
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
"Selamat pagi." Sahara yang menatap Ronald sudah berada di dapur.
"Pagi, Mi." jawab Ronald.
"Kenapa kok, lemes banget?" tanya Sahara yang menatap Ronald yang terlihat begitu murung.
"Mami, hari ini ada waktu buat nganterin aku ke sekolah, tidak?" tanya Ronald.
"Tentu, Memangnya ada apa." jawab Sahara.
"Mami, hari ini Ronald ingin menghabiskan waktu sama Mami." jawab Ronal.
"Tentu Sayang, memangnya ada apa sih? Kenapa kok wajah kamu lesu begitu?" tanya Sahara kepada putranya.
"Papi bilang Kalau Mami itu sekarang nggak sayang Ronald, katanya mami sibuk di perusahaan papi." jawab Ronald.
"Tentu saja tidak sayang, Mami nanti akan menjemput kamu dan mengantar kamu." jawab Sahara dengan lembut.
Tak berselang lama terlihat Javier sudah turun bersama dengan Harold.
"Tidak usah mengantarnya, mulai hari ini harol dan aku yang akan mengantar Ronaldo ke sekolah. jadi kamu langsung saja ke perusahaan karena mulai sekarang aku akan memantau perusahaan langsung ke sana.
Perkataan yang diucapkan oleh Javier terasa begitu menyakitkan bahkan kata-kata yang diucapkan itu terasa sebuah ancaman.
"Tidak apa-apa, biar nanti aku akan mengantarkan Ronald ke sekolahnya." Sahara yang berusaha untuk menenangkan Ronald yang sedang merajuk.
"Kamu tidak usah melakukan hal itu, aku sudah bilang padamu kan untuk tidak usah ikut campur dengan semua yang aku lakukan. aku tidak ingin Putraku itu bergantung padamu. jadi cobalah untuk melakukan sesuka hatimu apa yang ingin kau lakukan." jawab acuh Javier.
"Ronald, kamu sudah selesai makan kan, sayang? bisa Mami bicara sama papi?" tanya Sahara yang membuat Ronald menganggukkan kepalanya.
Anak kecil itu langsung meminta tolong kepada Harold untuk membawanya pergi dari ruang makan. setelah Ronald pergi Sahara menatap Javier dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Apakah kamu harus mengatakan hal itu kepada putramu, Apakah tidak bisa mengatakan sesuatu yang membuatnya tenang?" tanya Sahara.
"Kamu tidak usah memikirkan apapun, dia Putraku mau melakukan apapun itu dia itu Putraku." jawab Javier.
Sahara memalingkan wajahnya, dia menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar.
PLAKK..
Sebuah tamparan langsung dilayangkan oleh Sahara ke wajah Javier, sedangkan Javier yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja pria itu sangat terkejut.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan, berani sekali kamu menamparku!" bentak Javier.
"Entahlah apa yang harus aku katakan padamu, aku benar-benar sangat menyesal menolongmu waktu itu. aku benar-benar sangat menyesal bertemu denganmu waktu itu, kamu adalah pria brengsek kamu benar-benar pria brengsek, pantas saja istrimu berselingkuh dan meninggalkanmu. Kamu adalah pria yang tidak pantas untuk dicintai Kamu memang tidak punya hati." tukas Sahara yang kemudian langsung meninggalkan Javier.
"Berani kamu mengatakan hal itu padaku, Apa kamu ingin aku membuangmu?!" seru Javier.
"Terserah kamu mau membuangku mau membunuhku mau apapun padaku itu terserah. aku sudah melunakkan hatiku Namun nyatanya Kamu adalah pria yang tidak pantas untuk mendapatkan cinta dari siapapun." jawab Sahara yang kemudian pergi meninggalkan pria itu.
DEG..
Entah mengapa kata-kata yang diucapkan oleh Sahara, terasa begitu menusuk di jantung Javier.
"Berani sekali wanita itu mengatakan hal itu padaku, Apa dia benar-benar sudah bosan hidup." ucap Javier yang kemudian menatap kepergian Sahara dari rumahnya.
DEG..
