
...Pertempuran Antar Raja Iblis Avrora Vs Ryuka...
...----------------------------------------------------------...
Setelah Aku berubah ke mode Demon Lord, Aku segera merantai Alden dan Zen.
Rantai merah keluar dari dalam tanah dan mengikat mereka.
Aku segera menghampiri mereka yang terikat rantai dan memegang kepalanya.
"Dasar bodoh, mau-maunya kalian diperalat oleh Raja Iblis itu, Apa boleh buat,biar Aku intip siapa kau sebenarnya,"
Dengan mengikuti Aliran Energi Raja Iblis itu, Aku bisa merasakan keberadaan Raja iblis itu dan bisa melihat wajahnya.
"Ketemu heee," Aku tersenyum jahat.
Ryuka Kaget melihat wajah Avrora didalam pikiranya.
"Cih kenapa dia bisa tau Aku,"
Setelah menyerap semua Energi Negatif Alden dan Zen, mereka pun tak sadarkan diri.
Aku memerintahkan Valac untuk memenjarakan mereka untuk sementara waktu.
Aku segera membuka Portal dan berbicara pada Cleve.
"Cleve ikutlah denganku sebentar?"
Cleve tersenyum, "Baiklah master,"
''Avrora sama, apa Aku boleh ikut," tanya Rose.
Aku bepikir.
"Ini akan merepotkan kalau tidak mengajak Rose,"
"Baiklah Rose!"
"Aku juga akan ikut Avrora!" seru Pangeran Leon.
"Ehhh apa boleh buat,"
"Baikalah Onii-chan,"
Aku segera masuk kedalam portal dan membuka portal dihadapan Raja iblis itu.
Ryuka pun terkejut melihat kedatangan Avrora, "Kamu!"
Para bawahan Ryuka langsung menyerang, Kakak, Cleve dan Rose segera menghadapi mereka.
Ryuka sangat kesal, "Cih apa maumu?"
Aku langsung menatap Raja iblis itu.
"Ehh bukanya kau yang sudah mengusiku duluan, siapa kau? kenapa kau selalu membuat keributan denganku? Apa kau ingin menantangku hah?"
"Aku adalah Ryuka, Demon Lord wilayah Barat, heee apa kau tidak terima,"
Aku tersenyum jahat.
"Xixixi jadi begitu, Apa kau ingin bertarung denganku Ryuka?"
Ryuka menyeringai.
"Baiklah Ayo kita selesaikan ini, Aku akan segera menghabisimu Avrora!"
"Kau sangat percaya diri ya Ryuka xixixi!"
Setelah pembicaraan selesai Ryuka mengajaku pergi ketempat yang luas yang jauh dari kerajaan untuk bertarung dia segera terbang, para bawahan Ryuka segera mengikutinya dengan menunggangi Naga.
Aku juga segera terbang menyusul Ryuka dengan membawa Kakak dan Cleve dengan cakar besarku, sementara Rose terbang sendri dengan merubah dirinya menjadi kalalawar.
Kami semua pun sampai dihutan, Aku segera menurunkan Kakak dan Cleve.
Ryuka langsung merubah wujudnya. menjadi manusia setengah Naga.
"Heee apa itu wujudmu yang sebenarnya Ryuka apa kau berasal dari ras Naga xixixi"
Ryuka menyeringai.
"Benar! Ras Naga adala Ras yang paling terhormat, Aku pasti akan segera menghabisimu Avrora, Keluarlah Quetza,"
Ryuka memanggil Familiyarnya.
Sosok Naga berzirah tubuhnya seperti manusia muncul dihadapanku.
Aku cuma tersenyum melihat Ryuka memagil Familiyarnya.
"Ehhhh...kita lihat saja siapa yang akan mati Ryuka!"
"Quetza habisi orang itu," seru Ryuka.
Makluk itu langsung menyerangku dengan cepat
"Swoshh,"
"Aku segera menahan dengan cakarku,"
"Hati-hati Avrora, Ryuka Akan menyerang dengan Energi Laser Api yang besar 4 detik lagi, hihi. .hihi. ."
"Aku mengerti Ai chan, siapkan serangan kejutan untunya, Apa kau sudah tau yang Aku pikirkan Ai-chan,"
"Hihihi tenang saja,"
Saat Aku sedang menahan serangan Familiyarnya, Ryuka tiba -tiba melancarkan serangan Energi Laser apinya.
"Matilah," teriak Ryuka.
Aku segera merantai Familiyar Ryuka dan menghidari, serangan Ryuka, serangan Ryuka mengenai Familiyarnya sendiri, Energi itu langsung menabrak Gunung.
Gunung pun terbelah dua.
Aku menyeringai.
"Kau membunuh Familiyarmu sendiri loh, xixixi dasar bodoh! apa cuma segitu kemampuanmu, kalau cuma membelah gunung seperti itu, Kakaku juga mampu!"
Ryuka sangat kesal.
"Cih kenapa kau bisa tau, kalau aku akan menyerang, apa kau segaja memebunuh Familyarku dengan memanfaatkan seranganku?"
