Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 4 Chapter 5


__ADS_3

...Jalan-Jalan di Ibukota Kerajaan Valhan...


...------------------------------------------------------------------------------------------------------...


Hari ini Asmodeus memanggil Kami untuk menghadap. Aku dan Kakak pun segera menghadap.


Asmodeus menyeringai saat melihat kami datang.


"Bagaimana istirahat kalian disini? Apakah kalian bisa tidur nyenyak?"


"Kami bisa tidur nyenyak, terimakasih banyak sudah memberikan kami tempat untuk beristirahat!" jawab Leon.


Dasar Kakak padahal Aku sama sekali tidak bisa tidur.


"Baguslah, Aku memanggil kalian kesini untuk menanyakan sesuatu, kemarin kau meminta bantuanku kan, sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Asmodeus.


"Aku ingin Kau membantuku berperang melawan Dewa!"


Asmodeus terkejut setelah mendengar permintaan Leon, dia langsung berdiri dari singgasananya.


"Dasar Bodoh! apa Kau Gila, melawan Dewa itu mustahil, bahkan Aku tidak pernah melihat Dewa sekalipun!"


Leon menyeringai.


"Kenapa Kau terkejut begitu, Asal kau tau Adiku ini pernah membunuh Dewa!"


Asmodeus semakin terkejut dia menatap Avrora dengan heran keringat dinginya pun keluar.


"Ini mustahil? Orang sepertimu bisa membunuh Dewa?"


Aku Menyeringai sembari menatap tajam Asmodeus.


"Ehhhh! Apa kau tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kakak Asmodeus-sama, hihihi!"


"Ke-kenapa? Aku merasakan kalau Orang ini lebih berbahaya dari Leon, tatapanya begitu mengerikan, Aku tidak bisa berhenti gemetar kenapa Ada apa ini?" pikir Asmodeus.


Asmodeus pun menjawab pertanyaanku dengan wajah ketakutan.


"A-Aku mempercayaimu, Aku berjanji Akan membantumu setelah memenangkan Perang dengan para pahlawan!"


"Baiklah! Aku harap kau tidak menipu kami kalau kau sampai menipu Kami, Adiku pasti Akan langsung membunuhmu!" tegas Leon.


"Aku mengerti!" jawab Asmodeus.


Kakak menengok ke arah ku, "Ayo Avrora kita pergi!"


"Baiklah Onii-sama!" Aku menjawab dengan senyum manis.


Aku pun pergi bersama Kakak meninggalkan Ruangan Asmodeus.


Asmodeus terus menperhatikan Leon dan Avrora yang sedang berjalan pergi sembari berpikir.


"Aku tidak pernah merasa ketakutan seperti ini sebelumnya, mereka pasti Orang yang berbahaya, dari mana sebenarnya mereka itu, selama ini Aku tidak Pernah mendengar nama mereka."


Setelah kami meninggalkan Ruangan Asmodeus, Kakak mengajaku berkeliling.


"Avrora mumpung kita disini ayo kita berkeliling, Aku ingin melihat Dunia ini?"


"Itu ide bagus Onii-chan, bagaimana kalau kita cari Ibu kota Kerajaan terdekat!"


"Baiklah Aku serahkan padamu Avrora!"


Aku memejamkan mataku untuk melihat Kerajaan terdekat.


"Ketemu!"

__ADS_1


Aku langsung membuka Portal dan keluar di Dekat pintu Kerajaan Valham, Kerajaan Valham adalah kerajaan yang terdekat dengan Kastil Raja Iblis.


"Dimana ini Avrora?" tanya Leon.


"Di depan sana Ada Ibu Kota kerajaan Valham, kita akan masuk kesana, pakaian kita terlalu mencolok, kita harus berganti pakaian, Aku Akan merubah pakaianmu dulu Onii-chan!"


Aku segera merubah Pakaian Kakak, Menggunakan Kemeja putih, Blezer hitam, celana Hitam dan Dasi yang berwarna merah.


"Ehhh pakaian Apa ini Avrora?"


"Ini adalah pakaian Sekolah Duniaku hehe!"


Aku juga merubah Pakaianku, Aku memakai Kemeja Putih, Blezer Hitam, Rok Hitam dan dasi yang berbentuk Pita berwarna merah, Aku memakai kacamata, Aku juga merubah rambutku berkepang dua.


Kakak terus memandangiku dengan wajah yang memerah.


Aku menatap heran Kakak, "Onii-chan! Kenapa kau melihatku begitu?"


Kakak pun memalingkan wajah merahnya sembari garuk-garuk kepala.


"Ahhh itu? kamu terlihat sangat imut jadi?"


Aku jad tersipu malu dan berbicara dengan lirih.


"Terimakasih!"


