ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM

ISTERI SIMPANAN BOS KEJAM
MEMBERI PELAJARAN


__ADS_3

"Entahlah Apa yang harus kita lakukan, sayang. terkadang aku berpikir apa mungkin jika kita salah mendidiknya?" tanya Javier.


"Cara mendidik kita sama dengan cara kita mendidik ketiga anak kita yang lain, tapi kenapa Devan begitu berbeda. apa ini kesalahanku karena aku begitu memanjakannya? Apakah ini kesalahanku karena aku selalu melindunginya?" tanya Sahara yang terus berlinang air mata.


Javier memeluk istrinya dengan begitu erat, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. hutang putranya benar-benar di luar perkiraannya, hutang itu Di luar batas para remaja yang lainnya.


"Dia sudah berusia 19 tahun dia sudah kuliah menjadi mahasiswa dia harus mencari jalan kehidupannya sendiri, dia ingin menjadi apa Itu terserah padanya. kita hanyalah orang tua yang akan mengarahkan jalan anak-anak kita semua kehidupan dan nasib itu tergantung pada mereka." Javier yang terlihat menenangkan istrinya. pria itu tidak ingin terus-menerus melihat istrinya memikirkan salah satu putranya.


Memang kewajiban orang tua selalu menjaga anak-anaknya, namun jika anak sudah dewasa mereka memiliki jalan sendiri. orang tua hanya mengarahkan namun ingin menjadi apa itu jalan yang dipilih oleh anak-anak itu sendiri.


Devan mendengar apa yang dikatakan kedua orang tuanya, tatapan matanya begitu senduh sakit yang dialami oleh maminya karena dirinya.


"Tuan." Jeremy yang ada di ruangan itu.


"Ada apa, Jeremy?" tanya Javier.


"Tuan, anda kan mempunyai perkebunan yang ada di Indonesia. Apa tidak sebaiknya tuan meminta Devan untuk menjaga dan memperluas perkebunan itu. di sana begitu banyak perkebunan, mulai dari teh kopi buah-buahan bahkan perkebunan bunga juga sangat besar. Apakah tidak sebaiknya tuan memberikan tanggung jawab itu kepada Devan? dengan begitu dia bisa mengerti tanggung jawab, dia bisa menjadi pria yang tahu artinya kehidupan ini?" tanya Jeremy.


Sahara yang Mendengar hal itu tentu saja wanita itu tidak akan membiarkan putranya berpisah darinya.


"Tidak, sayang. jangan lakukan hal itu, Aku tidak ingin terpisah dari anak-anakku." ucap Sahara.


Devan yang mendengar semua perkataan itu nampak pria itu benar-benar tertantang, Dia seolah mendapatkan sebuah tantangan untuk membuat perkebunan itu semakin berkembang.


"Apa yang harus kita lakukan? itu demi anak-anak kita, sayang. kalau dia seperti ini terus Apakah dia akan mempunyai masa depan?" tanya Javier.


Langkah kaki Devan langsung memasuki kamar orang tuanya, pemuda itu menatap tiga orang yang ada di ruangan itu. aku akan membuat perkebunan itu menjadi perkebunan yang sangat makmur.

__ADS_1


"Papa, Mami. serahkan semuanya padaku aku pasti akan membuat perkebunan itu berkembang semakin menghasilkan." Devan yang terlihat menerima tantangan yang diberikan oleh orang tuanya itu. padahal kata-kata yang diucapkan oleh Jeremy hanyalah untuk membuat Devan mengerti apa arti kehidupan itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini, Devan?" tanya Sahara.


Wanita itu nampak menatap putranya yang sudah masuk ke kamarnya, langkah kaki Devan mendekati orang tuanya. tatapan matanya menatap wanita yang begitu dia cintai.


"Aku akan memegang perkebunan itu, Mami. aku akan ke Indonesia aku akan memperlihatkan kepada kalian kalau aku ini masih berguna." ucap Devan.


"Tapi Devan, Kamu tidak akan bisa melakukan hal itu." ucap Sahara.