Aku tersenyum.
"Begitulah dan mungkin ini adalah Akhir dari riwayatmu Ry-Yu-ka xixixi, lihatlah diatasmu,"
Bola Energi besar bercampur Lava panas merah membara sudah berada diatas Ryuka.
Ryuka terkejut dia mulai gemetaran.
__ADS_1
"Apa itu, dari kapan kamu membuat itu,"
"Xixixi dari kapan ya? saat sebelum kau menyerangku Aku juga sudah membuat itu,"
Aku menyeringai.
"Mampuslah Kau! akan kulenyapkan kau sekarang Omegadon,"
"Cih," Ryuka bersiap untuk kabur.
Aku segera merantainya, Rantai merah langsung mengikat kaki dan tangan Ryuka.
"Mau kemana apa kau ingin mencoba kabur sudah terlambat xixixi,"
"BAMMMMMMMMMMM!!!!!!!terjadi ledakan Maha dasyat yang mengetarkan Bumi dan membuat gempa disemua penjuru Bumi.
Raja Iblis wilayah Utara dan timur pun Heran dan merasa ketakutan.
Raja Iblis Chimeries ketakutan sembari berpikir.
"Kekuatan macam apa ini, Aku mersakan Energi Ryuka menghilang, apa dia mati siapa yang membunuhnya?"
Raja Iblis Leviatahan juga mempunyai pikirian yang sama.
"Sungguh mengerikan Getaran ini, Aku mendengar kabar dari bawahnku Raja iblis Selatan dan Barat sedang bertarung Energi Ryuka tiba-tiba menghilang, apa dia mati? Siapa sebenarnya Raja Iblis selatan dia mempunyai kekuatan yang mengerikan!"
Hutan seketika berubah menjadi kawah Lava yang dalam, Kerajaan Zelded mengalami badai debu dan hujan Asam karena dampak ledakan dan terjadi perubahan iklim yang panas.
Aku juga terkejut kenapa bisa separah ini.
"Ehhh apa aku berlebihan ya nee Ai-chan apa kau menambahkan sesuatu?"
"Hihi. .hihi. .Aku menanbahkan Batu Luar Angkasa, yang Pernah kau baca mungkin itu menarik,"
"Dasar bodoh kalau ingin menambhkan sesuatu bilang dulu, Aku hampir saja memusnahkan Planet ini tau, untung saja tidak terlalu besar, tadi itu seperti meteor yang terbakar Atmosfer Dasar!"
"Hihi. .hihi. .maaf-maaf,"
Semua bawahan Ryuka langsung menelan ludahnya sendiri.
"Kekutan macam apa ini sungguh mengerikan,"
Pangeran Leon, Cleve dan Rose cuma terdiam mereka sudah tak terkejut lagi karena mereka tau Kekuatan Avrora yang sebenarnya.
Aku menatap Kakak, Cleve dan Rose.
"Ayo kita pulang,"
Kami Akhirnya pulang ke Kerajaan Valded, Aku kembali kemode Normalku.
"Apa-apan ini Ai-chan, kenapa Aku masih dimode dewasa begini cuma warna rambutku yang berubah?"
"Hihi. .hihi. . Sesekali ganti suasana,"
"Ehhh kau ini!"
Aku segera duduk disinggasanaku sembari menyangga kepalaku.
Kakaku terus menatapku.
"Avrora wujud itu, kita seperti terlihat seumuran?"
Aku langsung menjawab dengan malu.
"Tidak masalah bukan? apa kau lebih suka Adik yang imut, atau dewasa seperti ini? Onii-chan?"
"Itu, Aku suka dua-duanya sih, tapi wujudmu yang sekarang tubuhmu lebih berisi ya?"
"Ehhhhh," ರ_ರ Aku menatap Heran kakak, "Dasar mesum,"
Kakaku terlihat malu-malu.
Setelah bertarung Aku jadi Haus darah, Tiba-tiba keinginan Vampirku bangkit.
Aku menatap Rose.
"Rose Aku ingin darah!"
Cleve langsung berbicara.
"Hisaplah darahku master?"
Pangeran Leon memotong pembicaraan kami.
"Aku saja Avrora, Bukanya kita telah melakukan kontrak?"
Cleve terkejut mendengar perkataan Leon.
"Apa katamu? Kau juga telah melakukan kontrak dengan Master?"
Pangeran Leon juga terkejut.
"Ehh jangan-jangan Kau juga Cleve," Leon sedikit kesal, "Berarti kau telah berciuman dengan Adiku?"
Cleve jadi salah tingkah.
"Ahaha itu benar," wajah Cleve memerah.
"Cih," Leon merasa kesal dan memalingkan wajahnya.
Aku cuma menatap mereka dengan tatapan kosong.
ರ_ರ "Ehh...Merepotkan,"
Pangeran Leon meninggikan suaranya.
"Jadi siapa yang ingin kau hisap darahnya Avrora?"
Rose tiba-tiba menyela pembicaraan kami.
