Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 3 Chapter 5


__ADS_3

...Yuki Dead...


...-------------------------------------------------------------------------------------...


Pagi ini kami semua sudah siap Untuk berangkat merebut kembali kerajaan Iblis Timur.


Semua pasukan pun sudah berkumpul di padang rumput yang luas dan Hijau.


Aku pun langsung memindahkan mereka semua didekat kerajaan Iblis Timur.


Semua pasukanku langsung menyerang Kekaisaran Timur.


Aku langsung berubah ke mode Demon Lord.


Leviathan terkejut melihat perubahanku.


"Avrora apa itu wujudmu yang sesungguhnya?"


Aku menyeringai.


"Benar! Kenapa?"


"Tidak! Hanya saja Aku merasakan kekuatan yang mengerikan, andai waktu itu saat berduel kamu memakai wujud ini, Aku pasti akan kalah, tapi! Lain waktu Aku ingin berduel denganmu saat kamu memakai wujud itu!"


Aku tersenyum.


"Baiklah kapan-kapan ya? Bukanya kau juga bisa berubah wujud juga?"


"Hahaha," tawa Leviathan, "Baiklah Aku juga akan berubah!"


Chimeries menyeringai.


"Aku juga akan berubah! Ayo kita habisi mereka semua!"


Semua pasukan mulai menyerang, melihat ada penyerangan Jendral Shin langsung mengerahkan seluruh pasukanya.


Pasukan pedang dan pasukan bersenjata Api langsung dikerahkan.


Shin juga mengerahkan pasukan Tank dan pesawat tempur.


Pangeran Leon dengan pedang besarnya langsung membelah Tank-Tank yang ada.


Pasukan Pesawat tempur menembakan Rudalnya.


Sebelum Rudal itu sampai kebawah, Rose dengan cepat memotong Rudal-rudal itu dengan sabit besarnya.


"Bammm!!"


Rudal itu meledak di udara.


Aku melihat ke bawah.


"Nice Rose!"


Aku langsung menghancurkan semua pasukan pesawat tempur yang ada didekatku dengan sabitku.


"Bammm!"


Semua pesawat pun meledak!"


Pasukan Starator mulai bergerak.


Kanon, Yui dan Eiji langsung menyerang pasukanku, sementara Charlote, Yuki dan Julius mereka bergerak untuk menyerangku.


Aku terkejut Yuki muncul lagi didepanku.


Yuki menatapku dengan kesal.


"Kita bertemu lagi, kali ini Aku pasti akan membunuhmu!"


Yuki bersiap untuk menembaku.


"Terima ini matilah!"


"Tu~tunggu dulu," Aku langsung menghindar, "Cih dasar Anak itu, dia tidak pernah mendengarkanku!"


Chimeries dan Leviathan juga sedang bertarung dengan Julius dan Charlote sementara Viad bertugas untuk menghabisi pasukan Pesawat tempur.


Setelah menghindar dari serangan Yuki, Aku langsung mengeluarkan rantai untuk mengikatnya.


Rantai merah keluar dari dalam tanah dan mengikat Yuki.


Yuki terlihat sangat kesal.


"Cih! Kamu pikir dengan mengikatku begini Aku akan kalah, akan Aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya!"


Yuki dengan mudah meghancurkan Rantainya.


"Prakk!"


Rantainya pun hancur.

__ADS_1


Aku terkejut teryata Yuki sangat kuat, dia dengan mudahnya menghancurkan Rantainya.


Yuki menyeringai sembari menodongkan tembakanya.


"Sekarang kau pasti akan mati!"


Aku berkata dengan serius.


"Tunggu dulu Yuki!"


Yuki terkerjut.


"Dari mana kau tau namaku?"


Aku tersenyum.


"Yuki! Ini Aku, Aku adalah Yuu, kakakmu!"


Yuki tiba-tiba marah.


"Jangan bercanda! Jangan samakan kakaku dengan orang sepertimu!"


Aku menghela nafas.


"Baiklah Aku akan menunjukannya padamu!"


Aku langsung berubah ke mode Normal.


"Bagaimana Yuki! Aku tidak bohong kan?"


Yuki terkejut, seakan tidak percaya apa yang ia lihat.


"Onii-chan! Ini bohong kan? Kau tidak sedang menipuku kan?"


"Aku tidak berbohong Yuki! Aku malah heran denganmu, kenapa kau bisa ada di Dunia ini dan bergabung dengan kekaisaran timur!"


Yuki mengeluarkam Air matanya.


"Onii-chan, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi, Aku sangat senang! tujuanku ke Dunia ini hanya ingin bertemu denganmu Onii-chan!"


Aku memasang wajah serius.


"Jadi begitu, Yuki dengarkan Kakak! Lebih baik kamu jangan bergabung lagi dengan Kekaisaran timur! Apa yang mereka lakukan itu sudah salah! Mereka penjahat dan penjajah Dunia ini!"


Yuki pun terkejut


"Benarkah begitu Onii-chan? Jadi selama ini Aku sudah melakukan kesalahan?"


"Yuki apa yang sedang kau lakukan cepat bunuh dia!"


Tubuh Yuki mulai gemetaran.


"Tidak! Ini tidak mungkin, Aku tidak mau melakukan ini lagi tidak!"


Yuki terlihat ketakutan dan mengeluarkan Air matanya.


Aku jadi khawatir.


"Yuki! Apa yang terjadi padamu! Jangan khawatir Yuki, ikutlah denganku sekarang, kau akan baik-baik saja!"


Jendral Shin pun marah.


"Cih! Apa yang kau lakulan bodoh! Cepat habisi dia!"


"Apa boleh buat," Shin menyuruh Ilmuan yang ada di markas untuk memgendalikan Yuki melalui Stigmanya.


