
...Kembalinya Lucius...
...------------------------------------------...
Lazarus Akhirnya mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya, Attack dan Speed nya meningkat derastis.
Dengan kecepatan yang luar biasa Lazarus menyerang Leon.
"Plakkk!" Leon terkena pukulan dan terlempar.
Leon bangkit kembali sembari mengelap darah yang keluar dari mulutnya.
"Cih kecepatan macam apa itu?"
Luka Leon beregenerasi dengan cepat membuat Lazarus terkejut.
"Sial jadi lukanya bisa beregenerasi dengan cepat ya?"
Lazarus kembali menyerang dengan cepat.
"Swosh!"
"Cih!" Leon dengan cepat menghindar tapi tetap terkena seranganya.
Leon terlempar, Lazarus dengan cepat menyerangnya kembali dengan pedangnya, Leon menahan dengan Pedang besarnya, pedang pun saling bergesekan dan mengeluarkan cahaya dan terjadi ledakan.
"Bammmm!"
Leon dan Lazarus mulai terlihat dari kepulan Asap hitam, mereka masih saling beradu pedang, Lazarus terus melakukan serangan dengan cepat, Leon terus menahan serangan Lazarus sembari memikirkan rencana.
Leon mulai terpojok, mereka berdua saling menahan pedang.
Lazarus menyeringai, "Tamatlah riwayatmu!"
Leon tersenyum jahat, "Thundering Dragon!" Lazarus pun terkejut, tiba-tiba dari langit mendung muncul petir yang berwujud Naga menyerang Lazarus.
Leon segera melompat ke belakang, Lazarus pun tersambar petir yang berwujud Naga.
"Bammmmm!" terjadi ledakan hebat.
Lazarus mulai terlihat dari kepulan asap hitam, dia mengalami luka yang cukup fatal tapi masih bisa berdiri, Zirahnya Rusak dan terlihat listrik yang mengalir di Zirahnya.
Lazarus pun sangat marah, "Dasar Iblis Sialan!"
Leon menyeringai, "Masih hidup ya, kalau begitu matilah!"
Leon menujuk jarinya ke Arah Lazarus dan Muncul Listrik yang nenyerupai Laser, Listrik itu pun tembus menusuk jantung Lazarus.
"Uakkhhh!" Lazarus muntah darah, "Ini tidak mungkin!"
Lazarus pun tewas.
"Kau mungkin di berkahi kekuatam Dewa, tapi Aku punya 20% darah Dewa!" pikir Leon.
Melihat tewasnya Lazarus para pasukan pun ketakutan dan mulai mundur, tapi Rose dan yang lainya segera menghabisi mereka semua.
Di disisi Lain Aku terus mencari sumber Energi kegelapan yang berada di dalam Kerajaan.
Aku tersenyum karena melihat Kakak berhasil mengalahkan Lazarus. Padahal Aku penasaran ingin bertarung denganya tapi teryata sudah selesai ya, biarlah.
Sekarang Aku sudah berada di pusat Energi kegelapan, di sini Ada penghalang yang menghalangi, Aku pun segera menghancurkan penghalangnya.
Saat penghalang hancur tiba-tiba muncul Sosok Naga Raksasa berwana hitam di hadapanku. Matanya menyala merah dan langsung menyerangku dengan cakarnya.
Aku pun terkejut dan segera menghindar dengan cepat.
"Teryata ada Naga ya!"
Naga itu pun keluar dan mengaung dengan keras.
Semua prajurit kerajaan terlihat sangat ketakutan melihat Naga itu keluar.
Naga itu segera menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya dan membakar apapun yang di lihatnya.
Semua orang berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Raja Xavier yang juga merupakan Kaisar dari Kekaisaran barat sangat terkejut dengan lolosnya Naga dari Istanahnya.
Naga itu Sebenarnya adalah Raja Iblis Lucius yang kalah dalam pertempuran Dua ratus tahun lalu, Lazarus sengaja tidak membunuh Lucius untuk memanfaatkan Energi sihirnya untuk menjadi sumber Energi kekaisaran Barat, karena Energi sihir Lucius itu sangat besar.
Aku cuma melihat dari udara Naga itu menghancurkan kota.
__ADS_1
Kalau di biarkan bisa gawat, dia bisa membunuh penduduk disini.
Aku segera terbang mendekati Naga itu dengan cepat dan menendang wajahnya.
"Plakkk!"
Naga itu pun terguling, Aku segera membuka portal besar untuk memindahkan Naga yang mengamuk ke medan pertempuran.
Para prajurit Kekaisaran yang sedang mundur pun terkejut dengan kemunculan Naga tiba-tiba.
Naga itu langsung mengamuk dan membunuh semua prajurit Kekaisaran barat.
Zion dan Gafriel terdiam setelah melihat Naga itu, mereka seakan tidak percaya apa yang ia lihat.
"Naga itu? tidak salah lagi, Lucius-sama masih hidup!" tegas Gafriel.
Mereka berdua pun segera mendekati Lucius.
"Lucius-sama!" teriak Zion dan Gafriel.
Lucius pun berhenti mengamuk dan berbicara.
"Apakah itu kau Gafriel, Zion!"
"Iya benar ini kami, saya sungguh tidak percaya Anda masih hidup Lucius-sama!" tegas Gafriel.
Lucius segera berubah menjadi manusia setengah Naga.
"Ceritanya panjang Gafriel, Aku telah di segel selama Dua ratus tahun oleh Lazarus sialan itu, Aku akan membalasnya!"
