
Setelah memberikan jawaban Sahara tidak ingin melihat wajah Louis sedangkan Louis sendiri terlihat pria itu pergi dengan kehampaan, ternyata selama hampir beberapa bulan ini Sahara benar-benar memupuk kebencian di hatinya. wanita itu tidak akan membiarkan Louis menyakitinya lagi bahkan Sahara sudah mendapatkan titik terang mengenai siapa sebenarnya Louis.
'Apakah kamu benar-benar tidak ingin bertemu dengan ku?" tanya Louis kepada Sahara.
"Aku sudah bilang Kan kalau aku tidak ingin bertemu denganmu, lagi pula aku sekarang ini sedang bekerja. Sekarang aku juga adalah sekretaris dari tuan Javier." jawab Sahara.
Kata-kata yang diucapkan oleh Sahara seperti sebuah bom waktu yang siap meledak, Bagaimana tidak wanita itu benar-benar terjebak pada semua permasalahan dan semua permainan yang dipersiapkan oleh Louis.
"Kenapa kau tidak mau mengejar kekasihmu itu?" tanya Javier kepada Sahara.
"Ngapain juga aku harus mengejar pria itu, lagipula hari ini aku ada janji kencan dengan seseorang yang aku kenal beberapa minggu yang lalu." jawab Sahara.
Seketika Javier yang mendengar perkataan dari Sahara, pria itu langsung tersentak, bahkan Javier menatap Sahara dengan tatapan mata yang benar-benar begitu marah.
"Apa maksudmu?!" seru Javier saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Sahara.
"Ngapain kau berbicara dengan suara yang begitu keras, kau kira aku ini tidak bisa mendengar apa!" jawab Sahara dengan nada suara yang ikut keras.
"Apa katamu tadi? kau bilang kau akan kencan dengan seseorang yang baru kau kenal?" tanya Javier sembari melotot.
"Memang, Memangnya kenapa ekspresimu seperti itu?" tanya Sahara yang seolah menantang pria yang ada di depannya itu, seorang mantan suami yang menikahinya secara kontrak.
"Apakah kau tidak tahu kalau mencari pria seperti itu..., hal itu bisa bisa membuatmu mengalami masalah. kamu ini baru mengenal pria itu langsung diajak berkencan Kamu ini punya malu tidak sih?!" seru Javier dengan ekspresi wajah yang begitu aneh pria itu benar-benar sangat marah bahkan terlihat raut wajahnya begitu frustasi dengan semua kabar yang diberikan oleh Sahara.
"Tidak usah memperhatikan aku, yang jelas nanti malam aku akan kencan dengan pria itu." jawab Sahara santai.
"Tidak, kau tidak boleh berkencan dengan pria itu!" seru Javier marah.
"Kenapa? ngapain juga kamu harus mengatur hidupku?" tanya Sahara yang kemudian terlihat membereskan tasnya.
__ADS_1
"Hari ini..hari ini, Ronald mau ke rumahmu." jawab Javier yang kehilangan kata-kata dan dia mencoba mencari jalan agar Sahara tidak keluar dengan pria itu.
"Tidak, aku sudah bilang sama Ronald Kalau hari ini aku ada urusan penting. Ronald bilang kalau aku selesai aku diminta untuk mengirim makanan." jawab Sahara. yang kemudian pergi meninggalkan Javier.
"Aaaa!!!"
terlihat Javier benar-benar kesal dan marah ketika dia mendapat kabar Kalau Sahara akan berkencan dengan seorang pria. pria itu seperti seorang pria yang benar-benar habis tercelup di air panas.
"Aku tidak akan membiarkan dia Bersama siapapun, berani sekali dia berkencan dengan seorang pria. Bahkan dia mengatakan kepadaku dengan begitu terang-terangan, dia ini tidak tahu apa kalau aku bisa melakukan sesuatu. lihat saja aku pasti akan membuat kencannya itu gagal." ucap Javier dengan semua pemikiran yang ada di otaknya itu. pria itu sangat kebingungan dia tidak akan membiarkan Sahara keluar bersama pria lain.
