
MUSUH
APARTEMEN LAUREN
"Aku harus mendapatkan jalan yang lebih baik, aku yakin Louis akan menghianatiku. sebelum pria itu melakukannya akan kubuat dia menyesal, berani sekali dia memperlakukan aku seperti itu." ucap Lauren yang kemudian pergi meninggalkan rumahnya. Lauren sudah membuat rencana untuk mendekati Ronald, dia harus membuat bocah itu yakin kalau dia adalah ibunya.
Jeremy dan Ronald pergi ke sebuah tempat mereka akan bersenang-senang bersama Icha, di sebuah wahana permainan di salah satu pusat perbelanjaan Ronal bersenang-senang. di tempat itu terlihat bocah itu begitu bahagia setelah mendapatkan semua yang dia inginkan.
"Apa yang sedang kamu lakukan Ronald?" tanya Jeremy kepada Ronal.
"Paman Jeremy, Apakah Paman tidak mau menikahi Tante Icha?" tanya Ronald kepada Jeremy.
"Memangnya ada apa? kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Jeremy.
"Kelihatannya Tante Icha itu banyak yang suka loh Paman." jawab Ronal.
"Benarkah, memangnya siapa yang suka?" tanya Jeremy yang sedikit menyelidik.
"Tadi saja waktu Paman ke kamar mandi ada beberapa pria yang mendekati, mereka menggoda tante Icha." jawab Ronald yang terlihat mengatakan hal itu sembari makan es krim.
"Benarkah?" tanya Jeremy.
"Tentu saja, mereka bilang mereka minta nomor telepon tante Icha." jawab Ronald.
Jeremy yang mendengar kata-kata Ronald seketika pria itu memikirkan sesuatu, salahnya sendiri kenapa dia tidak langsung melamar atau melakukan sesuatu kepada wanita tersebut. sesaat kemudian Icha datang sembari mengotak-atik ponselnya.
"Kamu habis menerima telepon ya?" tanya Jeremy.
"Tidak." jawab Icha.
"Lalu, apa yang kamu lakukan?" tanya Jeremy kembali.
"Itu tadi ada orang yang meminta nomor teleponku." jawab Icha.
"Lalu, kamu kasih nomor telepon mu?" tanya Jeremy.
"Tentulah aku kasih, Memangnya kenapa." Jawab Icha yang begitu santai.
Ketika mereka berdua sedang berdebat, seorang wanita nampak menatap Ronald yang sedang melihat pertengkaran mereka berdua.
"Bukankah itu Ronald. Apa yang dilakukan bocah Itu di Sini." guman Lauren dalam hati ketika melihat putranya berada di pusat perbelanjaan yang sama dengannya.
Langkah kaki Lauren seketika berjalan mendekati bocah itu, tatapan matanya menatap putranya. seorang bayi yang dia tinggal beberapa tahun yang lalu.
"Ronald." Panggil Lauren kepada Ronald.
Terlihat bocah kecil itu menatap wanita yang baru memanggilnya.
"Iya Tante, ada apa jawab Ronald.
"Kamu sudah besar Ronald." Lauren yang terlihat mendekati putranya.
"Tante ini siapa?" tanya Ronald kepada Lauren benar-benar terkejut ketika Ronald mengatakan hal itu.
Tentu saja Javier tidak akan pernah mengatakan siapa sebenarnya ibunya, bagi Javier Wanita itu sudah meninggal. sudah ditelan Bumi dan tidak akan bisa kembali.
__ADS_1
DEG..
seketika Lauren tersentak, wanita itu tidak bisa mengungkapkan seluruh isi hatinya itu.
"Apakah kamu tidak mengenal mama, sayang?" tanya Lauren kepada putranya.
"Siapa kamu? Kenapa kamu mendekatiku? Kenapa kamu bilang kamu adalah mamaku?" tanya Ronal.
"Mama, sayang." ucap Lauren.
Seketika Ronald langsung berlari mendekati Jeremy dan Icha.
BRUKKKK.
Ronal langsung menabrak Jeremy, bocah itu benar-benar sangat ketakutan saat melihat kedatangan Lauren.
"Ada apa Ronald, Kenapa kamu menabrak Paman? Apakah ada sesuatu?" tanya Jeremy kepada Ronald.
"Paman, ada orang jahat." jawab Ronald.
"Orang jahat, orang jahat siapa?" tanya Jeremy.
"Tadi ada wanita yang mengatakan kalau dia adalah mamaku, Paman." jawab Jeremy yang kemudian menoleh. terlihat pria itu menatap seorang wanita yang berdiri di tempat yang tidak jauh dari tempat mereka.
