Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 7


__ADS_3

Akhir Dari Peperangan


Setelah melihat wujud baruku, para pasukan sekutu langsung ketakutan dan tidak bisa berhenti gemetaran, para Pahlawan akhirnya memerintahkan mereka, untuk mundur.


"Semuanya Cepat mundur,"


Aku langsung mengeluarkan Gaya Gravitasi, yang membuat mereka terkena tekanan, mereka semua langsung tersungkur ditanah.


Aku pun tersenyum jahat.


"Xixixixi,"


"Ara-ara, mau kemana kalian, apa kalian ingin kabur dariku? Aku tidak akan pernah melepaskan orang-orang yang sudah berani menyakiti ibuku, dan menyerang kerajaanku,"


Aku langsung terbang Kearah pangeran Chaiden, Aku langsung mengakat tubuhnya dengan cakar besarku.


Alden yang melihat ku mengangangkat Kakaknya dia sangat terkejut.


"Apa yang ingin kau lakukan Avrora?"


Pangeran Chaiden mulai ketakutan.


"Ce~cepat lepaskan Aku Dasar Iblis,"


Aku langsung menatap Chaiden dengan tatapan membunuh.


"Ara-ara Kenapa kau ketakutan begitu, heee teryata kau mempunyai bau yang enak, kebetulan setelah lama bertempur Aku kehausan, bagaimana Kalau Aku menyedot habis darahmu?"


Pangeran Chaiden tidak bisa berhenti gemetaran.


"Ja~jangan kumohon, jangan bunuh Aku!"


Aku menjilat Leher Chaiden.


"Bau darahmu itu sangat menggoda bagaimana Kalau Aku meminumya sekarang?"


Pangeran Chaiden langsung berteriak.


"A~adiku, tolong Aku, dia dulu temanmu kan, bilang supaya tidak memakanku cepat!"


Alden kembali berteriak.


"Avrora jangan!"


Aku sudah bersiap mengigitnya.


"Haaaaa," Aku langsung mengeluarkan taringku.


"Tidakk!" teriak Alden.


Aku menyedot darah Pangeran Chaiden sampai habis tubuh Pangeran Chaiden langsung kusut kurus kering, Aku langsung menjatuhkanya.


Mayat Chaiden tepat jatuh didepan Alden yang berada tepat dibawahku.


Alden langsung menangis.


"Ini tidak mungkin Nii-saan!"


Aku mengelap mulutku yang berlumuran darah dengan jariku.


"Ini nikmat sekali, selajutnya siapa ya?"


Alden tidak bisa menerima kematian Kakanya, dia juga tidak menduga kalau Avrora akan membunuhnya, dia kembali berteriak.


"Avrora, Kenapa kamu berubah, kenapa kamu begitu Kejam!"


"Brisik!" Aku langsungsung mengakat Alden.


"Kenapa kamu begitu Berisik Alden, Aku tidak akan pernah mengampuni orang yang yang telah mengusik ketenanganku, Aku pasti Akan membinasakanya samapai ke akar-akarnya,"


"Deg," tiba-tiba Aku mencium bau Darah Alden.


"Kelihatanya Enak,"


Aku langsung menjilat leher Alden.


Apa yang ingin kau lakukan Avrora? apa kau juga ingin membunuhku?"


Aku sudah bersiap mengigitnya.


Alden langsung memejamkan matanya.


Tiba-tiba Liza berteriak dari jauh.


"Avrora! Apa kau ingin membunuhnya juga? sadarlah! dia itu temanmu,"


Aku langsung menegok ke arah Liza, Aku langsung berfikir.


"Apa yang terjadi padaku, sebelumnya Aku tidak pernah merasakan ***** Vampir seperti ini, hei petapa apa kau tau sesuatu?"


"Hihi. .hihi. .itu karena kau sudah menjadi Demon Lord, kau sudah menjadi Vampir seutuhnya, kau sudah bukan manusia lagi, hihi. .hihi...!"


"Apa benar begitu? bagaimana cara memuaskan ***** Vampirku!"


"Hihi. .hihi. .Kau harus minum darah sampai Nafsumu terpuasakan!"


"Begitu yaa! Nee petapa, Kau tanpak lebih tanggap sekarang ya, biasanya Aku pagil-pagil tidur terus?"


