Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 21


__ADS_3

...Kelicikan Ryugo...


...----------------------------------------------------------------------------...


Hari ini Aku mengadakan pertemuan, Aku berencana untuk menyelamatkan Liza yang sedang di tahan di Kerajaan Zelded.


Aku melihat semuanya sudah berkumpul, Alden dan Zen juga ikut dalam rapat kali ini, Aku segera berbicara pada mereka semua.


"Dengarkan semua, Aku akan pergi ke Kerajaan Zeldead untuk menyelamatkan Liza, mereka menyuruhku untuk menyerahkan diri,"


Aku segera menunjuk Rose, Celve, dan Leon untuk ikut bersamaku.


Azazil terlihat khawatir.


"Avrora sama, Aku juga Akan ikut bersamamu!"


Aku menjawabnya dengan tegas.


"Tidak! Azazil, kau harus menjaga kerajaan ini bersama Cain, hanya kalian yang bisa menjaga selama Aku tidak ada!"


"Baiklah Avrora sama," Jawab Azazil.


Aku menatap Valac dan gamon.


"Kalian tetap dalam tugas kalian untuk menjaga perbatasan,"


"Saya mengerti Avrora sama," Jawab mereka.


Viad langsung berdiri.


"Putriku Aku akan ikut bersamamu!"


Aku menatap Ayah Viad dengan heran.


"Tumben sekali, biasanya kau hanya bermalas-malasan saja Ayah!"


Viad tertawa.


"Hahahahha, maaf Aku hanya khawatir dengan putriku yang manis,"


"Ehhhhhhhhh," Aku melihat ayah dengan tatapan kosong, "Terserah Kau saja Ayah!"


Alden memasang wajah serius.


"Avrora izinkan Aku ikut, Aku juga ingin menyelamatkan Liza?"


"Aku juga Akan ikut," pekik Zen.


Aku menghela nafas.


"Baiklah kalau begitu!"


Setelah itu, Aku segera membuka Portal menuju kerajaan Zeldead, kami semua pun berangkat.


Aku membuka Portal didalam Kerajaan Zeldead, dan langsung disambut oleh Ryugo.


Ryugo menyeringai.


"Akhirnya kalian datang juga!"


Aku langsung memasang wajah serius.


"Di mana Liza, cepat bebaskan dia!"


"Tidak usah buru-buru begitu, Aku hanya butuh Rajamu dimana Raja Iblis Avrora?"


Aku jadi heran.


"Ehhh apa dia tidak tau kalau Aku ini Raja!"


Aku langsung menjawabnya.


"Aku Avrora, cepat katakan apa maumu?"


Ryugo terkejut.


"Ehhhh apa kau sedang bercanda, itu tidak mungkin kalau wanita imut dan lemah sepertimu itu adalah Raja, jangan bercanda!"


Cleve tidak terima dengan omongan Ryugo, dia segera membuka pedangnya dan meodongkanya ke arah Ryugo.


"Jaga bicaramu di depan Avrora sama dasar sialan!"


Aku melihat ke Arah Cleve.


"Cleve hentikan!"


"Baiklah Avrora sama," Cleve menutup pedangnya kembali.


Aku kembali menatap Ryugo.


"Terserah kamu mau percaya Atau tidak, yang lebih penting dimana Liza? Cepat bebaskan dia?"


"Hahaha," Ryugo tertawa, "Jadi begitu, baiklah,"


Ryugo menjentikan jarinya.


Tiba-tiba penghalang muncul, Aku terkurung, di dalam, cuma ada Aku dan Ryugo.


Ryugo menyeringai.


"Sekarang bawahanmu dan bawahanku, tidak akan bisa mengganggu, kita akan bertarung secara Adil, Aku pasti Akan membunuhmu Avrora!"


Aku tersenyum.


"Baiklah kita lihat saja siapa yang akan mati!"


"Ai-chan berubah Ke Mode Demon Lord,"


"Hihi. .Maaf Avrora, Ryugo nampaknya menjebak kita, karena penghalang itu, kita tidak bisa menggunakan sihir!"


Setelah mendengar penjelasan Ai-chan Aku terkejut.


"Apa katamu, tidak bisa menggunakan sihir!"


