
Menjalin Hubungan Kerjasama
Hari ini Aku mengumpulkan semua bawahanku, akhirnya mereka semua berkumpul diruang pertemuan, kami semua duduk didepan meja yang panjang, entah kenapa Rose selalu berdiri di belakangku.
"Rose? Apa kau tidak duduk?"
Rose pun tersenyum dan berbicara dengan lembut.
"Tidak Avrora sama, saya berdiri saja dibelakang anda,"
Aku pikir sikap Rose itu terlalu berlebihan, entah kenapa kalau melihat Rose aku jadi teringat para maid di Kerajaanku, Aku jadi merinding, tapi syukurlah, Aku sudah bebas dari mereka, baiklah ini bukan waktunya memikirkan mereka, aku akan memulai rapatnya.
"Semuanya, hari ini Aku sengaja mengumpulkan kalian semua, Aku ingin membahas sesuatu yang penting, sebelum kita mulai kepembahasan, Aku ingin tahu apakah ada musuh yang sudah mulai bergerak? Bagaimana dengan penyelidikanmu Valac?"
Valac segera berdiri.
"Sejauh ini belum ada pergerakan dari kerajaan manapun Avrora sama!"
Aku menganguk-nganggukan kepalapaku.
"Begitu ya! Terus bagai mana dengan penyelidikanmu Gamon?"
Gamon juga berdiri.
"Saya juga belum melihat pergerakan dari kerjaan manapun Avrora sama, tapi! berita tentang Anda menjadi raja baru di kerajaan Valdead sudah menyebar, kita harus waspada, setelah mendengar berita itu, tidak lama lagi pasti mereka akan mulai menyerang."
"Aku mengerti, terimakasih, kalian sudah menjalankan tugas dengan baik, sekarang dengarkan semuanya, Aku punya rencana untuk Kerajaan ini, pertama, Aku harus merubah pandangan hidup penduduk dikerajaan ini, kedua, Aku akan membangun Infrastruktur dikerajaan ini, Ketiga, kita harus bisa melakukan pertanian, karena Aku melihat banyak lahan kosong diwilayah ini, Aku juga melihat para penduduk hanya mencari makanan dihutan, kalau kita bisa bercocok tanam, para penduduk tidak akan repot-repot lagi mencari makanan dihutan lagi,"
Aku bertanya pada Ayahku.
"Ayah, Bisakah Ayah mengajari para pendukuk untuk menjadi petani?"
Bart, pun tersenyum.
"Serahkan ini pada Ayah Avrora chan,"
"Yosh! Kalau begitu Aku menunjuk Ayah sebagai ketua pertanian!"
"Avrora sama, bagaimana cara kita untuk merealisasikan pembagunan? kita butuh orang yang berpengalaman?" tanya Beatric.
Aku pun menjawab dengan serius.
"Aku sudah memikirkanya, Aku sudah punya gambaran untuk membagun kembali negeri ini, Aku hanya perlu mencari orang untuk membantu merealisasikanya, Aku akan meminta bantuan Kerajaan Neverland, Aku akan mengajak Kerajaan Neverland untuk bekerja sama dengan kita, Raja Aldric adalalah ayahku, dia pasti mau berkerjasama dengan kita!"
Jendral Azazil terlihat khawatir.
"Tunggu dulu Avrora sama, Apa itu tidak terlalu beresiko, sejak dulu Kerajaan selalu memusuhi kami para kaum iblis,"
"Tenang saja, Aku yang akan meyakinkan Ayahku, kau tak perlu khawatir Azazil!"
Setelah mendengar penjelasanku akhirnya mereka semua pun setuju.
"Baiklah, hari ini, Aku akan pergi kekerajaan Neverland,"
Setelah Rose mendengar Aku akan pergi kekerajaan Neverland, Rose pun memohon untuk ikut.
"Avrora sama, izinkan Aku ikut bersamamu?"
"Ehhh ini akan merepotkan, kalau aku tidak mengajaknya juga, apa boleh buat,"
Aku tersenyum kaku, "Ahahaha, Baiklah, Aku akan mengajakmu Rose!"
