
Ayah Yang Merepotkan.
Setelah membebaskan Ayah Viad yang dikendalikan, Aku segera menyembuhkan Gamon dan Valac yang terluka parah akibat pertarungan dengan Ayah.
Viad segera meminta maaf pada Gamon dan Valac karena telah membuatnya terluka, setelah mendengar penjelasan darinya mereka berdua pun memaafkan Viad.
Aku segera kembali kekerajaan dengan membawa Ayah Viad bersamaku, setelah sampai disana Viad merasa sangat senang.
Ayah Viad langsung mengusap-usap rambutku sembari berbicara.
"Putriku, kau memang hebat, Ayah tidak menyangka kau akan menjadi Raja dikerajaan Valded, kalau begitu bolehkah Ayah tinggal disini?"
Aku menjawab dengan nada datar.
"Terserah Ayah saja, Aku tidak akan melarangmu untuk tinggal disini,"
Ayah Viad langsung menggakat tubuhku seperti anak kecil.
"Hahahah, Kalau begitu Ayah akan tinggal disini dengan putriku yang imut ini,"
Aku cuma melihat Ayah Viad dengan tatapan Kosong.
"ರ_ರ Cepat turunkan Aku, Dasar Ayah bodoh, Aku sudah bukan Anak kecil lagi loh,"
Ayahku malah memeluku sembari tertawa.
"Hahahahahh, imutnya,"
Aku jadi berfikir
"Bagaimana caraku menjelaskan ini nanti pada kakaku, pasti dia akan terkejut,"
Sore harinya Aku segera mengadakan pertemuan untuk mengenalkan Ayah Viad pada semuanya. Akhirnya Semua bawahnku dan yang lainya pun berkumpul.
Semunya terkejut melihat Viad yang duduk memangku diriku.
"Dasar Ayah merepotkan,"
Aku bicara dengan malu sembari duduk dipangkuan Ayah Viad.
"Semuanya kali ini Aku akan mengenalkan pria yang sedang bersamaku ini, pria ini adalah Ayah ketigaku dan mulai sekarang dia akan bergabung denghan kita,"
Pangeran Leon langsung berdiri setelah mendengar penjelasanku.
"Avrora apa maksudnya ini?"
Bart juga berdiri dan memotong pembicaraan.
"Benar Avrora chan, apa maksudmu kau menyebut dia Ayah ketigamu?"
Aku jadi malu mau menjelaskan ini pada semuanya, Aku cuma bisa tersenyum kaku dan salah tingkah.
"Ahaha,ahaha...biar Aku jelaskan nanti pada kalian, kita akan bicara nanti oke!"
"Ehhhh Ada apa Putriku? kenapa tidak kau jelaskan saja sekarang, kalau begitu biar Ayah yang menjelaskan pada mereka," kata Viad dengan semangat.
Aku langsung menyingkut perutnya dengan keras.
"Uakkkkkk,"
"Putriku kenapa kau kasar sekali pada ayahmu sihh sakit tau,"
Aku langsung berbisik lirih padanya.
"Dasar bodoh! Apa Ayah tidak malu didengar oleh semuanya kau itu perebut istri orang tau! Dan Aku jadi Anak selingkuhanmu malu tau!"
Viad tersenyum kaku.
"Ahaha.ahaha. begitu yah?"
"Dasar Ayah bodoh merepotkan,"
Aku pun mengahiri pertemuanya.
Setelah itu Aku segera berbicara pada Kakaku dan Ayah Bart dikamar, Ibuku Livy, Alice dan Ayah Viad juga ikut.
Aku segera menceritakanya pada mereka, Mereka sangat terkejut setelah mendengarnya.
Kakaku merasa sangat kecewa.
"Jadi Ibu sudah berselngkuh! Aku tidak mempercayai ini Avrora,"
Viad tertawa dia berkata tanpa rasa bersalah.
