Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 5 Chapter 4


__ADS_3

...Di Tangkap Petugas...


...----------------------------------------------------------------------------------...


Setelah Pelajaran berakhir Aku pun segera keluar Kelas dan Minchael teryata sudah menungguku di depan kelas.


"Yo Avrora-chan, ayo kita pulang." ajak Michael dengan melambaikan tanganya.


Eh ngapain ni orang? padahal aku ingin pergi jalan-jalan untuk melihat-lihat Kota.


"Kau lebih  baik duluan saja Onii-sama,  aku ingin berkeliling Kota sebentar."


"Bagaimana kalau aku temani Avrora-chan?"


"Tidak, aku bisa sendri kok, lagi pula aku tidak ingin merepotkanmu, kalau begitu aku pergi dulu, sampai nanti Onii-sama."


Aku pun buru-bru pergi meninggalkan Michael.


"Eh apa dia menghindariku?" pikir Michael.


Aku menghela nafas panjang. Akhirnya aku bisa lolos juga darinya.


Aku pun segera turun dengan menggunakan Lift untuk keluar dari Sekolah.


Aku melihat semua murid pulang ada yang di jemput dan berjalan kaki menuju stasiun.


Lebih baik aku ikut naik kereta dengan mereka, andai saja boleh terbang tidak akan repot begini.


Aku pun berjalan mengikuti para murid yang sedang menuju stasiun. 


Seperti biasa aku menjadi pusat perhatian para murid saat berjalan menuju stasiun, tapi tiba-tiba aku merasakan ada seseorang yang sedang membuntutiku.


Siapa ya? Aku pun bertanya-tanya.


Aku mempercepat langkah kakiku dan teryata dia masih tetep saja membututiku.


Lebih baik aku pancing dia ke tempat sepi.


Aku segera berlari menuju tempat sepi di sebuah sela-sela bangunan. Dia pun masih tetap mengikutiku.


Setelah itu Aku meghentikan langkah kakiku sembari berteriak.


"Cepat keluarlah, aku tau kalau ada orang sedang mengikutiku."


Sosok Gadis berambut merah pun keluar dari balik tembok dengan tersenyum.


Aku pun terkejut.


"Kamu? bukanya kau Gadis yang tadi di kelas yang tiba-tiba memegang dadaku, kenapa kau mengikutiku sampai kesini?"


"Ah itu? tadi kita belum sempat berkenalan kan? soalnya kau langsung kabur, jadi perkenalkan aku Frea, aku hanya ingin berteman denganmu Avrora-sama."


"Ehhhh....baiklah kalau begitu."


Frea pun berjalan mendekatiku sembari memandangi wajahku.


"Sudah kuduga wajahmu sangat imut Avrora-sama."


Eh mau ngapain ni orang?


Karena dia terus mendekat aku pun mundur sampai menyentuh dinding.


Frea memegang rambutku sembari berkata.


"Rambut perakmu benar-benar indah Avrora-sama ehe.ehe.eheee.eheeee."


Wajahnya tiba-tiba jadi sangat mesum, aku jadi merinding.


Gadis ini benar-benar sudah tidak waras?


"Itu? Frea-san, aku harus pergi, bisakah kau minggir?"


"Ah maafkan aku Avrora-sama."


Dia pun minggir.


"K-Kalau begitu, aku pergi dulu sampai ketemu lagi Frea-san."


Aku berkata sembari berlari dengan cepat meninggalkan Frea.


"T-Tunggu dulu Avrora-sama."

__ADS_1


Teriak Frea sembari berlari mengejarku.


Eh kenapa dia terus mengejarku? kalau begitu aku harus bersembunyi.


Aku melihat-lihat sekitar dan kembali masuk ke sela-sela belakang bangunan untuk bersembunyi.


Aku menghela nafas dalam.


Akhirnya aku bisa lolos juga.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba ada yang meniup telingaku dari belakang, aku pun langsung merajuk.


"Kyaaaa!"


Teryata Frea sudah ada di belakangku.


"F-Frea-san!"


"Avrora-sama, kenapa kau berlari?" tanya Frea.


"Ah itu? Aku sedang buru-buru ahahaha."


Aku menjawab dengan senyum kaku.


"Ehhhh? Memangnya Anda mau kemana?"


"Sebenarnya aku ingin berkeliling kota."


"Jadi begitu, bagaimana kalau Saya temani Anda berkeliling, saya bisa menjadi pemandu yang baik."


"Ah...kalau begitu baiklah."


Aku pun terpaksa menyetujuinya, mungkin benar perkataanya, dia bisa jadi pemanduku.


"Kalau begitu ayo kita berangkat, saya akan tunjukan tempat-tempat yang menyenangkan Avrora-sama."


"...umm, baiklah."


Kami pun berjalan berdua menuju untuk berkeliling Kota.


Teryata dia bisa bersikap normal juga.


"Avrora-sama, lebih baik kita kesana dulu."


"Beneran? apa tidak apa-apa?


"Beneran lagian kita kan sudah berteman."


