
"Apakah kau sudah melihat kalau Sahara telah pulang?" tanya Javier kepada sopir pribadinya.
"Sudah Tuan, Nona Sahara sudah pulang terlebih dahulu. tadi saya lihat kalau dia menaiki bus menuju ke rumah." jawab supir pribadi Javier.
"Memangnya ada apa, Tuan?" tanya Jeremy kepada Javier.
"Tidak apa-apa." jawab Javier.
Karena pria itu memang masih begitu sombong untuk mengakui perasaannya. Entahlah apa yang diinginkan Javier dia tidak ingin mengakui perasaannya namun dia juga tidak ingin bersama wanita yang sudah mulai menumbuhkan benih-benih cinta di hatinya.
Langkah kaki Javier terlihat mendekati Sahara, pria itu memberanikan diri untuk berbicara dengan wanita itu.
Entahlah apa yang harus Javier katakan kepada wanita itu, terlihat Sahara benar-benar tidak ingin menatap pria itu dengan tatapan mata selayaknya seseorang.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Javier kepada Sahara.
"Tidak ada." jawab Sahara yang kemudian langsung pergi meninggalkan pria itu
Javier seketika membeku setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Sahara, Bukan maksudnya untuk mengatakan hal itu malahan sekarang Sahara langsung pergi dari hadapannya.
langkah kaki yang cantik telah meninggalkan pria menjengkelkan dan kata-katanya selalu pahit itu, terlihat Javier hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu kasar. Biarkan saja semuanya terjadi seperti ini, salahkan saja dirinya sendiri karena selalu melakukan hal itu kepada Sahara.
KEESOKAN HARI
KANTOR JAVIER
Hari ini Sahara berada di kantor dan berangkat agak pagian, terlihat wanita itu membaca beberapa berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya. sekitar setengah jam kemudian Javier sudah berada di perusahaan, pria itu nampak menatap Sahara yang sudah berada di kantornya.
Javier ingin mengatakan sesuatu, namun mulut Javier terasa terkunci dan tidak bisa mengatakan apapun.
"Bisakah kamu mengambilkan aku minuman?" tanya Javier tanpa menatap Sahara.
Sedangkan Sahara yang mendapat perintah seperti itu wanita itu melihat Javier yang memerintah tanpa menatap orang yang dia suruh.
"Kamu ingin minum apa, kopi atau teh hangat?" tanya Sahara.
__ADS_1
"Buatkan aku moccacino saja." jawab Javier.
Setelah mendengar jawaban itu Sahara langsung pergi meninggalkan kantor pria menyebalkan itu, terlihat wanita itu melangkahkan kakinya keluar dari kantor.
"Oh ya, nanti kamu bisa kan ikut aku ke salah satu tempat pertemuan?" tanya Javier yang diangguki oleh Sahara.
"Oh ya jangan lupa nanti kalau Setelah dari rapat tolong kamu bereskan beberapa berkas yang kemarin aku minta." ucap Javier sembari menandatangani berkas yang ada di meja kerjanya.
"Baik Tuan." jawab Sahara yang membuat Javier langsung menatap Sahara.
Tentu saja Sahara akan memanggil dia Tuan, karena tidak mungkin wanita itu memanggil dirinya sayang atau panggilan yang lain. karena selalu saja Javier mempertegas perkataan kepada Sahara kalau dirinya hanyalah seorang pembantu.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
"Apa yang kamu lakukan?!" seru Javier.
"Aku tidak tahu, Tuan. semua berkas yang kemarin Anda lihat itu sudah saya kerjakan. Kemarin anda juga sudah melihatnya kan." ucap Sahara yang berusaha untuk menjelaskan permasalahan.
"Bagaimana mungkin berkas itu tiba-tiba berubah, jika kamu tidak merubahnya kamu ingin aku dalam masalah dengan salah satu proyek itu? apa kamu ingin aku kehilangan salah satu proyek itu?!" bentak Javier yang membuat Sahara langsung terdiam.