"Hahaha jadi dia anak raja Aldric yaa?"
Kakaku langsung marah dan berteriak.
"Diam kau! Kenapa kau bisa-bisanya berselingkuh dengan Ibu? Dasar sialan!"
"Cih kenapa kau membentaku?"
Aku langsung memegang kepala sembari menggeleng-gelengakan kepalaku melihat mereka berdua bertengkar
Aku pun berfikir.
__ADS_1
"Kalau mereka tidak selingkuh berarti Aku tidak akan ada dong?"
Aku meninggikan suaraku
"Sudah cukup hentikan!"
Mereka berdua langsung terdiam. Aku kembali berceramah.
"Onii-chan buat apa marah semunya sudah terjadi, dia juga Ayahku jadi tolong maafkanlah dia dan Rahasiakan ini dari Raja Aldric."
Pangeran Leon menjawab dengan kesal.
"Cih, baiklah kalau begitu,"
Kakaku langsung pergi meninggalkan kamar.
"Onii-chan," Aku mengejarnya tapi Ayah Bart menghentikanku.
"Biarkan saja dia pergi Avrora chan, dia sedang marah tidak ada gunanya berbicara padanya sekarang,"
"Baiklah Ayah," Aku tidak jadi mengejar kakak.
"Ayah juga tidak menyangka ini Avrora, kalau Viad adalah Ayah kandungmu," kata Bart.
Viad menatap heran Bart dan Avrora dia bertanya-tanya kenapa Avrora memanggilnya Ayah, Viad pun bertanya.
"Putriku kenapa kau memanggil dia Ayah?"
Aku pun menceritakan semua pada Ayah Viad, kenapa Bart menjadi Ayah angkatku.
Ayah Viad merasa sangat kesal setelah mendengar ceritaku, dia memeluku.
"Maafkan Ayah putriku, disaat kamu dalam bahaya malah Ayah tidak ada untukmu,"
Aku melepaskan pelukan Ayahku dan berbicara dengan kesal.
"Itu juga kareana salahmu, bukanya kau ingin menyembunyikan Kalau Aku itu anakmu, kenapa malah kau bilang Ratu akan melahirkan bayi setengah Vampir, itu membuatku jadi dibunuh dasar Ayah bodoh!"
Viad tersenyum Kaku, "Ahaha, ahaaha, itu karean Ayah waktu itu merasa cemburu dan Emosi," Viad menjulurkan lidahnya, "Maaf ya?"
Aku kesal dan memukulnya.
"Plakkkk,"
"Itaaaaaaaa,"
"Kau ini kenapa sih selalu kasar padaku putriku, Aku ini Ayahmu loh,"
"Hemph," Aku langsung mengembungkan pipiku.
"Ya sudah Ayah akan pergi sebentar,"
"Mau kemana kau Ayah?"
Ayahku langsung berbalik.
"Ayah ingin menemui ibumu, sudah lama Ayah tidak berjumpa dia pasti menghawatirkanku,"
"Tunggu dulu, biar Aku saja yang mempertemukan kalian,"
Aku langsung membuka portal.
"Ayo masuklah, Aku akan membawa ibu juga,"
"Apa itu putriku," Ayah terkejut.
"Sudah cepat masuk saja,"
Aku membawa Ayah Viad kedimensi yang berbeda.
"Ehhh tempat apa ini Putriku?"
"Sudah jangan banyak tanya atau ku tinggalkan Ayah disini,"
Aku membuka portal kecil untuk mengintip ibunda kali aja ada Raja Aldric.
"Yosh! Amam,"
Aku langsung keluar
Ibuku terkejut, "Avrora? dasar bikin kaget ibu saja!"
"Nee ibunda dimana Raja Aldric?"
"Dia sedang duduk disinggasananya, sedang membahas sesuatu kenapa?"
"Aku ingin memberika kejutan untukmu Ibunda, ayo masuk portal,"
Ibuku langsung masuk kedalam portal. Begitu dia masuk dia langsung melihat Viad.