"Baiklah kalau begitu aku akan memanggilmu Avrora-chan."


Kata Frea dengan malu.


"Kalau malu jangan di paksakan bodoh!"


Setelah itu aku pun mulai berkeliling dengan Frea dan tidak terasa hari sudah Sore.


Kami pun berpisah di Stasiun untuk pulang.


Saat aku ingin pulang Aku pun tidak tahu jalan pulang kembali ke Istana.


Bagaimana ini? Aku harus naik apa? andai saja di perbolehkan terbang pasti tidak akan repot begini.


Ah bodo ah kalau aku tidak terbang aku tidak akan bisa kembali.


Aku pun pergi ke tempat sepi dan terbang diam-diam.


Saat terbang aku bisa melihat di mana letak Istana berada.


Ah teryata di sana, baiklah pulang dulu deh.


Saat aku terbang menuju Istana tiba-tiba dari belakang terdengar teriakan seseorang yang menyuruhku untuk berhenti.


Aku pun menengok ke belakang


Aku melihat ada banyak orang memakai Zirah putih mereka bersayap dan jumlahnya ada banyak sedang mengejarku.



Mereka kemungkinan adalah petugas keamanan di Dunia ini.


Gawat nih aku harus segera kabur.

__ADS_1


Aku segera menambah kecepatanku, aku tidak ingin sampai tertangkap oleh mereka.


"Hoe berhenti!" teriak petugas itu.


Aku terbang melewati celah-celah gedung mereka terlihat masih mengikutiku dari belakang.


Sial mereka teryata tidak mau menyerah juga.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba dari depan sudah ada banyak petugas yang menghadangku.


Aku pun segera berhenti dan mereka langsung mengepungku di atas, bawah, kanan dan kiri.


Gawat nih aku sudah terkepung, aku bisa saja menghajar mereka semua tapi pasti nanti aku akan mendapatkan masalah, lebih baik menyerah saja deh.


Aku pun mengangkat ke dua tanganku.


Petugas itu pun segera menghampiriku.


"Nona anda di tangkap karena telah terbang tanpa ijin."


Tegas petugas itu sembari memasang borgol ke tanganku.


Setelah itu datang jemputan mobil terbang milik petugas untuk mengangkutku.


Aku terlihat seperti penjahat yang di tangkap saja menyebalkan.


Aku pun di bawa ke kantor petugas. Setelah di sana aku pun di introgasi oleh petugas.


"Nona siapa namamu? Kenapa kau terbang tanpa ijin?"


"Ah maaf, aku cuma tersesat dan ingin segera pulang jadi aku terbang saja."


"Apa kau tidak tau kalau di sini ada larangan terbang tanpa ijin? kenapa tadi kau juga melarikan diri?"


"Aku tahu sih, aku pikir dengan kabur aku bisa lolos dari pengejaran, aku hanya mencoba berbagai kemungkinan ahahaha."


Aku memberikan keterangan dengan tersenyum kaku.


Para petugas pun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


"Kau masih sekolah kan? Kalau begitu beritahu alamat orang tuamu."


"Tinggal pergi saja ke Istana, Zhepyres adalah Ayahku."


Semua petugas pun langsung terdiam ketika mendengar jawabanku.


"Jangan bercanda Nona, kau bisa di tahan kalau mengaku-ngaku."


"Eh siapa yang bercanda, itu memang kenyataan, lihatlah rambutku mirip dengan warna rambut Ratu kan?"


Semua petugas pun memperhatikanku.


"Kalau di pikir-pikir benar juga, tapi aku tidak pernah mendengar Ratu Maria mempunyai anak lagi." ungkap petugas itu.


"Kalau tidak percaya cepat hubungi saja Ayahku."


Para petugas itu terlihat bingung karena hanya para petugas petinggi saja yang tahu soal Avrora.


Salah satu petugas terlihat memasuki ruang petinggi dan menanyakan kepada petingginya tentang Avrora.


Petinggi itu pun terkejut setelah mendengar cerita dari bawahanya.


"Bodoh! Dia memang Putri Zhepyres-sama, cepat bebaskan dia." tegas petinggi itu.


"B-Baik."


Petinggi itu pun segera keluar dari ruangnya untuk meminta maaf pada Avrora.


"Maafkan anak buah saya Avrora-sama, para bawahanku tidak mengenali anda."


"Ah tidak apa-apa kok, aku yang salah karena sudah terbang sembarangan, jadi apa aku boleh terbang sekarang?"


"Itu?? terus terang saya belum mengijinkan anda karena ini juga perintah dari Zhepyres-sama, mohon pengertian anda Avrora-sama."


"Baiklah kalau begitu bisakah kau mengantarkan aku pulang ke Istana."


"Dengan senang hati Avrora-sama."


Setelah itu aku pun di antar petugas kembali ke Istana.


Aku menghela nafas dalam.

__ADS_1


Jujur hidup di sini terlalu sangat merepotkan, ini Dunia sihir loh bukan Bumi, cara membuat peraturanya sungguh ngasal.


Bersambung....


__ADS_2