Tiba-tiba Yuki berteriak sembari memegang kepalanya.


"Ahhhhhhhhh!!"


Aku terkejut. "Apa yang terjadi denganmu Yuki?"


Kesadaran Yuki mulai menghilang.


"Onii-chan cepatlah kau pergi sebelum Aku mengamuk cepatlah Onii-chan!"


"Tidak Yuki! Aku tidak akan pergi, Aku akan menyelamatkanmu!"


Yuki berusaha keras untuk mempertahankan kesadaranya dan membuat Jendral Shin geram.


"Apa yang kau lakukan Yuki, jika kau tetap bersih keras mempertahankanya kau akan mati!"


Yuki pun berpikir


"Daripada Aku menyakitiku Kakaku lebih baik Aku yang mati!"


Aku benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, Aku meminta Ai-chan untuk menganalisisnya.


"Hihihi Avrora, ini berbahaya, Yuki telah dikendalikan oleh suatu Alat yang tertanam pada tubuhnya, dia berusaha menolaknya, kalau terus begini nyawa Yuki dalam bahaya!"


"Cih! Dasar sialan!"

__ADS_1


Aku berteriak pada Yuki.


"Yuki dengarkan Aku,  kalau kau terus begini kau bisa mati, tidurlah dulu Yuki! Percayakan ini pada kakak!"


Yuki tersenyum.


"Baiklah Onii-chan Aku percaya padamu!"


Kesadaran Yuki pun berlahan menghilang, Mata Yuki langsung berubah memerah, Tubuhnya pun berubah menjadi Hitam dan merah.


Yuki menatap tajam diriku, dia sudah sepenuhnya dikendalikan.


Dia sudah bersiap menyerangku dan langsung menembakan senjatanya.


Aku cuma bisa menghindar sembari memikirkan cara untuk menyelamatkan Yuki.


Yuki terus menembakiku.


"Cih! kalau begini terus Aku tidak bisa berpikir!"


Tiba-tiba dengan cepat Yuki sudah berada di depanku, Yuki langsung menangkapku dan mendorongku ke tanah, Aku pun jatuh ketanah Yuki terus memegangiku sembari menodongkan senjatanya dan bersiap untuk menembaku.


"Gawat!" Aku sudah tidak bisa bergerak lagi, pergerakan Yuki sangat cepat, Aku tidak sempat berubah lagi ke Mode Demon Lord.


Saat Yuki ingin menembak, tiba-tiba tangan Yuki berhenti, kesadaran Yuki tiba-tiba kembali.


Aku terkejut.


"Yuki! Apa kau kembali? Kenapa kau tetap bersihkeras untuk menahanya, sudah cukup Yuki! kalau terus begini kau akan mati! Aku tidak akan mati karena ini!"


Yuki tersenyum.


"Aku tau Onii-chan! Aku tidak mau menyakitimu, Karena ini satu-satunya cara untuk menghentikanku, Aku senang bisa melihatmu lagi walau hanya sebentar," Yuki mengeluarkan Air matanya,  "Maaf  sudah merepotkanmu!"


Aku tidak bisa menahan Air mataku.


"Tidak Yuki! Tidak, kumohon jangan lakukan ini, sudah cukup hentikan!"


"Aku selalu menyayangimu Onii-chan! Selamat tinggal!"


Aku melihat Yuki yang mengucapkan perpisahan dengan senyum di wajahnya.


Tiba-tiba Yuki berteriak.


"Ahhhhh! Perangkatnya mengalami Konsleting.


Karena Yuki terus melawan, Otaknya pun terkena tegangan Listrik Yuki pun tewas.


Shin menyeringai.


"Dasar bodoh sudah Aku bilang jangan melawan, ini adalah akibatnya jika melawan!"


Aku berteriak.


"Tidak Yuki!!!!"


Aku menagis sembari memeluk Yuki, Aku tidak percaya Yuki akan mati secepat ini.


Aku mengepalkan tanganku, Aku memasang wajah gelap penuh kebencian.


"Tidak Akan Aku maafkan, orang -orang yang telah menyakiti Yuki, Aku akan membunuh semuanya, Bunuh! Bunuh! Bunuh!"


Aku berteriak "Ahhhhhhhhhh!"


Aura gelap langsung menyelimuti tubuhku, Aku sudah berubah Menjadi Demon Lord, Aku terbang membopong Yuki dengan tatapan kosong!


Langit tiba-tiba berubah menjadi merah, petir menyambar dimana-mana, semua orang yang sedang bertarung berhenti sejenak untuk melihat Fenomena mengerikan ini mereka semua gemetaran.


Leviathan dan Chimeries cuma terdiam sembari gemetaran melihatku, mereka pun berpikir.


"Sungguh kekuatan yang mengerikan, apa ini kekuatanmu yang sebenarnya Avrora!"


Semua yang terhubung dengan Avrora pun bisa merasakan emosi dan perasaan Avrora.


Cleve menatap langit.


"Perasaan ini, sebenarnya apa yang terjadi padamu Master? Tidak salah lagi, ini kekuatan Master! Kenapa Master  bisa semarah ini!"


Pangeran Leon pun berpikir


"Apa yang terjadi padamu Avrora? Aku tidak pernah merasakan Avrora semarah ini, kekuatanya sungguh mengerikan!"


Rose termenung.


"Avrora sama! Apa yang terjadi pada Anda, kenapa Anda begitu marah?"


Pasukan pesawat tempur langsung menyerangku.


Aku cuma menatapnya, "Enyahlah!"


Semua pesawat langsung hancur menjadi Abu!

__ADS_1


Bersambung. .


__ADS_2