ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
RAGU


__ADS_3

"Wow..., ternyata kamu hebat ya." ucap Aliana.


"Pasti dong, aku kan adiknya kak Ronald." jawab bangga Daniel.


"Daniel." Ronald yang menghentikan Daniel agar tidak mengatakan sesuatu kepada Aliana.


"Hehehe..., i'm sorry." jawab Daniel.


"Oh ya, bagaimana jika hari ini kita makan siang bersama? Daniel, kamu sudah makan belum?" tanya Aliana.


"Belum kak, tadi aku belum makan habisnya di rumah benar-benar suntuk. Devan selalu saja membuat keributan dia selalu membuat aku kesal." jawab Daniel.


"Ya jangan seperti itu, Daniel. dia itu saudaramu." ucap Ronal.


"Biarin saja lah Kak, Kenapa Kakak selalu membela Devan. dia itu benar-benar menjengkelkan Kak. Dia selalu membuat aku kesal, Kenapa juga dia tidak berusaha untuk melakukan sesuatu yang benar. selalu saja dia membuat orang lain kesel dengannya, bayangkan saja dia masuk ke kamarku mengajak-ngacak barangku kemudian mengambil Atm-ku." ucap Daniel yang benar-benar kesal.


"Yang kakak tahu rekening tabunganmu itu atm-nya tidak pernah lepas darimu kan? Kok bisa sampai kamu teledor?" tanya Ronald.


"Itu tunjangan dari papa Kak, kalau tabunganku sendiri sih nggak bakal ada yang bisa membuka, apalagi nggak akan ada yang bisa melacak PIN atm-ku." jawab Daniel yang kemudian membuka laptopnya.


"Kamu dapat pekerjaan dari mana?" tanya Ronald. Sesaat kemudian terlihat pria itu berdiri dan mendekati adiknya, tadi aku mendapat telepon dari salah satu blogger yang sangat terkenal sekawasan Eropa Kak. dia memintaku untuk melakukan sesuatu, semua akunnya tiba-tiba di nonaktifkan oleh seseorang. Hal itu membuat Dia kehilangan jutaan dollar." jawab Daniel.


"Lalu?" tanya Ronald.


"Dia membayarku sebesar 1 juta dolar Jika aku bisa memblok orang yang menonaktifkan akunnya, dengan begitu semua rekening dan akunnya itu bisa kembali." jawab Daniel.


"Kamu harus hati-hati, jangan sampai orang-orang itu mengetahui siapa dirimu. apalagi kamu pernah melakukan kesalahan kan?" tanya Ronald yang membuat Daniel menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja kak aku tahu, tapi kakak tidak akan membiarkan hal itu kan?" Daniel yang kemudian tertawa melihat sang kakak.


"Hufff..., jawabanmu selalu saja seperti itu Apakah tidak ada jawaban lain?" tanya Ronald kepada adiknya.


"Tentu saja ada Kak, Aku kan tadi sudah menjawabnya." jawab Daniel yang membuat Ronald menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ayo sayang, kita makan siang bersama perutku sudah lapar. nanti kita persiapkan barang-barangnya lagi dan kita lanjutkan pekerjaan kita." Aliana yang kemudian mengajak Ronald dan Daniel untuk segera pergi dari tempat itu.


Setelah mereka keluar dari kantor mereka, seketika Aliana mengunci kantor itu.


"Oh ya, kami akan pergi keluar sebentar. nanti kalau ada tamu langsung kabari aku." minta Aliana kepada salah satu pegawainya.


"Baik." jawab Salah satu pekerja.


Akhirnya Aliana, Ronald dan Daniel berangkat ke mencari makan siang.


SEPULUH MENIT KEMUDIAN


"Oh ya Kak Ronald, satu minggu lagi kan kalian sudah menikah kok masih kerja terus sih? Kalian itu tidak melakukan persiapan sama sekali apa?" tanya Daniel.


"Tentu saja sudah, Daniel. Masa orang menikah nggak punya persiapan, kamu kira kami ini sedang main-main apa." jawab kesal Aliana ketika dikatakan seperti itu.