"Hihi. .hihi. .Aku sudah punya Nama sekarang Pagil Aku Ai, Aku telah berevolusi menjdi Wisdom King Ai, Aku sekarang mempunyai semua pengetahuan Dunia ini, Aku bisa menganalisis Apapun yang ada didunia ini, Aku bisa mempredisi dan membantumu melihat masa depan dalam beberapa menit, kamu juga bisa menggunakan semua skill yang dimiliki bawahanmu, karena mereka semua sudah terhubung denganmu, Aku dapat mempercepat pemikiranmu hinga berjuta-juta kali lipat dari biasanya, Aku bisa membuatmu menciptakan apapun yang ada didunia ini, Objek atau Fenomena dan Alkimia, Karena kamu seorang Reinkarnator, Aku juga sudah mempunyai semua pengetahuan yang Ada diduniamu yaitu Bumi,"


"Ehhhh, itu hebat! Kalau begitu Aku Akan memagilmu Ai-chan,"

__ADS_1


"Hihi. .hihi. .Hai. .hai . .!"


Baiklah mungkin sekarang Aku harus memuaskan ***** Vampirku.


Aku langsung menatap Alden sembari berfikir.


"Sebaiknya Aku pulangkan saja dia Aku takut kalau aku tidak bisa mengendalikan ***** Vampirku dia bisa terbunuh!"


"Lebih baik kau Liza dan Zen pergi dari sini,"


Portal dimensi langsung terbuka.


"Kau cepat tanggap juga ya, padahal Aku belum melakukan perintah,"


"Hihi..hihi..kan Aku sudah bilang, Aku bisa mempercepat pemikiranmu, jadi Aku sudah tau apa yang ingin kamu lakukan sebelum kau memerintahku,"


Aku langsung mengirim Alden dan Liza ke Akademi.


Begitu mereka sampai di Akademi, Alden langsung menangis, dia tidak percaya Kakaknya mati ditangan Avrora, Liza dan Zen juga merasa sangat terpukul.


Setelah membunuh pangeran Chaiden, Aku kembali melangkah mendekati Pangeran Grissham, Aku langsung menusuknya.


"Uakhhhh," dia berteriak kesakitan.


Aku mencabut sejata Cakarku dari perut Pangeran Grissham, Aku langsung menjilat Senjataku yang berlumuran darah


"Teryata darahmu lumayan enak ya, xixixi,"


Pangeran Grissham langsung berbicara sembari menahan sakit diperutnya.


"Cih, apa yang ingin kau lakukan?"


Aku langsung menggenggam Grissham dengan Cakarku.


"Lebih baik Aku langsung meminum darahmu!"


"Haaa," Aku langsung menghisapnya lagi sampai kering.


Pangran Leon yang melihat Avrora membunuh banyak orang dengan gampangnya dia terdiam dan melebarkan matanya, dia berfikir, kenapa Avrora yang dulunya gadis polos bisa melakukan hal kejam seperti itu.


Aku kembali melangkah menghampiri pangeram Kaya.


"Xixi, mungkin sekarang giliranmu!"


Pangeran Kaya sudah tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya gemetaran melihat Avrora.


"Baikalah, mungkin Aku akan langsung meminum darahmu xixixi, tapi Aku sudah bosan meminum dengan cara menghisap, apa mungkin Aku potong saja kepalamu, biar darahmu macur keluar seperti Air kran xixi,"


Aku langsung mengeluarkan sejata sabit Baruku.


"Keluarlah Sanguine Gaze,"


Portal dimensi ruang dan waktu terbuka, mengeluarkan senjata sabit merah.


Aku sudah bersiap untuk memenggalnya.


"Xixi Saaa mampuslah kau Pangeran,"


"Slahh,"


Kepala pangeran Kaya langsung copot dan menyerotkan Darahnya, Aku langsung mengakatnya dan meminumnya, seperti meminum Air yang mengalir langsung dari Kran Air.


"Huaaaa, Sensasi yang luar biasa,"


Aku langsung megelap mulutku, ***** Vampirku sudah terpuasakan sekareang, tinggal membinasakan para pasukan.


"Infinite Sword Fall,"


Pedang dari langit jatuh dalam jumlah tak terbatas, seperti hujan pedang, dan langsung membinasakan para pasukan tampa sisa.


Aku langsung mengajak para pasukanku kembali, Aku langsung membuka portal.


"Ayo semua kita pulang, kita harus merayakan kemenagan kita,"


Semunya langsung masuk kedalam portal kecuali Rose, Aku langsung bertanya.


"Ada apa Rose?"


Rose langsung membugkukan badanya.


"Maafkan saya Avrora sama, ada hal yang ingin Aku lakukan,"


"Baiklah, Aku duluan Rose!"


Aku langsung kembali ke Kerajaan Valdead, karena hari ini Aku akan mengadakan rapat lagi, untuk merencanakan pesta kemenangan.


Saat sampai disana Aku langsung kembali ke mode normalku.


Aku langsung Masuk kamar tempat yang Azazil bangun, karean Castil masih dalam tahap renovasi.


Aku langsung berkaca, aku pun terkejut.


"Are? Kenapa Aku bertambah tinggi dan menjadi dewasa begini, apa ini benar-benar Aku?"


