Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN

Isekai Reinkarnasi Menjadi Gadis Vampir LN
Volume 2 Chapter 19 - Interlude


__ADS_3

...Interlude...


...----------------------------------------------------------------------------...


Setelah Aku melihat Ibuku di kehidupanku yang dulu, Aku baru sadar kalau Gadis imut yang di depanku ini adalah Adiku.


Aku senang melihat Ibu sehat-sehat saja, dia terlihat agak berbeda, setelah sekian lama Aku tidak melihatnya Ibu ternyata sudah menua.


Ibu memandangiku yang sedang melamun, Ibu  tersenyum kepadaku.


"Kamu siapa Adik manis?"


Mendengar pertanyaan ibu Aku jadi panik.


"Gawat, Aku harus beralasan apa?"


Aku tersenyum kaku sembari berbicara.


"E~eto, A~Aku, sebenarnya, Apa kalian Akan percaya kalau Aku mengatakan yang sebenarnya?"


Adiku menatapku dengan tatapan dingin.


"Sudah cepat katakan bodoh!"


"Ba~baiklah, akan kukatakan, Aku ini sebenarnya Yuu,"


Ibu pun terkejut, "Ehhhhhhh,"


Adiku langsung mengusirku.


"Lebih baik kau cepat pergi dasar cewek aneh,"


Adiku menyeretku keluar.


"Tu-tunggu dulu," Aku menengok ke Arah Ibu, "Ibu apa kau ingat, Aku pernah eek di celana saat duduk di kelas TK dan saat pulang Aku menangis karena malu dan menyuruh Ibu untuk tidak menceritakan itu pada Kaede,"


Ibu yang mendengar ceritaku terdiam sejenak dan berkata.


"Tunggu Yuki chan," Ibu berjalan mendekatiku, "Apa yang kau katakan memang benar, Yuu memang pernah mengalami hal itu, tapi itu tidak mungkin kalau kamu itu Yuu,"


Aku kembali menjelaskan.


"Itu memang kedengaran bodoh dan konyol, tapi Aku tidak berbohong, saat Kejadian ledakan  di Jembatan itu, Aku memang mati, tapi! Aku terlahir kembali di dunia lain menjadi seorang gadis, ingatanku di Dunia ini tidak hilang begitu saja, Aku masih mengingat jelas, saat sebelum Aku mati Ibu sedang mengandung kan? kalau begitu Gadis ini apa dia Adiku?"


Ibu menjadi semakin bingung.


"Tunggu, tunggu, tunggu, Aku masih belum mengerti, bisakah kamu menceritakan yang lebih detail lagi?"


Aku langsung memasang wajah serius.


"Biar Aku jelaskan! Pada hari itu, Aku, Kaede dan teman-temanku setelah pulang sekolah saat perjalan kerumahku, kami berencan untuk belajar bersama, tapi waktu kami melewati jembatan tiba-tiba ada lubang hitam yang terbuka dan mengelurkan ledakan, setelah itu Aku sama sekali tidak sadar dan setelah sadar Aku baru ingat kalau Aku sudah mati dan dilahirkan kembali ke Dunia yang berbeda menjadi seorang Gadis, Aku akhirnya bertemu Kaede dan yang lainya, mereka juga terlahir kembali di Dunia itu, Dunia itu benar-bener berbeda dengan dunia ini, di Dunia yang berbeda itu ada sebuah kekuatan sihir, kami bisa menggunakan sihir,  Aku datang kesini juga berkat sihir, Aku telah melakukan perjalanan waktu untuk bisa datang kesini dengan menggunkan sihir ruang dan waktu, Aku benar-benar tidak bohong, Energi sihirku habis untuk melakukan perjalanan waktu, setelah sihirku kembali, akan Aku buktikan kalau Aku tidak berbohong, Aku adalah Yuu,"


Ibu langsung memeluku.


"Yuu, apa kamu benar-benar Yuu?"


Aku membalas pelukan Ibu dan mendekapnya.


"Itu benar Bu! Aku adalah Yuu! apa ibu tidak percaya?"


"Ibu percaya! Entah kenapa setelah memelukmu, Ibu merasa kalau kamu adalah Yuu, Ibu bisa merasakan, mungkin ini ikatan Ibu dan Anak,"

__ADS_1


Aku tidak bisa membendung Air mataku.


"Terimakasih Bu, Aku sangat bahagia bisa melihatmu lagi, Aku sangat senang,"


Adiku terus menatapku dengan tatapan dingin.


"Sudah cukup hentikan sandiwaramu," Adiku meninggikan suaranya, "Kenapa Ibu mempercayai cewek ini begitu saja, jelas-jelas tidak mungkin kalau cewek ini adalah Kakaku, dia pasti sedang menipu kita,"


Aku melepas pelukan Ibu dan melihat Adiku.


"Aku tidak berbohong, kau memang Adiku, baiklah Akan Aku tunjukan sesuatu padamu, ayo kita kekamar Yuu,"


Adiku tiba-tiba marah.


"Jangan seenaknya pergi ke kamar kakak, walau dia sudah mati, Aku tidak akan membiarkan kau menyentuh barang-barang Kakak, pergi sana dasar penipu!"


"Yuki cukup!" Ibu memelototi Yuki, "Kau ini tidak sopan, setidaknya biarkan dia menunjukan sesuatu!"


"Cihh, terserah saja," geram Yuki.