Rose merasa sangat bahagia, "Terimakasih, Avrora sama,"
"Merepotkan,"
Aku pun segera memberikan perintah pada Azazil.
"Selama Aku pergi kau yang akan megantikanku disini Azazil,"
Azazil segera membungkukan badanya.
__ADS_1
"Saya mengerti Avrora sama!"
Setelah itu, Aku pun berangkat Kekerajaan Neverland dengan Rose menggunakan Sihir ruang dan waktu, Aku langsung membuka portal dan keluar didalam kerajaan Neverland.
Raja Aldric dan Ratu Eilalaria terkejut melihat Avrora kembali.
"Putriku!" Ratu Eilaria langsung berlari memeluk Avrora,"Kau akhirnya pulang juga nak, Ibu sangat merindukanmu, semenjak kamu ditangkap, Ibu merasa sangat khwatir,"
Aku membalas pelukan ibu, "Terimakasih, sudah menghawatirkanku Ibunda,"
Ibudaku memegang kedua pipiku, "Avrora, Kenapa kamu harus pergi bersama para iblis?"
Aku membalas memegang tangan ibu yang sedang menyentuh pipiku.
"Aku akan menjelaskan semuanya, untuk itulah Aku datang kesini, Aku ingin berbicara dengan Ayahanda!"
Aku menatap Ayahanda, "Ayah! Aku ingin berbicara denganmu?"
Raja Aldric terlihat sangat senang mendengar Avrora mau berbicara padanya.
"Ada apa putriku? tumben sekali kamu mau berbicara dengan Ayah," Raja Aldric terlihat malu-malu.
"Dasar Ayah bodoh!"
Aku berbicara dengan serius.
"Ayah Maukah Ayah berkerjasama dengan kerajaan Iblis, Aku sekarang adalah raja dikerajaan Iblis, Aku ingin berkerjasama denganmu Ayah!"
Raja Aldric pun terkejut.
"Putriku, Apa kamu sedang bercanda, berkerjasama dengan kerajaan iblis itu sangat berbahaya! mereka adalah monster!"
Aku mencoba meyakinkan Ayahanda.
"Itu tidak benar Ayah, mereka tidak seperti yang ayah pikirkan, Aku berani menjaminya, mereka sama sepertu manusia, dan sekarang Aku adalah Raja, mereka semua akan mematuhiku,"
Raja Aldric memegang dagunya.
"Tenang saja, kalau mereka menyerang, Aku yang akan menghacurkan mereka, Aku juga akan melindungi kerajaan ini, kita bisa saling membantu, bagaimana Ayah?"
Raja Aldric pun berfikir.
"Apa yang dikatakan putriku memang benar, dengan adanya putriku dipihaku, Aku tidak usah khwatir lagi, kekuatan Avrora sudah tidak diragukan lagi,"
Raja Aldric akhirnya memutuskan, "Baiklah Putriku, aku menerimanya, kita akan berkerjasama, tapi dengan satu syarat!"
"Ehhhh, Apa syaratya Ayahanda?"
Raja Aldric berkata dengan gugup.
"Putriku, izinkan ayahmu ini memelukmu sebentar, kamu ini putrikukan, ayah ingin memelukmu, tapi ayah takut kamu selalu membenciku,"
Aku menatap ayahanda dengan pandangan kosong.
"Ehhhh dasar! Aku memang membecimu sih, tapi demi kerjasama ini, mendingan Aku biarkan saja ayah memeluku,"
Aku pun menjawabnya, dengan nada datar, "Baikalah cepat mendekatlah dasar ayah bodoh!"
Raja Aldric langsung turun dari tahtanya dia berjalan memdekati Avrora.
Aku merinding saat Ayahku mendekatiku ia pun segera memeluku.
Raja Aldric terlihat sangat senang dia menangis bahagia.
"Maafkan Ayah putriku, Ayah memang sudah berbuat jahat padamu, aku sangat menyesal, tapi bagaimabapun juga kau adalah putriku, Ayah senang kau kembali,"
Apa ayah memeluku hanya ingin mengatakan itu, Aku jadi sedikit kasian, Aku langsung membalas dengan mengusap punggungnya, Ibu pun terlihat senang melihat kami berpelukan.