"Mami harus yakin aku tidak ingin terus-menerus dikatakan tidak berguna. Aku ingin Mami bangga padaku sama seperti dengan ketiga saudaraku. Aku ingin dipandang seperti mereka, aku ingin menunjukkan kepada Mami dan papa kalau aku adalah pria tangguh. Aku akan bertanggung jawab aku pasti akan melunasi hutang-hutang ku, lihat saja." jawab Devan yang kemudian memegang tangan maminya.


Padahal dalam hati kemungkinan besar Devan ingin kalau dirinya dihentikan oleh orang tuanya, dia masih belum siap untuk hidup susah. dia masih belum siap untuk hidup di negara orang karena semenjak lahir hingga 19 tahun usianya dia tidak pernah menginjakkan kakinya di Indonesia.


Sekarang tiba-tiba dia akan memegang perkebunan yang ada di Indonesia, itu artinya dia akan meninggalkan Singapura dan dia akan hidup sendiri di negara asing tersebut.


"Di sana ada salah satu kenalan Papa, jika memang kamu ingin memegang perkebunan itu kamu harus menurut apa kata orang kepercayaan Papa." ucap Javier.


BRAKK...


"Tetap saja kamu seperti ini, Devan. kamu selalu menyombongkan dirimu. kamu selalu bersikap angkuh, kamu selalu pamer kekayaan kepada teman-temanmu. kalau kamu ingin pamer kekayaan pamerkan saja kekayaanmu sendiri, jangan kamu pamerkan kekayaan orang tuamu, kamu tidak ikut bersusah payah kamu tidak ikut mengeluarkan keringat. kamu tidak ikut merasakan kesakitan yang kami rasakan!!" seru Javier yang marah.


Devan tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, prinsip dari Javier memang sangat luar biasa. jika kamu ingin menjadi pria sukses kamu harus merasakan kesakitan.


"Jika kamu ingin membanggakan kekayaan kamu harus membangakan kekayaanmu sendiri bukan kekayaan orang tuamu." ucap Javier.


"Baiklah kalau begitu, Papa lihat saja akan kubuat perkebunan itu semakin hebat. akan kubuat perkebunan itu benar-benar menjadi perkebunan yang tidak bisa di anggap remeh." ucap Devan.

__ADS_1


"Terserah apa maumu, Jika kamu ingin ke Indonesia katakan Kapan kamu akan ke sana. papa akan segera mengurus semua dokumen-dokumenmu, Kamu tidak akan tinggal di sana selama satu atau dua hari. mungkin kamu akan tinggal di sana selama beberapa tahun." ucap Javier yang kemudian berdiri menatap putranya.


Sahara yang mendengar perkataan sang suami nampak hatinya berdenyut begitu kencang, ingin sekali dia menentang apa yang dikatakan oleh suaminya, namun jika itu terjadi apa yang harus dikatakan oleh Sahara memang Devan harus mendapatkan pelajaran atas semua yang dia lakukan. Dia selalu menganggap dirinya sebagai orang luar biasa, tidak pernah sekalipun Devan mencoba untuk menjadi pria sukses. yang bisa dia lakukan hanyalah bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang.


"Mami, apakah Mami mau ikut denganku ke Indonesia?" tanya Devan.


Sahara menatap putranya, kesempatan ini harus dilakukan oleh deven sendiri. dia tidak boleh mendapatkan dukungan orang lain, dia harus berdiri sendiri dengan semua kemampuannya sendiri.


"Maafkan Mami, Devan. Mami tidak bisa menemanimu, Mami kondisinya seperti ini Kalau Mami ke Indonesia mungkin Mami tidak akan bisa bertahan. apalagi perusahaan Mami membutuhkan Mami." ucap Sahara yang membuat Devan semakin menggebu-gebu. dia akan memperlihatkan kepada orang tuanya kalau dia bisa sukses seperti ketiga saudaranya. Devan benar-benar akan membuktikan kalau dia tidak akan menjadi parasit, sudah cukup mereka menghina Devan pria itu akan menunjukkan kepada dunia kalau dia bisa sukses seperti ketiga saudaranya. dia bisa berdiri walaupun dalam hati dia sangat kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda

__ADS_1


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat


__ADS_2