DEG..
jantung Sahara benar-benar berdebar begitu kencang, pria yang selalu dia lihat selama 4 tahun itu tidak pernah sekalipun memberikan dia tempat. pria yang selalu berusaha diajak komunikasi itu pun tidak mempunyai ruang untuknya. terasa hati Sahara benar-benar begitu penuh, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. dia berada di negara orang tanpa saudara sama sekali, empat tahun berada di Spanyol membuat Sahara terasa menjadi orang asing yang tidak ada teman atau kawan sama sekali.
Hari ini terasa Sahara benar-benar tidak ingin pergi ke perusahaan, otaknya terasa kosong saat menyetir mobil. Sahara harus mencari tempat untuk menenangkan dirimu, Entahlah apa yang ada di pikiran Sahara, namun wanita itu tidak ingin kembali ke rumah Javier untuk saat ini.
Beberapa jam kemudian nampak Jeremy menelpon Javier untuk menanyakan mengenai keberadaan Sahara yang tidak ke perusahaan hari ini.
"Benar Bos, tumben sekali hari ini Nona Sahara tidak pergi ke perusahaan. sampai siang ini dia tidak ada di sini, seharusnya hari ini ada jadwal meeting karena itu aku bertanya pada anda." jawab Jeremy.
"Kemana wanita itu, berani sekali dia tiba-tiba pergi dan tidak memberitahukanku. pasti dia pergi menemui seorang pria." Javier yang mulai memikirkan kecurigaan kepada Sahara.
Entahlah apa yang terjadi kepada wanita itu, namun sampai malam menjelang Sahara benar-benar tidak ingin kembali ke rumah Javier. Ronald terus mencari keberadaan maminya, sedangkan Javier nampak pria itu memikirkan apakah mungkin jika Sahara tiba-tiba pergi darinya atau tiba-tiba kabur.
"Ada apa Tuan?" tanya Harold kepada tuannya.
"Apakah mungkin wanita itu melarikan diri, Harold?" tanya Javier.
"Saya tidak tahu, Tuan. tapi kemungkinan besar Nona Sahara pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya. karena saya yakin..," perkataan Harold yang tidak dilanjutkan karena dia takut Javier akan marah padanya.
"Karena apa?" tanya Javier.
"Maafkan saya, tuan. jika saya menyinggung perasaan Anda." jawab Harold.
"Ya Katakan saja." perintah Javier.
"Maafkan saya, tuan. Tapi selama ini anda selalu berbuat kasar, berkata kasar bahkan selalu menyudutkan Nona Sahara. kemungkinan besar nona Sahara merasakan capek atau dia benar-benar tertekan dengan semua yang Anda lakukan." jawab Javier dengan perkataan yang begitu hati-hati.
__ADS_1
Tentu saja Harold harus berkata berhati-hati dalam mengatakan sesuatu, karena Javier adalah pria yang sangat mudah tersinggung.
"Dasar wanita kurang kerjaan, berani sekali dia kabur sebelum aku membuangnya." ucap Javier yang terlihat sangat kesal.
"Karena seharian ini dia tidak mendapatkan kabar dari Sahara.
"Apakah saya harus mencari Nona Sahara, Tuan?" tanya Jeremy kepada Javier.
"Tentu kamu harus mencari keberadaannya, Wanita itu sudah berani kabur dari ku. lihat saja aku pasti akan memberikannya hukuman." jawab Javier.
Sekitar beberapa menit kemudian salah satu pekerja pria yang ada di rumah itu nampak berjalan memasuki rumah dengan tergesa-gesa.
"Tuan." panggil pekerja pria.
"Ada apa kamu kemari?" tanya Javier yang melihat salah satu pekerjanya masuk ke rumah.
"Maaf tuan, Nyonya Sahara.., Nyonya Sahara..," ucap pekerja pria yang kebingungan.
"Wanita itu di mana?" tanya Javier.
"Nyonya Sahara ada di luar Tuan, kelihatannya Nyonya Sahara mabuk berat. dia membanting barang-barang yang ada di luar rumah." jawab pekerja pria.
Setelah mendengar jawaban seperti itu, seketika Javier meminta salah satu anak buahnya untuk mendorong kursi rodanya keluar dari rumah. namun saat Pintu itu terbuka ternyata di sana sudah ada Sahara yang masuk dengan kondisi yang begitu mencengangkan.
** bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-One night stand with mister Adam
-Isteri pengganti tuan William
__ADS_1