Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 4 Chapter 13


__ADS_3

...Melampoi Batasan...


...------------------------------------------...


Setelah Luther kabur, Ai-chan juga segera pergi meninggalkan kamar Luther dan kembali ke kamar Avrora.


Leon pun heran melihat Avrora yang cepat kembali dengan cepat dari acara minum.


"Avrora? apa acara minum-minumnya sudah selesai? kok cepat sekali?"


"Hihihi, kenapa bukanya malah bagus?"


"Kenapa kau tertawa seperti itu, Aku baru melihat kau tertawa seperti itu?"


Ai-chan menyeringai.


"Kayaknya Aku Akan melihat tontonan menarik nih, hihihi!" Pikir Ai-chan, "Avrora saatnya kembali!"


Aku pun kembali ketubuhku, Nafasku masih terengah-engah karena haus Darah.


Leon terus memperhatikan Avrora yang tiba-tiba menjadi Aneh.


"Avrora kenapa kau diam, wajahmu kenapa merah begitu?"


Aku melihat Kakak yang ada di depanku tanpa pikir panjang Aku segera mendorong Kakak ke kasur.


"Brukk!"


Leon pun terkejut, "Avrora apa yang kau lakukan?"


Aku pun segera menindih Kakak.


"Onii-chan! Aku mau Darah!" Aku menjilati leher Kakak.


"Tu-tunggu! kenapa tiba-tiba apa yang terjadi padamu?"


Aku terus menjilat dan mencium leher Kakak.


"Aku tidak tau apa yang terjadi padamu Avrora, tapi kalau kau terus begini Aku pasti Akan terangsang, Avrora kau wangi sekali hari ini!" pikir Leon.


Aku pun mengigit leher Kakak dan meminum Darahnya.


"Akhhh!" Leon merintih geli.


Setelah meminum Darah Kakak, Aku pun menatap Kakak dengan wajah yang memerah dan Nafas yang masih terengah-engah.


"Onii-chan maaf!"


Melihat Avrora yang berlumuran darah di bibirnya dengan wajah yang merah, Leon jadi tidak tahan dan segera merebahkan Avrora sembari memegang tanganya.


"Avrora Aku!"


"Hhhhh Onii-chan apa yang ingin kau lakukan hhhh!"


"Aku ingin menciumu Avrora hhhhhh!"


"Ehmpppp!" Leon pun mencium bibir Avrora.


Aku melebarkan mataku, "Ehhhh kenapa Kakak menciumku? lidah kakak terasa sangat hangat di mulutku, Apa tidak apa-apa begini?"


Leon melepas ciumanya dan memandangi wajah Avrora dengan nafas yang terengah-engah.


"Avrora hhhhh!"


"Ada apa Onii-chan? hhhhh!"


"Kau sangat cantik hari ini hhhhh!" Leon pun mencium leher Avrora.


Aku memejamkan mataku sembari menutup mulutku dengan tangan karena kegelian, gawat kalau terus begini Aku tidak bisa lagi mengendalikan tubuhku, etah kenapa tubuhku tidak ingin menolak ini.

__ADS_1


Setelah mencium leher Avrora Leon memegang pipi dan telinga Avrora.


"Avrora maaf! selama ini Aku selalu menahan keinginanku, tapi sekarang Aku sudah tidak bisa menahannya lagi, Aku sudah tidak bisa berhenti lagi, Aku tau ini salah tapi Avrora Aku benar-benar mencintaimu, apa kau keberatan kalau Aku melakukan ini padamu? kalau kau keberatan Aku Akan menghentikan ini, Aku akan menjauh darimu, mungkin Aku akan pergi untuk bisa melupakan perasaanku padamu!"


Aku menutup mataku dengan pergelangan tanganku saat Kakak berbicara, Aku tau Kakak mencintaiku, Aku tau ini salah tapi saat Kakak berbicara akan menjauh dariku entah kenapa hatiku terasa sakit, Apa mungkin selama ini Aku juga mencintainya, Aku tidak mau Kakak menjauh tidak mau.


"Lakukan saja Aku tidak keberatan, Asalkan kau tidak menjauh dariku!"


Mendengar jawaban Avrora, Leon tersenyum.


"Apa kau juga mencintaiku Avrora?"


"...ummm Aku mencintaimu!"


Kakak menyingkirkan tanganku yang menutupi mataku.


"Jangan tutup matamu, lihatlah wajahku, Aku sangat senang mendengarnya, malam ini Aku ingin bercinta denganmu Avrora-chan!"


Kakak pun mulai membuka kancing bajuku dan menggerayangi Dadaku.


Kami Akhirnya melakukan mantap-mantap.


Kami berdua sudah masuk dalam jurang kenikmatan dan menghancurkan batasan itu.


Aku tidak menyangkan Akan melakukan ini denganya, Aku mulai mengingat-ingat kembali pertemuanku dengan Kakak saat pertama kalinya, dia adalah orang yang menolongku saat berada di Akademi, tidak disangka juga kalau sebenarnya dia adalah Kakaku, senjak saat itu kami selalu menghabiskan waktu bersama dan Aku juga tidak tau kapan perasan cinta ini mulai tumbuh.


Keesokan harinya.


