ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
BAB.62


__ADS_3

Setelah mendengarkan jawaban dari sang istri seketika pria itu langsung berjalan di depan istrinya.


"Kamu mau apa, minggir!!" usir Sahara tanpa mengatakan apapun.


Javier langsung menggendong sang istri dan membawa istrinya itu masuk ke dalam kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan, lepas. turunkan aku!!" teriak Sahara.


Javier tidak ingin melakukan hal itu dia langsung membawa istrinya masuk ke dalam kamarnya, di pagi hari suara teriakan dan suara kegaduhan membuat para pelayan dan beberapa orang nampak tidak bisa melakukan apapun. Ronald di pagi buta seperti itu sudah pergi bersama dengan Jeremy dan Icha.


"Lepaskan, lepaskan!!" teriak Sahara.


"Enak aja dilepaskan, kamu itu Istriku mau keluyuran cari pria lain. Kamu kira aku ini apaan." jawab Javier yang kemudian menutup pintu kamarnya dan menguncinya.


"Berikan kuncinya padaku." pinta Sahara.


"Enak aja, nggak bakal." jawab Javier.


Mana kuncinya!!" seru Sahara kembali.


"Bakal aku telan kuncinya." jawab Javier.


"Dasar pria Kurang ajar, di mana kuncinya Aku mau keluar!!" teriak Sahara dengan suara yang begitu keras. bahkan terlihat wanita itu benar-benar marah.


"Berikan kuncinya sama aku!" teriak Sahara kembali.


Javier yang benar-benar tidak ingin melihat istrinya bersama pria lain, seketika dia langsung menarik tubuh sang istri.


"Kamu mau apa?" tanya Sahara.


"Ketika dirinya sudah dipeluk begitu erat oleh Javier, kamu akan tahu apa yang kamu akan aku lakukan." jawab Javier.

__ADS_1


"Lepas, lepasin aku!!" bentak Sahara.


"Aku tidak akan melepaskanmu." jawab Javier yang kemudian memberikan sebuah ciuman yang begitu luar biasa kepada istrinya.


"Brengsek, berani sekali kamu melakukan hal itu padaku, Sahara yang marah kenapa kamu harus marah. kita ini sudah suami istri secara agama dan negara, jadi sah-sah saja kan jika aku menciummu." jawab Javier yang membuat Sahara mencoba untuk mendorong sang suami.


Tak ada yang bisa menghentikan Javier dengan semua kalutnya hati karena sang istri hendak pergi keluar mencari seorang pria. seketika dia langsung mencium Sahara dengan ciuman yang begitu bergairah, Sahara yang mencoba untuk memberontak namun dia tidak mampu. Javier membekap tubuh Sahara dengan begitu erat, dia memeluknya hingga membuat Sahara tidak bisa bergerak sama sekali. ciuman itu semakin bergairah Javier benar-benar tidak akan membiarkan istrinya mencoba untuk meninggalkannya.


Sahara terasa benar-benar pengap, rasanya Dia tidak bisa bernafas karena Javier menciumnya dengan begitu menggebu. lambat namun pasti akhirnya Sahara lebih memilih untuk pasrah akan semua yang terjadi. ciuman itu benar-benar membuat jantung Sahara berdebar begitu kencang, Tak Ada yang Bisa dia katakan namun hanya satu kata yang ada di hati Sahara.


Biarlah semuanya mengalir seperti air yang mengikuti aliran yang sudah digariskan. Javier yang melihat sang istri sudah tidak memberontak terlihat pria itu mencium istrinya dengan begitu lembut.


"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku." ucap Javier di sela ciumannya, setelah mengatakan hal itu pria itu memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu lembut. pagi hari yang begitu sunyi itu membuat Javier terbuai dengan semua kenikmatan dari semua yang dia lakukan.


Tatapan mata kedua orang itu saling menatap satu sama lain, terlihat gelora Cinta itu sudah mengalir perlahan-lahan. Javier membawa Sahara keranjangnya pria itu menuntun istrinya dengan semua keinginannya dengan begitu lembut.


Javier memperlakukan Sahara, pria itu menuntun istrinya untuk menikmati semua gairah pagi mereka. ciuman yang begitu berhasrat sentuhan yang begitu nakal hingga kecupan-kecupan yang membekas. Tak ada kata namun semuanya berjalan seperti yang mereka inginkan namun tidak bisa mereka katakan.


Kancing pakaian yang sudah terbuka membuat sepasang suami istri itu hanya bisa terdiam, sinar mentari yang menyusuri jendela kamar itu membuat Javier sedikit terganggu. seketika dia langsung menutup tirai kamar itu dengan remote, suasana yang ada di dalam kamar itu seketika menjadi sedikit gelap dengan sinar yang menyusup namun sedikit.


Hembusan nafas yang sedikit memburu dan menerpa satu sama lain, gelora yang sudah luar biasa itu membuat mereka berdua tidak bisa menghentikan apa yang ingin mereka lakukan. cinta itu sudah tumbuh bahkan sudah bersemi, ketika mereka tidak saling menyadari. raga yang sudah menjadi satu saling menerima dengan semua irama yang begitu mengalun. ******* yang begitu indah membuat derup jantung itu berdebar begitu kencang.


Irama goyangan yang begitu indah membuat hati terasa sudah melayang senyum yang begitu lebar seolah menunjukkan mereka sama-sama menikmati semua itu. hanya satu kata yang bisa diucapkan.


"Kamu sekarang milikku. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi milik orang lain, kamu hanya akan menjadi milikku." ucap Javier yang kemudian memberikan serangan yang begitu bergairah.


Tak berselang lama kedua insan itu sudah mencapai titik kenikmatan mereka, ******* panjang menandakan irama Cinta itu sudah mencapai titik puncaknya. tanda cinta itu mungkin sudah diberikan, keringat yang bercucuran di pagi hari seolah menandakan mereka sudah selesai dengan aktivitas mereka.


Javier memeluk sang istri dengan pelukan yang begitu hangat, dia memandang Sahara dengan tatapan mata yang begitu berarti. begitu pula dengan Sahara, dia menyentuh wajah Javier. pria yang sudah menikahinya beberapa tahun yang lalu, mereka berpisah karena sesuatu dan sekarang mereka kembali karena cinta itu memang harus bersatu.


"Aku tidak akan membiarkanmu mempermainkanku." ucap Sahara.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah mengkhianatimu atau menyakitimu. Kamu adalah belahan jiwaku, jika aku tidak mencintaimu buat apa aku harus mengejarmu seperti orang gila." jawab Javier yang kemudian memeluk erat sang istri.


Nafas yang sudah kembali normal itu membuat Sahara dan Javier begitu bahagia, terasa kekosongan di hati mereka sudah terisi penuh. kebahagiaan itu terasa benar-benar begitu luar biasa.


Sekitar 3 jam kemudian mereka sudah keluar dengan raut wajah yang begitu bahagia, Javier terus memegang erat tangan Sahara. pria itu tidak akan pernah melepaskan istrinya apapun Yang terjadi.


"Papa, mama. kenapa sih Kalian berdua tidak keluar dari kamar, aku tadi menunggu kalian di sini sampai perutku lapar." renge Ronald yang membuat Sahara dan Javier nampak malu kemudian memejamkan matanya.


"Maaf Sayang, tadi papa minta Mama untuk memijit tubuh Papa, habis Papa kecapean." Javier yang mencoba mencari alasan.


"Tapi lama banget loh pa, apa Papa dipijit lalu ketiduran." Ronald yang tidak terima karena dirinya dicampakkan.


Jeremy yang melihat raut wajah bahagia dari majikannya seketika Dia hanya bisa tersenyum, dia tahu kalau majikannya itu sedang bahagia dengan semua yang dia dapatkan.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2