"Lauren." ucap Jeremy.
"Ada apa?" tanya Icha.
"Tolong kamu bawa Ronald sebentar." pinta Jeremy yang kemudian berlari untuk mendekati Lauren.
"Bisakah kamu berbicara sopan kepadaku, Jeremy?" tanya Lauren yang membuat Jeremi langsung tersenyum.
"Kenapa aku harus bersikap sopan padamu? Memangnya kamu itu siapa." jawab Jeremy.
"Walaupun begitu aku pernah menikah dengan majikanmu." ucap Lauren.
"Pernah, tapi wanita brengsek sepertimu tidak pantas disebut sebagai seorang istri." jawab Jeremy yang kemudian meminta Ica untuk membawa bocah kecil tersebut pergi.
Tatapan mata Ronal menatap Lauren yang berdiri di tempat tersebut.
"Siapa dia, Jeremy?" tanya Icha.
"Sudah, nanti saja aku ceritakan." jawab Jeremy.
Terlihat Ronal memeluk lengan Icha dengan sangat erat.
"Oh ya, aku langsung ke rumah ya, nanti setelah itu aku akan mengantarmu." ucap Jeremy.
Ketika mendengar perkataan Jeremy seperti itu, Icha yakin ada sesuatu yang terjadi. siapa sebenarnya wanita tadi wanita yang tiba-tiba datang.
Ketika sampai di tempat Jeremy, tatapan mata Icha menatap Ronald yang masih ketakutan. wanita itu terlihat begitu terenyuh dengan Ronald yang begitu takut dengan wanita yang tadi menemuinya.
"Kenapa kamu takut seperti ini, Ronald? Apakah ada sesuatu?" tanya Icha.
Ronald menggelengkan kepalanya, bocah itu terlihat masih dalam kondisi ketakutan karena kedatangan wanita yang mengaku sebagai mamanya.
__ADS_1
"Kenapa sudah pulang? Kok cepet banget?" tanya Sahara yang sudah mendekati Ronald.
"Raut wajahnya begitu sedih, tatapan mata Ronald menatap Sahara kemudian berlari dan memeluk wanita itu.
"Ini adalah mamiku, tidak ada yang boleh menjadi mamiku selain Mami Sahara." ucap Ronald yang kemudian memeluk Sahara dengan begitu erat.
Sahara yang Mendengar hal itu nampak dia sangat terkejut, seketika wanita itu menatap Jeremy dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan.
"Ada apa Jeremy? Kenapa dia sangat ketakutan?" tanya Sahara.
"Lebih baik kamu tidurkan saja dia, Sahara. nanti akan ku ceritakan." jawab Jeremy.
Setelah mendengar kata-kata Jeremy akhirnya Sahara membawa Ronald ke kamarnya, wanita itu nampak sangat penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jeremy. pasti ada sesuatu yang membuat bocah kecil itu begitu ketakutan.
"Mami, Mami jangan tinggalin aku." ucap Ronald.
"Tentu saja tidak, Sayang. memangnya Mami mau ninggalin kamu ke mana sih." jawab Sahara.
"Mami, Ronald sayang mami." ucap Ronald kembali.
"Tentu saja Sayang, Mami juga sayang kamu kok." jawab Sahara yang kemudian mencoba untuk menidurkan putranya tersebut.
Beberapa menit kemudian Ronald sudah tertidur, langkah kaki Sahara keluar dari kamar bocah kecil tersebut. di ruangan itu terlihat sudah ada Javier yang sedang berbicara dengan Jeremy.
"Jadi wanita itu sudah berani mendekati Putraku, Jeremy?" tanya Javier.
"Sengaja atau tidak, tapi dia sudah menemui Ronald. ketika kami berada di salah satu pusat perbelanjaan." jawab Jeremy.
"Yang aku tahu dia tidak ada di Singapura, semenjak kapan dia sudah kemari, Jeremy?" tanya Javier.
"Saya tidak tahu, Tuan.Tapi kelihatannya dia memiliki rencana licik." ucap Jeremy.
"Aku tidak mau tahu, Jeremy. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mencoba untuk mendekati Putraku. Jika dia berani melakukannya maka jangan salahkan aku jika aku akan membuat Dia menderita." Javier yang terlihat marah dengan kehadiran Mantan istrinya itu.
Sahara yang mendengar seluruh cerita itu, terlihat wanita itu mengerti apa yang dikatakan Ronald tadi, ketakutan bocah kecil itu langsung tergambar di otak Sahara.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
__ADS_1
-Mantra cinta gadis pemikat