"Ada apa, Tuan?" tanya Jeremy yang memasuki kantor Javier.
"Apakah kau tahu Jeremy, aku barusan mendapat kabar dari Sahara. katanya wanita itu akan kencan dengan seseorang!!" ucap Javier dengan nada suara yang begitu keras. seolah dia radio yang volumenya benar-benar sangat kencang.
Sebuah kabar yang mungkin sengaja dikatakan oleh Sahara, Karena Wanita itu ingin membalas Javier. salahkan saja dirinya sendiri yang berani bersikap begitu ganjen kepada seorang wanita, sekarang Sahara akan membuat pembalasan yang begitu luar biasa agar pria itu tidak berani lagi berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Sahara.
"Benarkah Nyonya Sahara akan berkencan? lalu berkencan dengan siapa, Tuan?" tanya Jeremy yang membuat Javier sangat marah padanya.
Entahlah pria itu seperti kehabisan nafas setelah mendengar kabar yang dikatakan oleh Sahara. "Aku tidak habis pikir berani sekali dia mengatakan akan berkencan dengan seorang pria. Dia kira aku ini pria apaan? dia kira aku ini tidak akan berbuat sesuatu kepadanya." gerutu Javier.
"Ini juga sih salah Tuan, Mengapa juga harus memanas-manasi wanita itu, kalau tuan ingin mengejar Sang mantan lebih baik Tuan itu mencari cara yang tidak akan bisa ditolak oleh Nyonya Sahara. Kalau tuan melakukan sesuatu kesalahan atau mencoba untuk memanas-manasi wanita itu hasilnya akan seperti ini, dia sudah berpisah dengan anda, bukan? jadi dia menganggap dirinya itu bebas untuk mencari pasangan." ucap Jeremy.
"Apa-apaan sih kau Jeremy, kurang ajar sekali kau! dia itu mantanku tapi Aku Masih mencintainya, hanya karena kesalahanku saja tiba-tiba Istriku itu langsung kabur dan menceraikanku!" seru Javier.
Jeremy hanya bisa terdiam sambil menghembuskan nafasnya berulang kali, dia pasrah mendengarkan ceramah dari Javier yang tidak kunjung ada habisnya.
"Aku tidak mau tahu Jeremy, aku mau ke tempat itu. kamu cari tahu dari Icha ke mana Sahara akan kencan." pinta Javier.
"Tapi tuan, Kenapa harus bertanya kepada wanita itu?" tanya Jeremy.
__ADS_1
"Lalu, kamu akan bertanya kepada siapa? Apakah kamu akan bertanya kepada daun dan pepohonan? Apakah kamu akan bertanya kepada laut dan air hujan?" tanya Javier yang membuat Jeremy menggelengkan kepalanya.
Semakin hari Javier semakin aneh saja, pria itu tidak pernah menggunakan perumpamaan saat berbicara namun sekarang malah pria itu membuat syair yang begitu aneh di telinga Jeremi.
Memang Jeremy memiliki rasa dengan Icha, begitupula dengan Icha yang juga memiliki perasaan dengan Jeremy. Namun kedua insan itu melakukan hubungan secara diam-diam. karena mereka ingin menyatukan dua pasangan yang sekarang nampak saling memanas-manasi.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
Ketika malam datang, terlihat Javier sudah bersiap-siap. pria itu akan mengacaukan kencan dari Sahara. Javier juga ingin melihat Seperti apa tampang pria yang akan mengencani istrinya tersebut.
"Lihat saja, aku pasti tidak akan membiarkannya bersama pria lain, akan kulakukan akting yang sangat luar biasa. biar pria itu lari terbirit-birit." ucap Javier yang berdiri di depan cermin yang ada di kamarnya tersebut. tidak lupa pula Javier mengajak Ronald. dengan begitu senjatanya benar-benar akan menghancurkan kencan malam itu.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
__ADS_1
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat