ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.10


__ADS_3

"Apa..," Javier yang terkejut saat melihat Sahara kembali dari suatu tempat Setelah seharian Entah di mana keberadaannya.


"Apa yang terjadi dengannya, Harold?" tanya Javier.


"Entahlah Tuan." jawab Harold.


Orang-orang yang ada di tempat itu tentu saja mereka sangat terkejut, mereka tidak pernah mengira kalau wanita sebaik dan seanggun Sahara tiba-tiba saja kembali dengan kondisi yang mabuk berat.


"Apa yang kamu lakukan?!" seru Javier kepada Sahara.


Mendengar teriakan yang begitu keras Sahara yang bertingkah aneh itu nampak dia menatap Javier yang ada di kursi roda.


"Ya Tuhan, ini kan pria menyebalkan itu..," ucap Sahara dengan nada yang begitu aneh. wanita itu menunjuk Javier kemudian tersenyum kepada pria itu.


"Dari mana saja kamu seharian ini!" teriak Javier.


"Aku?" tanya Sahara sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Kata-kata yang diucapkan oleh Sahara sedikit ngelantur hingga membuat wanita itu menggerakkan tubuhnya tak tentu arah.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Javier kembali.


"Aku? Tentu saja aku habis menenangkan diriku." jawab Sahara.


"Lebih baik saya akan membawanya ke kamar saja, Tuan. nanti dia malah membuat keributan di sini." ucap Harold.


"Baiklah kalau begitu, bawa dia Harold. kelihatannya dia begitu aneh." jawab Javier.


Ketika menarik tangan Sahara, seketika wanita itu menghempaskan tangan Harold.


"Lepas, jangan berani sentuh-sentuh aku. dasar kalian ini semuanya pria itu sama saja. kalian itu sama-sama brengsek!" bentak Sahara sembari memijat kepalanya yang begitu pening.


Langkah kaki Sahara berjalan sedikit gontai sembari mendekati Javier, tiba-tiba saja wanita itu langsung duduk di pangkuan Javier yang berada di kursi roda.


"Ini-ini pria yang sangat menyebalkan, pria yang sangat menyebalkan dan sangat menyebalkan." ucap Sahara sembari menunjuk hidung Javier berulang kali.


"Dasar kurang ajar, kamu mau aku banting apa!" teriak Javier saat Sahara duduk di pangkuannya.

__ADS_1


Mendengar ancaman seperti itu, tentu saja Sahara langsung melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu tanpa mengatakan apapun. Sahara langsung menarik dagu Javier.


"Kenapa mulut ini begitu pedas, mulut ini begitu tajam saat mengatakan sesuatu." ucap Sahara sembari menyentuh bibir Javier dan memainkannya.


Harold yang melihat hal itu seketika dia langsung membulatkan matanya, tidak ada satu wanita pun yang berani melakukan hal.


"Tarik wanita ini!" seru Javier.


"Aku tidak mau, aku tidak mau!" teriak Sahara yang makin memeluk erat leher Javier.


"kalian semuanya pergi perintah Javier kepada beberapa pembantunya seketika mereka langsung pergi saat diperintahkan oleh Bosnya itu Sedangkan Javier sendiri nampak pria itu menghilang nafasnya kemudian menatap wanita mabuk yang ada di pangkuannya Pergilah sekarang harum aku akan menyingkirkan wanita ini ucap Javier yang hendak menarik tubuh Sahara namun Sahara memeluk erat lehernya tidak mau aku tidak mau ucap Sahara dasar wanita tidak tahu diri halal yang mencoba melepaskan tangan Sahara dari lehernya seketika Sahara menatap Javier wanita itu tersenyum kemudian memberikan khotbah cuman sebuah ciuman di bibir Javier bibir ini nakal ucap Sahara yang terlihat benar-benar memberikan ciuman bibir Javier hingga membuat pria itu langsung tersentak harul yang melihat hal itu seketika dia membulatkan matanya saya Saya akan pergi sebentar tuan horor yang kebingungan saat melihat Sahara mencium bibir Javier dengan begitu agresif.


