Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 4 Chapter 3


__ADS_3

...Menuju Dunia Lain...


...------------------------------------------------------------------------------------------------------...


Hari ini Aku Akan mengadakan pertemuan. Aku mengundang seluruh Anggota Kekaisaran Acrion yang di hadiri oleh Lima Kerajaan besar.


Alden, Zen dan Liza juga hadir dalam pertemuan tersebut.


Aku juga mengundang para Raja Iblis Timur dan Utara.


Sekarang semuanya sudah berkumpul di Ruang rapat yang sangat luas, mereka pun sedang menungguku.


Aku pun segera masuk ruang rapat bersama Kakak.


Alden, Zen dan Liza terkejut setelah melihat Leon, mereka segera berdiri setelah melihat perubahan Leon.


"Apa yang terjadi padan Leon Avrora?" tanya Alden.


Aku tersenyum Kaku.


"Ahahaha, Ceritanya panjang biar Aku jelaskan nanti Ok!"


Leon menyeringai.


"Sekarang Aku kelihatan serasi dengan Avrora kan Heheheh!"


Alden dan Zen terlihat sedikit kesal mendegar kata-kata Leon.


Aku pun segera memulai rapatnya. Aku menjelaskan semua apa yang telah terjadi dan rencanaku untuk berperang dengan Dewa.


Mereka semua terkejut saat mendengarya.


Viad tiba-tiba tertawa.


"Hahahaha. . .Putriku lagi-lagi kau membuat ulah ya? kau memang sangat berani!"


Raja Aldric terkejut mendengar perkataan Viad.


"Apa maksudmu Kau berkata seperti itu, Avrora itu Putriku!"


Mereka berdua pun saling menatap dengan wajah kesal.


Aku menghela nafas dan menatap tajam Viad.


"Ayah! kalau kau bicara macam-macam lagi Akan ku bunuh loh!"


Viad tersenyum kaku melihatku sembari garuk-garuk kepala.


"Ahahahahaha!"


Aku pun segera Menjelaskan ini pada Raja Aldric.


"Ayah tenang saja, dia hanya menggangapku sebagai Anaknya!"


Sialan kenapa di saat Rapat begini mereka malah bertengkar, memalukan dasar Ayah bodoh!


Raja Alexander selaku Ayah Alden dia berdiri dan berbicara.


"Avrora-sama, mohon maaf atas kelancangan Saya, Saya sudah mengerti sistuasi yang sedang Anda hadapi, tapi untuk berperang melwan Dewa itu sudah bertentangan dengan Keyakinan Kerajaan kami yang memuja para Dewa!"


Kerajaan lain juga berpendapat sama dengan Raja Alexander, termasuk Ayahku Raja Aldric.


Aku pun segera menjawabnya.


"Kalian tidak usah Khawatir, Aku tidak memaksa Kalian untuk membantuku untuk berperang melawan Dewa, Aku sudah tau itu, oleh karena itu Aku mengumpulkan kalian semua di sini untuk memperjelas semuanya, semoga kalian tidak akan keberatan kalau Aku akan berperang melawan Dewa!"


Semua Kerjaan pun tidak keberatan atas keputusanku, selama mereka tidak terlibat dalam perang ini.


Sedangkan para Raja Iblis mereka malah sangat bersemangat untuk membantuku berperang melawan Dewa.


Aden berdiri dan menatapku dengan serius.

__ADS_1


"Avrora! walau Kerajaanku memiliki keyekinan yang berbeda denganmu, tapi Aku akan membantumu berperang demi sahabatku. Dan Aku juga sudah mendapatkan izin dari Ayahku!"


"Aku juga Aku akan membantumu Avrora!" pekik Zen.


"Aku juga Akan membantu, demi sahabatku!" sambung Liza.


Aku melebarkan mataku.


"Kalian? terimakasih banyak!"


Raja Iblis Chimeries menyeringai.


"Hahaha, Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk berperang Avrora!"


"Sepertinya Akan menarik!" ungkap Raja Iblis Leviathan.


Setelah Rapat selesai Aku mengatakan rencanaku pada semua bawahanku.


"Dengarkan semuanya, besok pagi Aku akan pergi untuk waktu yang lama, Aku ingin berkeliling Univerese untuk mengumpulkan kekutan!"


Semuanya pun terkejut dengan rencanaku.


"Avrora-sama bawalah Aku bersamamu!" Rose memohon kepadaku.


"Master Aku juga akan Ikut denganmu!" tegas Cleve.


Aku menjawab dengan tegas.


"Tidak! kali ini Aku akan pergi bersama Kakak, Aku punya alasan tersendiri, Kerjaan ini masih membutukkan kalian kalau terjadi sesuatu!"


Mereka pun Akhirnya mengerti.


"Baiklah Avrora-sama!" jawab mereka.


Aku menatap Azazil dan Arez.