"Kamu ini dari dulu sampai sekarang kenapa masih bodoh saja, gimana pemikiranmu. kamu ini benar-benar tidak bisa diandalkan sama sekali!!" bentak Javier yang membuat Sahara langsung tersentak. seperti inikah dan seperti inikah?
"Mami!" seru Ronald yang melihat Ibu sambungnya sudah pulang dari tempat kerja.
"Hai Sayang, kenapa belum tidur juga.. ini kan sudah sore, sayang?" tanya Sahara yang kemudian memeluk Ronaldo dengan erat.
"Aku ingin menunggu Mami, karena Ronald ingin meminta Mami memasak buat Ronald." jawab bocah berusia lima tahun tersebut.
akhirnya Sahara menganggukkan kepalanya dia menaruh beberapa belanjaan.
"Kau dari mana saja?" tanya Javier kepada Sahara.
"Aku habis belanja beberapa kebutuhan ku." jawab Sahara.
Ronald tidak ingin bertanya lagi karena yang terlihat jelas Sahara membeli beberapa perlengkapannya. wanita itu nampak membawa barang belanjaannya beserta membeli beberapa keperluan untuk Ronald.
__ADS_1
Hari demi hari terus dilalui oleh Sahara dengan bergelut sebagai seorang pekerja yang ada di perusahaan sekaligus pengasuh Ronald. tak ada waktu yang di habiskan oleh Sahara dengan bersantai-santai atau apapun. karena jika itu terjadi maka Javier tentu akan membuat Sahara memiliki begitu banyak pekerjaan.
Entah beberapa minggu ini perlakuan Javier sedikit berbeda kepada Sahara, tutur katanya tidak sekasar dahulu. bahkan pria itu jarang memarahi Sahara, hari ini Sahara berada di taman bersama Javier. Gadis itu terus tertawa bahagia bersama Putra angkatnya. suara canda tawa seolah menghapus seluruh perlakuan kasar yang dilakukan oleh Javier kepada Sahara namun Entahlah apa yang ada di pikiran gadis itu.
Sedangkan disebuah ruangan yang ada di rumah tersebut, Javier nampak menatap Sahara yang begitu bahagia bersama dengan putranya. seorang bocah yang berusia lima tahun, dia begitu polos dan selalu meminta perhatian wanita itu.
"Apakah benar kalau Sahara adalah gadis yang berbeda dengan para wanita yang ada di luar sana." guman Javier sembari menatap Sahara yang ada di taman belakang rumahnya. sedangkan Javier.. pria itu berdiri di balkon kamarnya sembari menatap Sahara dan putranya.
"Mami!!" seru Ronald.
"Sebentar, sayang." jawab Sahara yang terlihat membawa sesuatu di salah satu tangannya. wanita itu benar-benar begitu mencintai bocah kecil itu.
Tatapan mata Javier menatap Sahara dengan sangat teliti, tiba-tiba sebuah senyum tergambar di wajah Javier saat melihat putranya sedang menjahili Sahara. sebuah senyum terus terukir di wajah Ronald ketika dirinya selalu menggoda ibu sambungnya itu, senyum yang begitu bahagia senyum yang begitu mengharapkan kasih sayang dari wanita yang sudah mengasuhnya tersebut.
"Aduh Sayang, kenapa kau melempari Mami dengan tanah. mami kan jadi kelilipan." ucap Sahara sembari membersihkan wajahnya karena dilempar oleh Ronald dengan tanah .
Javier turun dari kamarnya menuju lantai bawah, Dia terus berjalan keluar ke tempat Sahara berada. Entahlah tiba-tiba pria itu memiliki kepedulian kepada Sahara mungkin saja cinta itu benar-benar tumbuh di hati Javier.
"Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia harus seperti itu." guman Javier dalam hati.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William