"Ap-." Javier tidak bisa mengatakan apapun. ketika dia hendak berbicara Sahara langsung memberikan ciuman kembali di bibirnya.


Entah apa yang ada di pikiran Sahara ketika dia sadar, dia berulang kali memberikan ciuman di bibir pria super kejam itu.


"Bibir ini begitu kejam saat menghinaku, bibir ini begitu tajam saat menghinaku." ucap Sahara yang terlihat menatap wajah Javier. sedangkan pria itu entah apa yang terjadi namun jantungnya tiba-tiba berdebar begitu kencang.


Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Javier, pria itu menatap Sahara yang dari tadi tersenyum kepadanya.


"Kenapa kamu tidak bisa mencintaiku?" tanya Sahara yang membuat Javier begitu tersentak dengan pertanyaan itu.


DEG..


DEG..


DEG..


"Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar seperti ini." guman Javier dalam hati ketika dirinya merasakan jantungnya berdebar begitu kencang. bahkan terasa nafasnya begitu sesak.


Tidak ada Harold di sana, tidak mungkin juga dia harus mendorong tubuh Sahara dengan kasar. setelah melihat keadaan di rumah itu tanpa ada satu orang pun akhirnya Javier berdiri dari kursi roda. mau tidak mau dia harus menggendong Sahara dan mengembalikan wanita itu ke kamarnya.


"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali dia menciumku. Lihat saja kalau dia besok sudah bangun akan kubuat dia menyesal seumur hidup." ucap Javier yang kemudian memandang Sahara yang begitu tenang.


DEG..


DEG..

__ADS_1


jantung Javier kembali berdebar begitu kencang ketika dia memandang wajah cantik yang begitu tenang itu. nampak Javier mengalihkan pandangannya karena dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengannya.


BUGG..


seketika pria itu menghempaskan Sahara keranjang dengan begitu kasar, kemudian keluar dari kamar wanita itu.


"Dasar wanita tidak tahu diri, Lihat saja apa yang akan aku lakukan besok." ucap Javier yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


ketika berada di dalam kamar pribadinya nampak pria itu menatap cermin, salah satu tangannya tiba-tiba menyentuh bibir yang tadi dicium oleh Sahara. terasa begitu hangat begitu lembut bahkan diciuman itu ada gairah yang begitu terpendam.


Tanpa sadar Javier menyentuh bibirnya kemudian memejamkan matanya, pria itu kembali membayangkan ciuman yang tadi diberikan oleh Sahara. Entahlah terasa begitu nikmat dan begitu membuat gairah yang ada di dirinya kembali muncul. sesaat kemudian tiba-tiba Javier memandang dirinya di cermin.


"Kenapa aku harus seperti ini, kenapa aku harus memikirkan wanita itu. dia bukanlah siapa-siapa aku tidak akan membiarkan wanita itu mengendalikan ku." ucap Javier yang kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah keluar dari kamar mandi nampak pria itu kembali tertidur, entahlah kenangan tadi benar-benar masih melekat luar biasa atau mungkin tidak akan bisa hilang. sebuah senyum tergambar di bibir Javier kemudian pria itu memejamkan matanya.


Ketika esok sudah menjelang, sinar matahari memasuki jendela kaca kamar Sahara. wanita cantik jelita itu nampak menggeliat dengan semua kesakitan yang ada di tubuhnya.


"Kepalaku kok pusing banget ya." ucap Sahara yang kemudian membuka kedua matanya. nampak sekali kalau kepalanya benar-benar masih terasa sakit akibat mabuk kemarin.


"Berapa botol yang aku habiskan kemarin? perasaan aku cuma minum dua gelas tapi kenapa kepalaku pusing sekali ya." ucap Sahara yang kemudian berdiri dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.


** bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Isteri pengganti tuan William


__ADS_2