki? Kita telah gagal mengalahkan mereka dan semua tawanan pun kabur!" tegas Charlote.


Yuki langsung menjelaskanya.


"Maafkan saya Ketua, Aku telah dipindahkan dengan sihir teleportasi oleh gadis berambut hitam dan merah itu, dia teryata cukup berbahaya, dia juga pasti yang membawa tawanan dengan sihir teportasinya!"


"Cih! Benar-benar sihir yang merepotkan, Ayo kita laporkan masalah ini pada Jendral Shin!"


Scene pun berganti.


Aku dan semuanya telah sampai di Kerajaanku, kami telah berhasil membebaskan seluruh tawanan.


Aku langsung duduk di singgasanaku dan melamun memikirkan Yuki.


Rose terus menperhatikanku dan bertanya.


"Avrora sama, Apa yang terjadi? Anda terlihat memikirkan sesuatu?"


Aku tersenyum Kaku.


"Ahahaha, tidak ada apa-apa kok!"


Aku segera mengucapkan terimakasih pada mereka semua yang terlah berjuang.


"Terimakasih semua, kalian telah bekerja dengan baik!"


Chimeries tersenyum.


"Terimakasih banyak Avrora, kau telah menyelamatkan seluruh rakyatku, aku berhutang budi padamu!"


"Itu bukan apa-apa, Aku akan membiarkan rakyatmu tinggal disini sampai kerajaanmu kembali,"


Aku melihat ke arah Rose.


"Rose? siapkan tempat tinggal untuk mereka dan obati semua yang terluka!"


"Baiklah Avrora sama!" jawab Rose.


Aku kembali menatap Chimeries.


"Terus sekarang apa yang ingin kau lakukan? Apa kau juga akan memintaku untuk membantu merebut kerajaanmu?"


Chimeries tesenyum kaku.


"Ahahaha, sepertinya begitu, hanya kau yang bisa membantuku Avrora!"


Aku menghela nafas.

__ADS_1


"Haaa Sudah Aku duga akan seperti itu, dasar merepotkan, baiklah Aku akan membantumu, Aku akan merundingkan ini dengan kerajaan lainya! Ini masalah serius, Aku juga akan mengajak Raja Iblis Utara untuk bekerjasama, mereka juga harus tau, Akan gawat kalau Kekaisaran Timur juga menyerang wilayah Utara!"


Chimeries menganggukan kepalanya.


"Mungkin itu ide yang bagus, Aku tidak menyangka kau akan perpikir begitu, Raja Iblis timur adalah Leviathan, mungkin ini adalah pertama kalinya dalam sejarah sesama Raja Iblis saling membantu, tapi apa kau bisa meyakikan Leviathan dia itu sangat angkuh!"


Aku tersenyum.


"Tenang saja Aku akan mengirimkan orangku untuk kesana, kalau mereka menolak biar Aku yang akan turun tangan!"


Aku melihat ke arah Azazil.


"Azazil pergilah ke Kerajaan Iblis Utara, Aku akan menuliskan pesan untuknya!"


Azazil membungkukan badanya.


"Baiklah Avrora sama!"


Keesokan harinya.


Azazil sudah bersiap untuk berangkat menuju Kerajaan Iblis Utara.


"Avrora sama! Saya sudah siap untuk berangkat!" tegas Azazil.


"Baiklah!" Aku segera membuka portal, "Aku akan mengirimkanmu kesana, jika terjadi sesuatu bicaralah padaku dengan komunikasi jarak jauh!"


"Saya mengerti Avrora sama!"


"Baiklah! Aku akan mengirimu sekarang!"


Aku memejamkan mataku.


"Ai chan! Cari kordinat Kerajaan Iblis Utara!"


"Hihihi. . .baiklah!"


Setelah menemukan titik Kordinatnya Azazil pun segera pergi.


Azazil keluar di depan pintu masuk Kerajaan Iblis Utara dan langsung dihadang oleh dua bawahan Leviathan.


Sosok pria berambut putih dan berbadan tinggi dia adalah Razor, dan wanita berjubah hitam berambut hitam dia adalah Sara.


Razor langsung menodongkan senjatanya.


"Siapa kau? ada urusan apa kau datang kemari?"


Azazil menyeringai.


"Perkenalkan Aku adalah Azazil, pelayan Raja Iblis selatan Avrora sama!"


Razor dan Sara pun terkejut.


"Kau? Pelayan Raja Iblis Avrora? Raja Iblis yang telah membunuh Raja iblis Barat Ryuka! Apa kau juga akan menatang kami, Aku tidak akan mbiarlanya," tegas Razor bersiap untuk menyerang.


"Tu~tunggu dulu, apa kau ingin melawanku? Aku hanya ingin menemui Raja kalian, untuk mengatarkan pesan dari Avrora sama, tenang saja tujuan ku bukan untuk memulai peperangan, malah sebaliknya Kami ingin bekerja sama!"


Razor terlihat berpikir.


"Jangan coba-coba membohongiku!"


"Cih dasar keras kepala!" geram Azazil.


Azazil langsung menjelaskanya.


"Baiklah biar kukatakan, sekarang ini situasinya sedang genting, Kerajaan Iblis Timur sekarang sudah dikuasai oleh kekaisaran Timur dan Raja Iblis Timur sekarang sedang berada di Kerajaan kami, dia meminta bantuan kepada Avrora sama untuk merebut kembali Kerajaanya!"


Razor pun terkejut.


"Apa katamu! Aku sungguh tidak percaya Kerajaan Iblis Timur akan kalah semudah itu?"


"Maka dari itu tujuanku kesini untuk berkerja sama melawan Kekaisaran Timur?"


"Baiklah akan Aku atar kau menemui Leviathan sama!" tegas Razor.


...TBC...

__ADS_1


...Next Volume 3 Chapter 4...


...Jangan lupa Like, Vote, Kasih hadiah biar Author semangat update ya ^^...


__ADS_2