"Tunggu dulu," Rose menatap Avrora, "Avrora sama ini tidak adil kenapa Anda tidak melakukan kontrak denganku, Aku juga mau, Aku ingin membuat kontrak dengan Anda Avrora sama,"
Aku jadi berpikir.
"Melakukan kontrak dengan Rose? Ehhhhhhhh berarti Aku harus berciuman dengan Rose? dia itu type orang yang selalu memaksa dan rewel kalau tidak dituruti hmmm. . .baiklah apa boleh buat,"
"Baiklah Rose Ayo kita kekamar kita akan melakukan kontrak,"
Rose langsung memasang wajah bahagia.
"Baiklah Avrora sama hehe,"
Pangeran Leon dan Cleve langsung merasa lemas dan tidak bersemangat.
"Kalau begitu Aku mau tidur," Pangeran Leon segera pergi kekamar.
"Aku juga master!" Kata cleve.
__ADS_1
Aku berpikir.
"Ehhhh apa yang terjadi pada mereka?"
Setelah itu Aku mengajak Rose kekamar.
"Ayo Rose kita kekamar,"
"Tunggu dulu Avrora sama kalau anda ingin meminum darahku Aku ingin mandi dulu,"
Aku heran dan menatap Rose.
ರ_ರ"Ehhhhh buat apa mandi dulu,"
Aku pun segera menuju kamar dan menunggu Rose, setelah beberapa menit, Rose datang kekamar.
Aku terkejut Rose bergati pakaian dan menutup rambutbya dengan Hiasan khas Maid.
"Ehhhhhhh, kenapa Rose jadi sangat imut,"
"Rose cepat perlihatkan Lehermu," Aku berkata dengan malu.
"Baiklah Avrora sama," Rose segera menyingkab rambutnya.
Aku memandangi leher Rose.
"Leher rose begitu mulus dan putih,bau darahnya sangat menggoda,"
"Haaaa," Aku langsung mengigitnya.
"Kyaaaaa," rintih rose.
Aku meminum tiga tegukan.
"Darah Rose benar-benar enak,"
Aku mengelap darah yang berlumuran dimulutku dengan tanganku.
Rose tiba-tiba berevolusi menjadi Arc Vampir rambutnya pendek Rose memanjang.
Aku pun terkejut.
"Ehhhhh Rose! Kau berubah?"
Rose tersenyum.
"Terimaksih banyak Avrora sama, Aku merasa lebih kuat dan bisa selalu berguna untuk Anda,"
Aku segera menyingkap rambutku.
"Baiklah sekarang minumlah darahku Rose!"
Rose merasa tidak enak.
"Tidak Avrora sama, ini tidak sopan!"
"Ini adalah syarat kontrak, hmmm y sudah tidak apa-papa kalau tidak mau?"
"Tunggu dulu," Rose berkata dengan malu, "Aku mau Avrora sama!"
"Ehhhh. . .ya sudah cepat hisaplah!"
"Baikalah Avrora sama, tolong maafkan saya,"
"Haaaa," Rose segera mengeluarkan taringnya dan menghisap darahku.
"Kyaahhhhhh," Aku kegelian.
Rose melepaskan gigitanya.
"Sudah Avrora sama, apa sakit?"
"Tidak sih cuma geli, Baiklah Rose syarat terahir ini akan memalukan kita harus berciuman,"
Rose tiba-tiba bersemangat
"Aku tidak keberatan Avrora sama," Rose berbicara sambil ngiler.
Aku jadi merinding dan berpikir.
"Rose apa kau ingin memakanku?"
"Cepat pejamkan matamu Rose!"
"Baiklah Avrora sama," Rose memejamkan matanya.
Aku memamdangi wajah Rose.
"Ehhh Aku sepertinya akan berciuman dengan wanita dewasa,apa boleh buat,"
"Emmhppp,"
Rose tiba-tiba jadi sangat Agresif
Dia mempermainakan lidahku.
"Apa ini Lidah Rose menari-nari dimulutku,"
Rose sangat bersemangat."Avrora sama, Avrora sama,"
"Emmmphhhhh,"
"Gawat, kalau begini terus Rose akan semakin buas,"
Aku mencoba melepaskan Ciumannya, Rose malah menekan kepalaku."
"Sialan Rose tidak mau melepasnya,"
Aku melepasnya dengan paksa dan Akhirnya terlepas, Air liur kami bercucuran.
Aku langsung berkata pada Rose.
"Rose! Kau terlalu bersemangat, apa kau ingin memakanku?"
Rose tersenyum.
"Maafkan saya Avrora sama hihi,"
"Dasar, Baiaklah kontrak selesai, Aku akan memberimu sesuatu keluarlah Iris of the Dream,"
Portal dimensi ruang dan waktu terbuka mengeluarakan senjata Sabit besar yang berwarna Hitam dan Biru.
"Ambilah itu hadiah kontrak kita, kau akan selalu terhubung denganku Rose!"
Rose tidak bisa menahan kebahagiaanya, dia tersenyum lebar.
"Terimakasih Avrora sama,"
__ADS_1
Bersambung. .