Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 17


__ADS_3

...Kembali Berteman...


...----------------------------------------------------------------------------...


Setelah kematian Ryuka kerajaan Zeldead sekarang kehilangan Rajanya.


Ryugo yang merupakan Kakak Ryuka sangat marah mendengar Adiknya mati.


Ryugo yang sedang berkelana mencari kekuatan untuk membangkitkan kekuatan Raja Iblis, Akhirnya dia bisa membangkitkan kekuatan Raja Iblisnya dia pun kembali ke Kerajaan Zelded.


Pria ber Zirah Hitam berambut Putih, membawa pedang Iblis besar dia sedang melihat kampung halamanya.


"Cih, Apa yang terjadi disini,"


Dia sangat terkejut karena kerajaan Zelded sekarang mengalami krisis yang sangat besar Akibat Hujan asam dan kabut debu yang tak kunjung menghilang.


Setelah sampai di Istana para bawahan Ryuka segera menceritakan tetang kematian Ryuka.


Ryugo sangat murka setelah mendengarnya.


"Cih, Aku harus membalas dendam kematian Adiku,"


Ryugo Langsung meninggilan suaranya.


"Dengarkan semuanya Aku Ryugo mengambil kembali tahta Raja Iblis ini dan mulai sekarang, Aku Adalah Raja disini, Aku pasti akan membalas Avrora! Aku akan membunuhnya,"


Semua bawahanya Langsung bersorak.


"Hidup Raja Ryugo,"


"Hidup Raja Ryugo,"


Zera menghadap Ryugo dia membungkukan badanya.


"Ryugo sama, sama punya rencana?"


"Apa itu cepat katakan Zera!"


Zera tersenyum jahat.


"Baiklah Ryugo sama,"


Secene pun bergati.


Pagi ini Aku sedang menjenguk Alden dan Zen yang ada didalam penjara.


Aku langsung berbicara pada mereka.


"Apa kalian sudah sadar?"


Alden langsung menjawab dengan nada tinggi.


"Cepat lepaskan Aku Avrora dasar sialan, dari pada kau memenjarakan Aku disini lebih baik bunuh saja Aku!"


"Itu benar cepat bunuh kami saja?" Seru Zen.


Aku langsung menatap tajam mereka.

__ADS_1


"Heee, kalau Aku ingin membunuh kalian, sudah Aku bunuh dari dulu loh!"


Mereka langsung diam.


Aku kembali bertanya, "Kalian memang bodoh, bisa-bisanya kalian dimanfaatkan oleh Ryuka, kalau Aku tidak menyerap Energi Negatif Ryuka di tubuh kalian, kalian pasti sudah mati, kenapa kalian bersekongkol dengan Ryuka, Apa kalian dendam kepadaku, karena Aku telah membunuh Kakak kalian, maaf saja, karena Aku harus membinasakan mereka semua sampai akar-akarnya, karena mereka adalah sumber masalah yang bila dibiarkan akan menimbulkan bibit-bibit baru untuk memerangi kerajaan ku,"


Alden langsung memasang wajah kesal.


"Tapi kenapa? Kenapa kau sekejam itu Avrora?"


"Aku tidak kejam, bukanya mereka yang telah menolak ku, saat Aku ditangkap kenapa kalian diam saja, Bukanya kita ini teman, Kalian bahkan membiarkan Ibu Angkat ku hampir mati, Aku tau kalian telah terikat dengan sumpah kerajaan kalian, tapi! Kenapa kalian diam saja melihat ketidakadilan didepan mata kalian, bukanya kau selalu menjunjung tinggi keadilan Alden?!"


Alden dan Zen cuma terdiam mendengar ceramahku.


Aku kembali melanjutkan ceramahku.


"Kalian itu masih bodoh, kalian tidak tau kebenaran dunia ini dan kebenaran tentang monster, mereka itu sama seperti manusia, para monster juga ingin berhubungan dengan manusia, kenapa manusia memeranginya? mereka hanya ingin menjajah saja, mereka itu serakah, tamak dan tidak ingin tersaingi, karena itu Aku membunuh mereka semua dan kau juga tau bukan, Raja Iblis di Dunia ini bukan cuma Aku, Andai saja Aku mati siapa yang melindungi wilayah selatan? Jika mereka menyerang kerajaan di wilayah selatan kerajaanmu juga pasti akan di hancurkannya. Apa kalian mau itu semua? Maka dari itu Aku ingin membuat manusia dan monster bisa hidup berdampingan dan berkerjasama untuk saling membantu, ini akan memperkuat wilayah selatan,"


Aku melihat Alden dan Zen yang tertunduk.