"Hihi. .itu benar! Aku akan menganalisis sihirnya, tunggulah beberapa menit Avrora, setelah Aku selesai menganalisis, kau Akan bisa menggunakan sihirmu kembali,"


"Ini akan merepotkan cepatlah Ai-chan, Aku akan menahanya,"

__ADS_1


Ryugo dengan cepat menyerang dengan pedang besarnya.


"Swoshh,"


Aku segera menghindar


"Cih dasar curang, apa yang kau bilang tadi bertarung secara Adil, dasar penipu, kau telah menjebaku!"


Ryugo tertawa.


"Hahaha, tak usah banyak bicara kau akan segera mati!"


Ryugo dengan cepat menyerangku kembali, dia menambah kecepatanya.


"Gawat,"


Dia tiba-tiba sudah berada didepanku.


Ryogo langsung menendangku dengan keras.


"Plakkk,"


"Kyaaaaa," Aku membentur penghalang.


"Sialan ini sakit sekali, skill Regenarisku bahkan  tidak berfungsi disini!"


Aku kembali berdiri.


Ryuga dengan cepat menghatamku lagi,"


"Uakkkk,"


Aku tersungkur ditanah.


"Cih ini buruk,"


Para bawahaku dan semuanya pun heran melihat Aku kalah.


Cleve terus memperhatikan Avrora dan berkata.


"Apa yang sebenarnya terjadi padamu Master!"


Pangerean Leon menatap Cleve.


"Cleve kenapa Avrora bisa kalah? ini Aneh sekali,"


"Aku juga tidak tau pangeran!"


Viad pun berpikir.


"Sudah ku duga, karena penghalang ini, Putriku tidak bisa menggunakan sihirnya, bertahanlah putriku!"


Melihat Avrota tersungkur ditanah Rose mencoba menerobos masuk penghalang tapi dia tidak bisa.


Viad melihat ke arah Rose.


"Hentikan Rose! percuma saja kau melakukan itu, kau akan melukai dirimu sendiri,"


"Tapi Viad sama, Aku tidak bisa membiarkanya begitu saja!"


"Tenanglah percayalah pada Avrora!"


"Apa ini, kenapa Lukaku begitu fatal?"


Ryugo berjalan kearahku sembari berbicara.


"Ehh apa cuma segini kemapuanmu," Ryugo menodongkan pedang besarnya ke arahku, "Sebenarnya kau itu sangat imut, tapi sayang sekali Aku harus membunuhmu Avrora!"


Ryugo segera bersiap menusuku.


"Matilah Avrora!"


"Swoshh,"


Aku segera terbang ke atas.


"Fiuhh hampir saja, kau tepat waktu Ai-chan,"


Aku Akhirnya bisa menggunakan sihirku kembali, Luka-lukaku segera sembuh berkat skill Regenerasi.


"Hihihi. .maaf lama Avrora!"


Ryugo terkejut.


"Sialan kenapa kau masih bisa bergerak?"


Aku segera berubah ke Mode Demon Lord.


"Heee saatnya pembalasan,"


Aku segera memangil sejata sabit merahku.


"Keluarlah Sanguine Gaze,"


Ryugo terkejut.


"Kamu! Apa itu wujudmu yang sebenarnya?" Ryugo menyeringai, "Baiklah Aku akan memanggil temanmu!"


Tiba-tiba Liza muncul, dengan cepat masuk ke dalam penghalang.


Aku terkejut.


"Liza!"


Liza muncul dengan tatapan kosong.


Aku berpikir.


"Ada yang aneh dengan Liza!"


"Hihih. . .Liza telah dikendalikan!"


"Cih dasar sialan!"


Ryugo tertawa.


"Hahaha bagaimana Avrora, Apa kau bisa melawan kita berdua?"

__ADS_1


Aku menanggapinya dengan santai.


"Ehhhhhh kenapa tidak! Lagian permainanmu sudah berakhir!"


Aku langsung merantai Liza, dan berjalan kearah Liza untuk menyerap Sihirnya.


"Cih apa yang sedang kau lakukan," geram Ryugo.


Saat sihir pengendalinya terserap habis, Liza langsung tak sadarkan diri. Aku segera membuka portal untuk mengeluarkan Liza ketempat Cleve dan yang lainya berada.


Ryugo terlihat sangat marah.


"Dasar sialan!"


Aku tersenyun.


"Xixixi kali ini kau pasti akan mati Ryugo!"