Saat mereka sedang berbicara Aku dan Kakak pun menghampirinya, Leon menyela pembicaraan mereka.
"Kau tidak perlu lagi membalas Dendam karena Lazarus sudah Aku bunuh!"
Lucius terkejut dengan kedatangan Leon.
"Siapa kalian?" Lucius terus memperhatikan Avrora, "Kamu? bukanya Gadis yang tadi? sialan Apa kalian Adalah orang dari Kekaisaran?"
Aku Menyeringai, "Kau ini memang sangat tidak sopan ya pada orang yang telah membebaskanmu, bagaimana tadi tendanganku Lucius!"
"Sialan kau berani-beraninya, kau pasti telah berbohong!"
Gafriel segera menghentikan Lucius.
Lucius pun terkejut.
"Benarkah?"
Lucius segera meminta maaf padaku sembari menundukan kepalanya.
"Maafkan perkataanku yang tadi dan terimakasih sudah membebaskanku Nona!"
"Angkatlah kepalamu, Aku memafaafkanmu!"
"Terimakasih banyak, kalian sebenarnya siapa?"
Leon pun memperkenalkan dirinya.
"Aku adalah Leon, dia adalah Adiku Avrora, yang di sebelahku dia adalah Rose pelayan kami, kami berasal dari Ras Vampir!"
Rose tiba-tiba menyela pembicaraan.
"Tu-tunggu Leon, Aku cuma melayani Avrora-sama loh!"
Aku langsung menatap Rose dengan tatapan membunuh.
"Rose diamlah!"
Rose langsung merajuk.
"Maafkan Aku!"
Mendengar perkataan Leon Lucius pun terkejut.
"Ras Vampir? ini sungguh luar biasa, Aku kira mereka sudah punah selama ribuan tahun!"
"Lebih baik kita lanjutkan pembicaraan kita setelah kita pulang!"
"Baiklah Ayo kita kembali!"
Setelah Kembali Lucius sangat senang karena Kastinya yang hancur sudah berdiri, para penduduk juga banyak yang masih hidup.
__ADS_1
"Ini sungguh luar biasa, apakah ini hasil dari perbuatan kalian?"
"Ya benar Adiku yang telah membangun kembali Kastilmu, berterimakasihlah padanya!"
Lucius segera membungkukan badanya di hadapanku.
"Avrora-sama sekali lagi terimakasih banyak!"
Setelah itu Kami masuk ke dalam, semua penduduk dan para prajurit pun sangat senang melihat kembalinya Lucius yang teryata masih hidup.
Setelah sampai di depan Sigasana, Lucius pun terdiam sejenak melihat singgasananya.
"Ada apa Lucius?" tanya Leon.
"Sepertinya Aku sudah tidak pantas untuk menjadi Raja, bagaimana kalau posisi itu Aku berikan padamu Leon-sama!"
Leon dengan tegas menolaknya.
"Tidak! terimakasih untuk tawaranya, kami masih banyak tugas yang harus di selesaikan, besok kami sudah harus meninggalkan tempat ini!"
"Begutu ya, sayang sekali, kemana Anda akan pergi Leon-sama?"
"Kami akan pergi ke penjuru Unisverse untuk mencari sekutu untuk melawan Dewa, kau juga harus membantu kami saat perang nanti Lucius!"
Lucius pun terkejut, "Melawan Dewa? kalian benar-benar gila!" Lucius menyeringai, "Tapi Aku pasti membantu kalian dengan seluruh kemampuanku!"
"Baiklah terimakasih banyak, kami Akan mengabari nanti!"
"Aku mengerti Leon-sama!"
Setelah Itu Kami pun pergi untuk beristirahat.
Rose datang menemuiku.
"Avrora-sama, kenapa Leon terlihat seperti peminpin disini?"
"Karena Aku yang menyuruhnya, kenapa memangnya Rose?"
"Kenapa tidak Anda saja Avrora-sama!"
"Karena itu merepotkan!"
Rose pun heran.
"Ehhh cuma itu alasanya!"
"Ya cuma itu!"
Setelah itu Aku pun pergi untuk mandi.
Setelah lama bertarung badanku jadi lengket-lengket. Aku menggulung rambutku dan segera pergi untuk berendam di kolam Air panas.
"Ahhh nyamanya!"
Tiba-Tiba Rose datang dengan espresi mesum.
"Avrora-sama, biarkan Aku membasuh tubuh Anda!"
Aku langsung merajuk, filing-filing gak enak nih.
"Ah! tidak perlu Rose! Aku bisa sendiri!"
Rose pun masuk ke dalam kolam dan langsung menggosok punggungku.
"Tidak perlu sungkan begitu Avrora-sama!"
"Baiklah pelan-pelan ya!"
Rose melihat tubuh Avrora yang mulus lalu melihat dadanya.
"Avrora-sama, semenjak Anda berubah kulitmu jadi semakin halus saja, dadamu juga bertambah besar ya?" Rose pun memegang dada ku.
"Kyahh, rose! pelan-pelan geli tau!"
"Maafkan Aku, kenapa wajah Anda memerah begitu Avrora-sama, apa mungkin Anda terangsang!"
"Ti-tidak kok, hanya geli saja!"
"Ehhhhhhh begitu!" jawab Rose dengan muka jail, "Bagaimana dengan ini!"
Rose malah sengaja mengelitiku, Aku pun tidak bisa berhenti tertawa sampai lemas.
__ADS_1
Next Vol,4 chapter 11