Setelah itu Aku pergi ke kamarku yang dulu, Ibu  segera membuka pintu kamar. Aku melihat kamar ini masih sama seperti yang dulu dan tidak  berubah sedikitpun.


Aku menatap Ibu.


"Bu kamar ini! Kenapa tidak berubah dan juga terlihat bersih?"


"Itu karena Ibu tidak ingin membuang kenangan Yuu begitu saja, Ibu sengaja membiarkanya, Yuki yang selalu membersihkan Kamar ini,"


"Begitu ya!" Aku menatap Yuki, "Terimakasih Yuki chan,"


Aku berjalan mengambil fotoku yang dulu dan melihatnya.


"Ini kan Aku yang dulu, kangen sekali, kalau Aku masih hidup mungkin Aku juga sudah sedikit menua ya?"


"Ada hal yang ingin Aku tunjukan pada kalian, apa kalian tau isi berangkas ini, kalian tidak bisa membukanya kan? Itu karena hanya Aku yang bisa membukanya, biar Aku buka,"


Aku segera membuka brangkasnya dan mengambil sesuatu dari dalam brangkas dan menunjukanya pada Ibu dan Adiku.


"Lihatlah, ini adalah buku harianku, Aku tidak keberatan kalau kalian ingin membacanya,"


Aku memberikan Buku harian itu pada Ibu.


Adiku sangat terkejut.


"Ini tidak mungkin, kenapa kamu bisa membukanya?"


Aku tersenyum pada Yuki.


"Sudah jelas kan, kalau Aku adalah Yuu, Aku kakakmu Yuki!"


"Kakak ini tidak mungkin," Yuki pun menagis.


Aku segera mendekapnya, "Itu benar Yuki, Aku tidak bohong, Aku kesini juga tidak akan lama, karena ini bukan duniaku lagi, setelah sihirku kembali, Aku akan pulang ke Dunia ku lagi dan sampai waktu itu tiba ayo kita nikmati waktu kita bersama Yuki!"


Adiku tiba-tiba menagis keras sembari membals dekapanku.


"Onii-chan, Huaaaaaaa, Aku bahkan belum lahir kenapa kau sudah meninggalkanku Onii-chan, Aku sangat ingin bertemu denganmu, dari Kecil Aku selalu melihatmu dari foto saja, Kenapa kau pergi telalu cepat Onii-chan!"


Melihat Adiku menagis Aku juga tidak bisa menahan Air mataku.


"Maafkan Kakak Yuki chan, maaf!"

__ADS_1


Setelah itu Adiku pun percaya kalau Aku adalah Yuu, Aku pun diperbolehkan tinggal di Rumah ini.


Keesokan harinya, Hari ini Aku berencana pergi keperpustakaan, Aku di berikan banyak baju oleh Adiku.


Pagi ini setelah selesai sarapan Aku pun segera pergi ke Perpustakaan, Aku berjalan dengan Adiku yang akan pergi ke Sekolah.


Adiku melirik ke Arahku.


"Onii-chan, hari ini kau mau kemana?"


"Aku ingin pergi ke Perpustakaan ada sesuatu yang ingin Aku baca disana!"


"Apa Aku boleh ikut Onii-chan?"


"Tidak Yuki! Kau harus pergi ke Sekolah kan? Besok ya kalau kamu libur!"


Adiku langsung mengembungkan pipinya.


"Hemphh baiklah,"


Setelah Adiku pergi ke Sekolah, Aku pun berjalan sendirian, Aku tidak sengaja melihat dari jauh jembatan yang hancur, itu adalah tempat dimana Aku dan teman-temanku mati.


Aku melihat ada pagar pembatas bertulisan dilarang masuk dan di Jaga oleh Tentara keamanan Negara.


"Apa-apaan ini kenapa tidak boleh masuk?"


Setelah Aku mengintipnya teryata banyak peneliti yang sedang meneliti sumber ledakan itu, Aku terkejut melihat lubang hitam itu masih Ada.


"Apa-apaan itu, kenapa lubangnya belum tertutup,"


Tampaknya mereka sedang meneliti Lubang hitam itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi? nee Ai-chan apa kamu tau kenapa lubang hitam itu masih ada?"


"Hihi. .hihi. .kemungkinan titik di Bumi yang terdapat lubang itu mengalami keruasakan, jadi lubang itu tetap bisa terlihat oleh mata,"


"Jadi begitu, Aku ingin melihatnya tapi tidak bisa masuk, sialan lanjut pergi ke Perpustakaan deh,"


Setelah itu Aku segera pergi ke Perpustakaan, sesampanya di Sana Aku langsung masuk.


"Ehhh kelihatanya disini banyak orang,"


Aku segera mengambil beberapa buku tentang teknologi dan pembangunan.


"Hihi. .nee Avrora itu buku yang hitam apa kelihatanya menarik?"


"Ehhh mana yang ini?"


"Bukan sebelahnya hihi,"


"Ini?"


"Ya itu hihi. .cepat baca itu,"


Aku segera membacanya.


"Ehhh ini buku pengetahuan tentang luar Angkasa,"


"Cepat baca Aku ingin tau Avrora hihihi?"


"Kau ini merepotkan sekali ya Ai-chan Baiklah Akan Aku baca!"

__ADS_1


Setelah itu Aku mulai membaca semua buku yang Aku ambil di Perpustakaan ini.


Bersambung. .


__ADS_2