"Cih, Baiklah Aku akan serius," Ryugo langsung merubah wujudnya, "Haaaaaaaaaa,"


Ryugo berubah menjadi sosok Naga setengah manusia berzirah lengkap, berwarna hitam, memiliki dua sayap.


Aku cuma tersenyum.


"Apa itu sosokmu yang sebenarnya? Boleh juga!"


Ryugo langsung menyerangku dengan pedang yang berevolusi menjadi trisula.


Aku menahanya dengan sabitku.


"Boleh juga," Aku langsung mengeluarkan senjata cakarku dan menyerangnya.


"Srettt," Ryugo terkena dan langsung melompat kebelakang.


Aku menyeringai.


"Apa kemampuanmu hanya sebatas itu!"


"Graaaaa," Ryugo mengaung dan mengeluarkan Aura hitam diseluruh tubuhnya dan langsung bergerak menyerangku.


Aku juga langsung bergerak, kami beradu senjata dengan sengit.


Aku menambahkan kecepatan gerakanku, Ryugo tidak bisa menandingi kecepatanku, dia terkena banyak sayatan, Aku segera menendangnya dia pun jatuh ketanah.


Aku tersenyum, "Bagaimana?"


Ryugo cuma menyeringai.


Aku terkejut, HP dia benar-benar tidak berkurang sedikitpun, padahal Aku sudah banyak menyerangnya.


"Apa yang terjadi?"


Aku kembali menyerangnya dengan sabitku secara bertubi-tubi, tapi HP dia benar-benar tidak berkurang.


"Cihh, baiklah Akan Aku gunakan sihirku, Aku akan membakarnya,"


"Hentikan Avrora, jangan bakar dia! hihihi!"


"Ada apa Ai-chan?"


"Hihi. . .Aku telah menganalisis sihirnya, Aku tau kenapa HP dia tidak berkurang, setiap kali kau melakukan satu Hit, dia akan menambah HP sebesar 10%, Aura hitam yang ada di sekitar tubuhnya itu adalah penyebabnya,"


"Cih benar-benar kekuatan yang merepotkan,"


Ryugo tersenyum.


"Ada apa Avrora, kenapa kau diam begitu! Sekarang giliranaku Aku akan menyerangmu,"


Ryugo kembali menyerangku.


Aku cuma bisa terus menghindar sembari memikirkan cara untuk mengalahkanya.


"Sialan, apa Aku ledakan saja, Aku tidak bisa memaksimalkan kekuatanku karena bertarung disini, kalau aku meledakanya semuanya pasti akan mati!"


Ryugo kembali menyerangku secara bertubi-tubi.


Aku kembali menghindar secara terus menerus.


Ryugo menatapku.


"Ehh kenapa kau cuma menghindar saja Avrora?"


Aku segera menjawabnya.


"Cih, Aku sudah tau kekutanmu, setiap kau terkena pukulan kau akan menabah HP mu kan?"


"Hahahahah, ketahuan yaa! Baiklah Aku akan mencabik-cabikmu sekarang Avrora?"


Tiba-tiba Ryugo muntah darah.


"Uakhhh,"


"Apa yang terjadi padaku,"


Ryugo berteriak.


"Apa yang telah kau lakukan padaku sialan?"


Aku tersenyum.


"Ara-ara, nampaknya kematianmu sudah dekat!"


Ryugo sangat marah.


"Kenapa kau bisa melukaiku, cepat jelaskan apa yang sudah kau lakukan?"


Aku langsung menjelaskanya.


"Aku sudah tau, Aura hitam yang menyelimuti tubuhmu itu adalah sumber kekuatanmu kan? Jadi! jika Aku memukul di Area yang terdapat Aura hitam itu, HP mu akan bertambah, jadi Aku membuat Oxygen blood blast, Aku membuat bahan peledak dengan ukuran super kecil, yang ku balut dengan darah dan Aku campur dengan Oksigen, kau telah menghirupnya saat kau menyerangku tadi, dan sekarang pasti darah itu sudah menyebar ke seluruh tubuhmu dam Bamm kau akan mati!"


Aku menjetikan tanganku.


"Selamat tinggal Ryugo,"


Tubuh Ryugo sekita langsung melebur berlahan


Ryugo tidak menyangka akan berakhir seperti ini, "Ini tidak mungkin,"

__ADS_1


Ryugo pun tewas.


Bersambung. . .


__ADS_2