Saat Aku terbagun dari tidurku, Kakak sudah bangun dan sedang duduk di sampingku dengan memakai pakaian biasanya.


"Selamat pagi Avrora!"


Aku mengucek mataku sembari menguap, "Fuaaaa! Selamat pagi Onii-chan!" Aku lupa apa yang terjadi tadi malam.


Aku melihat tubuhku sendiri yang tertutup selimut dan teryata Aku tidak memakai Baju, Aku langsung mengingat kejadian tadi malam.


"Ehhhhh!" Aku segera menarik selimutku untuk menutupi seluruh tubuhku dan menatap Kakak dengan kesal.


Leon pun heran, "Ehhhh Ada apa Avrora?"


"Hemmmmphh!" Aku memalingkan wajahku, sebenarnya Aku merasa malu saat menatapnya tapi ini untuk pengalihan.


Leon pun berpikir.


"Apa dia marah?"


Aku segera turun dari Kasur dengan tubuh yang masih tertutup selimut dan memakai bajuku kembali.


Aku pun segera berjalan menuju pintu kamar.


"Avrora kau mau kemana?"


"Hemphhhh!" Aku memalingkan wajahku lagi.


"Ahh kayanya dia beneran marah?" pikir Leon.


Aku keluar ingin mencari udara segar, karena kalau tetap di dekat Kakak entah kenapa Aku merasa malu.


Saat Keluar Aku berpapasan dengan Luther, Aku pun segera menyapanya.


"Pagi Luther!"


Luther pun merajuk ketakutan melihat Avrora.


"Pa-Pagi!" Luther pun segera kabur dengan cepat.


Aku pun heran, "Ehhhhh apa yang terjadi?"


Aku kembali mengingat-ingat saat minum bersama Luther.

__ADS_1


Tadi malam bukanya kita habis minum, saat itu tiba-tiba Nafsu Vampirku bangkit Ai-chan mengurungku, Aku pun bertanya pada Ai-chan.


"Ai-chan apa yang sudah kau lakukukan?"


"Hihihi apa kau tidak melihatnya, Aku hanya mengerjainya saja kok, kau ini memang bodoh, kalau kemarin Aku biarkan kau menghisap Darah Luther, Luther pasti akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyentuhmu, minumanmu telah di campur oleh Ramuan pembangkit Nafsu Vampir!"


"Ehhhh benarkah? pantas saja Aku tidak bida menahan tubuhku!"


"Hihihi dan pada Akhirnya kau malam melampiaskanya pada Leon!"


Wajahku langsung memerah.


"Hey Ai-chan apa kau melihatnya?"


"Hihihi Aku melihat loh, saat kau bermesraan dengan Leon!"


Sialan malu banget, "Dasat Ai-chan Bodohhhhh!"


Setelah itu Drake memanggil Aku dan Kakak untuk menghadap.


Aku dan Kakak pun segera menemui Drake, saat sedang berjalan Aku tetap Diam tanpa melihat Kakak karena masih malu.


Leon terus memperhatikan Avrora yang bertingkah aneh.


"Hey Avrora? kenapa kau diam begitu sih?"


Aku menghentikan langkah kakiku dan menatap Kakak.


"Hemphhh!" Aku memalingkan wajahku lagi dan kembali berjalan.


"Sudah ku duga dia beneran marah!" pikir Leon.


Saat kami sampai, Drake pun menyambut kami.


"Selamat datang, apa tidurmu kalian nyenyak? Anaku sudah kalah melawanmu jadi sesuai perjanjian Aku akan menolongmu, apa yang harus kulakukan untuk membantu kalian?"


Leon pun menjawab.


"Aku membutuhkan bantuanmu untuk perang melawan Dewa!"


Drake terkejut dan berdiri.


"Apa katamu! apa kalian sudah gila?"


"Tidak itu benar! karena ulah Adiku yang membunuh Dewa membuat para Dewa Murka dan kami akan berperang sekitar 2 Minggu lagi, kau harus harus membatu kami, apa kau ingin menolak!"


Dreke terdiam mendengar penjelasan Leon dan Menatap Avrora sembari berpikir. "Gadis ini telah membunuh Dewa? itu mustahil!"


"Kalau Aku menolak Apa yang ingin kau lakukan?"


"Mungkin saja Plenet ini akan di hancurkan oleh Adiku, Ahh Aku ingat, belum lama ini gara-gara takut kecoa dia mengancurkan Planet serangga!"


Dreke pun gemetaran, "Ahh baiklah Aku pasti Akan membantumu!"


"Baiklah kalau begitu besok bantu Aku juga untuk membujuk para Raja Iblis yang lainya untuk membantu juga!"


"Baiklah Aku mengerti!"


"Kalu begitu Kami undur diri dulu!" Leon menegok ke arah Avrora.


"Ayo Avrora!"


"Hemphh!" Aku memalingkan wajahku lagi dan segera pergi.


Melihat Sikap Avrora Dreke bertanya pada Leon.


"Leon Apa yang terjadi pada Adikmu?"


"Tampaknya suasana hati Avrora sedang buruk, jadi jangan sampai kau menyingungnya, bisa-bisa Planet ini akan hancur!"

__ADS_1


Dreke pun panik dan segera memanggil semua pelayan untuk melayani Avrora dengan baik.


Bersambung. . .


__ADS_2