Setelah itu Aku segera berjalan ke Pintu masuk Kerajaan Valham, Penjaga pintu pun mengintrogasi kami.


"Kalian Apa kalian Orang Asing? Aku belum pernah melihat kalian!" tanya Penjaga itu.


Aku menjawab dengan penuh senyum.


"Kami adalah pelajar yang datang dari jauh, Aku hanya ingin singgah sebentar di Kota ini!"


"Kalau begitu silakan masuk!" kata Penjaga itu dengan perasaan berbunga-bunga.


Aku langsung menggandeng tangan Kakak.


"Onii-chan Ayo kota berkeliling!"


Ehhh bukanya ini seperti terlihat sedang berkencan? Aku baru menyadarinya dan sedikit malu.


Leon pun tersenyum.


"Aku bahagia bisa datang kesini berdua denganmu Avrora!" pikir Leon.


Setelah lama berkeliling perutku ku tiba-tiba berbunyi karena lapar.


"Ehhh! Apa kau lapar Avrora?"


"Ahahaha, begitulah!"


Sialan ini memalukan.


"Kalau begitu Ayo kita cari tempat makan, Aku juga penasaran dengan makanan dunia ini?"


"Baiklah!"


Aku dan Kakak segera mencari Kedai terdekat, kami pun memesan banyak makakan.


Setelah selesai makan, Kami lupa kalau, kami tidak menpunyai Uang dunia ini.


"Onii-chan bagaimana ini?"


"Tenang saja Avrora, kita coba bayar dulu dengan uang Dunia kita!"

__ADS_1


Saat Kakak membayar dengan Uang Duniaya Pemilik kedai langsung menolaknya.


"Apa ini? Ini bukan Uang, kalian ingin menipuku ya!"


Pemilik kedai pun menerintahkan Bodyguardnya untuk menangkap kami.


Bagaimana ini? Aku harus berpikir, Aku Akhirnya


menemukan ide.


"Tunggu dulu paman! apakah Aku bisa membayar dengan ini, Ini adalah Potion penyembuh, Potion ini bisa menyembuhkan luka apapun!"


"Benarkah itu!" tanya pemilik Kedai itu.


"Benar kau coba saja, kalau kau punya luka!"


Pemilik kedai pun mencoba pada tangan yang terluka terkena pisau saat memasak.


"Ahhh hebat lukaku sembuh dengan sempurna, Nona ini hebat, Potion ini kalau jual sudah lebih dari cukup untuk membayar makanan ini, terimakasih banyak Nona!"


Setelah itu Aku pun keluar dari Kedai, Aku pun lega.


"Ahh untung saja pemilik kedai itu mau di bayar dengan Potion!"


Leon menghela nafas.


"Pemilik kedai itu bukanya lebih di untungkan, harusnya tadi kau membayar dengan barang yang tidak terlalu berharga!"


Tiba-Tiba Aku merasakan Ada orang yang sedang mengawasi kami.


"Onii-chan apa kau merasakanya, kita sedang di Awasi!"


"Benar! kita pancing saja mereka ke tempat sepi, supaya mereka menampakan dirinya!"


Aku dan Kakak segera berlari ke tempat sepi, mereka pun langsung menghadang kami.


"Teryata para bandit ya!" tegas Leon.


"Serahkan Semua Potion yang kalian miliki sekarang, Atau kalian akan mati!" ancam Bandit itu.


Aku pun berpikir mungkin mereka tadi melihatku saat Aku membayar dengan Potion, berarti mereka salah satu orang yang berada di Kedai tadi merepotkan.


Aku menguap sembari menyuruh Kakak untuk membereskanya.


"Fuaaaaaa! Onii-chan cepat bereskan mereka!"


"Duarrrr!"


Terjadi ledakan hebat di Kota dan menyebabkan kerusakan beasar.


Aku menatap heran Kakak dengan pandangan kosong.


"Onii-chan! apa yang sudah kau lakukan sih?"


"Aku hanya menggunakan sedikit sihirku, kenapa bisa sekuat ini Avrora?"


"Apa kau lupa! sekarang kau sudah memiliki 20% data tubuhku, kekuatanmu sekarang bahkan sudah melebihi Raja Iblis, kau harus lebih berhati-hati lagi Onii-chan!"


"Ahhh! begitu ya, kalau begitu Aku akan berhati-hati."


"Baiklah lebih baik kita harus cepat pergi sebelum ada Orang yang melihat kita!"


Aku segera membuka portal dan Kembali ke kastil Iblis.


Tak lama kemudian Asmodeus memanggil kami lagi untuk membuat rencana perang dengan pahlawan, karena Lusa kami sudah harus berperang.

__ADS_1


Bersambung. . .


Next Vol. 4 Chapter 6


__ADS_2