Setelah itu, Aku meminta Ayahku untuk membatuku membangun kerajaan iblis, Akhirnya Ayah mengnalkan ku pada seseorang yang padai dalam bidang Infrastruktur.
"Puteriku, perkenalkan dia gerald, dia akan membantumu untuk membagun kerajaanmu,"
__ADS_1
Pria bertubuh tinggi berambut pedek berwarna maroon, dengan mata yang berwarna hitam, dia langsung menyapaku.
"Salam kenal Hime-sama, saya Gerald, saya akan membantu membagun kembali kerajaan anda, serahkan ini pada saya Hime,"
"Pria ini tampan juga,"
Aku langsung membalasnya, "Salam kenal, Aku Avrora, mohon bantuanya Gerald san,"
Ayah berkata padaku.
"Putriku, Ayah juga akan mengirimkan sepuluh orang pekerja untuk membantu, mereka adalah para perkerja yang sudah ahli, mereka bisa mengajari para pendudukmu untuk membagun kerajaan,"
"Bernarkah! terimakasih Ayah, itu sangat membantu, Ehehe," Aku langsung tersenyum manis pada Ayahku.
"Avrora-chan imutnya," kata ayah dengan espresii menjijihkan.
Aku pun merinding.
"Dasar menjijihkan!"
Baiklah semuanya sudah beres, mungkin Aku harus kembali kekerajaan Iblis.
"Ayahanda kalau begitu Aku akan kembali kekerajaan Iblis sekarang,"
"Kenapa kau kembali secepat ini putriku, bermalamlah dulu disini, bukakah disini juga rumahmu putriku," Raja Aldric mencoba membujuk Avrora untuk bermalam.
"Benar, Apa yang dkatakan Ayah putriku, Ibu juga masih ingin melihatmu,"tegas Ratu Eilaria.
"Emmm," Aku pun berfikir dan melihat kearah Rose, "Bagaimana menurutmu Rose?
Rose menjawab dengan lembut.
"Semua terserah anda Avrora sama, saya akan mengikuti kemanapun anda pergi!"
"Ehhhh, kalau aku masuk jurang apa kamu juga akan ikut rose? Dasar!"
Mungkin Aku harus bermalam disini, Aku juga kasian melihat Ibunda dia baru bertemu denganku lagi, aku tidak tega meninggalkanya lagi.
"Baiklah ibunda! Aku akan bermalam disini!"
Raru Eilaria merasa sangat senang, setelah mendengar Avrora akan bermalam, ratu langsung memanggil para maid.
"Cepat mandilan Putri Avrora,"
"Kyaaaaaa," Aku pun merajuk, "Kenapa jadi begini?"
Para maid pun datang menghampiriku, Aku segera bersembunyi di belakang rose.
"Rose! tolonglah Aku, cepat usir mereka!"
Rose pun merasa heran, "Ada apa denganmu Avrora Sama? Kenapa anda begitu ketakutan melihat maid-maid itu?"
"Tidak usah banyak bicara cepat usir saja mereka bodoh!"
Tiba-tiba salah satu maid membisikan sesuatu pada Rose, Rose langsung tersenyum sembari melihat kearahku.
"Glek," Aku menelan ludaku sendiri.
"Apa yang terjadi pada Rose? Kenapa dia jadi terlihat menakutkan, jangan-jangan Rose terpengaruh oleh maid itu?"
Rose jadi ikut-ikutan ingin memandikanku, Aku mulai melangkah mundur sedikit-demi sedikit
"Para maid itu memang menakutkan, Rose sampai terpengaruh begitu, lebih baik Aku kabur,"
Aku segera berlari.
"Cepat tangkap putri Avrora!" seru Maid itu.
Para Maid dan Rose mulai mengejarku.
"Kyaaaaaaaaaa, Dasar Rose Bodohhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!"
__ADS_1
Bersambung. .