Ibuku langsung melebarkan matanya.
"Viad san,"
Ibuku menagis sembari menutup mulutnya dengan tanganya.
__ADS_1
Viad pun tersenyum, "Lama tidak berjumpa Eilaria,"
Ibuku segera berlari dan memeluk Viad.
"Kau kemana saja, kenapa kau tidak pernah datang lagi?"
"Maafkan Aku Eilaria?" Ayah langsung menjelaskan semua pada ibuku.
Setelah mendengar penjelasan Ayah, Ibuku pun tersenyum.
"Jadi begitu, Aku pikir kau sudah mati Viad san!"
Viad langsung melingkarkan lenganya dipinggul Eilaria yang ramping, dia mencium rambut Eilaria yang berwarna hitam, mereka Akhirnya berciman.
Aku melihat mereka yang berciuman.
"Padahal Ada Aku disini, kenapa mereka seenaknya saja melakukan itu didepanku, lakukan kalau Aku tidak ada bodoh!"
Melihat mereka yang berciuman, Aku jadi malu dan memalingkan wajahku.
Setelah selesai berciuman Viad berjalan mendekati Avrora yang malu.
"Ehhhh kau sedang apa putriku? Kenapa kau memalingkan wajahmu begitu, apa kau malu melihat Ayah dan Ibu berciuman, Apa kau pernah berciuam dengan seorang pria putriku?"
Mendengar pertanyaan Ayah wajahku menjadi panas.
"Dasar Ayah bodoh kenapa menayakan hal itu padaku,"
Viad terus memandangi wajah Avrora yang tiba-tiba memerah, Viad langsung menatap curiga Avrora.
"Ehhhh Kenapa wajahmu jadi merah begutu imutnya,"
"Berisik," Aku langsung memukul perut Ayahku sampai terpental.
"Uahhkkk,"
"Itatatatata, kau ini, kenapa selalu memukul Ayahmu sih dasar!"
"Hemph," Aku memalingkan wajahku.
Ibuku cuma tersenyum melihat kami berdua bertengkar.
Setelah itu Aku dan Ayah kembali kekerajaan Valdead. Aku segera mecari Kakak, teryata dia ada dikamarnya, Aku langsung masuk dan melihat kakak yang sedang melamun.
"Onii-chan, apa kau marah padaku?"
"Tidak kok!" Sahut kakak dengan cuek.
Melihat sikap kakak Aku pikir dia marah padaku, lebih baik Aku goda saja dia.
Aku langsung mendekati kakak dan meniup telinganya.
"Fuuuuu,"
Kakaku langsung merajuk.
"Avrora? Apa yang kamu lakukan geli tau?"
"Habisnya kakak cuek si,"
Kakak tiba-tiba merebahkanku dikasurnya.
"Brukkk,"
Kakak langsung berada diatasku dan memegang kedua tanganku.
"Kamu harus bertanggung jawab Avrora?"
"Ehhhhhh," Aku pun terkejut.
Aku berkata dengan malu.
"Apa yang ingin kau lakukan Onii-chan?"
Kakak memegang wajahku dan telingaku.
"Avrora chan, Aku ingin meneruskan yang kemarin!"
"Tapi onii-chan, itu tidak boleh,"
"Aku sudah tidak perduli lagi kalau kau itu adiku, Aku menyukaimu Avrora,"
Kakak langsung mendekatkan wajahnya dan bersiap mencium bibirku.
Tiba-tiba Ayah Viad datang. Aku dan kakak pun terkejut.
"Are!"
Ayah Viad langsung menendang Kakak yang berada diatasku.
"Uaakkhhh,"
"Apa yang ingin kau lakukan pada putriku bodoh!" teriak Viad.
Aku berfikir.
__ADS_1
"Ini akan merepotkan,"
Bersambung. .