"Baiklah Aku pergi dulu, renungkan lah apa yang Aku katakan tadi, Aku akan kembali lagi besok dan satu hal lagi, jangan pikir kalau Aku tidak menderita, Aku menderita karena harus bermusuhan dengan temanku sendiri!"


Aku pun segera keluar dari meninggalkan Alden dan Zen.


Alden dan Zen mulai merenung, mereka mulai mengingat-ingat kenangan saat di Asrama bersama Avrora dan juga mengingat saat bersama  Yuu di kehidupan sebelumnya.


Aden pun berpikir.


"Aku sadar, teryata Aku bukan teman yang baik, Apa yang dikatakan Avrora memang benar, Aku bodoh, maafkan Aku Avrora!"


Zen juga berfikir.


Keseokan harinya, Aku kembali menemui mereka.


Aku segera membuka kunci dan mengeluarkan mereka dari penjara.


"Kalian sudah boleh pergi sekarang, jika pemikiran kalian tidak berubah dan tetap ingin membunuhku lakukan saja, Aku akan selalu menghadapi Kalian,"


Tiba-tiba Alden memeluk ku dengan erat


"Maafkan Aku Avrora, Aku sadar, mungkin karena hatiku diselimuti rasa dendam Aku jadi begini, Aku ingin kita berteman seperti dulu lagi Avrora?"


Alden melepas pelukannya, Aku tidak bisa membendung Air mataku, Aku mengusap Air mataku dengan pergelangan tanganku.


"Dasar Alden bodoh, bodoh, bodoh, bodoh, Alden bodoh!"


Zen juga memeluk ku.


"Avrora maafkan Aku juga ya, Aku sadar selama ini Aku memang salah, Aku telah melupakan hal yang sangat berharga, maaf, Aku juga ingin kita seperti dulu lagi,"


Zen melepas pelukannya dan mengelus rambutku.


"Kau terlihat imut saat menangis Avrora,"


Aku tersenyum sembari mengeluarkan Air mataku.


"Kau selalu saja menjijihkan Zen!"

__ADS_1


"Pfttttt itu benar hahaha,hahaha,"


Zen tertawa lebar.


Akhirnya kami bertiga berbaikan dan kembali menjadi teman seperti biasa.


Tiba-tiba Valac datang dengan membawa pesan.


"Avrora sama, kerajaan Zelded memberikan pesan untuk Anda,  wanita berambut merah dia menunggangi seekor Naga dan memberikan pesan ini dipintu masuk.


Valac memberikan gulungan surat, Aku segera membacanya.


"Aku adalah Ryugo Raja Iblis baru di kerajaan Zelded, Aku tidak terima kau telah membunuh Adiku Ryuka,  Aku ingin membalasmu, menyerah lah dan datanglah besok Ke kerajaanku, Aku ingin kau bertanggung jawab atas kematian Adiku, jika tidak teman baikmu Liza Akan Aku bunuh, dia sudah menjadi tawanan kami," bunyi surat itu.


Aku mengepalkan tanganku.


"Cih, Aku tidak menduga mereka akan melakukan hal licik seperti itu,"


Alden dan Zen melihatku yang terdiam setelah membaca surat itu.


"Avrora Apa yang terjadi, kenapa tiba-tiba kamu gelisah begitu,"


Aku memasang wajah serius.


"Liza!"


"Liza ada apa dengan Liza?" Tanya Zen.


"Liza telah ditangkap dan di tahan di kerajaan Zeldead, mereka menangkap Liza untuk membuatku menyerah, Karena Aku telah membunuh Ryuka!"


Alden langsung marah.


"Cih dasar sialan, mereka telah memanfaatkan Aku dan sekarang mereka menangkap Liza,"


"Kita harus menyelamatkan Liza Avrora?" pekik Zen.


Aku langsung berkata pada Ai-chan


"Nee Ai-chan,  buka portal diman Liza berada cepat,"


"Hihi. .hihi. .baiklah,"


"Kenapa lama,"


"Hihihi. .maaf Avrora Liza didalam penghalang yang sangat kuat Aku tidak bisa melihatnya, ini mungkin Ulah Raja Iblis baru itu, dia lebih kuat dari Ryuka,"


"Cihh, jadi memang Aku harus menemuinya,  Aku pasti akan menyelamatkanmu Liza!"


Aku segera berbicara pada Alden dan Zen.


"Aku akan menyelamatkanya, Aku akan mengadakan pertemuan, Ayo cepat kita ke Istanaku,"


Aku menatap Valac.


"Cepat beri tau semuanya untuk berkumpul.


" Baiklah Avrora sama, " valac segera pergi untuk memberitahu kepada yang lainya.

__ADS_1


Bersambung. . .


__ADS_2