"Azazil, Arez! selama Aku pergi kalianlah yang akan bertanggung jawab Atas kerajaan ini, Azazil kau bisa membagi tugasmu dengan Arez!"


"Baiklah Avrora-sama!" jawab mereka.


"Avrora tumben sekali kau mengajaku?"


"Memangnya kenapa? Apa kau tidak senang kalau Aku mengajakmu Onii-chan!"


"Bukan begitu, Aku senang sekali kamu mau mengajaku, tapi ini pasti ada alasanya kan!"


Aku cuma tersenyum mendengar pertanyaan Kakak.


Kakak pun heran.


"Kenapa tertawa begitu? mencurigakan, kamu pasti merencanakan sesuatu kan Avrora?" tanya Leon.


"Tidak ada kok Beneran deh! Mumpung Kakak disini Aku akan membahas tujuan pertama kita untuk besok!"


"Memangnya pertama kita mau kemana?"


"Kita akan menuju Universe yang terdekat dulu, hanya ada satu Dunia yang paling dekat dari Arandelle, Aku sudah menemukan titik kordinatnya, kita akan pergi ke Lagarde!"


"Baiklah! Lebih baik kita istirahat dulu, Aku akan bailik ke Kamar dulu sampai besok Avrora!"


"Sampai besok Onii-chan!"


Keesokan harinya.


Hari ini semuanya sudah berkumpul untuk mengantar kepergianku.


Aku sudah membuka portal untuk pergi ke Dunia lain, sebelum pergi Aku mengucapkan kata perpisahan.


"Semuanya selamat tinggal Aku pergi dulu!"


"Selamat jalan Avrora-sama dan Pangeran Leon, jaga diri kalian!" seru mereka.

__ADS_1


Portal pun menutup dan menghilang.


Sekarang di Dunia Largade sedang terjadi perang Antara pahlawan dan Raja Iblis.


Di Dunia Largade hanya memiliki satu Raja Iblis, Karena Dunia ini tidaklah sebesar Duni Aradelle.


Aku Akhirnya sampai di Dunia Largade.


"Akhirnya sampai juga!"


"Apa ini Dunia Largade Avrora, Dunia ini terlihat sama dengan Dunia kita Aradelle!" ungkap Leon.


"Semua Dunia kalau dilihat juga terlihat sama, hanya berbeda dari segi peradaban dan penghuninya saja!"


"Jadi apa rencanamu Avrora?"


"Sepertinya Dunia ini sedang terjadi sesuatu, kita harus menemui Raja Iblis Dunia ini untuk bernegosiasi denganya, dan kau yang akan bernegosiasi Onii-chan!"


Leon pun terkejut.


"Ehhhhh! kenapa Aku?"


Aku memalingkan wajahku seakan acuh tak acuh sembari berbicara.


"Kau tau sendri kan, Aku selau berbicara di depan banyak orang dan pada semua bawahanku, itu sangat melelahkan tau! dan sekarang kau Harus menggantikanku, sekarang kau harus berpura-pura menjadi penguasa, Aku akan berperan sebagai pendukungmu, heheheh!"


Leon menghela nafas.


"Haaa! Sudah Aku duga, kau mengajaku kesini pasti ada maunya teryata itu benar, dasar!"


"Ehehehehe! tenang saja Aku yang Akan mengarahkanmu dan melidungimu, mohon bantuanya Onii-sama ehehehe!"


"Apa boleh buat, Ayo kita lakukan Adiku!"


"Baiklah Onii-sama!"


Aku pun segera mencari kediaman Raja Iblis.


"Aku sudah menemukanya, kita Akan pergi ke Arah barat!"


Aku dan Kakak segera menuju ke tempat kediaman Raja Iblis menggunakan portal.


Portal terbuka di Depan gerbang Kastil Raja Iblis.


Aku dan Kakak segera keluar.


"Kastil ini lumayan besar juga ya Avrora!" ungkap Leon.


"Benar, tapi kastil ini terlihat mengerikan tidak seperti Kediamanku!"


Tiba-tiba datang penjaga menghadang kami.


"Siapa kalian? kenapa bisa sampai kesini? apa kalian mata-mata?"


Leon langsung menjelaskanya.


"Tenang saja, Aku kesini hanya ingin bertemu dengan Raja Iblis, dan tidak ada maksud lain!"


"Omong kosong! lebih baik enyahlah kalian dari sini!"


Dua penjaga langsung menyerang Kakak, Aku pun segera bergerak dengan cepat!


"Swoshhh!"


Aku segera menghunuskan pedangku pada penjaga itu di depan matanya, dan penjaga yang satu Aku pegang lehernya, Aku menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Kalau kalian tidak ingin mati, jangan coba-coba menyentuh Kakaku dengan tangan kotormu!"


Ke dua penjaga itu pun terdiam ketakutan sembari menelan ludahnya sendiri.


Next Vol. 4 Chapter 4

__ADS_1


__ADS_2