Ayahku datang bersama Ibu dan Alice.


Ayah yang melihat sosok baruku langsung terkejut.


"Ehhh Avrora, apa ini benar kamu? kenapa kamu menjadi dewasa begini, apa yang terjadi padamu?"


"Itu benar Avrora chan, Kenapa kau jadi Dewasa begitu, rambutmu juga panjang," Ibuku juga penasaran.

__ADS_1


Aku cuma tersenyum Kaku.


"Ahahah,ahahha, Aku juga tidak tau, setelah mendapatkan kekutan besar Aku jadi berubah begini!"


Alice malah tidak mengenaliku, dia biasanya langsung nempel padaku sekarang dia cuma diam saja melihatku.


Aku langsung memanggilnya.


"Alice chan, kenapa kamu diam? sinih sama Kakak!"


Alice langsung nempel pada ibunya.


"Bu dia sipa? Dimana Kakak?"


ರ_ರ "Are," Aku pun terkejut dan menatap Alice dengan tatapan kosong.


"Ini merepotkan Alice jadi tidak mengenaliku,"


"Hoe Ai-chan, Apa Aku tidak bisa kembali ke mode Remaja ku, Aku masih remaja tau,"


"Hihi. .hihi. .baiklah Akan ku buat salinan tubuh remajamu, kamu bisa memakai tubuh remajamu lagi hihhi,"


"Baiklah butkan tubuh remajaku yang seperti biasa,"


Setelah itu Ayah, Ibu dan Alice pergi, Aku langsung melihat apakah tubuhku sudah selesai disalin.


"Ai-chan bagaiman apakah sudah jadi?"


"Hihi..hihi...sudah Apa kau ingin memakainya sekarang?"


"Iya cepat ganti kemode Remajaku lagi,"


"Hihi..hihi...Ryokai,"


Cahaya putih menyelimuti tubuhku, Aku pun berubah ke mode remaja dan langsung berkaca.


Aku langsung terkejut.


"Are? Baju ini sepertinya tidak Asing? kenapa Aku menggunakan baju sekolah, apa kau sedang majailiku Ai-chan?"


"Hihihi...bukanya kamu suka, itu baju yang ada di Duniamu kan, kau lupa ya, Aku sudah mempunyai semua ingatanmu, dan bisa membuat apapun, Aku pikir itu sangat imut utukmu Avrora hihi. .hihi. .!"


Aku pun memandangi diriku dengan seragam sekolah pelaut.


"Aku teryata imut juga, biarlah!"


Aku pun tersenyum.


Aku pun keluar dengan seragam sekolah, karena Aku Akan memulai rapat untuk rencana pesta, semuanya pun sudah berkumpul.


Mereka semua terkejut melihat penampilanku.


Wajah Cleve langsung memerah.


"Kenapa Avrora sangat imut, Seragam itu tidak salah lagi, sialan kenapa dia memakai seragam sekolah pelaut, dia sangat imut,"


Aku melihat Cleve yang malu,


"Gawat Aku lupa ada Cleve disini, kenapa Aku bisa lupa, apa dia menertawaiku, sialan malu bangettt,"


Aku langsung memalingkan wajahku dari Cleve karena malu.


Para iblis juga terkejut setelah melihat Avrora, sosok Avrora yang kejam dan sadis kini berubah kembali menjadi gadis imut.


Rose menatapku dengan senyuman mesum sambil ngiler.


"Avrora sama imutnya heeee!"


"Ehhhhh," Kenapa Aku melihat Rose jadi merinding ya, Aku merasa kalau Rose ingin menelajangiku.


Pangeran Leon wajahnya juga terlihat memerah setelah melihatku.


"Avrora Baju apa yang kamu pakai itu, Aku baru melihatnya, kamu terlihat sangat imut,"


Aku langsung malu.


"Sialan kenapa Kakaku bilang imut ini memalukan,"


Aku langsung menjawab dengan malu.


"E~eto, Ini baju untuk rapat Ahaha, ahaha,"


"Sialan Aku seperti orang bodoh saja,"


Alice yang melihatku langsung memeluku.


"One-chan, kamu dari mana saja, tadi ada Kakak yang datang kesini, dia ingin bersamaku tapi Aku takut, siapa dia?"


"Are apa yang harus kukatakan?"


"Ahh dia adalah temanku, Kakak itu sudah pergi kok!"


Ayahku langsung menghampiriku dan mengacak-acak rambutku.


"Ahahha, putriku memang cocoknya begini!"


"Apa yang Ayah lakukan Rambutku jadi berantakan tau hemph," Aku langsung mengembungkan pipiku.


Ibu yang melihat cuma tersenyum.


Aku pun langsung duduk kesinggasana dan memulai rapat untuk recana perayaan Pesta kemenangan.

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2