"Ya Nggak begitu juga kali Kak, kalian ini kan mau menikah satu minggu lagi. tapi kalian masih bekerja, Mami bilang sih kalau di negara Mami Kalau waktu udah dekat nggak boleh saling ketemu, dipingit lah disimpenin lah kayak buah yang kurang matang aja." Daniel yang terlihat membayangkan Bagaimana kalau dirinya diperlakukan seperti yang dikatakan oleh Maminya.


"Kamu jangan seperti itu, Daniel. setiap negara dan setiap tempat itu mempunyai tradisi yang berbeda, kita ini di Singapura kita mempunyai tradisi juga. jadi kita tidak bisa seperti itu." jawab Ariana.


"Tentu saja tidak, Daniel. mungkin Kakak akan tinggal di sana selama 2 minggu setelah menikah. setelah itu kakak mau tinggal di apartemen yang sudah Kakak persiapkan, setelah rumah kakak sudah rampung Kakak mau pindah ke sana." jawab Ronald.


"Ajak aku dong Kak, aku nggak betah berada di rumah. aku benar-benar kesel sama Devan, masak barang-barang yang ada di kamarku dicuri semuanya. apalagi kakak tahu tidak? beberapa hari yang lalu aku melihat Devan masuk ke kamar papa, dia mengambil sesuatu milik papa." ucap Daniel yang membuat Ronald yang ingin memasukkan makanan ke mulutnya itu langsung berhenti.


"Maksudmu Devan mencuri apa?" tanya Ronald yang langsung menanyakan hal itu kepada Daniel.


"Aku kurang tahu Kak, Tapi kelihatannya sesuatu yang berharga sih. kalau Papa sampai mencarinya dan Papa tahu kalau deven mencurinya bisa-bisa Papa murkah." ucap Daniel.


Ronald benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia sudah mendapatkan sebuah informasi dari beberapa temannya kalau Devan suka sekali melakukan judi di salah satu Kasino, entah apa yang akan dilakukan oleh Javier ketika mengetahui kalau putranya itu melakukan sebuah kesalahan.


"Coba kamu cari tahu apa yang diambil oleh Devan, jika sampai Papa tahu Devan mengambil sesuatu dari tempat Papa bisa-bisa Papa marah." ucap Ronald.


"Ya a biarin aja lah Kak Papa marah." ucap santai Daniel sembari memakan makanannya.

__ADS_1


"Lalu, Mami bagaimana?" tanya Ronald yang membuat Daniel langsung terdiam.


Daniel dan Ronald begitu mencintai Mami mereka, mereka tidak akan pernah menyakiti maminya dengan cara apapun.


"Iya deh, Coba kamu cari tahu apa yang diambil oleh Devan. jika sampai Papa murka dan Papa mau hukum Devan Pasti mami sangat sedih." Aliana yang juga berusaha untuk menasehati Daniel.


"Apa yang harus aku lakukan Kak? sudah berulang kali pria itu mencuri dari tempat papa, aku sudah memperingatkan dia kalau dia tidak mengembalikan barang-barang milik papa aku pasti akan melaporkan hal itu sama papa. tapi dia tidak mau dengar, dia tetap saja melakukan hal itu." jawab Daniel.


"Sudah berapa kali Devan mencuri dari tempat Papa?" tanya Ronald.


"Aku tidak tahu Kak, Tapi yang aku takutkan itu barang yang diambil dari ruangan papa itu cincin berharga milik Papa dan Mama. jika sampai itu benar aku tidak tahu apa yang akan dilakukan papa." ucap Daniel yang membuat Ronald seketika menghela nafasnya dengan begitu berat.


"Mau jadi apa Devan, kita semuanya selalu saja menutupi apa yang dilakukan oleh pria itu. Bagaimana jika sampai Papa tahu? apa tidak mungkin jika papa memberikan dia hukuman?" tanya Ronald.


"Lebih baik kita Biarkan saja Kak, biar Devan merasakan hukuman dari Papa. Jika dia seperti ini terus kita terus menutupi semua kesalahannya maka dia tidak akan berubah." ucap Daniel.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2